
Lembayung
Setelah drama reunited antara mamah dan ibu Senja berakhir, kami semua kini tengah berkumpul di ruang tamu.
Aku melihat pemandangan haru itu hanya sebentar karena tadi setelah mempersilahkan Senja dan ibu nya masuk, aku langsung masuk ke kamar dan siap-siap membersihkan diri.
Ya ampuuuun Ayung malu banget!
Ketauan masih fillow face nya,mana pake kerudung instant ga tau gimana bentukan nya.. tadi buru-buru buka pintu jadi pakenya asal banget.
Aduuuh..!
"Baiklah.. karna semua sudah berkumpul disini, saya ingin membicarakan masalah pernikahan Lembayung dan Senja. Sesuai dengan amanat bapak saya, beliau berpesan kalau pernikahan di langsungkan di Pasuruan di pondok pesantren beliau. "
"Besok kita berangkat dari Bandung agak siang.. "
Semua yang ada di dalam ruangan hanya terdiam, termasuk enin di sampingku yang terus mengusap punggungku penuh sayang.
"Ayung.. papah mau bertanya, adakah mahar yang kamu inginkan dari Senja? "
Deg.. Deg..
Aku membeku, tak tau harus jawab apa. Pertanyaan papah sama seperti pertanyaan seorang guru kepada murid nya yang masih SD tapi di tanya rumus Phytagoras dan Trigonometri. Atau disuruh menerangkan tentang apa itu Mekanika Fluida dan Optika.
Ini pertanyaan yang sangat sulit..bagiku yang masih merasa belum pantas menyandang status 'istri' di usiaku sekarang.
"Ayung..? "
"Mmhhmm.. ehh.. Ayung.. ga minta apa-apa pah.." Kataku gelagapan.
Wait..!
"Ehh.. tapi ini bukan mahar pah.. Ayung cuma ingin Senja membacakan surat Al-Qur'an setelah Ijab Qabul. " Aku langsung menoleh ke arah Senja yang sedang menatapku. "Ar-Rahman atau Al-Mulk.. " Syaratku.
"Kalau begitu.. Senja.. Berapapun mahar yang akan diberikan untuk Lembayung, tidak masalah.. asalkan berasal dari harta halal. " Papah berhenti sejenak. "Sesungguhnya wanita paling besar barakahnya, adalah mereka yang paling mudah atau ringan maharnya ,dari Hadits Riwayat Baihaqi. "
"Anjuran untuk meringankan mahar ini tentu mempunyai tujuan dan hikmah. Hikmah yang paling tampak adalah mendorong yang muda untuk segera menikah dengan tanpa dipusingkan oleh biaya mahar yang tinggi."
"Bagaimanapun, bagi sebagian laki-laki, mahar yang terlampau tinggi mengakibatkan mereka tak mampu menikah. Hal yang demikian, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah sosial yang semakin rumit ke depan nya."
"Jadi tidak mengapa.. dalam hal batas minimal mahar, yang harus diberikan mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan,banyak ulama yang berbeda pandangan. "
"Apakah disini ada yang tau kisah sahabat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam yaitu Sayidina Ali yang memberikan mahar untuk puteri Rasulullah, Fatimah Az-Zahra..hanya dengan sebuah baju besi? senilai dengan 400 dirham. Padahal sahabat-sahabat yang lain sudah lebih dahulu meminang dengan nilai mahar yang fantastis..tapi Rasulullah menolak karena puterinya tak kunjung mengiyakan. "
"Ternyata Allah menjodohkan Fatimah dengan Ali yang tidak punya harta apa-apa,yang ia punya hanya keshalihan dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. "
Aku dan semua yang ada di ruangan ini mendengar semua penuturan papah dengan seksama.
"Kalau begitu.. sudah di putuskan ya, besok kita pergi bersama ke Pasuruan, dan seminggu kemudian pernikahan di laksanakan."
"Senja.. Om ingin memperkenalkan kamu dengan akung nya Lembayung, beliau katanya ingin bertemu dan berbicara sesuatu denganmu! "
"Baik Om.. " Jawab Senja singkat.
Baiklah Lembayung..
Let come what comes.. Let go what goes.. see what remains and Let it flow.
__ADS_1
***
"Ayuuuuuung.. " Nindy menerobos masuk ke dalam kamar lalu memelukku.
"Kamuuu ituuuu! " Gadis menatapku, dengan ribuan pertanyaan yang terlihat jelas dari sorot matanya.
"Kamu baik-baik aja kan Yung? ada luka kah? " Risa ikut memelukku dan memperhatikan tubuhku dari atas ke bawah.
"Alhamdulillah baik... baik ko girls! Nothings to worry about! "
"Kamu ga di apa-apain sama si Senja kan? " Tanya Gadis ketus.
"Ya ngga laaah! apaan sih Gadis! " Aku mendengus.
"Ya siapa tau dia macem-macem, awas aja tuh anak! " Gadis cemberut.
"Ngga ko temen-temenku sayang.. aku baik-baik aja dan ga kekurangan satu apapun.. sehat wal'afiat.. liat kan? "Aku memutar-mutar tubuhku.
