Lembayung Senja

Lembayung Senja
"Qotrunnada Yamuna Abdullah"


__ADS_3

Senja


"Ooeeekkk... ooeeek... "


"Selamat pak... anak nya perempuan, Alhamdulillah lengkap... cantik sekaliiii.. Ma Syaa Allah...." Dokter Anna menggendong sosok mungil itu, sosok pucat pasi berlumuran lapisan tebal berwarna putih serupa keju yang menutupi kulitnya.


Ia adalah anakku.


Bidadari kecilku..


Aku tak kuat lagi menahan derasnya butiran airmata yang mengalir dari kedua pelupuk mataku.


Rasanya genggaman kuat jari-jari Lembayung dan sedikit cakaran yang menyisakan luka di pergelangan tanganku ini, tak ada apa-apanya di bandingkan dengan perjuangannya melahirkan anakku.


"Sayaang.. Lembayung...Alhamdulillah.. liat anak kita udah lahir..."


Lembayung hanya membalas dengan senyuman getir.. dia tampak sangat kelelahan.Peluh keringat membanjiri seluruh wajah nya.


"Kamu istirahat ya.. " Kataku sambil mengecup pucuk kepalanya berulang kali. Dokter Anna dan dan para suster tersenyum melihat interaksiku bersama Lembayung.


Terlihat salah seorang suster sedang memberikan gunting pada rekannya, kemudian yang lain mengambil dan selanjutnya memotong tali pusar anakku. Sedangkan rekan suster yang lain sedang membersihkan hidung nya menggunakan nasal aspirator.


Kemudian, anakku akhirnya di pindahkan ke tempat lain agar lebih mudah saat dibersihkan.


Dokter Anna membesihkan sisa plasenta, dan istriku kembali memekik pelan.


Retensi plasenta adalah kondisi ketika plasenta atau ari-ari tidak keluar dengan sendirinya atau tertahan di dalam rahim setelah melahirkan.


Sambil meringis, ia tersenyum dan menatapku.


"Makasih Lembayung.. istriku.. aku ga tau harus bilang apa.. "


Lembayung hanya terdiam, ia memandang dan menatapku semakin lekat. Airmata mulai mengalir dari kedua jendela hatinya. Ia menangis tersedu serta bahu nya naik turun.


"Aku... aku.. baru tau Senja... begini rasanya menjadi seorang ibu... "


"Iyah sayang.. itu kenapa posisi seorang ibu mulia.. " Aku menguatkan hatinya dan mengecup punggung tangannya.


"Mamaaah Ayung sayang banget sama mamah... " Ia melihat ke arah pintu.


Mamah dan papah baru saja tiba dari Surabaya, langsung masuk ke dalam ruangan persalinan dan menghampiri Lembayung yang masih tersedu sedan.


"Maafin Ayung ya mah... kalau Ayung selama ini banyak salah sama mamah dan papah.. "


"Ayung anak shalihah mamah... ngga sayang.. Ayung anak yang baik. " Mamah mengusap kepala Lembayung sambil memeluknya erat.


"Ya sudah.. kamu harus istirahat...mau makan apa? nanti mamah pesankan. "


"Dimana bayi nya?" Tanya papah, karena tidak melihat anakku di ruangan.


"Sedang di tes Apgar pah.. tim medis sedang memeriksa organ vital nya. warna kulit, denyut jantung, respon refleks, pernapasan serta otot. Ada masalah atau tidak. " Jawabku sambil menghampiri Lembayung.


"Ibu Lembayung... anaknya cantik sekali... barusan sudah di ukur kepala, dan tinggi serta berat badan nya. Aku sudaah bersih nih bundaaaa... " Dokter Anna menghampiri kami dan menggendong putriku yang sudah mengenakan baju.


"Lahir tanggal 21 Oktober pukul 06.18 WIB.... berat 3,15 kg dan tinggi 50 cm.. " Sahut suster paruh baya yang tadi membantu berlangsung nya proses bersalin.

__ADS_1


"Ayoo bu... IMD dulu yaa.. biar bayi mengenali sumber penghidupan nya nanti... " Kata dokter Anna lagi, sambil menyerahkan anakku kedalam pangkuan Lembayung.


"Kalau begitu.. mamah sama papah keluar dulu ya, menemui ibu mu..Senja... temenin istrimu dulu.. " Kata mamah, sambil menggandeng tangan papah dan berlalu meninggalkan ruangan.


Lembayung berkaca -kaca, ia memandangi sosok mungil itu lekat-lekat tanpa berkata apa-apa.


"Sayang.. " Aku mengelus kepalanya, ikut memandangi betapa menakjubkan nya makhluk cantik itu mengerjap -ngerjapkan mata.


"Ini anak kita Senja... aku masih ga nyangka... apa aku sedang bermimpi? beberapa waktu lalu dia masih ada di dalam perutku.. sekarang bisa ku peluk.. "


"Iyah sayang.. liat, dia cantik banget kaya kamu.. "


"Tapi Hidungnya kaya hidung kamu kata aku juga.. Oh iyaah.. adzani dulu.. " Ia hendak menyerahkan anakku ke dalam pangkuanku.


"Ta.. tapi.. dia kecil banget.. aku takut nyakitin dia sayang.. aku ga bisa ngegendong.. aku belum pernah.. "


"Gapapa.. pasti bisa... bayi baru lahir emang keliatan rapuh.. tapi kamu pasti bisa!"


"Ayo gapapa di gendong aja pak.. " Salah seorang suster menginterupsi.


Aku pun akhirnya menggendong anakku dengan sangat hati-hati dan lalu mengadzani, sambil berbisik di telinga nya. Ia menggeliat dan mengerjap lagi.


