Lembayung Senja

Lembayung Senja
La Tahzan, InnAllaha Ma'ana...


__ADS_3

Felicia


Beberapa pekerjaanku banyak yang di pending dan ada yang di cancel karena beberapa waktu ini aku tak berkonsentrasi saat di lokasi syuting. Aku ketahuan sering keluar masuk club dan bersenang-senang ,dan itu menyebabkan aku sering masuk berita gosip atau infotainment .


Alih-alih melupakan, aku semakin terjerumus dalam pergaulan.


6 bulan yang lalu.. Aku menyuruh bang Rendy untuk menculik Lembayung,saat menyadari Senja dalam bahaya.. aku menyetir mobil dengan melajukan kecepatan tinggi untuk menyusul nya ke tempat yang telah ku rencanakan bersama bang Rendy.


Hampir menabrak sana sini dan tanpa mempedulikan rambu-rambu lalu lintas. Membelah jalan tanpa memperdulikan keselamatan.


Tapi Senja hanya terfokus pada nya.


Aku sakit..


Sudah berbulan-bulan, sakit ini tidak hilang. Aku tak pernah merasakan sakit hati seperti ini.Ketika aku dengan segala ke khawatiranku tentang keselamatan Senja.. kenyataan yang ada di depanku nyatanya berbeda,ku lihat di depan mata kepalaku sendiri,ia memeluk dan mengecup cewek sok suci itu dan membopongnya tanpa sedikitpun melirik ke arahku.Padahal aku sedang berada tak jauh dari sana.Rasa khawatirnya yang berlebihan saat cewek itu pingsan.. membuat rasa iri dalam hatiku semakin menyeruak.


Ternyata, bukan hanya aku saja yang memiliki dendam pada Lembayung. Dita, si wajah plastik di bantu abang nya yaitu bang Roy memiliki rencana lebih licik dan mereka berhasil menyekap nya.


Andai saat itu aku tak memberi tahu Senja jika ia di jebak.. mungkin cewek itu hidupnya sudah hancur sekarang.


Bagai pucuk di cinta.. ulam pun tiba..


3 hari yang lalu, aku di panggil sebagai saksi atas kasus bang Roy,dan polisi sedang menyelidiki para antek-antek dan anak buah bang Roy hingga ke akarnya.


Sebagai warga negara yang baik, bukankah aku harus kooperatif bukan? tentu saja.. aku memenuhi panggilan itu, dan hari ini untuk kedua kalinya aku di interogasi di kantor polisi.


Inilah saatnya..


Akan ku buat Senja menyesal karena telah menyia-nyiakan aku selama ini. Meski aku tahu ia sekarang telah berubah semenjak salah satu sahabatnya bernama Rama,OD dan meninggal.


Dan sudah lama sekali tidak mengindahkan perintah bang Roy untuk mengantarkan barang itu ke teman-temanku lagi.


Tapi aku terlanjur sakit hati.. sudah cukup kepahitanku dari kecil sering terkena bully dan menahan sakit karena tak punya ayah. Senja yang mengerti bagaimana rasa sakit ini malah sekarang bahagia..


Tidak boleh!


Dulu, Senja.. Rama,Rian dan Dion memang di jebak dan di cekokki.Hanya Rama yang tak terselamatkan. Mereka bertiga hanya beberapa kali mengonsumsinya setelah itu rehabilitasi mandiri. Aku adalah seorang aktris.. dan tau bagaimana berakting dan meyakinkan semua orang, aku akan memanipulasi orang-orang!


Maafin aku Senja..


Kamu harus di hukum karena telah membuatku sakit seperti ini.


Kamu harus merasakan betapa sakitnya di buang.. bahkan Atm berjalanku si sugar daddy tua itu membuangku sekarang.


Kamu akan merasakan bagaimana rasanya hidup di neraka dunia..


***


Senja


Benar..yang kulihat itu memang Felicia.

__ADS_1


Dan ternyata dari informasi yang aku dengar.. ia adalah salah satu saksi kasus ini, termasuk Dita.


Hari ini kami semua mulai pemeriksaan penyidikan, sebelum kasus sampai di BAP. Ketika selesai interogasi , kami di giring menuju sel tahanan. Di tempatkan di sel sementara atau sel tahanan titipan.


Ada 2 blok sel.


Sel A dan Sel B.


Sel A untuk kasus pembunuhan, pemerko**** dan sebagainya tp lebih tepatnya sel untuk orang yg kurang mampu. Dan masuknya gratis.


Sel B kasusnya beragam, mulai dari tipikor, kpk, penipuan penggelapan dan sebagainya. Dan jika ingin ke sel B harus membayar sekitar 20jt an.


Ada sel Corve atau sel pembantu lebih tepatnya. Jadi sel Corve ini isinya adalah orang -orang yg mau kerja melayani penghuni2 di sel B, dan digaji.


"Banyak duit lo.. nyimeng sabu! " Seorang pria sekitar usia 35 tahunan menghampiriku, semua yang sedang duduk langsung menoleh ke arah ku.


Aku hanya diam, dan menunduk.


"Heh.. lo ga denger tadi gue ngomong apa hah? lo orang kaya? bapak lo bule? " Tanya pria itu lagi, kali ini lebih mendekat.


"Ngga bang.. " Akhirnya aku mengeluarkan suara.


