
Senja
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah sebagai siswa kelas 12..Aku sedang bersiap untuk berangkat.
"Senjaaa.. kamu jemput aku yaaa.. sarapan di rumah aku! tapi nanti turunin aku di belokan sebelum gerbang sekolah aja! "
Begitu kata Lembayung saat tadi malam di telepon.
Mhhmm.. sudah pasti ia tidak mau ketahuan oleh yang lain kalau kami sudah menikah.
Jangankan tau menikah.. mengetahui seorang Lembayung dekat dengan ku saja,mereka takkan percaya.
"Assalamu'alaykum.. " Aku mengetuk pintu rumah Lembayung.
Terdengar suara langkah berhamburan dan ia membuka pintu dengan tergesa.
"Wa'alaykumusalam... " Jawabnya, langsung menarik tangan, dan mencium punggung tanganku dengan lembut.
Ma Syaa Allah.. Alhamdulillah.
Aku hanya bisa mengucap penuh kebersyukuran, di pagi hari yang cerah ini.. aku di sambut bak suami yang pulang kerumah istrinya.
"Kamu mau nasi goreng atau roti? " Tanyanya, saat aku duduk di kursi makan.
"Nasi goreng.. "
Ia mengambilkan sepiring nasi goreng dan menyajikan nya di depanku. Lalu tak lupa juga mengambilkan segelas air putih.
"Gimana? enak ga? " Tanyanya dengan mata yang berbinar.
"Mhmm.. enak. " Jawabku datar.
"Ko cuma bilang gitu? itu nasi goreng buatan aku lhoo.. " Katanya bangga sambil tersenyum sumringah menampilkan dimple di pipi kanan dan kirinya.
"Oh yaa? ternyata masakan kamu enak.. kamu pinter masaak! " Pujiku, sambil memasukkan suapan besar ke dalam mulutku. Dan hanya 5 menit nasi goreng lezat buatan istriku itu tandas tak bersisa meski hanya remah nya saja.
"Kamu sukaaa? "
"Mhhmm.. "
"Kalau gitu aku mau bikinin sarapan tiap hari buat kamu yaaa.. tau ga? ini aku dari habis subuh udah mulai masak tauu.. demi bisa bikinin sarapan buat suami! hehehe.. " Ia terkekeh.
"Makasih yaa.. " Aku hendak meraih tangan nya.Tapi urung..
"Teteeeeh.. " Tiba-tiba Bintang datang dari arah tangga. "Aku mau nasgor nya ihh.. masa cuma a Senja aja yang di bikinin.. pilih kasih teteh mah! " Gerutunya sambil berjalan menghampiri kami.
"Hehheh.. maaf dek.. udah abis, teteh juga mau makan roti da.. nih hayu teteh bikinin, mau rasa apa? kacang atau strawberry? "
"Huuh.. kacang aja! " Bintang mendengus.
"Enin mana? " Tanyaku, karna tak mendapati enin sedari tadi aku sampai.
"Enin mah jam segini masih ngaji di kamar a.. " Ucap Bintang sambil memakan roti dengan suapan besar.
"Pelan makan nya dek! "
"Mhhmm.. abis enak roti bikinan teteh mah.. apalagi kalau di bikinin nya 2.."
"Bikin sendiri! Udah yuuk.. aku udah selesai..bisi terlambat!"Ajaknya, sambil memakai tas nya.
"Kenapa ga bareung aja pake mobil, biar aku ada temen..! " Sungut Bintang.
"Ngga akh.. lebih suka pake motor teteh mah..lebih cepet! "
"Lebih cepet atau karna di bonceng sama suami? Hihiii.. " Ledeknya.
Aku hanya tersenyum.
__ADS_1
"Week.. dua-dua nya! daaah Bintang! "
***
"Kelas kamu di dekat perpus ya? " Tanya Lembayung, kami kini sedang berada di atas motor.
Aku mengangguk.
"Lumayan jauh dari kelas aku dong! " Keluh nya.
"Pegangan..aku mau agak ngebut karna sebentar lagi masuk! " Kataku sambil menarik sebelah tangan nya dan menyimpannya di pinggangku.
"Ehh.. " Ia terperanjat. Lalu akhirnya melingkarkan kedua lengan nya di pinggangku dengan ragu.
Aku hanya mengulum senyum, ku lihat dari kaca spion wajahnya memerah dan pipinya merona.
Saat di lampu merah, ia langsung melepas dan melirik ke kanan kiri khawatir ada yang melihat.
"Pulang nya aku bareung temen-temenku boleh ga Senja? " Tanyanya, sambil membetulkan kerudung yang agak berantakan karena helm.
Aku mengangguk dan sambil membantu merapihkan kerudung nya yang agak kusut.
"Duuh.. ini aku inner nya miring ga Senja? helm kamu tuh bikin kerudung aku melenyon! " Keluhnya.
"Melenyon? "
"Ini lho apa ya.. jadi ga tegak lengkungan pas dahi aku nya! tuh kan.. "
"Sini aku betulin! " Aku pun merapihkan kerudung nya,tapi beberapa helai rambutnya terlihat keluar.
"Tapi rambut kamu kelihatan.. pakai dulu jaket hoodie aku ya.. kamu betulin di toilet! "
"Oh yah? aku pinjem yaa.. " Dia pun memakai jaket ku dan menutupi kepalanya dengan hoodie.
"Aku duluan yaaa.. " Dia berjalan tergesa,lalu beberapa detik kemudian kembali lagi.
