
Lembayung
Sudah 1 minggu..
Aku dan Senja hanya berkomunikasi lewat video call dan pesan.Meski ia menurutiku untuk selalu memberi kabar.. tapi aku merasa tetap ada sesuatu yang kurang..
Senja Calling..
Ehh.. baru aja aku kepikiran dia, terus rasa yaa.. dia langsung menghubungiku..
"Assalamu'alaykum.. " Aku memulai salam.
"Wa'alaykumusalam.. Aku udah di bandara SUB, sekarang sudah di pesawat dan sebentar lagi take-off.."
"Haah? ko ga bilang mau pulang sekarang? ya udah nanti aku jemput di Husein yaaa.. "
"Ga perlu.. nanti aku bisa naik taxi.. sudah yaa.. do'ain selamat di perjalanan.. "
"Pasti dong..! take care ya.. "
"Assalamu'alaykum.. "
"Wa'alaykumusalam warrahmatullah.." Aku memutus sambungan telepon. Lalu bersiap untuk membersihkan diri..memilih baju mana yang akan ku pakai untuk menjemput suamiku.
Aku akan memberikan nya kejutan, dan akan menjemput nya di Husein.
1 jam sebelum landing, aku sudah ada di Husein dan sekarang sedang menunggu nya di ruang tunggu. Sambil memainkan ponsel dan melihat lagi ratusan fotoku dengan Senja saat di Pasuruan.
Hmm.. Kalau di lihat-lihat, Senja itu memang ganteng. Aku baru menyadari nya akhir-akhir ini saat secara intens, terus menerus membuka galeri foto di ponsel hanya untuk melihat wajahnya.
Padahal dulu.. aku ga pernah berpikir bisa sedekat ini dengannya.. bahkan kini kami telah resmi menikah. Baik secara agama maupun hukum negara. Sungguh takdir bisa seunik ini.
Sambil senyum-senyum sendiri aku memperhatikan setiap detail wajah suamiku. Kalau dulu aku sempat berkeinginan memiliki anak yang bermata sipit dan berkulit putih, tapi sekarang tidak lagi..
Beberapa bulan lalu aku masih menjadi pengagum ka Radith.. si idola yang aku suka dari awal masuk SMA. Tapi...kenangan menyukainya dalam kurun waktu 2 tahun itu tiba-tiba menyeruak dan hilang begitu saja.. apalagi setelah insiden melihatnya bermesraan sama Carla.
Kebersamaan 3 bulan terakhir bersama Senja, benar-benar bisa membuatku melupakan Radith. Perasaan yang tumbuh pada Senja sangat berbeda.. meski aku tau masa lalu yang buruk, aku tak mempermasalahkan itu. Karna yang ku tau.. suamiku itu sedang belajar dan berusaha untuk berubah menjadi lebih baik..
Bukankah kita harus memberi kesempatan pada orang yang ingin berubah? Allah saja memaafkan hamba-Nya yang bertaubat. Apalah kita ini yang hanya sebutir debu di antara luasnya alam semesta,jagat raya.
Kalau selamanya kita menganggap ia buruk.. maka berarti justru kita mungkin yang lebih buruk. Karena selalu memandang orang lain dari sisi keburukan nya.
Kita tidak lebih baik darinya.. karena secara tak sadar kita menganggap diri kita lebih baik.. padahal belum tentu di mata Allah kita itu baik. Siapa tau.. justru orang -orang yang kita anggap buruk itu lebih panjang sujudnya pada Allah.. lebih makbul do'anya dan dengan mudah Allah ijabah.
Tahukah yang ada di pikiranku saat ini?
Yang ada di pikiranku.. mungkin anak kami nanti akan seganteng artis atau aktor blasteran Eropa, memiliki iris mata amber dan keabuan seperti milik Senja..Hihhi.
Ayuung.. kenapa udah kepikiran sejauh itu? lulus SMA aja belum.. trus nanti kuliah kan? Katanya mau jadi psikolog?
Di genggam tangan olehnya saja membuatku merasakan adanya aliran listrik yang menyengat dengan tiba-tiba.
Ckckck.. aku menggelengkan kepala merutuki imajinasiku yang sedikit aneh. Padahal selama ini aku adalah tipe yang sangat tidak suka di sentuh.
__ADS_1
Ingat saat tanganku di pegang oleh Radith? iyah dulu.. aku marah dan tak terima. Tapi saat Senja yang melakukan nya.. tak ada perasaan kesal. Tapi justru merasa terjaga dan terlindungi.
***
Terdengar suara operator mengumumkan bahwa pesawat keberangkatan dari Surabaya akan segera landing. Aku langsung siap-siap menyambut suami ku.
Sambil terus tersenyum membayangkan sisa liburan yang tinggal 1 hari ini,yang akan aku mamfaatkan untuk jalan-jalan bersama nya.
