
Distrik Sultanahmed, Istanbul.
Author
Flashback 1 hari yang lalu...
Seorang anak lelaki tengah memandang ke arah Embun yang sedang duduk di samping jendela dan menatap ke arah luar.
"Ne yapıyorsun?(kamu sedang apa?) " Anak lelaki tersebut mengajak Embun berbicara dengan bahasa Turki.
Embun hanya terdiam tak mengerti, dan kembali memperhatikan keadaan di luar,tepatnya hilir mudik orang-orang di luar sana.
Sambil memegang Al-Qur'an Embun berceloteh, "Ummaaa... Ebun mau ummaaaa... "
"Umma? " Tanya anak lelaki tersebut lalu mengulang kembali pertanyaan, "Anne(ibu)?" Tanya nya lagi.
"Babaaa.... ummaaaaa.... Ebun taneeen...." Dengan berkaca-kaca, Embun kembali merengek sambil melihat keluar jendela.
"Ehhh.. beautiful girl... what are you doing here? " Tiba-tiba seorang wanita berhijab menghampiri Embun, dan bertanya menggunakan bahasa Inggris. Tentu saja Embun mengerti sedikit-sedikit karena Senja dan Lembayung mengajarinya.
"Ebun micing baba umma... " Embun menjawab pertanyaan wanita tersebut dengan mata yang sendu.
"Kamu itu berasal dari mana sih sayang.. cantik? apa kamu sama seperti tante berasal dari Indonesia? " Tanya wanita itu lagi, dan Embun jawab dengan anggukan.
"Edoneca.... Ebun olang Edoneca... "
Wanita itu terperanjat, pasalnya melihat wajah Embun yang sangat cantik itu seperti wajah-wajah blasteran Pakistan dan Eropa.
"Ma syaa Allah sayang... ternyata kamu orang Indonesia.. nama nya siapa cantik? "
"Ebun.. "
"Ebun? "
Embun mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah.. nanti besok tante lapor ke police ya.. biar mereka bisa nyari orangtua kamu.. "
"No.. no police.. Ebun indak jahaaat... hiks! " Embun menangis mendengar kata polisi di sebutkan, karena yang ia tahu kalau polisi itu adalah orang yang menangkap penjahat.
"Bukan sayang... Ebun ga jahat, tapi tante mau cari orang tua Ebun.. lewat pak police.. " Terang wanita itu, sambil mengusap pucuk kepala Embun.
"Ya sudah.. Ebun udah laper? mau makan? "
Embun mengangguk dan tiba-tiba meloncat dan merangkul wanita itu dengan erat.
"Ebun mau ummaaa... "
"Iyah.. besok kita cari umma yaa.. sekarang sudah sore.. sebentar lagi malam, kan gelap! "
Wanita tersebut dengan sabar menggendong Embun dan berjalan menuju ruang makan.
"Elvan..yemek... ayo makan! "
"Daha sondra mamah.. (Nanti saja bu)"
"Muhammad Elvan Fahrettin ..."
"Iyah mamah... " anak lelaki berusia 8 tahun itu menjawab dengan malas memakai bahasa ibunya,bahasa Indonesia.
__ADS_1
"Bagaimana tiba-tiba kamu bisa menuntun tangan anak cantik ini Elvan? kamu tidak mencari kedua orangtua nya? "
Wanita itu bertanya kepada anaknya, saat ia tengah menyuapi Embun makan.
"Bilmiyorum(aku ga ngerti) tiba-tiba anak ini mengikuti terus saat aku sedang dalam gua mah... "
"Kenapa saat disana kamu ga bilang mamah dan baba? tiba-tiba di rumah, mamah baru sadar.. mamah ga lihat ke belakang sewaktu naik mobil, kamu diam saja saat anak ini tertidur.. "
"Mhhmm.. aku kasihan.. "
"Tapi seharusnya kamu langsung lapor.. jadi mamah sama baba bisa langsung antarkan dia El.. "
"çok güzelsin sayang... Kamu sangat cantik..pasti orangtua kamu sekarang sedih dan cari kamu.. " Ibu dari anak lelaki bernama Elvan itu mengelus pucuk kepala Embun.
