
Author
"Senjaaa? " Lembayung mengucek -ngucek mata nya seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.
"Sudah bangun sayang? aku mau ke masjid dulu ya sebentar.. " Kata Senja, sambil melipat tangan kemeja koko putih yang membuat ia semakin berkharisma.
Lembayung benar-benar terpana melihat suami yang di rindukannya ada disana. Berdiri di hadapannya.
Ini bukan mimpi kan? Tadi itu aku mendekapnya erat .. ternyata bukan mimpi? monolog Lembayung dalam hati.
"Aku ga bermimpi kan? " Tanyanya dan hanya Senja jawab dengan kekehan.
"Ngga sayang... aku nyata! yang ada di depan kamu Senja suamimu.. "
"Senjaaaaaa... " Lembayung berdiri dan hendak mendekat untuk mendekap erat Senja.
"Sayang...aku punya wudhu.. mau shalat berjama'ah ke masjid dulu.. "
"Ohhh.. baiklah.. " Dengan nada agak sedikit kecewa,Lembayung pun kembali duduk.
"Kamu juga shalat dulu yaa.. aku cuma sebentar.. Aku pamit.. Assalamu'alaykum.. "
"Wa'alaykumusalam."
Setelah itu, Lembayung segera membersihkan diri dan mengambil wudhu lalu menunaikan shalat subuh 2 rakaat dan membaca beberapa ayat suci Al-Qur'an.
Hujan sudah berhenti menyirami bumi... hanya tertinggal hawa dingin yang begitu menyeruak, menusuk hingga aliran darah.
Lembayung yang telah selesai mengaji, merapihkan mukena dan sejadah dan melipatnya lalu menyimpannya ke dalam salah satu laci nakas di dekat tempat tidurnya.
Ceklek.
Pintu terbuka.. menampilkan pemandangan yang sudah Lembayung tunggu berbulan-bulan dengan penuh kesetiaan dan kesabaran.
Netra nya menatap lekat sosok suaminya yang gagah dan tegap. Sosok yang tanpa terasa telah mencuri hati dan pikiran nya dengan perlahan namun pasti.
Pun.. dengan Senja yang tengah berdiri di ambang pintu, dengan masih memakai sarung dan peci di kepala. Ia tersenyum ke arah istri yang sangat di cintainya.
Iris mereka bertemu..
Tanpa kata, raga mereka saling tarik menarik seperti kutub medan magnet yang saling mengikat erat.
"There is three words to catch my deep feeling.....I miss you ,I miss you deeply, senselessly, terribly." Senja mendekap erat Lembayung.
(Tiga kata untuk mencapai perasaanku yang terdalam, aku rindu kamu..Aku sangat sangat merindukanmu, tidak masuk akal, sangat.)
Lembayung tersenyum penuh arti, "Me too... I miss you in ways that not even words can understand."
(Aku juga... Aku merindukanmu dengan cara yang bahkan kata-kata pun tidak bisa mengerti.)
Mereka saling membenamkan wajah hingga tak ada sesuatupun yang mereka hiraukan, lembut dan tulus.. penuh dengan segenap kerinduan yang tertanam.
"You know, Lembayung..Missing you is pain like a nedle in my heart. But it is also beautiful like a rainbow in my heart." Senja menangkup pipi kiri Lembayung dengan tangan kanan nya, dan tangan kiri masih memegang tengkuk istrinya lekat.
(Tahukah kamu... Merindukanmu itu menyakitkan seperti jarum yang menusuk hatiku, namun itu juga indah seperti pelangi yang menghiasi hatiku.)
"And when I see a rainbow high up above, I know it's you watching over me and sending me all your love."Jawab Lembayung, melingkarkan kedua tangan di bahu suaminya.
(Ketika aku melihat pelangi tinggi di atas, aku tahu itu kamu mengawasiku dan mengirimkanku semua cintamu.)
Lalu.. Mereka saling menghirup dalam-dalam aroma masing-masing hingga sulit mengatur nafas.
Lembayung Senja adalah wujud nyata keterikatan manusia yang saling terkoneksi satu dengan lain nya.Hingga akhirnya, fabrik-fabrik itu sudah tenggorok di lantai dan tak beraturan.
Menyisakan betapa menggunungnya rasa rindu.. dan betapa mendambanya kedua insan yang sudah lama menahannya.
__ADS_1
Ia pun berdo'a sambil mengusap pucuk kepala istrinya.
"Bissmillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".
...***...
Selepas Subuh ini,
Di saat Fajar menyingsing Cinta
Cinta pun cinta karena terkena cahayanya,
Di saat Sang Mentari dari ufuk timur menyongsong pagi,
Hari pun bersinar di temani cahaya keseluruh masa.
Tetesan demi tetesan.. di kala hujan malam membasahi bumi,
Menyisakan cinta melalui kilauan bening diantara hijaunya rerumputan.
Kicauan burung..
Mengiringi melodi alam
Seiring Dua raga menyatukan asa, rasa,rindu dan cinta.
Sungguh dalam, hingga kelam pun terbenam.
Cinta ini suci,
Sesuci dan Sebening embun pagi.