Aku melirik jam beberapa kali.. sudah sekitar hampir setengah jam sejak landing, aku tak mendapati Senja dimanapun. Aku memutuskan ke toilet untuk merapihkan kerudung pasminaku.
Saat sedang berjalan.. kurang lebih jarak 3 meter, aku melihat sosok Senja dari belakang. Akupun tak jadi ke toilet dan segera berlari ke arahnya.
Tapiiii..
Langkahku terhenti, demi mendapati ia sedang mengobrol dengan seorang perempuan cantik..
Iyah..cantik dan body goals banget dengan pakaian nya yang (maaf) mengumbar aurat kemana-mana. Aku sepertinya pernah melihat perempuan bule itu tapi, dimana ya? wajahnya familiar sekali.
Tenang Lembayung.. jangan negatif dulu!
Tarik nafas dan hempaskan jauh-jauh curiga. Tapi kenapa ada sedikit nyeri di ulu hati..
Astaghfirullah..
"Senjaaaaaaaaa.... " Aku tak kuat, tak tahan lagi melihat adegan yang terpampang nyata di hadapanku.
Senja menoleh ke belakang dan sedikit terperanjat.
"Ehhh.. honey.. kamu jemput aku? " Dia menghampiriku dan mengulurkan tangannya.
"I miss you so bad.. " Katanya sambil menggenggam tanganku. Aku tersenyum kaku dan melihat ke arah perempuan tadi yang sekarang sedang mendengus kesal.
"Senjaaa.. siapa dia? " Tanyanya ketus.
"She is my wife.." Jawab Senja sambil tersenyum ke arahku.
Ada rasa bahagia membuncah mendengar kalimat yang di ucapkan Senja.
"WHAT???? apa aku ga salah dengar? bulsh*** Senja! kalau kamu mau menghindar jangan dengan kaya gini caranya! it's not fair! " Ia marah-marah.
"Not fair?? " Senja mengernyit.
" You are mine..! "
"Hahahahha.. sejak kapan? kita itu cuma teman Felic.. jangan bercanda! "
"Senjaaaa.. kamu lupa sama semua yang pernah kita lakukan bersama? " Perempuan yang di panggil Felic itu berusaha meraih tangan suamiku.
Aku membelalakan mata.. berani nya di hadapanku ia bicara dan ngelakuin itu! dan aku disini di anggap apa? nyamuk?
"Kalian belum selesai? ya sudah aku duluan! " Kataku kesal.
"No.. Lembayung.. kita akan pulang bersama. she is just my friend.. namanya Felicia.. aku ga ada hubungan apa-apa sama dia.. trust me! " Senja menarik tanganku. Dan aku menghempaskan nya.
__ADS_1
"Senjaaaaa.. tungguu aku belum selesai! Senjaaa! " Terdengar perempuan itu berteriak memanggil nama Senja.
"Lembayung.. wait!! "
Aku berlari dan tak menggubrisnya. Menahan perasaan kesal yang tak tau kenapa membuatku ingin menangis.
Senja mengikuti dari belakang dan berhasil meraih tanganku. Ia menarikku ke dalam dekapan nya.
"Kamu marah? "
Aku terdiam. Ingin menangis tapi aku tahan.
"Maafin aku.. dia cuma temanku! tadi saat aku ke toilet, tiba-tiba kami bertemu disana.. "
Aku masih diam dan membisu.
"Aku berani bersum..."
"Sstt!! jangan asal bilang sumpah! " Aku membekap mulutnya. "Ya udah.. aku percaya! " Kataku ketus.
"Kalau gitu ayo kita pulang.. "
"Aku ga mau langsung pulang! aku mau Cinnamon Roll yang di Arjuna.. trus batagor.. sama Bintang titip di beliin cimol yang biasa mangkal di sekolahan nya! "
Senja terlihat mengulum senyum.
"Kenapa senyum-senyum gitu? ga ada yang lucu tauuu! " Kataku sambil berjalan menuju tempat parkir, dimana pak Asep sedang menunggu disana.
"Istriku kalau lagi ngambek lucuu.. "
"Siapa yang ngambek ihhh! "
"Jealous? " Tanyanya sambil tersenyum kecil
"Ngga.. enak aja jealous! siapa yang jealous? ihh ga penting! "
"Bilang aja.. kalau iyah! " Senja terus menggodaku.
"Ngga.. "
Aku menghentakkan kaki saat mau menaiki mobil.
Buggh.
lalu masuk dan sedikit membanting pintu. Kebablasan.
"Iyah deh iyah.. istriku yang cantik! ayo kita beli apapun yang kamu pengen.. "
"Ayo pak Asep kita ke jl. Arjuna dulu ya pak.. " Ucapku pada pak Asep yang tengah tersenyum memperhatikan tingkahku dengan Senja.
Huuh.. Apa ini? Aku masih kesal.
Apa iyah aku jealous?
__ADS_1
***