Lembayung Senja

Lembayung Senja
Iri Dengki..


__ADS_3

Gadis


Kemarin, ka Radith menemuiku di rumah. Ia bercerita tentang semuanya. Aku terkejut mendengar penuturan tentang Ayung dan Senja. Tak percaya.


"Mereka dekat.. dan kamu tau apa penyebab hubungan kami putus? gara-gara Senja! "


"Ga mungkin ka.. Ayung itu ga pernah suka sama dia.dan setauku mereka ga dekat." Jawabku tak percaya.


Ka Radith lalu memperlihatkan foto-foto kebersamaan Ayung dan Senja, saat di belakang halaman sekolah..


"Bukankah ini saat Kevin di pukuli oleh Senja? ..disitu ga cuma Ayung dan Senja ko ka.. ada beberapa murid lain juga. "


"Kalau ini! " Ia lalu memperlihatkan foto waktu di Saraga.


"Lhooo ini tuh Ayung lagi lari sama Bintang.. tapi ini siapa sih yang fotoin semua? kenapa ngambil angle seolah Ayung lagi berdua aja sama Senja?" Sungutku berapi-api.


"Carla.. "


"Cewek yang waktu itu di kamar sama ka Radith? "


Ia mengangguk.


"Dan ini apa lagi? ini foto di Bali sehari sebelum kejadian itu.. ini di uluwatu, waktu itu mereka mau shalat.. Ayung emang ga suka ngeliat tarian Kecak, jadinya ijin duluan ke bis. "


"Tapi apa kamu bisa ngejelasin ini? " Dan masih banyak lagi foto candid saat Senja sedang memperhatikan Ayung, begitu juga dengan sebalik nya.


"Lalu kalian apa ga berpikir kalau seandainya mereka ga ada hubungan apa-apa, Kenapa Ayung begitu aja mau kabur sama baji**** itu? "


Deg.


Benarkah? ada hubungan apa Ayung sama Senja? ko dia ga pernah cerita?


Dan kenapa hatiku berdenyut mendengarnya?


Apakah masih tersisa rasa suka pada dia? yang selama ini ga pernah sekalipun melirikku.


Tapi Ayung?


Aku mencoba menetralkan perasaan, dan menghilangkan perasaan yang sedikit nyeri ini.


Ngga.. aku udah ngga suka sama Senja!


Itulah yang selalu aku tekankan.


***


Kantin Sekolah


Author


Lembayung, Gadis, Nindy dan Risa sedang mengobrol sambil memakan camilan seperti biasa.


Saat sebelum berangkat sekolah, Gadis sudah bertekad untuk tidak memikirkan apa yang di ceritakan oleh Radith.


"Ayuung.. kenapa kamu senyum-senyum sendiri sih? " Tanya Risa pada Lembayung yang sedang sibuk membalas pesan dari Senja.


"Gapapa ko.. " Katanya, sambil kembali memasukkan ponsel ke saku kemeja.


Gadis memperhatikan setiap gerak gerik Lembayung yang memang akhir-akhir ini berbeda, seperti ada yang ia sembunyikan dari nya teman-teman nya yang lain. Lembayung sering sibuk dengan ponsel dan dunianya sendiri.

__ADS_1


Gadis mengedarkan pandangan ke segala arah, tapi tak mendapati Senja di kantin ini. Hanya ada Rian dan Dion yang sedang menikmati makanan mereka.


"Aku mau ke toilet yaa.. " Pamit Lembayung. Ia terburu-buru berjalan menuju toilet yang berada tak jauh dari kantin.


Karena rasa penasaran yang tinggi, Gadis pun mengikuti Lembayung dari belakang.


Dan betapa terkejutnya ia, saat melihat dengan kedua mata yang membola.. Ayung dan Senja sedang mengobrol berdua, dan lalu Senja memegang tangan lembayung dengan lembut. Meski hanya beberapa detik saja. . tapi pemandangan itu berhasil membuat Gadis terpelanga.


Ia lalu berlari menuju kelas tanpa berpamitan lagi pada teman-teman nya yang lain.


Gadis duduk terdiam sendirian di dalam kelas dan menelungkupkan kepala pada kedua tangan nya yang berada di meja.


***


Lembayung


"Bye Ayung... aku pulang duluan yaaa.. " Pamit Nindy dan Risa.


"Gadis mana? " Tanyaku. Dari semenjak istirahat tadi Gadis menghilang.


"Katanya dia pulang duluan.. tadi nge chat aku! " Jawab Risa.


"Kalau gitu kalian hati-hati yaa.. "


"Daah.. Assalamu'alaykum.. "


"Wa'alaykumusalam.. " Jawabku membalas salam.


Aku duduk, sambil menunggu Senja menelpon. Tapi setelah 15 menit menunggu.. Senja tak urung menghubungiku.


Aku pun keluar kelas dan berjalan menyusuri koridor sendirian, suasana sekolah sudah sepi karena hampir semua siswa sudah pulang sekolah.


Ia menoleh ke arahku.. dan melambaikan tangan nya. Pria itu berpamitan lalu Senja menghampiri ku.


"Sayang.. maaf, aku sedang ngobrol dengan klienku.. belum sempat menelpon. "


"Gapapa, siapa? " Tanyaku ke arah pria tersebut.


