
Mamah Lembayung
"Silahkan duduk pak.. bu.. anda berdua orangtua dari pasien bernama Lembayung? " Tanya seorang wanita berhijab paruh baya,menyapa kami dengan ramah dan mempersilahkan kami untuk duduk.
"Betul dok.. " Jawab ku tak kalah ramah.
"Bagus sekali namanya Lembayung.. kalau saya tebak sih, mungkin saat ibu melahirkan Lembayung.. di luar sedang ada pemandangan indah itu, betulkah bu? " Tanya dokter itu basa-basi.
"Eh.. ko dokter tahu? Ma syaa Allah.. " Aku terheran, karena tebakan dokter itu benar.
"Karna anaknya juga secantik Lembayung bu.. ! baik kalau begitu, saya tadi sudah memeriksa pasien, sebaiknya.. Lembayung segera di periksakan USG karena menurut dugaan saya. sepertinya gadis cantik tersebut sedang mengandung.. "
Deg.
Aku terperanjat.
"A-apa dok? " Tanya suamiku kelu.
Sementara aku masih terdiam mencerna semuanya.
"Untuk lebih memastikan dugaan tersebut, lebih baik Lembayung nya segera di periksa ke bagian Obgyn.. karena kondisi pasien sekarang ini lemah.. sepertinya sedang banyak pikiran dan kurang naf** makan. Saya khawatir dengan kandungan nya.. semoga tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. "
"Baik.. kalau begitu,kami permisi ya dok.. terimakasih. "
Suamiku masih terdiam dan tak mengeluarkan suara.
"Paah.. mamah tau, papah merasa kecewa dengan anak-anak kita..tapi apa papah lupa? mereka sudah sah sebagai suami istri. Apalagi gejolak anak muda itu berbeda...meluap-luap. Jangan marahin Ayung ataupun Senja.. yang harus kita lakukan hanyalah mendukung dan menyemangati mereka! "
"Huuh.. Entahlah mah.. papah tidak tau harus berbuat apa, walau bagaimanapun mereka sudah beranjak dewasa sekarang.Belum selesai masalah Senja... kembali kita di kejutkan dengan kabar ini.. " Suamiku menghela nafas.
"Iyah pah.. ayo kita bawa Ayung ke dokter kandungan!" Ajakku sambil menggandeng lengan suamiku.
***
Lembayung
Setelah para sahabatku pulang.. kini aku di temani oleh ibu.Ibu terus saja memeluk dan mengecup kepalaku tanpa henti.
"Ayung sayang sama ibu.. "
"Ibu apalagi.. Ayung itu anak ibu.. harus jaga kesehatan ya sayang.. jangan banyak pikiran.. lusa saat persidangan Ayung ga usah datang gapapa? "
"Ayung pengen tetep dateng bu.. Ayung pengen ketemu Senja.. Ayung kangen.. " Aku merengek di depan ibu.
"Tapi lihat kondisi Ayung dulu.. kalau kata dokter Ayung di perbolehkan keluar, gapapa. "
"Emang mamah sama papah dimana bu? dari tadi Ayung ga lihat.. "
"Mamah sama papah sedang di ruangan dokter..Sekarang Ayung istirahat yaaa.. ibu keluar sebentar."
"Iyah.. "
Aku mengambil ponsel dari atas nakas, lalu membuka nya. Banyak notifikasi ga penting dari berbagai sosial media.
Huuh.. aku menghela nafas.
Aku kangen chat-an dengan Senja. Ku simpan lagi ponselku di atas nakas karena merasa tak ada yang menarik bagiku saat ini selain suamiku. Bagaimana kabar nya ya? Aku ga sabar ingin ketemu nanti di persidangan .
Akhirnya.. aku bisa berterus terang pada sahabat-sahabatku. Aku menceritakan bagaimana kisah masa lalu kami yang saling terikat, dan mereka menganga tak percaya.
"Kisah kalian kaya drama Korea Yung.. "
__ADS_1
"Sweet banget.. "
"Ternyata kalian emang di takdirin bersama dengan cara tak terduga. "
"Pantes Senja kalau sama kamu itu bisa meleleh.. tadinya sekeras gunung es gitu! "
"Kamu harus selalu dukung dan semangatin dia Yung! "
Begitu kata mereka setelah mendengar cerita ku tentang kami, dan masih banyak lagi celotehan yang bikin aku merasa terhibur juga sedikit tenang.
"Ayung... " Tiba-tiba mamah mendekat dan memelukku erat sekali. "Sayaang.. anak mamah yang shalihah.. kamu harus kuat! harus banyak makan yaa.. jangan stress! denger apa kata dokter kan tadi? oh iyaahh.. jangan sampe kecapeaaan! pokoknya kamu jangan ngerjain pekerjaan yang berat-berat! " Mamah memberondong ku dengan banyak petuah.