"Lupaaa.. " Dia mengulurkan tangan,lalu mencium punggung tanganku. "Minta ridho suami dulu.. " Katanya sambil nyengir lalu kembali berjalan dengan tergesa menuju gerbang sekolah.
Aku ridhoi kamu Lembayung.. semoga Allah senantiasa selalu memberikan mu segala kebaikan dan kebahagiaan..
***
Lembayung
"Ayuuuuung... " Nindy, Gadis dan Risa sudah ada di depan kelas menyambut ku.
"Kita ga sekelas.. " Keluh Nindy,lalu Gadis juga mengangguk.
"Yeess.. kita masih sekelas Yuung.. " Riang Risa.
"Gapapa deh kita ga sekelas.. tapi kita tetep soulfriends. " Kata Gadis.
"Eh.. kamu pakai jaket siapa? ko kaya jaket cowok? " Tanya Nindy.
"I-ini punyaa.. punya papah.. " Kataku bohong.
"Masa papah kamu punya jaket kaya gini? "
"Udah.. udah.. bentar lagi masuk, hayu ke kelas masing-masing. " Kata Gadis menengahi.
"Iyaah hayu.. "
Pelajaran pertama di mulai, Matpel pelajaran Biologi.
"Ris.. emang kita mau kemana pulang sekolah? " Tanyaku sambil berbisik, saat guru sedang menerangkan di depan kelas.
"Nindy ngajak kita hangout di cafe biasa..katanya kangen, abis liburan lama..pengen cerita-cerita. "
__ADS_1
"Ooh.. ok. "
Drrt.. Drrt..
Ponselku bergetar.Aku diam-diam mengambilnya daru saku kemeja.
2 message unread
Senja : Pulang sekolah, aku ngumpul sama Rian dan Dion. Boleh?
Senja : Kamu mau kemana sama temen-temen?
Aku melirik ke samping, dan Risa sedang memperhatikan guru di depan kelas.
Cepat-cepat ku balas pesan dari Senja.
Lembayung : Aku ke cafe biasa.. pulang nya jemput, bolehkah?
Senja : Of Course!
Aku mengulum senyum, lalu memasukkan kembali ponsel ke dalam saku.
"Jadi.. Perbedaan stuktur biji tumbuhan dikotil dan monokotil yaitu..kalau dikotil adalah biji yang memiliki 2 atau lebih keping biji, sedangkan biji monokotil hanya memiliki 1 keping biji saja.Selain dari perbedaan jumlah keping bijinya, perbedaan biji dikotil dan monokotil dapat dilihat dari struktur jaringan yang terdapat di dalamnya. "
Ibu Maya terlihat sedang menggambar beberapa buah biji kacang dan menuliskan nama bagian-bagian nya. Lalu membuat tabel perbedaan antara tumbuhan monokotil dan dikotil.
Aku kembali memperhatikan dengan seksama dan memulai pelajaran dengan semangat baru.
***
Di kantin sekolah.. pada jam istirahat.
Aku, Gadis, Nindy dan Risa sedang menikmati camilan sambil mengobrol tentang banyak hal.
Kulihat, di sudut sana Senja sedang duduk sambil memandangku dan tersenyum.
Aku jadi salah tingkah dan sesekali membalas senyuman nya.
Sambil mengingat nasehat-nasehat mamah sewaktu pulang dari Pasuruan, bahwa sebagai istri.. aku harus selalu menghormati suamiku.Menyiapkan keperluannya.. menghargai keberadaan nya, dan harus selalu ijin kemanapun aku pergi. Kata mamah.. kalau suami tidak ridho, maka malaikatpun ikut melaknatku. Mamah menerangkan tentang kewajiban dan hak-ku sebagai istri meski di usiaku yang masih sekolah.
Akupun mendapat banyak petuah dari Enin tentang perlu nya menjaga komunikasi antara suami istri agar tetap terjaga. Katanya berumah tangga itu tak segampang kelihatannya.. akan ada banyak badai dan ujian yang menghadang. Aku hanya harus kuat menghadapi walau apapun yang terjadi..
"Ayuuung.. kamu denger ga? ko kamu malah ngelamun trus senyum -senyum sendiri! " Risa menepuk bahuku pelan, membuyarkan lamunanku.
"Ehh.. apaan? sorry.. aku lagi inget waktu liburan di Pasuruan! "
"Ceritaaa dong Ayung.. dari tadi kita nyeroscos, tapu kamunya ga nanggepin! awas aja kalau nanti pulang sekolah pas kita hangout.. kamu ga cerita !" Ancam Risa.
"Iyaahh.. iyaahh.. nanti aku cerita.. tentang Pasir Berbisik.. " Kataku, padahal yang aku ingat adalah saat aku dan Senja berpegangan tangan sambil berjalan di atas pasir itu.
"Trus Kemana lagi? "
"Bukit kingkong liat sunrise.. indaaaaaah bangeet pokoknya! " Dan lagi-lagi yang ku ingat adalah saat Senja memasangkan cincin di jari manisku, sambil mengucapkan kata-kata romantis.
"Kan udah sering kamu kesana! ga bosen? " Cibir Gadis.
"Ngga.. kali ini mah bedaaa.."
Iyahlah jelas sangat berbeda..
Kenyataan nya.. liburan ke Pasuruan kali ini adalah moment yang sangat penting dan berharga, sekali seumur hidup dan sakral bagiku.
Disana, aku resmi menjadi seorang istri.
Dan Dia.. Senja.
Adalah Suamiku.
__ADS_1
Ridho nya adalah prioritasku sekarang. Karena dia sekarang adalah imamku di dunia dan akhirat.
Semoga.