Lembayung Senja

Lembayung Senja
Sedih yang Tak Berperi.. Penderitaan yang Tak Berkesudahan..


__ADS_3

Ibu Senja


Setelah menempuh perjalanan sekitar 17 jam dari DPO Denpasar menuju Bandara Leonardo Da Vinci di Fiumicino Roma Italia.Akhirnya aku sampai.


Jarak dari bandara Fiumicino ke pusat kota Roma Tiburtina hanya sekitar 30 kilometer , dan cara termudah untuk pergi dari bandara ke kota adalah dengan kereta api. Orang Italia umumnya menghubungkan bandara mereka dengan kota-kota melalui jalur kereta api.


Dan menemukan stasiun kereta api di wilayah terminal cukup sederhana karena banyak tanda yang menunjuk ke arahnya. Oleh karena itu, meskipun ini pertama kalinya berada di bandara utama di Roma,kita tidak akan bisa tersesat.Hanya saja.. perlu persiapan buku pintar atau kamus Indonesia - Italia untuk memudahkanku bertanya. Minimal menguasai dasar bahasa Inggris.


Aku sedang berdiri. Melihat jam yang menggantung di antara peron kereta api. Ini sudah lewat tengah malam dan aku sendirian di negara asing. Mencari taxi untuk menuju hotel yang sudah di reservasi oleh bos Carlos.


Tin.. tin..


Sebuah taxi berhenti tepat di depanku, dan aku memintanya agar mengantarku ke hotel xxx. Ia mengangguk dan membukakan pintu penumpang.


Di sepanjang perjalanan.. ia terus mengajakku mengobrol memakai bahasa Inggris, dan untung saja aku mengerti sedikit-sedikit. Tiba-tiba supir itu menawariku sebotol air mineral dan aku menerimanya begitu saja lalu meminumnya tanpa merasa curiga.


Seketika kepalaku sangat pusing.. dan pandanganku mulai kabur. Setelah itu yang kulihat semuanya menjadi gelap.


***


"Wake up!! " Seseorang menendangku lalu menggoyang-goyangkan bahuku.


Deg.


Aku terbangun, dan mendapati diriku tengah berada dalam satu ruangan yang besar dan begitu banyak orang. Kaki dan tangan mereka terikat, sama sepertiku.


Aku tak bisa bertanya ataupun mengobrol dengan salah satu dari mereka karena mulutku di tutupi lakban.


Dimana ini? mengapa banyak orang dari berbagai negara? dan semuanya adalah perempuan.


Aku sama sekali tak ingat berapa lama aku pingsan. Hanya saja, terlihat pakaian ku sudah lusuh dan berantakan.


Dimana koper dan barang-barangku?


"Nggh.. Ngghh.. " Seorang gadis berwajah oriental meronta dan berusaha melepaskan ikatan tangan nya.Tapi seorang pria asing berperawakan tinggi memukulnya pakai tongkat kayu dan meneriakinya dengan bahasa Itali.


Beberapa orang membuka ikatan kaki kami bergantian lalu semua di perintahkan untuk berdiri. Di giring untuk berjalan menuju suatu tempat yaitu pelabuhan. Kami di giring layaknya binatang lalu di paksa untuk masuk ke sebuah kontainer atau peti kemas yang besar.


Entah apa yang di masukkan oleh mereka pada makanan kami, saat aku sadar.. ternyata kami telah menyebrang dan sampai di sebuah pelabuhan asing, setelah sebelum nya di angkat dari atas kapal dengan menggunakan crane dan sling kapal ke daratan terdekat di tepi kapal yaitu sebuah dermaga, kemudian dari dermaga dengan menggunakan lori, forklift, dimasukkan dan ditata ke dalam gudang terdekat.Dari sini di angkut lagi menggunakan sebuah truk trailer.


Kami benar-benar di perlakukan layaknya barang atau binatang dengan seenaknya.


Dapat ku tarik Kesimpulan, bahwa ini adalah sebuah perdagangan manusia,Global Human trafficking.Berkedok perdagangan ekspor import antar negara. Dan sudah pasti kami di selundupkan dengan mulus karena adanya kerjasama antara sindikat mafia.


Aku sudah tidak tau lagi harus berbuat apa.Mendapatkan perlakuan kasar.. di hina, di bentak, di pukul dan masih banyak lagi tindak kekerasan fisik yang kami terima dan makian dalam bahasa asing yang aku sedikit mengerti.


Kami di kumpulkan di dalam sebuah ruangan besar, tanpa alas tidur..makanan ataupun pakaian yang layak.

__ADS_1


Kuperhatikan Satu-persatu wajah-wajah korban dengan seksama, dan bisa ku kenali disana ada 2 orang yang memiliki ciri-ciri fisik sama denganku, mereka sepertinya berasal dari Asia tenggara sama sepertiku. Sedangkan yang lain kebanyakan berasal dari Asia Timur seperti Korea, Tiongkok, Jepang dan banyak lagi terlihat dari tekstur wajah oriental yang di miliki mereka.


Beberapa orang asing berkumpul dan membicarakan sesuatu, ironis nya.. kulihat disana ada seorang wanita cantik yang kuyakini ia adalah seorang warga negara Indonesia sama sepertiku.


Kami di kelompokan, dan dalam satu kelompok berjumlah sekitar 10 orang. Aku sekelompok dengan 2 wanita yang tadi aku yakini masih serumpun denganku.


