Lembayung Senja

Lembayung Senja
Masa hukuman..


__ADS_3

6 Bulan kemudian...


Senja


"Assalamu'alaykum baby E... hallo sayang nya Baba dan umma.. lagi apa di dalam..? " Aku mendekatkan wajah di perut Lembayung dan menyapa anakku, saat istriku baru tiba.


"Sayang... lihat! ini kaki nya atau siku tangannya ya? dia nendang-nendang saat aku salam dan nyapa dia barusan! " Aku sangat antusias, karena pada saat mengelus dan mengecup perut Lembayung.. baby E langsung merespon dan menendang-nendang.


"Hallo sayaang.. kita ketemu baba lagi nihhh.. Udah ngerti banget ya.. hafal suara baba nya.. hehhe." Ia ikut mengusap perutnya, dan membuat baby E semakin keras menendang.


"Aku bener-bener takjub..awalnya dari hanya setetes mani.. lalu jadi segumpal darah.. segumpal daging.. dan seterusnya tumbuh di perut kamu.. "


"Iyah.. anak kamu tuh aktif banget.. kadang ngilu juga kalau udah aktif banget nendang-nendang karna denger rekaman suara kamu.. "


"Aku bahagiaaaa.. memiliki kalian.. " Aku mengecup pucuk kepala Lembayung.


"Perlu beli bouncer.. atau stroller dari sekarang ga sih? aku ga sabaaaar.. " Ia tersenyum riang, dan menatap ke arahku.


"Maafin aku yaa.. belum bisa nemenin.. "


"Gapapa.. aku harus jadi ibu yang kuat, asalkan masih bisa ketemu kamu meskipun cuma sebentar.. " Lembayung menangkup pipiku seperti biasa.


"HPL nya sekitar 2 bulan lagi.. tapi aku udah siapin semua dalam satu tas.. aku beli baju-baju ditemenin sama Gadis, Risa sama Nindy.. seneeeng banget! gemeeeus pokoknya pengen borong semua yang ada di baby center..!"


"Jangan sampe kecapean sayang..! "


"Ngga ko.. aku gak capek! anak kita baik banget ga rewel.. di ajak jalan-jalan ke mall kemarin malah diem terus keasyikan.. nendang-nendang waktu di sapa sama di godain sama tante-tantenya.. lucu pisaaan! " Sambil memainkan rambutku dan mengacaknya.


"Akhirnya rambut kamu udah tumbuh lagi.. kemarin kemarin pas botak aku mah geli pegang nya.. eeh.. tapi ini jambang nya udah gini.. kamu keliatan kaya udah umur 25 taun ihhh..! "


Aku terkekeh,"Disini kan ga boleh punya benda-benda kaya gitu.. bisa di jadiin alat buat kabur! punya sendok di dalam sel aja ga boleh! " Terangku, sambil menatap wajah cantiknya lekat.


"Masaa? kenapa? trus kalau makan sayur gimana? "


"Kalau makan sayur hanya di kantin.. itu juga dengan penjagaan ketat.. di dalam lapas itu banyak kekerasan yang terjadi kalau kita ga bisa bawa diri.. pernah ada kejadian napi menderita luka berat karna di siksa napi lain hanya dengan menggunakan sendok.. "


"Ya Allah..seram banget! makanya kamu jangan sampe kena masalah yaa.. biar cepet bisa kumpul lagi.. aku kangen.." Ucapnya, dan kami saling berpandangan.


"Waktu habiiiis..! " Suara sipir menginterupsi.


Berhasil memutuskan kontak intens kami.


Ia melirik jam yang menempel di dinding, "yaaahh..udah 15 menit.. waktunya udah mau habis..sebentar bangeet sih! " Kesalnya.


Aku tersenyum,menggenggam tangan dan mengusapnya perlahan. "Kamu harus jaga diri baik-baik yaa.. jaga juga anak kita..Aku sayang kalian.. " Mengecup tangan nya berkali-kali. Ia hanya balas dengan anggukan. Lalu berjalan meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Hhhh..


Aku menghela nafas panjang..


Saat ini, aku hanya bisa terus berdo'a agar ajuan remisiku di setujui.. remisi merupakan hak narapidana untuk mendapatkan pengurangan pidana apabila selama menjalani pembinaan berkelakuan baik...


Semenjak sidang putusan, aku di pindahan ke lembaga Permasyarakatan narkoba yang berada ke lapas di daerah Baleendah kab. Bandung.


Dan semenjak itulah aku tak pernah lagi bertemu dengan para tahanan di lapas sebelumnya, disini hidupku lebih baik karena tak ada tahanan yang saling mengganggu. Ataupun melakukan tindakan kekerasan.


Sebentar lagi akan diberlakukan remisi kemerdekaan,dan pemberian remisi itu dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia.


Aku sangat bersyukur... karena mendapatkan keringanan masa hukuman..


Flashback on..


Saat nya mendengar tuntutan jaksa 1,aku hanya menunduk dengan batin bergemuruh. Menoleh ke arah Lembayung yang terkulai lemas karena sepertinya ia sedang menahan sakit.