"Lo masih sekolah? "


"Iyah bang.. "


"Kenapa lo bisa masuk kesini? gue denger.. lo kurir? "


"Berani lo ga jawab gue! "


"Udah Man.. tu anak kasian! " Dua orang pria paruh baya yang sedang bermain kartu bersuara.


Yang satu memakai kaos oblong cokelat dan kusam, yang satu lagi telanjang dada. Ada sekitar 40 orang yang mengisi sel ini.


Karena Rian dan Dion menempati sel B yang jauh lebih nyaman, mereka tidak akan berdesakan seperti apa yang aku rasakan. Orangtua mereka adalah orang berada dan memiliki otoritas, sehingga dengan gampang mereka mengeluarkan uang untuk menjamin bahwa anaknya tidak kekurangan meski dalam tahanan.


Aku tak mau membebani papah Lembayung dengan memberi tahu tentang kasta sel disini, beliau tadi kemari membawa seorang pengacara yang akan menjadi kuasa hukumku. Sudah cukup aku berbuat hal buruk di masa lalu.. kali ini aku membiarkan diriku menghadapi hukuman yang pantas atas segala kesalahanku.


"Maneh kadieu!kamu kesini!" Perintah salah satu pria paruh baya yang sedang main kartu.


"Ku bapak di bere nyaho(sama bapak di kasih tau) .. duduk! Maraneh... Naon ninggalikeun wae(kenapa ngeliatin terus)? hayang di beri? " Ancam nya pada semua yang kini sedang memperhatikan kami.


"Asli sunda? " Tanya nya.


"Bukan.. asli Lombok. " Jawabku singkat. Sambil duduk di sebelah pria itu.


"Pantesan..ga bakalan ngerti bahasa sunda! Narapidana lawas biasanya bakalan nyari tau,kasus apa yang bikin napi baru masuk penjara! kalau kasus pemerko***n atau penyodo**n, intinya segala sesuatu tentang pelecehan terhadap anak-anak maka penjara adalah mimpi buruk. Dia bakalan jadi pelampiasan bira** oleh napi lawas! Singkatnya niih.. punya dia bakalain dipukulin.. dibalurin balsem dan atau di sumbat pake wadah balsem! "


Aku terkesiap, merinding mendengar penuturan bapak itu.


"Kalau kasus narkoba penjara ibarat tempat hartanya dieksploitasi. Pecandu narkoba dianggap mampu secara finansial, jadi napi lawas pasti bakalan meminta dan maksa menyediakan uang atau makanan. Keluarga napi baru ini selalu menyuplai makanan ke penjara seperti hajatan karena makanan yang jumlahnya banyak dan tergolong enak buat di bagi ke semua penghuni sel ini. "

__ADS_1


"Kasus pembunuhan, maka penjara bukan tempat yang menakutkan. Ia memiliki 'tempat' dan dihargai oleh napi lawas."


"Kalau berbelit-belit dalam mengungkapkan informasi, maka penjara jadi gelombang rasa sakit. Jari tangannya dijepit pintu berkali-kali, jari kakinya ditindih kursi dan diduduki, daun telinganya disteples, kuku dan giginya dicabut dengan tang dan kakinya dipukuli dengan linggis."


Lagi-lagi aku terkesiap.


"Maneh karena kasus narkoba? "


"Iyah pak.. "


"Hati-hati.. pasti banyak yang ngincer! saya cuma ngasih tau.. liat kamu jadi ngingetin saya ke anak sendiri.. anak pertama, masih sekolah SMA.. "


"Kamu beruntung.. masuk ke sel ini.. asal kamu tau! sel yang isinya pembunuh itu.. kalau awal masuk habis kamu! hari pertama pasti dapet tamparan dan pukulan dari semua yang ada di dalam sel. terus ga akan bisa tidur dengan tenang sebagai awal perkenalan.. "


"Hukum rimba berlaku disini.. siapa yang kuat dia yang bertahan.. jangan lemah! tapi jangan juga songong! hati-hati! "


"Iyah.. Makasih pak.. " Aku menunduk sambil kembali duduk, dan menekuk kedua lututku.


Haah.. aku menghela nafas. Melihat ke sekeliling, menatap wajah-wajah penuh rasa tertekan itu.. membuatku yakin bahwa penjara merupakan tempat yang menakutkan.


Penjara merupakan gambaran kecil dan secuil dari hebatnya siksaan neraka.


Ini sungguh adalah mimpi buruk.. jika memang hanya mimpi, bangunkan aku ya Rabb... maka aku sangat yakin hanya namamu yang pertama kali aku sebut dan aku ingat saat aku bangun dari tidurku dan membuka kedua jendela hatiku.


La Tahzan Senja...


La Tahzan.. La Tahzan, InnAllaha Ma'ana..


Jangan bersedih.. karena sesungguhnya Allah bersama kita..


...Ya Rabb.. Ku ingat Engkau di saat alam begitu gelap gulita...


...Dan wajah zaman yang berlumuran debu hitam...


...Ku sebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang...


...Dan fajar pun merekah seraya senyuman pagi yang indah....


...Betapapun kulukiskan keAgungan-Mu dengan deretan huruf,...


...KeKudusan-Mu tetap meliputi semua arwah....


...Engkau tetap Yang Maha Agung,...


...Serta semua makna,...


...Akan lebur, mencair di tengah Ke Agungan-Mu,...


...Wahai Rabb ku.....


Cc: Buku La Tahzan..

__ADS_1


***


__ADS_2