
Senja
Damned..
Bagaimana ini?
Aku masih belum bisa benar-benar sepenuhnya menundukkan pandangan ku jika melihat Lembayung..That's the way it is..
Dia itu seperti medan magnet!
Aku pun sesekali masih mencuri pandang dan memperhatikan nya. Meskipun tidak se intens seperti sebelum-sebelumnya.
Tampaknya ini tak luput dari penglihatan ibu.
"Cantik.. " Begitu kata ibu saat melihatku tengah memperhatikan Lembayung.
Aku tersenyum tipis, dan berusaha memalingkan pandangan ke arah mana saja. Yang penting tidak berlama-lama terus menatap keindahan Ciptaan Yang Maha Kuasa itu.
Rangkaian demi rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan khidmat.
Mc mengatakan kalau sebentar lagi akan di langsung kan acara pelepasan burung merpati terbang bebas ke langit,katanya itu adalah tradisi Sunda, katany nama nya Ngaleupaskeun japati.
Aku pun ikut bersama semua orang yang sedang bersiap untuk berkumpul di taman.
"Assalamu'alaykum.. " Salamku, saat ternyata gadis berkerudung rosegold sedang menengadahkan wajah menghadap langit luas.
"Eh.. Wa'alaykumusalam " Jawabnya.
"Senja? " Tiba-tiba dari arah lain Radith menghampiri kami dan mendekat ke arah Lembayung.
Aku pun hanya tersenyum ke arah Radith.
"Itu om lo? maksud gue.. om Hasan itu om lo? " Tanya Radith padaku.
"Iyah.. " Jawabku tanpa ekspresi.
"Waah.. kita jadi family! " Ucap Radith riang.
Aku hanya mengangguk dan hanya tersenyum tipis. Didn't mean to ignore..
Kami semua memperhatikan pasangan pengantin, yang masing-masing kini sedang membawa burung merpati yang kemudian nanti akan dilepaskan secara bersamaan.
Satuuu...
Duaaa..
Tigaaa..!
Kedua burung merpati mengapakkan sayap nya,dan semua orang bersorak melihat nya. Termasuk Lembayung yang tak hentinya memandang ke arah langit dengan mata yang berbinar terang.
Do you know Lembayung?
Mengapa burung merpati dijadikan lambang kesetiaan cinta? Ternyata ada pelajaran yang indah tentang kesetiaan yang diajarkan oleh sepasang burung merpati.
Merpati juga mewakili monogami dan kesetiaan dalam hubungan. Pasangannya hanya satu seumur hidupnya.
Burung ini seakan tahu betapa pentingnya bekerja sama. Perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Jika sang betina kelelahan, sang jantan bergantian mengerami dan merawat anak mereka.
__ADS_1
May I wish? I could marry you?
may be.. only in my dream!
Harapanku melambung tinggi setinggi kedua merpati itu yang kini terbang bebas di luasnya langit biru yang cerah.
I'am Eighteen.. and I was thingking about married?
How come? how crazy I'am!
***
Rafa
Aku memutuskan untuk berdamai dengan diriku sendiri. Selama ini aku memang sangat keterlaluan pada sepupuku Senja, maka dari itu aku berinisiatif untuk meminta maaf padanya.
Sebenarnya.. sudah sejak lama ingin meminta maaf, tapi baru ada kesempatan sekarang untuk bisa bertemu dengan nya.
Kalau aku sengaja menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung hanya untuk meminta maaf.. maaf saja, itu berlebihan menurutku. Nanti ia bisa besar kepala! Akhh.. sialan pemikiranku ini! kenapa selalu saja berpikiran negatif pada nya?
Tadi saat baru tiba di hotel tempat om Hasan dan tante Baiq menginap, aku menghampiri nya dan meminta maaf. Aku sudah berbesar hati.. awas saja kalau dia tidak memaafkanku.
Akhirnya.. kami berbaikan.
"It's all gone.. " Katanya datar tanpa ekspresi.
Shiiiiit!! nyatanya sifat itulah yang selama ini aku benci darinya! karena sifatnya itu yang membuat banyak cewek yang suka padanya, termasuk gebetanku.
Never mind!!
itu semua hanya masa lalu, aku harus berterimakasih padanya sekarang karena sudah mengetahui siapa sebenarnya gebetanku itu. She was a Sugar...
Mungkin masih ada.
pertanyaan ku terjawab seketika.. saat ketika semua orang bersorak melepas merpati ke langit.
Ada..
