
Lembayung
"Ciluuuuuuk baaaa... "
"Ehehheee.... "
"Ciluuuuuk baaa... "
"ahahaaa....baba.. "
Embun sedang mengajak main adiknya,Ainun.
"Umma... I think Ainun is just like a cutie pie.. and I love her so much.. "
"You are both like a pie apple... " Candaku, dan Embun mengerucutkan bibirnya.
"No.. I don't like apple... I like strawberry um... just call me strawberry... "
"Ya.. yah.. baiklah."Aku terkekeh, Embun tumbuh menjadi anak yang sangat pintar.Ia sudah pandai berbicara dan fasih mengecapkan bahasa.
"Baba.. kemana sih umma? Teteh kangen... ko baba sibuk sekali sekarang.. "
"Baba sedang ada pekerjaan yang ga bisa di tinggalkan.. Embun do'ain baba ya biar cepat selesai pekerjaan nya.."
"Assalamu'alaykum.. ponakan-ponakan aunty yang cantiik.. " Bintang masuk ke dalam kamarku dan menggandeng beberapa paperbag.
"Apa tuh dek? " Tanyaku penasaran.
"Baju buat Embun sama Ainun.. " Bintang pun menyimpan paperbag itu di lantai.
"Makasih lho adek... malahan kamu sama temen-temen teteh yang sering beliin baju.. hehhe. "
"Abisan aku tuh gemeeees.. " Bintang menghampiri Embun dan Ainun lalu mencium mereka berkali-kali.
"Eehh.. kamu udah mandi belum? " Tanyaku ketus karena Bintang baru pulang kuliah.
"Udaah dong... " Katanya sambil tiduran di tempat tidur dan mengajak Ainun bercanda.
"Kasihaan....bang toyib belum pulang pulang? " Ledek Bintang melihatku sedang sibuk membalas pesan dari suamiku.
Aku hanya balas dengan delikan.
"Tapi kan untuk kemaslahatan umat... teteh mah rela.. " Jawabku bangga.
"Iyah deh iyaahh.. istri pak Ustadz.. hihhii.. "
"Aamiin Ya Allah... semoga menjadi do'a dek.. " Kataku meng-Aamiinkan ucapan Bintang.
Dengan perasaan haru aku membalas pesan pesan dari suamiku.Kini ia sedang mengantar para jemaah nya untuk menjalankan ibadah umrah. Ia sudah pergi selama 1 minggu.. dan beberapa hari lagi pulang.
Sekarang, aku dan anak-anak sedang menginap di rumah mamah papah.
Aku sangat bangga memiliki seorang suami sepertinya,meskipun dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2 tahun yang lalu, ia telah di tunjuk menjadi CEO perusahaan ayah nya yang berpusat di Jakarta. Tapi ia menolak dengan alasan tak memiliki kemampuan menjadi pemimpin sebuah perusahaan besar seperti milik ayah nya.
Jabatan tertinggi itu pun di berikan kepada ka Rico, dan suamiku hanya sebagai presiden direktur yaitu jabatan kedua tertinggi setelah ka Rico.
Ia pun berpendapat, bahwasanya.. menjadi CEO itu sangat berat tanggung jawabnya, pasti waktu banyak terkuras habis.. sedangkan kami memiliki usaha di bidang lain yang menurut kami tak kalah penting.
Alhamdulillah.. sudah menjadi rezeki suamiku, ia memiliki saham sebanyak 35% disana dan juga perusahaan di Italia.
Dan yang lebih membuatku bangga adalah.. sebanyak 30% dari pendapatannya, ia donasikan untuk membangun banyak masjid di pelosok, rumah tahfiz.. yayasan yatim piatu dan tempat rehabilitasi bagi para pecandu narkoba yang ingin taubat dan berubah.
Suamiku pun, mendirikan sebuah travel umrah dan haji.Dan sesekali akan ikut membersamai para jamaah,juga karyawan yang berprestasi yang berhak mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan ibadah yang termasuk kedalam rukun Islam tersebut.
"Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Abdurrahman bi Auf.. adalah sahabat yang sangat kaya raya pada jaman nabi, ia meng-sedekahkan semua harta nya karena takut di akhirat nanti akan merangkak sampai menuju ke Surga. Tapi ia lagi-lagi selalu gagal miskin.. Allah justru terus melimpahkan harta berlipat-lipat dari sebelumnya. Jangan takut miskin hanya demi harta dunia yang sementara.. Karena kelak, di antara si kaya dan si miskin, yang lebih dahulu masuk ke surga adalah orang miskin, jaraknya 500 tahun dunia. "
"Orang-orang kaya mengalami hisab yang panjang atas kekayaannya. Mereka akan ditanyai dari mana asal hartanya? Dipergunakan untuk apa? Dan hal lainnya. Sedangkan orang miskin tidak banyak hal yang akan ditanyai karna di dunia ia tidak memiliki harta sebanyak orang-orang kaya."
__ADS_1
Ucap suamiku, waktu itu.
Ibnu Majah meriwayatkan hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang menyatakan bahwa: " Orang-orang miskin akan lebih dulu setengah hari masuk surga daripada orang-orang kaya. Hanya saja durasi setengah hari di akhirat terasa seperti 500 tahun di dunia. ... " (HR Ibnu Majah).
Alhamdulillah aku memang sangat beruntung di lahirkan dari keluarga yang tak pernah kekurangan suatu apapun.
Papah pernah mengatakan, bahwa suatu hari jika usianya dan mamah sudah lanjut,di beri umur panjang.. papah ingin menyerahkan perusahaan kepadaku dan Bintang. Mamah dan papah ingin tinggal di sebuah desa dengan halaman yang luas.. memiliki kebun palawija dan merawatnya sendiri.