Deg.. Deg.. Deg..


Jaksa 1:"Saudara Senja melanggar pasal 112 UU RI no. 35 tahun 2009 [bagi tersangka kedapatan memiliki narkotika dalam bentuk bukan tanaman.....Pasal 112 ayat(1), Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki ,menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika bukan tanaman dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 8 miliar rupiah."


Deg.


Benar seperti dugaan sementara pak Cipto, pengacara papah. Rasanya aku ingin berteriak.. aku menyesal karena dulu pernah menjalani masa-masa kelam dengan segala kenalan tanpa memperdulikan apapun.


Bagaimana dengan anak kami?


Dan ibu? bagaimana kalau ibu kembali ke Mataram dan kembali pada pekerjaan itu lagi..


Ya Allah.. tolonglah hamba!


Pengacara 2 mengangkat tangan.


Hakim ketua :" Saudara pengacara 2 apa ada yang ingin disampaikan?"


Pengacara 2 :" Mohon maaf yang mulia saya merasa keberatan mengenai tuntutan terhadap saudara Senja karena saudara Senja hanya mengantarkan, atas ancaman dan tindakan kekerasan."


Hakim ketua :"Baiklah terima kasih atas informasinya. Sidang akan ditunda beberapa saat, kami pihak hakim akan berunding."


Hakim, dan semua petugas meninggalkan ruang sidang dan mereka sedang berunding di suatu ruangan tertutup. Setelah kurang lebih 1 jam lamanya.Terdengar...


Petugas umum :" Hakim memasuki ruang persidangan, hadirin dimohon berdiri! persidangan akan segera dilanjutkan kembali."


Sekarang waktunya hakim ketua membacakan hasil keputusan sidang. Segala do'a aku panjatkan.. dan tak berhenti bershalawat maupun berdzikir.

__ADS_1


Hanya kepada-Nya lah aku meminta pertolongan...Allah Sebaik-baik Penolong.. dan Pelindung.


Hakim ketua :" Saya akan melanjutkan persidangan kasus pengedaran narkoba.........berdasarkan hasil rundingan,kami menetapkan bahwa saudara Senja dinyatakan bersalah...bersalah dihukum selama 1 tahun dan denda paling sedikit RP. 200.000.000."


Tok... Tok.. Tok..


Hakim ketua :"Sidang dinyatakan ditutup ."


Tok..


Petugas umum :"Sekian sidang kasus pengedaran dan pemakaian narkoba nomor 0779/Pdt.G/20**/pengadilan negeri Bandung. Terima kasih atas kerja samanya wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh. "


Aku tertegun... "Alhamdulillah.... Alhamdulillah.." Dan tak berhenti bersyukur atas pertolongan Allah yang luar bisa besar.


"Alhamdulillah... " Begitu banyak ucapan syukur yang ku dengar menggema di ruangan sidang ini.


Lembayung mendekatiku dan mendekapku dengan erat. "Senjaaa.. Alhamdulillah.. " Air mata nya berlinang, dan aku hanya mengangguk sambil menyeka tetesan demi tetesan yg membasahi pipi nya.


Papah, mamah, ibu dan pak Cipto, juga pak Dani.. 2 pengacara yang di tunjuk papah sebagai penasehat hukum,menghampiriku.


"Selamat nak Senja.. Alhamdulillah masa hukumanmu di ringankan, karna tak ada bukti kuat dan hakim menilai hanya dari keterangan saksi,baik di persidangan yang sebelumnya hingga yang terakhir. " Pak Cipto dan pak Dani bergantian menyalamiku.


"Terimakasih banyak atas bantuan nya pak.. " Ucapku sambil membalas jabatan mereka.


"Oh iyah.. masa hukuman akan di kurangi masa tahanan kamu selama mendekam di rumah tahanan kemarin.. jadi tersisa masa hukuman kurang lebih 9 sampai 10 bulan lagi.. jaga diri baik-baik dan utamakan berkelakuan baik untuk nanti bisa mengajukan remisi.. "


"Baik.. terimakasih pak.. " Ucapku tulus.


Petugas sipir mendekati kami, lalu memberi intruksi agar aku mengikuti nya untuk kembali ketahanan.


"Sayang.. aku pergi... jaga diri baik-baik... jaga anak kita...! " Kataku sambil berjalan mundur dan tak putus menatap matanya yang masih berlinang airmata.


Ia mengangguk sambil mengelus perutnya.


Terimakasih Ya Allah..


Aku melambaikan tangan pada semua yang sedang menatapku nanar dan dengan senyuman yang hambar.


Ayo jalani ini semua sebagai balasan dan hukuman atas semua kesalahan mu dulu Senja....


Life is not about how fast you run or how high you climb, but how well you bounce.


Hidup bukanlah tentang seberapa cepat kamu berlari atau seberapa tinggi kamu mendaki, tetapi seberapa baik kamu bangkit.


End of Flashback.

__ADS_1


***


__ADS_2