Seorang gadis berbaju syar'i yang sangat cantik tengah tersenyum penuh bahagia melihat ke arah kedua merpati itu.
Wait...!!
Di samping nya ada seorang lelaki berwajah oriental sedang menatapnya penuh kekaguman.
But why?
Kenapa gadis itu menatap ke arah Senja?
***
Lembayung
Waktu telah menunjukkan pukul 11 siang, sebentar lagi acara resepsi di mulai.
Tadinya ingin pulang, tapi Radith melarangku dan katanya nanti dia yang antar aku pulang.
"Aku kesana sebentar ya.. disuruh foto keluarga! "
"Iyah ka.. "
Radith meninggalkan ku duduk sendirian,karena bosan.. aku pun berkeliling taman dan ada taman kecil yang dihiasi aliran sungai bebatuan.
__ADS_1
Kulihat, ada juga salah satu wahana bernama Skywalk, kita bakal merasa seperti jalan di atas langit kalau menyusuri jalur khusus berupa jembatan tinggi yang sebagian dilapisi kaca tersebut. Sensasi seru tersebut bisa lebih dinikmati dengan memandang hamparan bunga berwarna warni yang ada di bawahnya.
Dari kejauhan kulihat 'Dia' sedang mengobrol dengan lelaki sebaya seperti nya masih keluarga nya.Sedangkan Radith sedang sibuk berfoto bersama keluarga besar nya.
"Sendirian?" Tiba-tiba seseorang berdiri di sampingku.
Aku menoleh ke arah wanita itu lalu tersenyum. "mhhm.. iyah.. " Jawabku.
"Teman sekolah nya Senja? " Tanyanya lagi.
"Iyah tante.. "
"Saya ibu nya Senja.. " Wanita itu mengulurkan tangannya seraya tersenyum, cantik sekali.
Aku sedikit membelalakan mata seakan tak percaya.
Really?
Hanya itu pertanyaan yang muncul di dalam hatiku.
"Ooh.. iyaah.. tante.. saya Lembayung.. " Aku menyambut uluran tangan nya. Dan ibu 'Dia' menepuk punggung tanganku pelan.
"Nama yang cantik.. secantik orangnyaa.. " Puji nya.
"Terimakasih tan.. tante juga sangat cantik! aku ga nyangka ternyata tante adalah ibu nya Senja.. " Kataku malu-malu.
Ibu Senja mengangguk.
"Senja itu.. sebenernya anak nya baik.. hati nya lembut. Maaf ya kalau misalkan di sekolah pernah berbuat salah! " Ibu Senja memperhatikan anaknya yang sedang mengobrol itu,lalu menunduk .Bisa kulihat dari samping kalau manik mata nya berkaca-kaca.
"Lho.. ngga ko tan.. Senja ga pernah berbuat salah sama aku. kami juga ga terlalu dekat karna kami beda kelas. "
"Begitu? tapi tante lihat.. Senja dari tadi terus memperhatikan kamu, tante kira kalian dekat. "
"Haah? Apa tan? Ehh.. maaf! " Mataku membola, dan aku pun salah tingkah.
"Tidak apa-apa..! tante dengar, kalau Senja tidak punya banyak teman di sekolah, begitukah? "
"Ada ko.. Rian dan Dion tan,yang aku tau memang Senja orang nya dingin kaya es batu.. hehhe.. jadi mungkin anak-anak lain jadi kurang begitu akrab!"
"Iyah.. dia memang begitu, harap di maklumi ya Lembayung.. dari kecil kurang dekat dengan tante, dan ga punya banyak teman! "
"Tante harap.. dia bisa bersosialisasi dengan teman sebaya, dan ga terpengaruh pergaulan bebas lagi. "
"Selama ini, dia tumbuh di lingkungan yang salah.. di besarkan tanpa mengenal ayah sejak lahir."
Aku pun mengambil tangan ibu Senja dan menggenggam nya erat, mencoba menguatkan.Karena airmata mulai mengalir tanpa di minta.
"Maaaf.. " Lirih nya.
"Ga papa tante.. "
"Tante jadi curhat yaa.. padahal baru pertama kali bertemu Lembayung! " Ibu Senja tersenyum tulus ke arahku. "Kenapa kamu begitu cantik? " Sambil mengusap pipiku yang mulai merah merona.
"Shalihah.. " Lanjutnya dan terus saja menatapku dengan sangat intens. Ada binar yang menyala seperti lampu di kedua manik hitam nya.
"Aamiin.. ya Allah.. " Kataku pelan.
Ohh.. What happen to me?
***
__ADS_1