
Lembayung
Pagi setibanya aku di sekolah, aku melihat si berandal sedang berjalan.. ia menyapaku dan kami mengobrol sebentar. Tumben.. dia ga telat.. aku pun memberi semangat padanya dan setelah itu berjalan menuju kelas dengan sedikit berlari,takut terlambat perlajaran Matematika.
Drrt.. Drrrt..
3 message unread
Ka Radith : Pagi sayang!
Ka Radith : Semangat belajar ya..
ka Radith : Istirahat nanti kita ketemu.
Lembayung : Semangat juga ya ka!
Lembayung : Iyah.
Aku tuh bukan tipikal cewek romantis yang bisa balas bilang sayang, hehhe.. malu! Dan ini adalah pengalaman pertamaku punya pacar.
Setiap kali Radith bilang sayang.. aku cuma bisa senyum-senyum ga jelas. Ga bisa meng-ekspresi kan perasaan lewat kata -kata puitis tapi melalui tindakan.
"Eh girls.. ada gossip! "
"Apa sih Risa, pagi-pagi udah nge gosip! " Kataku ga suka.
"Gosip apaan? " Gadis penasaran.
"Si Senja katanya mau di DO! "
"Haah? gosip darimana sih? tadi aku liat anaknya masuk sekolah ko! " Aku mencibir.
"Tuh anak-anak lagi pada ngomongin! " Tunjuk Risa pada kumpulan anak-anak lelaki yang duduk di pojokan kelas.
"Kevin? " Tanyaku.
"Iyah.. " Jawab Risa.
"Aku udah ga aneh denger nya.. lagian pantes di DO! anaknya badung dan berandal gitu! " Gadis mulai beraksi.
"Kamu ada dendam apa sih Dis sama si Senja? ko kayanya ga suka banget sama dia? " Tanya Nindy penasaran, karena di antara kami berempat. Gadis lah yang paling kelihatan ga suka kalau sudah ngomongin mereka.
"Ga boleh gitu Gadis, kita kan ga tau cerita sebenarnya! " Aku ikut menimpali.
"Seandainya aja kalian tau, kalau si Senja itu.. " Tiba-tiba Gadis berhenti bicara, dia menutup mulut dengan tangan nya.
"Kaya ada sesuatu yang kamu sembunyiin dari kita Dis! " Kata Risa.
"Sebenernya.. " Gadis tak bisa melanjutkan kata kata. Karena kini ia berderai air mata.
Aku memeluk Gadis dan menenangkan nya. Ada apa dengan Gadis? pasti ada yang di sembunyiin olehnya.. tapi aku ga bisa maksa dia untuk cerita.
"Udah Dis.. jangan nangis lagi ya! kalau kamu belum mau cerita gapapa ko.. kita ngerti. Maafin yaa kalau udah bikin kamu sedih! " Risa dan Nindy pun ikut memeluk Gadis.
__ADS_1
"Nanti pulang sekolah kita ngumpul yu di rumah Ayung.. aku mau cerita sama kalian semua. " Gadis mulai tenang dan tersenyum.
"Iyah Dis.. "
"Ok.. "
"Waah seneng banget! udah lama kita ga girls talk! " Kataku antusias.
Bel masuk berbunyi, dan kami kembali duduk di bangku masing-masing karena guru sudah berada di kelas.Dan Ketua kelas tengah menginteruksi untuk memberi salam.
***
Senja
Aku tersenyum sendiri mengingat pertemuan ku dengan Lembayung tadi di parkiran. Seolah menjadi penyemangat baru untuk mulai memperbaiki hidupku. This is my first time to feel this way..
"Lo kenapa senyum-senyum sendiri? " Tanya Rian saat aku memasuki kelas.
"I have my double present in this morning..Twice! "
"Waah.. lo baikan sama nyokap? "
"Dia buatin gue sarapan.. dan sumpah.. itu menjadi makanan paling enak sepanjang hidup gue. "
"Lebay! " Cibir Rian.
"I'ts true.. buat lo mungkin lebay, karna terbiasa setiap hari makan masakan nyokap lo! tapi buat gue.. hal sesederhana itu bikin gue bahagia.. " Kataku bangga.
"Gue ikut seneng Ja! dan apa yang kedua? " Rian kepo.
"Anj** maen rahasia rahasiaan lo! "
Aku hanya tersenyum. Mulai membuka buku pelajaran Agama sebagai mata pelajaran pertama.
Mengikuti materi demi materi yang di sampaikan oleh guru dengan baik, dan seksama. Meskipun banyak yang terlewat.. tapi tampaknya Pa Syarif senang melihat kehadiran ku di kelas nya.
