
Lembayung
"Sehari setelah melahirkan.. kami pulang ke rumah.."
"Mamaaah.. " Aku memeluk mamah dengan erat.
"Ini foto kalian berdua waktu bayi.. " Mamah membuka lembar demi lembar.
"Mamah dan tante Iin dulu kalau beli perlengkapan bayi suka sama hanya beda warna.. hihhi.. pasti mamah pilih warna pink, karna saat di USG jenis kelamin utun yang mamah kandung itu perempuan.. itu kamu teh! "
"Dan tante Iin pasti pilih warna biru.. katanya, kalau biru itu bisa di pakai oleh laki-laki dan perempuan. "
"Pantas saja waktu mamah ketemu Senja kemaren,mamah langsung meluk dia !"
"Iyaah.. mamah ga nyangka, Senja udah besar ! terus jadi ganteng banget! tapi yaa pantes sih.. ayah nya italy. "
Kesan pertama saat orang yang baru pertama kali liat Senja itu, pasti bilang ganteng.
Memang iyah sih..
Ehh?
"Ussh.. mamah ih! teruus ayah nya Senja sekarang dimana mah? " Tanyaku penasaran.
Mamah menggeleng."Katanya.. tante Iin di tinggalin sendirian di Jakarta sebelum tau ia hamil.. mamah sangat prihatin dengan keadaan tante Iin waktu itu.. " Mata mamah mulai berkaca-kaca kembali.
"Makanya.. saat papah bilang kalau udah nemuin tante Iin, mamah langsung kaget.. dan yang lebih kaget lagi.. ternyata anaknya malah kabur sama anak mamah! "
Aku mengerucutkan bibirku. "Ehhmm.. itu.. itu Ayung lagi sedih mah.. Senja cuma ingin ngehibur.. karna Radith ternyata.. "
"Ya sudah.. yang sudah terjadi jangan di ingat-ingat lagi!"
"Papah tau dari mana kalau Senja itu anaknya tante Iin mah? "
"Kamuu mah teh.. kaya yang ga tau papah.. ! jadi, saat di Bali papah di beri tahu oleh pak Rahmat, kalau teh Ayung di bawa kabur sama Senja.. papah sangat emosi dan mencari segala informasi dan data keluarga Senja. Awalnya papah memang marah sekali.. tapi berusaha menahan diri setelah tau kalau Senja adalah anak dari tante Iin yang kami cari belasan tahun ini.. "
"Akhirnya papah minta pendapat Akung.. dan menceritakan semuanya dari awal, akung berpendapat dan memberi nasehat pada papah..yang ujung nya adalah menikahkan kalian. "
"Tapi mah.. Senja itu.. terkenal berandalan di sekolah.. troublemaker sama temen-temen nya itu.. apa mamah setuju Ayung nikah sama dia? "
"Anak mamah yang shalihah.. mamah juga di beri tahu oleh papah bagaimana sebenarnya kelakuan Senja dulu. Tapi.. akhir-akhir ini Senja sudah berubah.. pak Rahmat juga bilang begitu, dan beliau juga di beri tahukan oleh pak Syarif kalau Senja hampir setiap hari belajar agama pada beliau. "
"Yang terpenting ia kini sudah menjaga shalat 5 waktu, pondasi agama yang wajib dilakukan setiap muslim.. belajar mengaji dan membaca Al-Qur'an. Kedepan nya mamah yakin ko.. Senja bisa lebih baik lagi.. asalkan lingkungan di sekitarnya mendukung dan memberi contoh yang baik! kita kasih dia kesempatan yaa.. "
"Iyah mah.. Ayung juga merasa sih.. akhir-akhir ini Senja berubah. Dan yang Ayung suka.. selama 3 hari dengan dia, ga pernah sedikitpun ia kurang aj** sama Ayung, dia ngejaga dan ngelindungin Ayung. "
Mamah tersenyum dan mengusap pucuk kepalaku.
"Mungkin ini memang sudah menjadi takdir kalian berdua.. Ya sudah.. sekarang ayo kita diskusi masalah pernikahan kamu! "
"Haah? diskusi apa mah? "
__ADS_1
"Lho.. kamu memang ga mau pakai wedding dress nanti? besok kita hunting ke butik langganan mamah ya.. "
Aku mengangguk setuju.
"Mamah mau ke kamar dulu ya sayang.. besok siap-siap ketemu tante Iin. "
"Iyah mah.. "
Mamah bilang wedding dress, kenapa hati aku jadi Deg-degan begini ya?
