Lembayung Senja

Lembayung Senja
How Lucky..


__ADS_3

Lembayung


Aku harus cepat-cepat menyusul ke bawah.. untung aku tuh bukan tipe cewek yang terlalu ribet masalah skincare..ga perlu make up tebal, dari dulu cuma pakai pelembab dan bedak tabur aja.. Meski sekali-kali ke salon buat perawatan, Alhamdulillah aku di anugerahi kulit sehat dan alami.


Ku ambil tas anyaman yang terbuat dari bahan rotan pemberian suamiku dulu sewaktu di Bali, memasukkan ponsel, dompet dan beberapa benda yang di rasa penting.


Tap..


"Senjaaa.. " Aku memanggil Senja, saat menuruni anak tangga. Saat sudah mendekat. "Maafin aku yaaa.. ga seharusnya aku ngelarang kamu untuk liat auratku. padahal kamu berhak melihatnya! itu.. itu aku refleks aja karna malu.." Kataku sambil duduk di sampingnya.


"Gapapa.. aku ngerti.. tapi sebagai ganti nya, aku mau minta sesuatu.. "


Iissh! dasar cowok.. harus ya pamrih?


"Mhhmm.. apa?boleh.. tapiii jangan yang ... "


"Ini..... "


Cup.


"Morning kiss.. "


Deg..Deg.. Deg..


Aku hanya duduk mematung di sampingnya tanpa berkedip untuk beberapa detik.


Serangan mendadak di saat aku tidak siap, He kiss my lips for a second.


"Sayaang.."


"Ehh.. iyah.. "


"Ayoo.. " Ia menarik tanganku untuk beranjak dan berdiri.


Saat sudah sampai di depan pintu, Enin yang sedang menyiram tanaman di halaman depan rumah menyapa kami.


"Hati-hati a.. teu kenging ngebut nya(jangan ngebut ya)! "


"Iyah nin.. "


"Kami pergi dulu ya nin.. Assalamu'alaykum.. " Kami bergantian mencium punggung tangan enin dan berpamitan.


Senja memakaikan helm seperti biasa. "Nah gini dong.. pakai jaket! " Katanya mengelus pipiku.


Aku tersipu.


"Bissmillah.. "


"Let's go.. "


Senja mulai menyalakan mesin motor sport nya dan tanpa ragu aku memegang pinggang nya. Ia bilang posisi dudukku tidak boleh menyamping..Jadi meski ootd ku selalu memakai rok,tapi aku juga selalu memakai double celana panjang. No Prob..!


Banyak sih..yang bilang aku kaya ibu-ibu karena sering pakai rok atau gamis longgar. Tapi kaaan.. ini anjuran untuk semua perempuan muslim agar terjaga kehormatan nya.


Sekali-kali aku juga suka pakai celana ko.. di situasi dan kondisi tertentu. Di antara sahabat-sahabat ku.. aku sendiri memang yang paling tertutup. Gadis dan Nindy masih belum memakai hijab, sedangkan Risa sudah pakai meski masih lepas pakai a.k.a tutup buka.


Tapi aku tak pernah sekalipun mencibir dan menghakimi mereka karena jalan hidayah setiap orang itu berbeda. Dan jalan hijrah seseorang itu juga berbeda, ada yang langsung berubah drastis lalu istiqomah.. ada yang berproses perlahan bertahun-tahun tapi pasti..tak tergoyah. Macam-macam...


Sangatlah penting bagi kita untuk menghargai setiap proses perubahan diri kita dan orang lain yang ingin berubah menjadi lebih baik..

__ADS_1


Dan Jangan biarkan orang menjadi under estimate dengan pemikiran buruk kita.


***


Senja



Kami sudah berada di Orchid Forest Lembang. Sambil menunggu klien datang.. aku dan Lembayung akan berjalan menyusuri Wood Bridge,salah satu wahana yang terdapat di tempat wisata ini.


Jembatan yang bergoyang-goyang itu dibuat dari kayu dan tali tambang berwarna putih. Memanjang kurang lebih sepanjang 50 meter.


Dan Ketika malam hari, otomatis lampu-lampu di tempat ini akan menyala karena telah dipasangi sensor cahaya.


"I'am so grateful.. bisa berjalan berdua dengan kamu seperti ini.. dulu aku bahkan ga pernah bermimpi bisa dekat dengan seorang Lembayung. " Kataku, menuntun tangan nya mulai menyusuri jembatan.


"Memangnya kenapa aku? " Tanyanya heran.


"Aku merasa rendah diri.. dengan hidupku yang berantakan. "


"Yang terpenting sekarang, kamu mau berubah.. jangan menoleh dan kembali lagi ke belakang! ada aku disini di samping kamu.. dan kita berdua cuma perlu berjalan melangkah ke depan.. "


"How Lucky I'am.. to have you in my life.. "


Lembayung hanya tersenyum, lalu menggoyang-goyangkan tangan kami yang saling bergandengan.


"Kamuu pakai gelang pemberian ku? " Tanyaku saat melihat kain pergelangan tangan nya yang sedikit tersingkap.


