Lembayung Senja

Lembayung Senja
Embun Dimana?


__ADS_3

Senja


"Embuun... lagi liat apa sayang? " Aku mendekati Embun yang sedang duduk di pinggir jendela. Seperti biasa... itu sudah menjadi kebiasaan Embun sejak lama.


Embun menghampiriku dan langsung merangkulku.


"Sarapan dulu yuuk.. kita kan mau lanjutin holiday.. " Kataku dan ia mengangguk antusias.


"Hoyeeeee.. "


"Kita in syaa Allah nanti kita ke Cappadocia naik Hot air Ballon... Embun mau? "


"Mauu.. mauuu Baba... Yeaaaay! "


"Ga boleh Babaaa... anak umur di bawah 5 tahun ga boleh naik balon udara! " Istriku menghampiri sambil membawa nampan berisi makanan untuk sarapan.


"Yaaaaaahhh.. " Embun pun mengerucutkan bibir nya dan bersedekap.


"Nanti deh.. in syaa Allah, kalau kita ada rezeki lagi kita kembali kesini kalau Embun udah umur lebih dari 5 tahun ya? " Aku menghibur nya, dan ia balas dengan anggukan.


"Ya udah sekarang kita sarapan dulu.. satu jam lagi kita berangkat lho... aaaa sayang. " Kata istriku, sambil menyuapkan makanan pada mulut Embun.


"Ini namanya apa sayang? kaya pizza? " Aku bertanya pada istriku yang memang hobby wisata kuliner dan tau makanan khas dari berbagai negara.


"Yumurtali pide...roti tipis yang di atasnya ini tuh di isi topping keju, daging cincang, tomat, lada sama telur. Hidangan ini menjadi menu sarapan favorit dari masyarakat Turki." Katanya panjang lebar.


"Embun suka ini ga? "


"Mhhmm enyaaak.. "


"Itu apa? yang di makan Embun? " Tanyaku penasaran.


"Kalau ini namanya muhlama,kaya sejenis bubur yang terbuat dari cornmeal lalu dimasak bersama keju dan mentega. teksturnya creamy banget.. liat deh Embun suka. "


Setelah selesai sarapan pagi di hotel.Kamipun berkumpul bersama dengan rombongan.Hari ini kita akan city tour kota cappadocia. Diawali dengan mengunjungi Underground City..


Disinilah kami di Derinkuyu Underground City ,kota bawah tanah yang paling besar yang sudah ditemukan dan diteliti. Derinkuyu terdiri dari 18 lantai sedalam 60 meter dan bisa menampung sekitar 20.000 orang, hewan ternak dan bahan makanan mereka. 




Setiap bagian di dalam gua bawah tanah ini punya fungsi masing-masing diantaranya ada galeri, living room, tempat ibadah, penjara, kamar mandi, dll.


Di lantai paling atas, diisi oleh hewan ternak. Setiap ruangan terhubung satu sama lain dan sirkulasi udaranya juga bagus karena ada sekitar 15.000 ventilasi yang mengalirkan udara segar ke kota bawah tanah ini. Di lantai dua ada ruangan yang luas yang langit-langitnya berkubah. Katanya ruangan ini adalah religious school dan ruangan disebelahnya adalah ruangan belajar. Derinkuyu juga terhubung dengan sejumlah kota bawah tanah lainnya yang berada di bawah tanah Cappadocia. 


"Sayang.. bagaimana bisa ya orang jaman dulu bisa bikin tata letak kota sedemikian rumit gini? dan dengan alat seadanya? " Tanyaku, pada Istriku yang sedang menggendong Embun.


"Iyah.. aku juga bingung. " Jawab istriku sambil terkekeh.

__ADS_1


"Umma... ummaa.. Ebun mau tuyuuuun! " Embun merengek dan meronta, bukan nya takut masuk ke dalam gua.. Tapi Embun terlihat sangat antusias dan penasaran.


"Tapi jangan jauh-jauh ya sayang.. " Lembayung menurunkan Embun, dan ia langsung berlari kesana-kemari dan melompat-lompat.


"Capek? " Tanyaku, melihat istriku berjongkok.


"Ga tau.. kenapa ko aku tiba-tiba pusing, mungkin liat ruangan berkelok-kelok gini.. "


"Sini minum sebentar.. " Aku mengambil tumbler dan membuka penutupnya lalu menyerahkan nya.


Istriku minum beberapa tegukan, lalu memijit-mijit pelipisnya.


"Masih pusing? " Tanyaku penuh iba.


"Iyah.. rasanya aku pengen istirahat aja.. masih lama ga ya? "


"Sebentar aku tanya dulu tour guide nya.. " Aku berjalan menuju ruangan sebelah, tapi sepertinya kami tertinggal rombongan.


"Sayang.. lebih baik kita kembali yuk.. mereka udah ga ada, kayanya udah keluar. "


"Iyah.. "Ia pun beranjak, namun seketika terhentak. "Embuuun... Embun dimana Senja? "


Aku terperanjat,"Eh.. iyah.. Embuunn... Embuuun.. " Aku berlari ke segala arah dan tak mendapati anakku itu dimana-mana. Saat kami tengah panik Lembayung tiba-tiba pingsan, tubuhnya terkulai lemas ke lantai tanah.


"Sayaaang..sayang banguun! " Tanpa pikir panjang, aku langsung membopong tubuhnya dan mencari lorong menuju jalan keluar.