Tentu saja aku menolak, aku hanya seorang ibu rumah tangga biasa saja. Tak cocok untuk memiliki jabatan penting seperti itu.
Bintang, satu-satu nya harapan papah. She will be the next CEO in the future.. in syaa Allah.
Papah juga bilang, akan menggabungkan 2 perusahaan dengan milik suamiku.
Ma syaa Allah.. bukankah Allah menitipkan segalanya padaku? Allah Sungguh Maha Baik...
Jika di gabungkan.. mungkin Embun dan Ainun akan menjadi cucu miliarder dan bisa di sebut sebagai The Real Baby Rich..atau Baby sultan.
Tapi bukan itu yang kuinginkan dalam hidup. Aku dan suamiku berkeinginan ingin terus mengabdikan diri untuk kemaslahatan orang banyak, karena banyak sekali di luar sana orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita.
Mendapatkan rezeki yang melimpah lantas tak menjadikan kami berubah, bahkan.. kami pun tak pernah mengganti properti kami. Masih tinggal di apartement sederhana dan mobil inventaris pemberian ayah.
Senja Kelana Philander.. seorang pria, seorang suami.. sekaligus ayah dari anak-anak kami, yang namanya terpahat sempurna di hatiku.
"Teeeh... teteh ngelamun! "
Aku terperanjat. Bintang menepuk bahuku, ia membuyarkan lamunanku.
"Ishh.. kaget! "
"Waah beneran sih ini mah mikirin bang toyib yaa? "
"Apaan ih ..bang toyib.. bang toyib..bukan!" Aku mengerucutkan bibir.
"Itu liat teh.. anak-anak teteh! " Tunjuk Bintang pada Embun dan Ainun yang sudah tertidur pulas.
"Night.. night anak-anak umma yang shalihah.. "
"Tadi habis ketawa-ketawa, mungkin pada capek.. aku usap-usap punggung gantian, ehh malah pada bobok.. hihhi.. " Katanya sambil berjalan ke arah pintu, "Aku mau ke kamar dulu yaa.. ngantuk.. "
Bintang pun berlalu, dan aku merebahkan tubuh di samping Embun yang sedang memeluk adiknya.
Drrt.. Drrrt..
My Imam Video Calling....
Tanpa ragu, aku langsung menekan tanda hijau..
"Assalamu'alaykum... " Mengarahkan wajah tepat di depan ponselku.
"Wa'alaykumusalam sayang.. lagi apa? "
"Lagi mikirin suami aku... "
"Haahaha... "
"Ihh malah ketawa! "
"Anak-anak lagi apa? udah bobok? "
"Udaah tuh... " Aku mengarahkan kamera pada anak-anak.
"Oh iyah.. disana sekarang udah malam ya? "
"Iyah.. lagi apa? "
"Baru pulang ziarah dari Jabal Tsur, Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina, sama Jabal Nur..."
__ADS_1
"Jadi kangen Baitullah.... "
"Do you miss me? kangen aku ga? "
"Mhhmm.. "
"Ko cuma mmhmm..? "
"Pastilah... "
"Pastilah apa? "
"Kenapa siih seneng banget godain akuu ih! "
"Abis kamu itu cantik dalam ekspresi apapun.. I just wanna hug you Rigth away..! "
"Hihhi.. jadi kapan kamu pulang suami? "
"3 hari lagi in syaa Allah.. beneran kamu rindu berat ya sama aku? " Ia terkekeh.
"Iyahh.. aku sama anak-anak kangen..Terutama aku... miss you more than yesterday... "
"And I miss you more than the sun misses the sky at night."
(Aku merindukanmu lebih dari matahari merindukan langit di malam hari.)
"Paksu... kamu itu dari dulu gombalnya ga ketulungan.. "
"Hahhhaha... "
"Stttth.. jangan berisik ..nanti anak-anak bangun.. "
"Kalau inget dulu.. aku tuh beneran ga pernah bermimpi bisa jadi seperti sekarang ini... Apalagi bisa punya istri seorang Lembayung.. Allah baik banget sama aku... "
"Aku juga ga nyangka.. sekarang punya anak yang lucu-lucu.. anak kamu..Anak dari seorang Senja. "
"Kamu pernah ngerasa nyesel ga nikah sama aku? "
"Ngga.."
"Thank you for loving me honey.... I was lay my hand and pray in front of Ka'bah.. I ask to Allah, our love will never end... we love each other until Jannah... "
(Terimakasih sudah mencintaiku sayang.. aku berdoa di depan Ka'bah.. cinta kita takkan pernah berakhir dan kita saling mencintai hingga di Surga..)
"Aamiin ya Allah... "
"Kamu udah ngantuk sayang? mata kamu merah... "
"Mhhmm.. iyah.. "
"Ya udah.. udah dulu ya..aku mau siap-siap shalat.. "
"Iyah... take care suami! "
"Kamu dan anak-anak juga ya... love you... Assalamu'alaykum.. "
"Wa'alaykumusalam.. "
Aku menutup panggilan. Karena tak tahan lagi.. akhirnya ku tumpahkan air mata yang dari tadi ku tahan di pelupuk mata.
Mendengar do'a yang di ucapkan suamiku, aku sungguh terharu. Tak menyangka akan di cintai sebegitu besar olehnya..
Senja Kelana Philander...
I really hope... THAT OUR LOVE WILL NEVER END..
Our love keeps growing with time to time.. getting bigger, deeper, more sincere..
__ADS_1
***