Embun yang sedang makan terlihat mengerjapkan mata dan seperti mengantuk.
"Yazik.. kasihan sekali, pasti anak ini mengantuk, ayo sini tante gendong.. kita tidur di kamar ka Elvan ya.. " Ia menggendong Embun, dan berjalan menuju suatu kamar.
Elvan mendengus. Pasalnya ia sendiri juga tak mengerti kenapa ia membawa Embun ke rumahnya.
Tadi saat di dalam gua Derinkuyu, ia melihat Embun terjatuh saat menuruni undakan demi undakan tangga. Ia pun dengan cepat menolong gadis kecil yang cantik itu dan membawa nya keluar dari gua.
Elvan sangat bingung akan bertanya dengan bahasa apa karena ia sendiri tidak tahu ternyata Embun adalah anak orang Indonesia, Jadi saat Embun terus mengikutinya dari belakang.. Elvan tetap membiarkan ia di ikuti tanpa bicara kepada kedua orangtua nya, dan membawa Embun masuk ke dalam mobil di belakang kemudi.
Embun pun yang masih kecil itu tak mengerti bahwa ternyata ia semakin jauh dari jangkauan orangtuanya.
Karena lama menunggu orangtua Elvan yang sedang sibuk membeli oleh-oleh, akhirnya Elvan dan Embun tertidur.
Orangtua Elvan pun tak memperhatikan kursi belakang, karena posisi Embun tidur dengan kepala di jok kursi dan badan nya di selimuti oleh jaket milik Elvan. Sehingga orangtua Elvan mengira bahwa di belakang hanya ada anaknya.
***
Elvan
Anak kecil itu sangat cantik dan menggemaskan, ia terus memanggilku ka.. kaka...
Aku mengira, ia memanggilku begitu karena hanya anak kecil yang belum bisa fasih bicara.Ternyata ia adalah orang Indonesia, sama seperti mamahku.
Namaku adalah Elvan.. Baba orang asli Turki dan mamah orang asli Indonesia, tepatnya orang Jakarta.
Entah kenapa, mungkin karena aku tak memiliki adik.. aku sangat suka anak kecil itu. Dia lucu.. masih kecil sudah memakai hijab seperti mamahku. Jadi saat dia mengikutiku.. aku biarkan saja karena kasihan.
Hei anak kecil... siapa namamu sebenarnya? lucu sekali nama kamu Ebun... hehhe.
***
Mama Elvan
Setelah melapor pada pihak berwajib, aku merasa benar-benar lega.Meskipun entah kenapa melihat gadis kecil yang cantik ini membuatku benar-benar ingin mempunyai seorang anak perempuan.
Kami pun pulang kembali ke distrik dan menunggu pihak kepolisian memberi kabar tentang orangtua anak itu. Anak bernama Ebun itu kembali sendu dan berkaca-kaca setiap kali ia ingat orangtua nya.
Hingga Elvan pun menghibur dan mengajaknya bermain, mereka kini sedang menikmati camilan siang sambil menonton televisi.
Saat aku mau meninggalkan ruang keluarga, Ebun sesekali mengucek kedua mata, tanda sepertinya ia mengantuk.Dan Elvan terlihat sedang menepuk-nepuk punggung gadis kecil yang cantik itu hingga akhirnya ia tertidur.
Aku pun dengan cepat membawa ponsel dan memotret pemandangan lucu di depanku, anakku Elvan juga tertidur di atas karpet saat menepuk-nepuk punggung Embun.
***
Senja
Alhamdulillah sore ini dari KJRI menelpon, bahwa mereka mempunyai informasi mengenai Embun.. melihat dari semua ciri-ciri yang telah kami sebutkan.Dapat di simpulkan bahwa itu adalah benar anak kami.
__ADS_1
Kami pun dengan segera menuju KJRI untuk meminta kepastian tentang keberadaan Embun.
Setelah sampai disana, dari pihak KJRI pun menjelaskan bahwa Embun dalam keadaan baik-baik saja, dan sekarang sedang berada di sebuah distrik tempat tinggal warga sipil yang kemarin juga tengah mengunjungi gua Derinkuyu.