Materi kali ini membahas tentang Pengertian Dosa Besar dan Contoh-Contoh Dosa Besar dalam Kehidupan.
"Dosa adalah dampak dari pelanggaran ajaran agama yang dilakukan dengan sengaja, sadar dan tidak ada paksaan atau dapat dikatakan bahwa dosa adalah buah dari tidak menjalankan perintah Allah dan tidak menjauhi larangan-Nya. Yang dimaksud dengan dosa besar adalah suatu pelanggaran terhadap perintah dan larangan-Nya yang menimbulkan kerugian dan kerusakan terhadap orang lain dan bersifat besar."
"Allah Ta'ala tidak suka terhadap hamba-Nya yang berbuat dosa. Oleh karena itu pelaku dosa diancam oleh Allah Ta'ala dengan hukuman baik waktu masih berada di dunia terlebih lagi di akhirat. Hukuman di dunia bisa berupa musibah binasa dan di akhirat berupa siksaan api neraka yang sangat dahsyat"
"Ada yang tau apa saja yang termasuk dosa besar?" Tanya pak Syarif.
Semua murid terdiam tak menjawab pertanyaan yang di ajukan Pa Syarif.
" Yang pertama adalah Syirik, menyekutukan Allah "
"Meninggalkan shalat pak"
"Durhaka terhadap orang tua "
"Membunuh"
__ADS_1
"Zina"
"Harta haram , rezeki haram"
"Minum minuman keras, mabuk mabukan "
"Memutuskan tali silaturahim ..dan masih banyak lagi dosa yang kita lakukan"
Aku terpaku, diam tak bisa berkata apa-apa. bagaikan di sayat.. hatiku teriris nyeri mendengar semua penjelasan pak Syarif.
Dosa-dosa besar itu semua nya telah ku lakukan, kecuali membunuh. Air mata yang tak terbendung akhirnya menetes, mengalir dan membasahi pipiku.
Aku menangis.. menangisi segala dosa-dosa ku.
"Apakah dosa besar bisa di maafkan pak? " Tanya Dion.
"Semua orang dapat diampuni oleh Allah dosanya. Apapun dosa kita. Dengan syarat taubat. Taubatan Nasyuha. Kalau taubat in syaa Allah.. Allah Ta'ala akan mengampuni ,dengan catatan tidak mengulang kesalahan yang sama! "
Aku semakin menunduk kan kepala, tak kuasa lagi menahan semua gejolak bathin yang semakin menghimpit dada.
Ya Allah.. aku meminta ampun atas segala dosa-dosa besar yang telah ku lakukan!
"Maaf pak Syarif.. mengganggu sebentar! " Tiba-tiba datang pak Rahmat dan berbicara di depan pintu kelas.
"Oh iyah pak Rahmat.. ada keperluan apa? "
"Boleh saya ijin membawa ananda Senja sebentar? "
"Baik.. silahkan" pak Syarif tersenyum ke arahku.
Aku berdiri dan mendekati pa Syarif. "Maaf pak.. kalau boleh nanti pulang sekolah saya ada keperluan untuk bertanya sesuatu pada bapak, bolehkah pa? " Setengah berbisik, aku bertanya.
Pak Syarif tersenyum ke arahku dan menganggukkan kepala.
"Terima kasih pak.. saya permisi! "
"Iyah.. " Beliau menepuk bahuku pelan.
Aku mengikuti pak Rahmat dari belakang, berjalan menuju Ruangan Kepala Sekolah.
Aku terperanjat kaget, karena ternyata ibu sedang duduk dan mengobrol dengan bapak KepSek sambil terisak.
Aku tak kuasa untuk mengangkat kepala, terus menunduk melihat lantai tanpa berkata apa-apa.
Dari arah luar, terlihat Kevin datang bersama kedua orangtua nya.
"Selamat pagi pak.. silahkan masuk! " Kata bapak KepSek hormat pada ayah Kevin.
Sudah bukan hal yang aneh.. setiap orang akan bersikap hormat pada orang yang memiliki jabatan tinggi seperti ayah nya Kevin.
Dulu saat di SMP di Jakarta, Kevin berani merudung anak-anak yang di anggap nya pantas di perlakukan seperti itu. Termasuk aku. Selaku penyokong dana terbesar di yayasan tempat kami bersekolah, dia dengan semena-mena berbuat seenaknya.
"Jadi ini berandal yang menghajar anak saya? "
__ADS_1
***