"Alhamdulillah.. kita khawatir banget tau ga! kamu itu kenapa bisa nekad gitu sih Yung? "
"Mana pergi nya sama dia lagi... iyaah dia! GA NYANGKA banget aku tuh! " Lagi-lagi Gadis cemberut.
"Udah.. udah.. yang penting Ayung sehat..lagian ga mungkin lah si Senja macem-macem sama Ayung! "
"Yaa mana tau.. dia ga bisa bedain mana cewek baik sama mana cewek agresif! "
"Senja baik ko.. dia ga pernah berani macem-macem sama aku, malah di selalu nurutin semua keinginan aku! "
"Beneran? Ehh.. eh.. apa selama kalian bareung, apa dia sedingin seperti biasanya? " Tanya Nindy penasaran.
"Iyah.. aku tuh penasaran juga! " Risa ikut menimpali."Trus.. trus gimana awalnya kamu bisa pergi sama dia sih? "
"Jadi.. setelah kejadian kita liat ka Radith sama Carla di kamar itu, aku lari sambil nangis keluar hotel. banyak yang liat juga sih anak-anak yang lain.. mereka yang pada heran gitu liat aku nangis sambil lari! "
"Trus? ko bisa sama Senja? "
"Sebenernya.. aku kan udah pernah beberapa kali kan.. ketemu dia, naah.. waktu aku lari keluar hotel dan nangis di trotoar, dia negur dan ngejar aku. Trus ngehibur gitu.. "
"Masa sih? seorang Senja? " Gadis terheran.
Aku mengangguk. "Dia itu baik tauuu sebenernya! kita nya aja yang suka nilai orang dari cover atau cashing nya aja. "
"Truus.. emang beneran dia yang ngajak kamu kabur? kata yang lain begitu, ya kan Dis? Nin? " Tanya Risa.
"Hahhaaha.. kalian pasti percaya! " Kataku usil.
"Ya iyaalah kita percaya.. emang dia yang bawa kamu kabur, ga mungkin banget kan kamu yang ngajak?" Gadis mengernyit,bertanya lewat tatapannya.
"Kalian SALAH!! you are wrong! aku yang punya ide buat kabur dari rombongan dan maksa dia buat kabur bareung! "
"WHAT??? "
"Seriously? "
"Beneran? "
"Itu hal ter-absurd yang baru pertama aku lakukan.. Daan Surprise nya lagi.. baru pertama kali nya juga aku berpetualang dengan bebas kemanapun aku suka.. tanpa pengawasan! "
__ADS_1
"Oh my God Ayuuung! "
"Aku ga percaya! "
"Awesome! "
"He is really a nice guy..kalau sama aku bicara banyak dan ternyata orang nya hangat." Kata ku jujur.
"Masa sih Yung? "
"Let me guess! gimana kalau ternyata selama ini diam-diam si Senja itu pengagum rahasia kamu Yung! " Tebak Risa.
"Mana mungkin!! aku tuh bukan tipe nya dia banget tauuuu! liat aja Rania..atau siapa lagi yang dekat sama dia! tipe nya udah kaya selebgram atau selebriti..yang body nya kaya Miss Universe! "
"Ngga.. gue yakin banget! kalau dia ga ada perasaan sama kamu,ga mungkin dia mau berkorban buat kabur! bukan nya sekali lagi dia melanggar peraturan udah pasti di DO dari sekolah! " Kata Risa.
Nindy mengangguk mengiyakan.
"Eehh.. aya nu gareulis! " Mamah berdiri di depan pintu dan menyapa teman-teman ku.
"Tante.. apa kabar? " Satu persatu dari mereka mencium punggung tangan mamah.
"Alhamdulillah baik.. kalian? "
"Baik tante... " Semua menjawab serempak.
"Ayuung.. kita jadi ya sore nanti ke butik temen mamah untuk fitting!" Ucap mamah keceplosan.
"Ehh.. iyah mah. " Aku salah tingkah.
"Tante tinggal yaa.. " Mamah dengan polos nya meninggalkan kamar tanpa merasa salah berucap.
"Fitting? "
"Fitting baju apa Yung? "
"Ada acara apa? siapa yang hajatan Yung? "
Dan seperti biasa, mereka memang sangat kepo maksimal.
Ga mungkin aku cerita ke mereka kalau aku mau married dengan Senja kan? Trus tadi pagi baru membicarakan Wedding Plans kami.
"Ga ada ko! itu.. itu fitting buat acara temen mamah nikahin anaknya! hayuu ihhh buru kita cerita lagii... "
"Kamu kemana aja 3 hari kemarin di Bali sama Senja? "
"Ehh.. ke Bluepoint ga? "
"Nusa dua? "
"Aku kemarin beli oleh-oleh sampe bejibun tauu.. kalap! "
"Ihh aku dapet tas murah banget! "
"Aku naik fastboat.. "
Bla.. bla.. bla..
__ADS_1
Dan begitulah kalau cewek -cewek sedang bercerita.
***