Lembayung Senja

Lembayung Senja
72 Hours with You..


__ADS_3

Lembayung


Setelah beberapa kali berganti posisi tidur, aku masih tetap belum bisa memejamkan mata. Entah kenapa masih kepikiran tentang hal yang mau papah bicarakan tadi.


Akupun beranjak dari tempat tidur, lalu menuju ke kamar mandi. Memandangi wajah kusut ku di depan cermin wastafel .. membasuh nya,dan lalu berganti pakaian dan memakai pasmina.


Berjalan menuju ruang tamu, tapi tak temukan siapa-siapa di sana.


"Nin.. ko sepi? pada kemana ya? " Tanyaku pada enin yang sedang menata piring di meja makan.


"Eh geuliss.. tos gugah? (eh cantik.. udah bangun? )" Enin menghampiriku dan lalu memeluk ku.


"Ayung sehat? raray na meuni sepa kitu! (wajah nya pucat begitu!) "


"Masih lemas nin.. tapi Ayung ga bisa tidur! " Keluhku. "Nin liat ada cowok di ruang tamu ga tadi? mhhm.. itu yang tinggi orang nya! "


"Ada, lagi ngobrol sama mamah papah Ayung di ruang kerja papah. " Enin mengusap pucuk kepalaku penuh sayang.


"Apapun yang terjadi.. Ayung harus menerima yang sudah Allah gariskan, percaya pada Qada.. Ketetapan Allah Ta'ala yang bersifat azali kepada setiap makhluk-Nya, artinya itu sudah ada sebelum kelahiran atau keberadaan makhluk. Qada untuk seluruh makhluk Allah telah tercatat di Lauhul Mahfudz."


"Ayung ga ngerti nin.. enin ngomongin apa sih?semua orang nyembunyiin sesuatu dari Ayung? "


"Ya sudah.. Ayung sana temuin papah! "


"Iyah nin.. Ayung kesana dulu ya.. "


Enin mengangguk.


Aku mau mengetuk pintu,tapi dari luar mendengar samar-samar suara mamah yang seperti nya sedang menasehati Senja.


"Tante sangat percaya pada Ayung dan kamu.. tapi bagaimana kalau disaat iman kalian lemah, tiba-tiba setan masuk dan menggoda hingga bisa saja dengan mudahnya khilaf. "


"Tapi maaf tante... sa-saya dan Lembayung.. tidak punya hubungan apa-apa.. Lembayung tidak punya perasaan apapun pada saya, dan sudah pasti ia menolak. lelaki seperti saya tidak pantas bersanding dengan nya. "


Aku mengernyitkan alis. Semakin tak mengerti arah pembicaraan mereka.


"Kamu harus menikah dengan Ayung..! " Terdengar suara papah keras dan penuh penekanan.


Deg..


Ada apa ini?


Aku menikah dengan Senja?


Apa aku salah dengar?


Tak memperdulikan lagi tatakrama, akupun langsung membuka pintu ruang kerja papah.


Braaak.


"Apaaaaaa? Si-siapa yang akan menikah pah? "


"Ayuung.. "


Semua netra tertuju padaku.


"Ada apa ini? kenapa semua orang nyembunyiin hal besar ini dari aku? "


Aku menoleh ke arah Senja,ia sedang menundukkan kepala.

__ADS_1


"Ayung.. ayo sini duduk sayang, kami mau bicara!" Mamah beranjak dan menghampiriku. "Sini.. duduk dulu.! "


Aku menuruti mamah yang menuntunku untuk duduk di sofa, lalu memelukku hingga kepalaku menyender pada perut mamah.


"Mamah sama papah, memutuskan untuk menikahkan kalian berdua! "Kata papah tegas.


"Ta-tapi Ayung.. "


"Dengarkan dulu penjelasan papah! "Mamah mengusap kepalaku.


"Papah sangat marah saat mengetahui kamu kabur dengan Senja.. apalagi kalian adalah lawan jenis dan bukan makhrom.Berbagai macam pikiran berkeliaran di benak papah.. papah bingung! setelah papah berdiskusi dengan Akung kamu, beliau menyuruh papah menikahkan kamu dengan Senja!"


Deg.


Aku terperanjat. "Akung tau pah? " Tanyaku kaget.


"Papah yang bilang... karna papah bingung harus menghadapi kemarahan dan kekecewaan papah seperti apa, papah tidak mau berbuat sesuatu yang nanti nya akan papah sesali. Jadi papah meminta pendapat akung dalam kesalahan kamu yang menurut papah sangat besar! "


"Ayung minta maaf pah.. Ayung sangat menyesal dan benar-benar bersalah.. tapi.. apa ga da hukuman lain selain menikah? Ayung sama Senja ga pernah melakukan hal-hal aneh yang ada di pikiran papah.. Ayung berani bersumpah pah! "


"Tidak ada Ayung! selama ini papah selalu berusaha menjaga kamu dan Bintang dengan menyuruh orang untuk memantau kegiatan kalian. Agar kalian tidak sembarangan bergaul dengan lawan jenis. Sekaligus agar kalian lebih aman dan terjaga selama papah di luar negri. Papah pikir, karna usia kamu sudah 18 tahun.. kamu bisa mengetahui yang benar dan salah.. dosa atau tidak. memikirkan resiko apa yang akan terjadi bila kamu melakukan tindakan apatis seperti itu! "Papah menghela nafas.


