Lembayung Senja

Lembayung Senja
Prepare Holiday


__ADS_3

Senja


Akhirnya ini adalah hari terakhir aku di skors. Besok sudah bisa sekolah seperti semula.


Karena sebentar lagi ujian semester genap, kenaikan kelas. aku harus bersungguh-sungguh untuk bisa mendapatkan nilai bagus kalau ingin naik kelas. Ini juga merupakan kesempatan terakhirku jika aku tidak ingin di DO.


"Senja.. besok ibu mau pulang ke Mataram. " Kata ibu lembut.


"Apa ibu ga mau tinggal disini dengan Senja bu? " Tanyaku sendu.


"Bukan nya ibu ga mau.. tapi ibu harus kembali, ibu hanya cuma satu minggu di Bandung. "


"Apa ga bisa bu.. tinggalin pekerjaan ibu disana dan hidup berdua dengan Senja disini? Senja bisa kerja bu.. ibu ga usah khawatir kalau untuk biaya sehari-hari. "


Ibu terdiam sejenak mencerna kata-kataku.


"Kamu masih sekolah! kamu akan kerja apa? "


Ibu benar, aku akan kerja apa? sebelum aku memutuskan berubah..mungkin saja bisa dengan gampang nya menerima pekerjaan haram sebagai 'kurir' atau bandar. Atau bisa saja menjadi 'berondong ' bayaran karena banyak sekali tante-tante gatal yang menghubungi ku.


Apa aku terima saja tawaran menjadi model mungkin?


Arrgh.. BIG NO!!


I can't.


Atau jadi aktor?


Bisa akting memang?


Sama sekali bukan duniaku.


Ku buka sosial media dan membuka DM satu persatu. Berniat memilih dan memilah kira-kira adakah peluang usaha apa yang bisa untuk usiaku,dan dengan sesuai passions ku. But, Nothings..


Lalu membuka Explore tentang pemandangan alam yang sangat membuatku rindu..ingin berkelana.


Tapi Ini adalah waktu nya untuk belajar dengan serius.


***


Lembayung


There's something wrong with me..


Entah sejak kapan, dan darimana awal mula aku mulai memikirkan 'Dia'.


Ada apa ini? bisa-bisa nya memikirkan dia dan begitu saja menyukai senyum nya padahal disampingku ada Radith.


Aku harus menetralkan hatiku. Tidak bisa begini! tidak boleh!


Di lihat dari segi apapun, jelas banget Radith lebih unggul dalam segala hal,positif vibes dan sangat pintar. Tipe cowok idaman ku yang memiliki wajah oriental, apalagi yang lebih dominan adalah wajahnya yang sangat oppa Korea.


Dia?


Melihat wajahnya saja sudah barang tentu tipe fu*kboy yang terbiasa mainin cewek. Memang sih..aku akui dia ganteng kaya Michele xxx kata Nindy dan Risa. Tapi dia itu Kadang tanpa ekspresi dan beku kaya Es.Apalagi kelakuan nya yang bla bla bla.. dari yang ku dengar dari temen-temen..sangat jauh dari tipe ku. Tidak mungkin aku menyukai tipe cowok begitu kan? Never ever!

__ADS_1


Ya Allah..


Aku tau ko, dengan berpacaran aja udah salah banget.. tapi bagaimana dong? Radith itu.. Yah pokoknya aku ga mau putus sama dia. Aku cukup beruntung bisa pacaran sama orang seperti nya.


Aku ga macem-macem ko..


Aku jamin, bisa menjaga diri baik-baik.


Ok.. enyahkan pikiran tentang 'Dia' dan Radith. Mulai fokus belajar karena sebentar lagi mau dekat ujian kenaikan sekolah.


***


Author


2 bulan kemudian..


"Akhirnyaaaa.... kita naik kelas! " Sorak Nindy.


"Alhamdulillah... " Lembayung dan Gadis mengucap syukur.


"Senangnyaaa.. ga sabar holidaaaaay!! Bali I'am comiiiiiiiing! " Risa tak kalah bersorak kegirangan.


Mereka pun bersama-sama merasakan euforia kenaikan kelas dengan gembira, untuk merayakan nya mereka memutuskan untuk ke Mall dan bersenang-senang, makan-makan dan belanja keperluan untuk liburan lusa nanti.


"Kamu bukan nya udah beli swimwear Nin? " Tanya Gadis heran.


"Mau beli lagi buat cadangan.. hehhe.. " Nindy nyengir sambil mengambil shopping bag dan memasukkan beberapa swimwear ke dalam nya.