"Itu temen nya ka Rino,kakaknya Rian.. kamu mau ikut aku ke suatu tempat? " Tanya Senja sambil meraih tanganku.


"Ini masih di sekolah ihhh.. kamu tuh! kebiasaan.. nanti kalau ada yang liat gimana? "


"Ehh iyah maaf.. "


"Memangnya kita mau kemana? "


"Mau diskusi tentang survey tempat untuk pra wedding.. "


"Oh yaah? kemana? " Tanyaku antusias. Sambil berjalan mengikuti Senja dari belakang.


"Untuk sementara pilihan nya Glamping Lakeside Ciwidey atau Orchid Forest Cikole Lembang.."


"Waaahh.. nanti aku mau ikut yaa,, boleh yaa? "


Ia mengangguk. "Sekarang aku ke cafe xxx dulu, kamu mau aku antar pulang atau ikut ke cafe? "


"Ikuuuut!! "


Senja tersenyum lalu mengelus pucuk kepalaku dan memakaikan helm.

__ADS_1


"Kamu kenapa ga pernah pakai jaket? pakai jaketku ya.. takut masuk angin! " Ia membuka jaketnya dan memakaikan nya padaku.


"Ayoo.. "


***


Felicia


Senja selalu mengabaikan pesan dan telponku akhir-akhir ini. Kebetulan pada waktu di bandara beberapa hari lalu.. kami tak sengaja bertemu saat aku baru pulang dari Belitong untuk syuting disana.


Senja berubah.. ia tak lagi se asyik dulu. Ia tak pernah lagi ikut nongkrong ataupun ke klub seperti dulu bersama ku.


Apa karena cewek itu?


Ciih.. Sejak kapan ia menyukai tipe begitu? kampungan! kaya ibu-ibu masa? pakai gamis.


Apa yang menarik dari penampilan nya? kalau di bandingkan denganku atau cewek -cewek yang pernah dekat dengan Senja, dia tidak apa-apanya.


Aku tidak seperti remaja seumurku yang pulang pergi bersekolah..Sehingga aku bisa bebas pergi kemanapun dan kapanpun ku suka, hanya dengan menjalani program home schooling saja. Dan menyesuaikan jadwal yang ku bisa.


Hari ini kuputuskan menemui Senja di sekolahnya, karena aku ingin meminta penjelasan tentang kemarin.


Bercanda nya keterlaluan.. mana mungkin dia sudah menikah? yang ku tau.. dia ga pernah sekalipun menyukai perempuan. Setiap kali make out dengan mereka.. dia melakukan nya tanpa hati dan bawa-bawa perasaan.


Sudah hampir satu jam aku menunggu di depan gerbang sekolah, tak kunjung mendapat sosok yang kurindukan itu.


Tadi.. Terbersit rasa iri di hati melihat keriangan dan kebahagiaan anak-anak seumuranku berhamburan keluar dari dalam gedung sekolah, sambil bergerombol dan tertawa riang bersama teman-teman nya.


Memakai seragam putih abu,ada yang di jemput oleh supir.. ada yang pulang bareung dengan pacar.. ada juga yang nongkrong dengan teman.


Kapan aku bisa merasakan kebahagiaan seperti itu? kini sudah terlambat.. masa remaja yang kata orang indah.. sudah terenggut oleh keadaan yang memaksa.


Aku memang seorang model dan aktris yang sedang naik daun sekarang, gaya hidup ku yang metropolis dan di puja oleh sebagian manusia yang mereka sebut sebagai fans. Nyatanya tak bahagia.. aku hanya seorang simpanan Sugar Daddy. Aku hanya orang ketiga yang merusak rumah tangga orang lain demi kepentingan yang semu.


"Naah.. itu Senja! " Aku hendak bersiap keluar dari mobil dan memakai topi, kacamata dan masker. Tapi terlihat ia sedang mengobrol serius dengan seorang pria dewasa.


Membuatku urung untuk keluar dan menghampirinya.


Baiklah.. aku akan menunggunya sampai mereka selesai berbicara, beberapa menit kemudian..dari kejauhan kulihat ada seseorang yang mendekati Senja.


Deg.


Cewek itu..


Ternyata mereka satu sekolah?


Senja menghampiri cewek itu dan meraih tangannya, tapi urung ia lakukan.


Lalu mereka berjalan bersama hingga tempat parkiran motor, dan kulihat Senja mengelus pucuk kepala cewek itu dengan penuh sayang. Memakaikan helm lalu membuka jaketnya dan memakaikan nya pada cewek kampungan itu.


"Cihh. " Aku mendesis. Tak terima.


Senja tak pernah memperlakukan ku semanis itu. Tiba-tiba perasaan marah.. emosi dan iri dengki bercampur menjadi satu hingga muncul lah ide gila dalam benakku.


Aku menyunggingkan senyum penuh kelicikan, mengambil ponsel dalam tas dan lalu men dial nomor seseorang yang ku percaya bisa melancarkan ide cemerlangku.


"Hallo.. ayo kita ketemu di tempat biasa! ada kerjaan yang menggiurkan yang pasti abang suka! "


***

__ADS_1


__ADS_2