"Help..... somebody please help me! " Aku berteriak, dan beberapa orang menghampiriku.


Mereka mempersilahkan aku membawa istriku ke dalam sebuah pondok tempat tinggal penduduk disana. Setelah beberapa menit, akhirnya istriku tersadar dan mengerjapkan matanya.


"Senjaa... Embun dimana? Embun dimana? cari Embun Senjaa... " Istriku langsung panik dan menggoyang-goyangkan bahuku sambil terisak.


"Iyah.. aku cari dulu Embun ya, aku juga mau cari rombongan dan minta bantuan.. " Ujarku sambil mengecup pucuk kepalanya.


"Kamu tunggu disini yaa.. aku mau cari Embun sekarang. "


"Ngga... aku mau ikut cari Embun.. " Dan istriku beranjak, kamipun berpamitan dan berterimakasih atas bantuan yang di berikan oleh mereka.


Kami berdua pun bergegas menuju ke tempat dimana rombongan tour berada, dan memberitahukan bahwa anak kami hilang saat berada dalam gua Derinkuyu.


Semua petugas keamanan di kerahkan untuk mencari Embun, hingga akhirnya malam pun tiba dan mereka sudah kelelahan karena sama sekali tak ada petunjuk dimana Embun berada.


***


Lembayung


Aku dan suamiku segera melaporkan ke KJRI Instanbul dan katanya akan segera di tangani.


"Sayang... jangan nangis terus yaa.. aku yakin Embun pasti ketemu.. kita harus terus berdo'a. "

__ADS_1


"Gimana aku ga nangis... Embun itu masih 3 tahun.. bisa apa coba anak sekecil itu? " Aku terus terisak dan tak berhenti menangis, menyesali kecerobohanku yang membiarkan Embun turun dari gendonganku.


"Iyah sayang.. maafin aku ya.. aku lalai... "


Aku hanya terdiam, karena jujur.. aku juga sedikit marah pada suamiku karena tadi lebih mementingkan membawaku yang sedang pingsan di banding Mencari Embun.


Setelah melaporkan kasus kehilangan, kami di minta kembali ke hotel tempat menginap dan menunggu kabar selanjutnya dari pihak KJRI.


Aku sama sekali tak bisa tidur dan sakit di kepalaku semakin menjadi. Akhirnya suamiku memutuskan untuk lebih lama tinggal di Turki sampai Embun di temukan.


"Ayo makan dulu sayang... " Suamiku membawa nampan berisi berbagai macam makanan untuk sarapan.


Aku termenung, membayangkan hari kemarin di jam yang sama, kami juga menikmati hidangan seperti ini.


"Embun udah makan belum ya? dia sekarang lagi apa Senja? tadi malem dia tidur dimana? Embun itu ga bisa tidur kalau aku ga usap-usap punggungnya.. hiks.. "


"Sayang.. sabar.. In Syaa Allah Embun segera di temukan.. "


Aku mengangguk, lalu suamiku mendekapku dengan erat.


"Sekarang makan dulu ya.. kalau kamu ga makan, nanti lemas.. ga ada tenaga buat cari Embun lagi.. aku suapin ya? "


Aku mengangguk lagi, dan Senja menyuapiku sedikit demi sedikit mulhama ke dalam mulutku.. hingga akhirnya, di suapan terakhir, tiba-tiba entah kenapa aku sangat mual dan ingin sekali memuntahkan makanan yang tadi masuk ke mulutku.


"Ooooe... " Aku beranjak, dan berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan semua ke wastafel. "Oooooo.. "


"Sayang... kenapa? kamu muntah banyak! " Senja memijit-mijit tengkukku pelan lalu bergantian ke arah punggung.


"Gatau... kepala aku pusing lagi... badan semua sakiiit.. Ooooe.. " Sekali lagi aku memuntahkan cairan, hingga rasa asam mendominasi mulut dan tenggorokanku.


"Lembayung... istriku sayang... apa mungkin kamu hamil lagi? "


Aku tertegun, mengingat hari terakhir hari pertama haid memang lebih dari 1 bulan yang lalu.


"Aku... aku mau ke apotik terdekat.. atau.. atau sekarang juga kita periksa ke rumah sakit..." Senja terlihat panik dan ia segera menuntunku untuk duduk di sofa."Sebentar.. aku ambil kerudung kamu dan jaket kamu dulu.."


"Jangaaaaan.. " Aku menarik tangannya dengan cepat,"Ke apotik aja.. untuk beli tespack.. ga perlu ke rumah sakit..." Kataku lirih, sambil memijit pelipisku.


"Sayang... " Suamiku berlutut, dan tangan nya meraih tanganku, lalu mendekap dan mengecup pucuk kepala berulang kali. "Maafin aku... maafin aku.. kamu tunggu disini ya! aku akan segera kembali... "


Aku mengangguk,sambil mengelus kepalanya pelan. "Hati-hati...aku nunggu kamu disini, cepat datang biar kita bisa segera mencari Embun lagi.. "


"Iyah.. Assalamu'alaykum. " Suamiku beranjak, mengambil jaket dan lalu berlalu meninggalkan.


Ya Allah...


Aku memohon petunjuk.. tolong ketemukan kami dengan Embun kembali. Lindungi putriku dimanapun ia berada...


***

__ADS_1


__ADS_2