"Mamah kenapa sih? cerewet banget! oh iyah.. ko Ayung ga liat Bintang? "
"Bintang lagi les.. dia maksa pengen kesini tapi mamah larang.. kalian beberapa bulan lagi kan ujian.. Bintang juga mamah suruh nemenin enin di rumah. "
"Papah mana mah? "
"Papah sedang ada keperluan menelpon pengacara Senja.. do'akan semoga suami kamu bisa cepat-cepat keluar ya.. biar kita bisa berkumpul lagi sama-sama. "
"Oh iyah.. mamah sama papah.. setelah sidang perdana, besok nya mau pergi dulu ke London beberapa hari, Ayung tidak apa-apa kami tinggal? mengenai masalah Senja.. sudah papah serahkan semua sama pengacara, kamu jangan khawatir ya! "
"Iyah mah.. "
Ceklek.
Pintu terbuka dan papah berjalan dengan ekspresi yang tak terbaca.
"Kata dokter.. besok kamu sudah boleh pulang, papah ga mau denger kamu ga makan ataupun kurang istirahat..papah ga mau terjadi apa-apa dengan cucu papah.. "
Deg.
Seketika aku terperanjat..
"Benar sayang.. sekarang kamu mengandung... Ya Allah.... mamah mau punya cucu.. " Mamah mengelus kepalaku,dan aku pun tertegun kembali..
Apa?
Benarkah?
Apa ini mimpi?
Aku masih tak percaya..
Senjaaa...
Aku mengandung anak kamu...
Kamu akan menjadi Baba.. dan aku menjadi Umma.
"Kata dokter.. kita harus memeriksa kandunganmu segera ke Obgyn..Ayo siap-siap! " Ajak mamah sambil memegang tanganku dan menuntun nya. "Kamu pakai kursi roda saja ya! "
Aku mengangguk, dan masih diam seribu bahasa.
Saat menyusuri koridor Rumah Sakit, dari ruang inap menuju Ruang Obgyn.. aku tak berhenti mengusap perutku. Entah perasaan apakah ini?
Aku sangat berdebar..
Suami...seandainya kamu ada disini nemenin aku ketemu anak kitaa..
Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling, para ibu dengan bahagia di temani oleh suami mereka. Saling bercengkrama dan tertawa bahagia.
__ADS_1
Setelah kami menunggu sekitar 30 menit, dan seorang suster memanggil namaku.
"Ayo.. mamah temani. " Kata mamah sambil mendorong kursi roda.
"Silahkan duduk.. dengan ibu Lembayung ya? masih muda sekali yaaa.. ooh.. disini tertulis hari pertama haid terakhir... mhhmm.. baik.. " Ibu dokter memeriksa catatan yang tadi aku isi saat di meja pendaftaran.
"Ayo silahkan.. ibu naik, kita periksa dulu yaa! Oh iyah.. sudah mencoba memakai tespack? "
Aku menggelengkan kepala.
"Kalau begitu ayo kita langsung USG saja ya.. "
Aku pun berjalan menuju dipan besi dan membaringkan tubuhku.
"Coba baju nya di tarik hingga bawah dada ya bu.. ga usah malu, sama-sama perempuan! " Dokter itu menggodaku.
Aku tersipu dan dengan ragu menyingkap kemeja ku. Seorang asisten meratakan gel atau cairan bening di perutku yang terasa sangat dingin.Lalu ibu dokter menghampiriku dan mulai meletakkan alat USG yang bernama transducer di perutku.
USG bekerja dengan cara memancarkan gelombang ultrasound melalui sebuah transducer dengan media perantara gel, kemudian gelombang ultrasound tersebut akan dipantulkan kembali dalam bentuk gambar di sebuah layar monitor.
"Ma syaa Allah.. nah ini bu, masih segumpal daging.. "Kulihat di layar kursor bergerak di bagian segumpal daging yang berukuran sangat kecil itu.
Deg.. Deg.. Deg..
Jantungku berdetak tak karuan... aku merasa bermimpi melayang di udara dan menari balet dengan tarian swan yang indah disana..
Airmata menetes dari kedua pelupuk mata.
Anakku..
Ini Umma..
"Pada janin usia 5 minggu, organ jantung janin juga mulai membentuk serambi dan sekat sehingga bisa memompa darahnya sendiri dalam waktu dekat ini. Nah.. ini suara detak nya terdengar bu.. denyut jantung janin normal berada pada kisaran 80-85 bpm (beats per menit)."
"Organ pencernaan si kecil, seperti usus, juga mulai berkembang di kehamilan 5 minggu ini, dengan posisi janin berada di rahim ibu... ukuran janin sudah berkembang hingga seukuran biji buah apel." Terang dokter sambil terus menggerakan alat USG.
5 minggu?
Tapi bukan nya saat kami 'Did something unforgetable moment' itu, 4 minggu yang lalu?
Aku takkan pernah lupa..
Petang itu di kala hujan turun...Kita berdua larut dalam suasana.
Tapi kenapa usia janin sudah 5 minggu ya?
Aku tenggelam dalam pikiranku sendiri, mencoba mengingat-ingat kapan terakhir masa periodeku.
Ya ampun...
Aku baru sadar... kami melakukan nya saat aku sedang dalam masa subur.. dan bukankah menghitung usia kehamilan yang sederhana adalah dengan dasar hari pertama haid terakhir atau HPHT?
Senja...
Anak kita sudah sebesar biji buah apel..
Buah hati dan buah cinta kita...
The fetus has grown as big as size of an apple seed.
Apple of Ours...
__ADS_1
***