"Eh.. " Aku terperangah, tingkah nya lucu sekali saat mendengar suaraku mengumandangkan adzan dan iqomat.


"Sayang aku kembaliin ke kamu yaa.. aku takut dia nanti sakit badan kalau aku yang gendong.. "


Lembayung terkekeh, "Ya ga akan lah.. ada-ada aja kamu mah! " Dengan pelan dan hati-hati ia mengambil anakku dan menggendong nya.


Lembayung membuka kancing bagian depan nya.


Suster membantu membukakan kancing baju anakku hingga badan depan atas nya menyentuh dada Lembayung skin to skin.


Betapa besar Kuasa Allah Sang Pemilik dan Pencipta Kehidupan.


Lagi dan Lagi... aku sangat takjub dengan semua pemandangan yang ada di depanku.


"Assalamu'alaykum baby... welcome sayang.. you know? This is the best phase with full of experience in umma life..." Sambil tersenyum memperhatikan anak kami, Lembayung berkaca-kaca.


(Assalamu'alaykum baby.. selamat datang.. kamu tau ga? Ini adalah fase terbaik yang penuh dengan pengalaman didalam hidup Umma).


"Aku pernah baca, You know what the great thing about babies is? They are like little bundles of hope.


(Kamu tahu apa yang hebat tentang bayi? Mereka seperti bundel kecil harapan )


"Aku berharap ia akan menjadi penyejuk mata dan hati kita... " Katanya sambil mengelus kepala putri kecil kami yang masih meronta mencari ASI.


"Lucu banget yaa.. liat deh.. Oh iyah.. Nama anak kita bagaimana? " Tanya Lembayung menatap ke arahku.


"Mhhmm.. masih tetap seperti rencana kita... "


Ceklek.


Pintu terbuka, papah.. mamah dan ibu berjalan menghampiri kami yang sedang asiik memperhatikan bidadari kecil kami.


"Ma syaa Allah.... incu mamaaaah... " Mamah begitu antusias dan langsung mendekat berdiri di samping Lembayung, di susul ibu. Lembayung buru-buru mengancingkan lagi baju nya dan baju baby E.

__ADS_1


"Ma syaa Allah.. cantik sekali cucu ibuuu.. "


"Sini papah mau gendong.. " Papah menginterupsi.


"Eh.. sana papah cuci tangan dulu! jangan asal gendong bayi! " Mamah mengomel dan di balas dengan anggukan oleh papah.


"Sebelum papah yang gendong,mamah mau gendong duluan ya.. setelah itu Iin.. " Dengan wajah berseri mamah mengambil dan menggendong baby E. Ibu berdiri di sebelah sambil matanya berkaca-kaca.


"Iin ga nyangka teh.. di usia In udah punya cucu.. ya Allah... cantik banget siih! " Ibu terlihat gemas melihat anakku."Coba In mau gendong sebentar teh.. "


"Hati-hati In.. "


"Assalamu'alaykum cantik... cucu Omah.. "


Aku tertegun melihat ibu menggendong anakku. Pasalnya.. aku menjadi ingat masa-masa dimana ibu mengalami depresi setelah melahirkanku dulu.


Ibu.. meskipun waktu kecil ibu tak bisa menggendong.. mengAsihi.. menyuapi dan mengurusku.. tapi aku tau kalau ibu menyayangiku.


Aku terharu.. melihat betapa mata ibu ber berbinar dan memancarkan cahaya kasih sayang untuk anakku.


"Papah mau gendong? " Tanya mamah, saat papah kembali dan mendekat ke arahku.


Papah menganggukkan kepala. Mamah mengambil baby E dari gendongan ibu.. lalu menyerahkan nya pada papah.


"Ma syaa Allah... cantik sekali.. mirip kamu Senja! tapi matanya kaya Ayung... kamu sudah memberi nama? " Tanya papah menoleh ke arahku.


Aku mengangguk.


"Siapa namanya iniiih cucu papah yang shalihah ini?" Papah menggoyang-goyangkan tangan perlahan seperti sedang menganyun-ayun.


"Namanya Qotrunnada Yamuna Abdullah.. " Aku mengucapkan nama anakku dengan lengkap.


"Ma Syaa Allah..bagus sekali namanya.. artinya apa? " Tanya mamah sambil berdiri di samping papah.


"Hamba Allah seorang perempuan seperti tetesan embun yang sangat suci.. " Jawab Lembayung sambil tersenyum dan menatap ke arahku, aku membalas senyumannya lalu meraih tangan dan menggenggam nya.


"Ya Allah bagusnya.. semoga menjadi anak shalihah ya sayaaang... panggilan nya apa? Mhhhmm.. Nada? Atau Yamuna? " Tanya mamah lagi penasaran.


"Embun... " Aku dan Lembayung menjawab secara bersamaan. Lalu sekali lagi kami saling menatap dan melempar senyuman penuh arti.


Embun...


Anakku...


Pertama kali Allah dulu menaburkan benih pada rahim umma mu memang di kala Senja dan saat hujan turun membasahi bumi.


Baba dan umma mu pun di lahirkan pada saat Lembayung Senja menghiasi langit petang.


Tapi Allah tak hanya menciptakan keindahan alam sebatas sore hari..


Kami berharap kamu tumbuh sebagai penyejuk mata dan hati kami.Setelah gelap nya segelap masa lalu babamu ini tenggelam...Malam berganti dan di gantikan oleh terangnya cahaya mentari..


Kamu lahir disaat semua menyambut hari..


Embun..

__ADS_1


Semoga engkau tumbuh menjadi Hamba Allah yang cantik.. cantik paras mu, akhlakmu dan hatimu.. Tumbuh menjadi gadis yang suci menjaga kehormatan diri... sesuci dan sebening embun pagi.


***


__ADS_2