Katanya Embun terjatuh, lalu di tolong oleh anak lelaki berusia 8 tahunan, dan karena Embun tersesat.. ia pun mengikuti anak lelaki itu hingga rumahnya.
Alhamdulillah...
Rasanya lega dan tenang sekali mendengar Embun baik-baik saja, kami takut.. karena banyaknya pemberitaan tentang penculikan ,kami sempat berpikir sampai jauh.
Begitu banyak kasus penculikan anak di bawah umur, dan kasus lain nya. Begitu pula akhir -akhir ini beredar kasus penculikan anggota IS** kelompok militan negara xxxx dan membawanya ke Suriah, menculik WNI untuk di cuci otak nya dan di jadikan anak buah.
Dengan kecemasan luar biasa, Aku dan istriku segera berangkat menuju distrik Sultanahmed..
Begitu sampai, kami di sambut dengan ramah oleh pemilik rumah yang ternyata adalah seorang WNI sama seperti kami.
"Ayo silakan masuk... anak cantiknya sedang bermain bersama anak saya.. " Katanya, mempersilahkan kami masuk.
"Ebun....your umma and baba is here... " Wanita itu sedikit berteriak memanggil nama Embun dengan Ebun.
"Ummaaaaa... ummaaaaaa... hoyeeeeee.... ummaaaa babaaa.. " Embun berlarian keluar dari sebuah kamar, dan langsung menyambut kami dengan pelukan erat.
"Ebun taneeeeen umma baba.. hiks. " Embun terisak sambil terus memeluk Istriku.
Aku beranjak, dan berdiri. "Terimakasih banyak mba.. Alhamdulillah.. kami itu sudah takut sekali Embun kenapa-napa.. " Ujarku sambil tanganku mengelus Embun pelan.
"Tidak perlu berterima kasih mas.. kami yang seharusnya meminta maaf karena membuat kalian cemas. Kemarin anak saya Elvan menolong Ebun yang jatuh.. lalu ia katanya malah mengikuti Elvan karena mungkin masih kecil, jadi tidak tau harus kemana mencari orangtuanya. "
"Namanya Embun mba.. "
"Ma Syaa Allah.. bagus sekali namanya.. "
Seorang anak lelaki yang tampan keluar dari kamar, "I'am sorry om... " Dia mengulurkan tangannya dan meminta maaf.
"Tidak apa-apa.. kami justru berterimakasih sama kamu.. " Jawabku membalas uluran tangan nya.
Lembayung istriku pun berdiri sambil menggendong Embun. Dan tersenyum pada sepasang ibu dan anak yang sudah dengan begitu baik menjaga Embun.
Kami pun mengobrol di ruang tamu,sedangkan Embun tengah asyik bermain bersama anak lelaki bernama Elvan itu.
Setelah bertukar kontak dan alamat masing-masing, aku dan istriku berpamitan.
Ku lihat Embun berpamitan dan wajahnya seketika berubah sendu, ia terlihat sedih akan berpisah dengan keluarga ini.
"Bye... Ebun puyang duyuuu.. " Katanya sambil melambaikan tangan.
"Assalamu'alaykum.. kami permisi mba.. sekali lagi terimakasih banyak.. kapan-kapan jika ke Indonesia, mampir ke Bandung ya mba... " Kata istriku sambil memeluk wanita itu.
"Wa'alaykumusalam In syaa Allah.. semoga berjodoh.... "
Dengan perasaan bahagia dan tenang, kami kembali ke hotel tempat kami menginap untuk beristirahat.
Lembayung pun terus mendekap erat Embun tak mau melepaskan.
Alhamdulillah...
Terimakasih telah mempertemukan kami dengan Embun kembali Ya Rabb..
Bertemu dengan keluarga baik, memperluas silaturahim.
Senja...
Tiada yang melebihi kebahagiaan selain berkumpul bersama keluarga, sungguh Nikmat yang mana lagikah yang telah kau dustakan?
__ADS_1
***