"Kamu cuma punya satu Yung? beli lagi dong masa pake lagi yang kotor nanti?"


"Ngga akhh.. aku ga mau renang soalnya, ga bisa! "


"Ga mau.. trauma! "


"Ishhh.. kalau trauma mah di lawan..! "


"Ga mau beneran aku takut! "


Dulu saat berusia 7 tahun,Lembayung dan keluarga pergi berlibur ke Lombok, ia pernah hampir tenggelam dan kehilangan nafas karena terlalu lama bermain air laut, lalu kaki nya mengalami kram.


Beruntung ada yang menyelamatkan nya, padahal pada saat itu suasana pantai tidak terlalu ramai.. dan ia sendirian bermain air di tepi pantai, karena keluarga nya sedang santai sambil meminum air kelapa dan mengobrol.


Tak memperhatikan Lembayung yang semakin lama semakin menjauh dan terbawa ombak. Tubuhnya yang kecil tak kuat menahan deburan ombak yang semakin kencang menerjang nya. Ia pun bergulung dengan ombak dan hampir kehabisan nafas.


Sementara itu..


Senja terlihat sedang sibuk memasukkan beberapa pakaian dan keperluan lain nya ke dalam koper kecil.


Mengambil kamera DSLR yang dia beli satu tahun yang lalu, dari uang menang taruhan balapan liar dan uang tabungan yang di beri ibu nya.


Tadinya ia malas ikut study tour, tapi Rian dan Dion memaksa dengan memanas-manasi nya kalau disana bisa mengambil banyak objek untuk memotret pemandangan indah.


Yaa.. siapa yang tidak tau Bali.


Tapi kalau boleh memilih lagi, sebenarnya Senja ingin sekali ke Lombok. Rindu akan suasana kampung halaman nya yang begitu indah dan asri.

__ADS_1


Ingin bertemu ibu nya yang sudah 2 bulan ini mulai rutin berkomunikasi lewat ponsel, meski hanya saling berkirim pesan.


"4 hari kita bakalan kenyang liat bule pake biki**! Kata Dion sambil tersenyum smirk.


"Si Intan kemanain bro? " Kata Rian sambil menyulut rokok dalam genggaman.


"Doi tetep di samping gue.. tapi kan ni mata juga butuh penyegaran! "


"Pasti bule semua.. tapi gue ga suka,lebih suka wajah dan kulit Asia."


"Lo mah ga suka tetep di tatap juga! "


"Yaah.. rezeki lah.. jangan nolak rezeki! "


"Si Wanda ikut? "


Rian terdiam sebentar dan terlihat merenung.


"Woooii! "


"Kenapa lo? "


"Wanda ..she was miscarried!!"


Senja dan Dion membelalakan mata mereka.


"Anj***..breng*** lo jadi cowok! lo nyuruh dia buat gugurin? " Dion mengumpat.


"Bukaan.. gue ga pernah nyuruh dia, gue malah mau tanggung jawab! tapi pas kita lagi bertengkar.. ga sengaja dia kepeleset dan perutnya kena sudut meja."


"Gue sama dia langsung ke rumah sakit ke dokter Obgyn ,tapi anak gue ga selamet..! " Rian menunduk.


"Kapan kejadian nya? "


"Minggu kemaren.. dan Wanda ngambek sama gue, dia bilang gue yang bunuh anak gue sendiri.. dia mau kita berdua break dulu. "


"Lo.. An*** parah lo! " Umpat Dion lagi.


"Gue ngerasa bersalah banget sama si Wanda.. mana ibu nya baik banget sama gue !"


Senja hanya diam mendengarkan perbincangan Rian dan Dion.


"Senakal-nakalnya gue.. gue ga mau ngerusak cewek gue! " Dion mengusap wajahnya kasar.


"Gue khilaf yon.. "


Pletaaak!!


Dion memukul kepala Rian.


"Sakit.. As*!" Ringis Rian.


Hati Senja semakin gelisah mendengarkan nya,selama ini beberapa kali ia melakukan nya, memang selalu memakai pengaman.


Tapi.. rasa bersalah akan dosa -dosa nya seolah menghantuinya setiap saat. Membuat tanpa sadar air mulai mengenang di pelupuk matanya. Buru-buru ia seka tanpa di ketahui oleh kedua sahabat dekatnya.

__ADS_1


Ia berlalu ke kamarnya dan membawa kotak alat-alat fotografi, memasang flash eksternal..memeriksa sim card memory, baterai,tripod dan menyiapkan charge nya.Lalu memasukkan semua ke dalam tas kamera berbentuk backpack.


***


__ADS_2