Setelah di kelompokkan, kami di giring lagi sebuah truck kecil dan membawa kami ke penderitaan yang sebenarnya.


Iyah.. kami di jual sana-sini dan di jadikan budak s** para pria asing yang memang menyukai wanita Asia. Kami di gilir ke satu tempat ke tempat lain nya seperti Manhattan.. Chinatown.. Queens, Brooklyn,Bay side,New London dan Fooxwoods.


Dari casino negara A ke club negara B.. hingga berlangsung selama 3 tahun lamanya.


Aku hancur... aku sudah tidak punya lagi tujuan hidup. Hingga pada suatu hari, aku berhasil melarikan diri dengan melompat dari jendela kaca kamar mandi hotel.Tanpa alas kaki aku berlari kesana kemari dan mencari informasi pihak berwajib yang bisa aku mintai pertolongan.


Aku pun langsung melaporkan kasus ini ke polisi setempat, tapi mereka tidak mau membantu. Datang ke konsulat KJRI New York tapi aku tetap di perlakukan sama. Aku di anggap memang disini untuk mendapatkan keuntungan dan sengaja menjadi pela***.Ada juga yang berpikiran bahwa aku hanya seorang tunawisma yang ingin meminta-minta.


Aku tidak mempunyai uang dan tempat tinggal,tak mempunyai kenalan.. tak ada tempat untuk sekedar berkeluh. Kadang kala, aku tinggal di sebuah subway dan di taman-taman sekitar. atau terkadang tidur di lorong atau gang sebuah toko.


Hingga akhirnya ada orang baik yang menolongku dan melaporkan semua pada FBI dan mereka mengontak polisi, akhirnya kasusku di tangani.


Setelah mengurus semua dokumen,dan menjadi saksi atas tindak kejahatan sindikat mafia ini akhirnya aku di pulangkan ke tanah air.


Pimpinan sindikat pun tertangkap, dan akhirnya puluhan wanita berhasil di bebaskan.


***


Pulang dengan harapan memulai dengan harapan yang baru hanya sekedar khayalan.. karena pada kenyataan nya, bos Carlos menagih semua hutang-hutang yang jumlah nya sekarang sudah lebih dari 10 kali lipat. Setelah di tanah air, aku tak bisa kabur kemana-mana karena jaringan dan koneksi bos Carlos sangat luas.


Aku ingin mati saja.


Ancaman, tindak kekerasan..pelecehan, hinaan dan makian.. semua yang ku alami hingga detik ini adalah untuk melunasi semua hutang yang tak terhitung jumlahnya.


Kepergianku ke Italia bukan membawaku pada kebahagiaan.. tapi pada juram kenistaan dan kemaksiatan.


Kesedihan yang tak berperi..


Penderitaan yang tak berkesudahan.


Aku yang berlumur dosa.. kotor dan hina.


Flashback off


***


Senja


"Ibuuu.. ibuuu.. maafkan Senja bu.. maafkan anak durhaka dan tak berbakti ini, yang sudah membuat hidup ibu menderita..! "

__ADS_1


Hatiku remuk redam.


Hancur berkeping-keping mendengar semua penuturan ibu. Entah terbuat dari apa hatinya? hingga sanggup menjalani penderitaan yang menyakitkan ini.


Ibu.. ibu.. ibu..


"Ngga.. bukan kamu yang salah.. ini semua salah ibu.. papuq inaq meninggal mengalami penyakit jantung karena sedih dan syok atas semua yang ibu lalui.. inaq meninggal karna kesalahan ibu.. heuuhhhe... huuuuh.. " Ibu menahan isak tangis yang menyayat hati.


Aku langsung mendekap erat ibu ke dalam pelukan.


"Senja janji bu.. Senja janji akan membebaskan ibu dari bajing** itu! "


Ibu hanya mengangguk dengan bahu naik turun menahan tangis nya. Akhirnya pecahlah tangisan nya dalam dekapanku dan ibu pun menangis pilu.


***


Lembayung


Ceklek.


Suara pintu depan rumah terdengar, tandanya suamiku telah pulang dari shalat subuh berjama'ah di masjid terdekat.


Ku dengar, ibu memanggilnya dan menuntunnya ke kamar sebelah. Aku keluar dari kamar, karena ingin buang air setelah menyelesaikan membaca Al-Qur'an beberapa ayat dan membaca artinya.


Pintu kamar ibu tak tertutup rapat, hingga akhirnya aku memutuskan untuk menutupnya.Tapi....urung.


Aku terpaku..


Mendengar semua penuturan ibu.


Tak bisa berkata apa-apa.


Hanya merasakan perih dan nyeri di ulu hati.


Ibu.....


***


-


-


-


Notes untuk diri author pribadi.. Astaghfirullah.. terkadang suka menilai dan memandang orang dari cover dan luar nya, tapi banyak banget kejadian mengerikan yg seperti Iin alami ini terjadi juga di dunia nyata lho.. banyak sekali orang melakukan kejahatan ataupun pekerjaan yang menurut kita memang 'buruk'.. tapi tanpa kita tahu apa sebenarnya yg terjadi dan ia alami di balik semua nya. Ada karna tuntutan ekonomi.. ada yg terpaksa.. ada yg trauma.. dan masih banyak lagi.


Semoga para readers disini selalu bahagia..selalu sehat dan selalu dalam Lindungan-Nya..

__ADS_1


Aamiin Allahuma aamiin...


Ambil baik nya dan buang buruk nya ya readers... 💕💕


__ADS_2