***
Untuk kedua kalinya, kami di persatukan karena perasaan yang tak sudah tak terbendung lagi.
Jika saat itu petang di iringi melodi rintikan hujan... kali ini pancaran mentari pagi yang mengiringi.
Jika pertama kali cinta berlayar dan berlabuh di kala Senja..
Untuk kedua kalinya cinta bersemi seindah dan sebening embun pagi.
Kedua nya indah.. Takkan pernah terlupakan. Dan takkan pernah terganti.
Aku menyeka peluh Lembayung, dia kelelahan.
"Makasih sayang... sudah dengan sabar menungguku." Aku mengecup pucuk kepala Lembayung, ia membenamkan wajah di dada ku dan sama seperti saat pertama kali ini terjadi. Wajahnya merona merah karena malu.
Ia pun hanya menganggukan kepala. Tak mengeluarkan suara sepatah katapun.
"Seperti dejavu... " Kataku lagi, dan kali ini berhasil membuat ia menengadahkan kepala.
"Aww... " Ia meringis, sambil mengelus perutnya pelan.
"Kenapaa? " Tanyaku iba, melihat rauh wajah nya yang menampakkan kesakitan.
"Ini... aku tuh udah mulai suka kontraksi palsu.. kata dokter baby E katanya emang kepala nya udah di bawah banget!"
"Oh yaah? sakit banget? Maafin aku sayaang... apa aku udah nyakitin kamu?? " Tiba-tiba, perasaan bersalah timbul dan membuatku sedikit menyesali karena tak bisa menahan gejolak bendungan rindu.
"Gapapa.. kamu ga nyakitin aku ko! kata dokter, justru bagus.. yang penting harus diawali dengan komunikasi yang baik dan dengan kesadaran untuk saling memahami satu sama lain."
"Dokter juga bilang kalau ini bisa membantu menguatkan panggul dan membuat tubuh lebih siap untuk melahirkan..Asal hati-hati.. "
Aku tersenyum dan menatap iris matanya lekat. "I love you.. I love you.. and I love you...more and more.. Nothings gonna changes my love..b'cause this is only for you! " Aku mengecup seluruh wajahnya bertubi-tubi dan ia hanya tersenyum sambil memejamkan mata.
__ADS_1
"Hari ini... ada yang pengen kamu lakukan bersama aku ga? "
"Iyaaaahlah.. kamu harus nganter aku cek kandungan.. ini jadi pertama kali nya kamu bakalan lihat dan ketemu langsung sama baby E.. "
Aku mengangguk. Sambil mengelus surainya dan tak henti menghujaninya kecupan penuh kasih sayang.
Tok.. Tok.. Tok...
"Teh Ayuuung... a Senjaaaa... di tunggu mamah papah di bawah... cepetaaaan sarapan duluu! katanya mamah sama papah mau pergi bentar lagi!" Terdengar suara Bintang mengetuk dan berteriak di balik pintu kamar Lembayung.
"Ehhh... aduuuuh.. gimana ini ihhhh.. aku maluuu.. ini udah jam berapa coba? ya ampuun.. " Lembayung beranjak, tapi ia lupa sesuatu.
"Aaarrgh.. " Ia menjerit.
Aku menyelimutinya kembali dengan blanket, lalu menggulung nya asal. Membopongnya ke kamar mandi agar kami bisa cepat-cepat bisa membersihkan diri.
"Ehhh... Senjaaa... turunin ihh.. kamu mah! aku beraaat.. kamu tuh gendong 2 orang sekarang! "
"Aku masih kuat! " Kataku sambil menghujaninya kecupan di seluruh wajah.
"Aku bisa sendiri... kamu mandi nya abis aku aja! " Dia pun mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kamu tau ga? kalau suami menggendong istri itu maka dosanya akan di ampuni, seberat beban tubuh istri yang ia gendong."
"Masa? tapi aku mau mandi sendiri.. "
"Rasulullah Salallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan agar suami istri menyempatkan mandi bersama dalam satu bejana. "
"Senjaaaa.. aku serius! "
"Aku juga serius.. mandi bersama juga bisa bikin efisien waktu.. mamah sama papah udah nunggu kita.. ko wajah kamu merah gitu? "
"Kamuuu mah ngegoda aku terus! "
"Jangan salah... Rasulullah juga sering bercanda dengan istrinyaa.. "
"Senja turunin! "
"Jangan panggil nama!panggil yang lain.. "
"Baba Baby E.... "
"Bukaann... "
"Apa atuh? suamiiiikuu.. "
"Bukaaan.. panggil sayang! "
"Sayaaaaanng...!"
Dan kami pun akhirnya mandi bersama dalam satu bejana.
Eiits! Ga kaya cerita yang ada di novel-novel ko yang bakalan jadi lama karna tanda kutip. ..kami benar-benar membersihkan diri kali ini.
Kasihan istriku...
Dengan beban berat yang ia pikul... masih bisa menjalankan kewajiban nya terhadapku.
Lembayung.. Istriku.
Semoga Allah selalu memuliakan mu dan menjadikanmu salah satu penghuni dan ahli surga..
Semoga kita di pertemukan lagi di Jannah-Nya.
***
__ADS_1