"Iyaah dong.. ini kan dari suamiku, jadi harus aku pakai! Dan ini di tangan kiriku pakai gelang couple sama gelang yang kamu kasih di Bali.. " Dia menunjukkan pergelangan tangan nya yang sebelah kiri.


"Ehh.. kamu juga pakai gelang couple kitaaa? " Ia terlihat riang, kami memakai gelang yang sama.


"Tentu..pasti aku pakai, ini kan dari istriku.. " Balasku sambil tersenyum ke arah nya.


"Klienku sebentar lagi datang.. kita duduk tunggu di bangku kayu itu ya.. ".


Sambil menunggu klien datang, kami berdua banyak bercerita dan sesekali mengabadikan moment kedalam potret kamera.


Kami sedang duduk di tempat dimana terdapat kursi berundak dari kayu yang membentuk tribun stage. Tempat ini bisa juga dijadikan sebagai tempat pagelaran musik dan acara lain yang bertemakan alam,dan tempat ini disebut teras paphio.


"Disini ada outbond juga ..Flying fox, airsoft Gun, high rope, panahan, dan lain-lain..kamu mau coba? " Tanyaku.


"Ngga akh.. kamu aja. aku mau duduk liatin kamu disini.. tapi nanti pengen liat bunga-bunga anggrek.. boleh? "


"Iyah.. Sebentar aku kesana dulu yaa.. klienku udah datang, kamu tunggu disini jangan kemana-mana. "


"Iyaaah.. "


Cup.


Aku mengecup pucuk kepalanya penuh sayang.


"Oh iyah.. boleh pinjam ponsel kamu"


Lembayung mengeluarkan ponselnya dan memberikan nya padaku.


"Untuk apa? " Tanyanya.


"Ada yang harus aku pasang.. " Kataku singkat, lalu mulai mengotak atik ponselnya, mendownload aplikasi.

__ADS_1


Setelah memastikan aplikasi yang ada di ponselku dan aplikasi yang ada di ponsel Lembayung sama.


Aku mengaktifkan fitur Aplikasi yang memungkinkan untuk memantau percakapan sosial media serta pesan. Kemudian juga bisa memeriksa lokasi GPS secara real-time.


"Sudah.. " Aku memberikan ponselnya kembali pada Lembayung.


Dan ia langsung memasukkan ke dalam tas.


***


Lembayung


Aku sudah mulai terbiasa mendapatkan kan serangan mendadak berupa kecupan dari suamiku. Barusan saja.. ia mengecup pucuk kepalaku penuh sayang. Tadi, sepanjang kami berjalan.. ia juga tak henti mencium tanganku dengan lembut.


Ternyata sebahagia ini pacaran..


Apalagi dia pacar halalku.. hihhi.


Aku sedang terduduk di salah satu bangku kayu. Sambil memainkan ponsel.. Sesekali melihat ke arah suamiku yang sedang fokus membidik objek sepasang insan yang sedang berpose ,melangsungkan sesi foto prewedd di salah satu wahana pohon kayu.


Senja sesekali melambaikan tangan nya dan tersenyum.


Akhh.. Sweet hubby!


Senja..


How can I not love you?


Tak perduli betapa kelam masa lalu nya.. aku dengan mudah menerima. Dari awal-awal dekat dengan nya... aku sudah merasa nyaman dan ada semacam keterikatan di antara kami.


Sudah hampir 2 jam, aku menunggu pemotretan itu masih saja belum selesai.. mereka ingin berganti -ganti tempat dan backround.. hingga mau tak mau Senja menurut saja.


Kalau di pikir.. pasti ia sangat kerepotan. Kebanyakan kan membawa teman atau asisten yang bisa membantu.. tapi ia malah membawa aku.. Dan aku hanya di suruh untuk duduk disini menonton.


"Jangan ikut..nanti kamu capek! "


Begitu katanya berulang kali, padahal aku sudah merengek ingin ikut kemanapun ia pergi.


Karena sedikit bosan dan haus.. Aku memutuskan untuk membeli minum di cafe terdekat yang ada di dalam tempat wisata ini.


Dari kejauhan aku masih bisa melihat sosok tegap suamiku. Aku pun memesan pada waiter, beberapa camilan makanan dan minuman yang bisa di kemas dengan praktis untuk suamiku nanti. Kasihan.. dia pasti kelelahan.


Setelah beberapa menit mencari, mereka tidak ada disana.. di tempat yang tadi di jadikan lokasi pemotretan.


Lho.. dimana?


Aku berjalan sambil menggandeng beberapa kantung plastik berisi makanan dan minuman.


Bruggh..


Tiba-tiba dari arah belakang, ada yang memukul tengkukku dengan keras.


Aku limbung.. kantung plastik di tanganku satu persatu berhamburan jatuh ke tanah..


Tumpah ruah..


Dan aku kehabisan nafas saat seketika ada seseorang yang membekap paksa mulutku.


Senjaaaaa... aku memanggil nama suamiku lirih dalam hati.

__ADS_1


Hingga akhirnya yang kulihat sekarang dan detik ini hanyalah gelap.


***


__ADS_2