Every girl has that perfect plan of what her wedding dress would be like..
Waktu kecil, wedding dress impianku adalah gaun Cinderella.. like a fairy tale princess.
But.. now I have any idea..
Karena semua ini dadakan dan diluar dugaan.
Drrrt.. Drrt..
1 message unread
Aku mengerutkan kening, ini kan nomor baru.. semua nomor yang ada sim card udah ga ada. Siapa yang mengirim pesan?
08xxxxxxxxxx : Assalamu'alaykum Lembayung.. Senja.
Aku membelalakan mata. Oh my.. dia ko tau nomor aku? Yang baru aku kasih tau cuma Gadis, Nindy dan Risa.
Oh iyah yaa.. kan dia yang beliin sim card baru waktu di Bali..Akupun langsung save nomor nya.
Lama mengetik pesan...
Lembayung : Wa'alaykumusalam.. Hai Senja!
Send.
2 menit..
5 menit..
10 menit..
Tak ada balasan lagi.
Tapi sudah contreng biru. dia udah baca.
What?? jadi ini maksud nya bagaimana? dia cuma ngasih tau nomor dia ya? Sudah? begitu saja?
Dan kenapa aku mengharapkan balasan dari dia?
Aku ga ngerti!
***
__ADS_1
Senja
"Assalamu'alaykum .."
Tadi pagi-pagi sekali, aku sudah menjemput ibu di Husein. Langsung meluncur kemari, dan sekarang disinilah kami..
Rumah Lembayung.
"Wa'alaykumusalam.. " Jawab seseorang di dalam sana.
Ceklek.
"Eh..! " Lembayung membuka pintu ,terbelalak sambil mengucek matanya. Dia masih memakai piyama tidur dan kerudung hitam instan yang miring dan bentuk nya tak teratur,ini adalah pertama kali nya aku melihat ia memakai pakaian rumah yang santai.
"Lembayung, kami kesini.. "
"Eh... tante... " lembayung memotong ,lalu menyambut tangan ibu dan mencium punggung tangan nya.
"Tante.. silahkan masuk.." Ia buru-buru menarik tangan ibu dan membawa ibu menuju ruang tamu. "Silahkan duduk tante.. mhhmm.. maaf, aku mau tinggal dulu sebentar ya tante!aku panggilin mamah dulu.. " Ia berlari dan meninggalkan kami di ruang tamu.
Tanpa menyapaku.
Tapi tadi wajahnya merona.
Kenapa dia?
Ibu meremas ujung baju yang di kenakan nya berulang-ulang..terlihat sekali gugup.
"Iin... Iin... " Mamah Lembayung datang dengan tergesa lalu tiba-tiba memeluk ibu dengan eratnya.
Ibu hanya terdiam dengan mimik wajah yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Terpelanga.
"Iiiiiiin... teteh cari-cari kamu kemana-mana! beberapa tahun ini terus nyari informasi tentang kamu tapi hasilnya nihil in.. kamu kemana aja selama ini? "
"Teteeeehh?.. teteeeeh Fatimaaah? ini benar-benar teteh Fatimah? " Ibu melepaskan pelukan mamah Lembayung. Dan menatap nya lekat-lekat.
"Iyaah In. ini teteeeeh.. ini teteeeh! "
"Teteeeeehh... nnggg.. heuuuheeuuu.. " Tubuh ibu Limbung, menangis sejadi nya dan melorot ke lantai sambil tangan nya tetap menggenggam tangan mamah Lembayung.
"In rindu teeehh.. In ingin bertemu teteh tapi ga tau harus cari teteh kemana.. "
Mamah Lembayung ikut terduduk di lantai sambil kembali memeluk ibu.
Aku terkesiap melihat interaksi antara ibu dan mamah Lembayung. Sungguh pemandangan menyayat hati.
Ada apa ini? ternyata ibu mengenal mamah Lembayung?
Apa.. apakah yang pernah Lembayung ceritakan di Bali itu?
Benar..Ini benar.. tidak salah lagi ternyata ibu lah yang di cari oleh keluarga Lembayung saat kami berumur 7 tahun itu.
Tapi mengapa pada saat itu mereka tidak bertemu?
__ADS_1
Oh iyah aku ingat.. hari dimana kepalaku berdarah itu, saat ibu memaki ku. Si pria tua bangka ada disana, menyaksikan segalanya..Saat itu, ia tersenyum licik ke arahku. Apakah mungkin dia yang menyembunyikan ibu.. tidak salah lagi!
***