"Ini memang kesalahan papah juga karna menyetujui kalian sekolah di sekolah umum. Tapi apa kamu lupa akan syarat utama itu? jangan pacaran! "


Aku menundukkan kepala dan mengakui telah melanggar peraturan papah.


"Jadi.. yang kamu sebut pacar itu, yang tadi ikut pulang bersama kita? "


"Iyah pah.. tapi Ayung udah putus ko sama dia pah.. Ayung menyesal karna melanggar janji pada papah! "


"Bagus.. papah harap kamu jangan pernah lagi bergaul dengan nya! dan papah juga ingin agar Ayung tidak membantah keputusan kami. "


Memang semua ini adalah kesalahan ku.


Aku yang pacaran, aku yang sakit hati lalu aku yang memaksa Senja untuk kabur bersamaku. Egois dan kekanak-kanakan.


Tuh kan! Baru sekarang kamu menyesal?


"Baik pah.. Ayung ikutin kemauan papah. "


Apa yang akan terjadi nanti?


Apa semua adalah mimpi? usiaku baru 18 tahun dan aku akan di nikahkan dengan si berandalan sekolah.


Tapi..


Bukankah ia sudah mulai mau berubah?


Ok Lembayung.


Let reality be reality. Let things flow naturally forward in whatever way they like.


***


Senja


"Baik pah.. Ayung ikutin kemauan papah. "


Deg.. Deg.. Deg..

__ADS_1


Hatiku berdebar mendengar Lembayung sudah menyetujui untuk menikah denganku.


Ohh Allah..


Aku tidak pernah berani, bahkan untuk meminta Pada-Mu Yang Maha Pemberi.


Apakah ini jawaban dari do'aku yang selalu meminta kebahagiaan?


Tapi padaku yang berlumur dosa ini? apakah aku layak?


Engkau sudah terlalu Baik dengan memberi ku rasa tulus ini, aku bahkan tidak pernah bermimpi bisa memilikinya.


"Pernikahan akan berlangsung di Pondok Pesantren Akung di Pasuruan, tapi kita menunggu ibu nya Senja dulu tiba di Bandung besok. Baru lusa kita langsung berangkat ke Pasuruan!"


Aku masih berusaha mencerna setiap detik yang berlalu.


"Senja.. ayo kamu ikut kita makan dulu ya! sekarang baru jam 10 pagi tapi tadi tante belum sempat sarapan karna nunggu kalian pulang. Ayuung.. ayo kamu juga makan dulu! "


"Baik tante.. "


"Iyah mah.. "


Kami beranjak keluar dari ruangan, dan menyisakan Lembayung yang masih termenung duduk di sofa. Aku berbalik.


"Lembayung.. " Aku menghampirinya. "Lembayung.. "


"Ehh.. mhhm.. iyah apa? "


"Kalau kamu mau menolak pernikahan ini.. aku bisa bicara dengan orangtuamu untuk membatalkannya. "


Ia menatapku dengan mata berkaca-kaca.


"Ini semua salah aku Senja.. kalau aku.. "


"Salah aku..kalau aku tegas, semua ga akan jadi begini akhirnya."


Ia menggelengkan kepala.


"Aku minta maaf yaa.. Lembayung.. karna kamu jadi harus menikah dengan orang sepertiku! "


Ia mendelik ke arahku. "Tuh kan.. kamu itu kenapa sih jadi orang suka insecure an gitu! orang kaya kamu gimana coba? semua orang juga pasti pernah ngelakuin kesalahan! tapi.. tergantung apa dia mau berubah dan belajar dari kesalahan nya atau ngga! " Kata Lembayung ketus.


Aku tersenyum menatap nya, ia sungguh baik..


Apa akan tetap seperti ini bila ia tau dosa-dosaku dulu?


"Kamu ga tau masa laluku.. " Kataku lirih, tak kuasa melanjutkan lagi.


" 3 days, I spend my time with you.. and my impression while 72 hours with you..mhhm.. I think.. actually you are a good person..! "


Aku menghela nafas panjang.


"Tapi.. "


"Udah akh.. jangan bahas itu! Ayo kita ke ruang makan, semuanya udah nunggu! "


Aku mengikuti langkah Lembayung dari belakang.


72 hours with you.. this feeling is more growing and growing up.. all over again.

__ADS_1


***


__ADS_2