
Senja
"Aku lupa Lembayung.. fast boat dari Sanur dan padang bai sudah berangkat dari tadi jam 09.30 pagi! " Aku menghampiri Lembayung yang sedang duduk. "Dan hanya satu-satu nya. " Lanjutku.
"Yaaaahh.. " Dia menunduk lesu.
"ada pelabuhan lain yang bisa kesana, tapi kalau ke Serangan memakan waktu 17 jam perjalanan dari sini, nanti nyampe di gili Trawangan besok. kita kan mau.. "
"Aku belum mau kembali ke rombongan! ayo dong Senjaaa..ya udah besok kita berangkat pagi dari padang bai.. sekarang kita ke hotel tempat kita menginap,atau kita jalan-jalan di sekitar sini aja, ya.. yaa.. yaa! " Lembayung mengerjapkan mata, hingga bulu mata lentik itu terlihat jelas begitu menghinoptis.
"Tapii Lembayung.. nanti semua orang khawatir.. kamu jadi tanggung jawabku karna kamu pergi sama aku! kita berkeliling di sekitar sini.. sore nya kita kembali ke rombongan! " Kataku lembut.
"Ga mau! "
Oh My.. baru kutau, sisi lain dari Lembayung yang lembut itu ternyata agak keras kepala juga.
Aku mendengus.
"Ok.. besok pagi kita ke Gili tapi sore nya pulang lagi! No debat! " Tegasku.
"Asyiiikkkk.. Ok deal! " Dia bersorak dan tersenyum manis padaku." Makasih Senjaa..! "
Mana bisa aku menolak permintaan nya?
Senja.. kenapa kamu begitu lemah!
***
Lembayung
"Kita ke Seminyak Village yaaa.. " Kataku bersemangat, saat menaiki motor dan duduk di belakang Senja.
"Belanja? "
"Iyalaaah.. "
"Baiklah.. "Jawabnya sedikit tak bersemangat.
Here we are.. Desa Seminyak.
Desa Seminyak terletak jauh di sisi jalan antara jalan makan Jalan Kayu Aya yang terkenal dan lingkungan villa mewah Jalan Kayu Jati, salah satunya adalah The Dusun Villas. Disinilah banyak merek-merek fashion populer yang tersebar di seluruh arcade lantai dua.
Seluruh arcade di Seminyak Village sepenuhnya ber-AC, dan saling terhubung oleh lift dan eskalator. Terdapat perpaduan yang baik antara pengecer lokal dan internasional. Merk-merk fashion terkenal dan butik desainer.
Di lantai atas Arcade merupakan salah satu tempat yang istimewa, kita bisa melihat pemandangan menakjubkan di atap teras yang indah, menawarkan pesona ombak dan matahari terbenam di Seminyak.
"Sepi yaa.. " Kataku menepis keheningan saat kami berdua keluar dari area Seminyak village.
__ADS_1
Ia hanya mengangguk.
"Aku ga jadi belanja.. bingung juga mau belanja apa! "
"Ke pasar tradisional gimana? kalau barang branded mungkin kamu udah banyak! "
"Boleh juga.. kemonn! "
Dan akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, sampailah kita di Ubud Art Market. Karena keunikan dari pasar tradisional di Ubud, salah satu film Holywood yang dibintangi Julia Roberts berjudul Eat Pray Love, mengambil lokasi syuting di pasar tradisional ini.
Setiap sudut pasar kental dengan gaya khas daerah Bali. Bahkan sepanjang jalur jalan pasar menjadi latar menarik untuk berswafoto. Wisatawan juga antusias untuk mengabadikan momen kunjungan berlatar produk-produk yang terpajang.
Hampir semua pasar seni tradisional di Bali menjual barang dagangan yang tidak terlalu banyak perbedaan. Barang dagangan yang tersedia di pasar seni tradisional seperti,Baju kaos yang dihiasi sablon topeng barong Bali,cincin serta kalung perak desain khas Bali,Kain pantai,Camilan khas Bali,Lukisan serta patung dengan ukiran khas Bali.
"Ini bagus ga Senja? " Sambil mencoba Floffy hats berwarna krem yang terbuat dari anyaman rotan.
"Baguus.. "
"Niih jadi sama kaya tas yang kamu kasih kan? lucuuu banget! "
"Itu lucuu sendalnya.. dompet nya juga ihhh.. Ma Syaa Allah banyak banget yang bagus.. jadi barieukeun!"
"Barieu.. keun? "Tanya nya heran.
"Artinya bingung milih yang mana karna hampir semua bagus! "
"Oohh.. "
Sedangkan Senja sedang duduk di bangku depan warung kecil dan sedang merokok.Mungkin ia sedikit bosan menemaniku berkeliling selama kurang lebih 2 jam. Ya begitulah kalau perempuan sudah belanja kan? apalagi kalau murah tapi berkualitas dan bagus. Worth it.
"Senja siniii...mana liat tangan kamu!" Aku menghampirinya."Ini gelang buat kamu.. harus di pakai!" Aku memakaikan gelang perak Bali di pergelangan tangan nya.
"Niih liat.. aku juga pake gelang yang kamu kasih kemaren.. baguus kan! " Aku memperlihatkan pergelangan tangan.
"Taraaaa.. dan ini gelang couple kita..! "
"Motif plat ukiran Bali.. " Kataku riang. "Kamu simpen aja buat kenang-kenangan kalau kita pernah run away or escape berdua di pulau ini..Hehhe! "
Dia hanya terdiam dan tak menjawab apa-apa.
"Senja.. heii Senja!! Kamu kenapa? "
"Haah? Nothings! " Jawab nya datar. "Makasih Lembayung. "
__ADS_1
"you're welcome.. "
"Btw.. ternyata T-shirt yang aku kasih pas banget yaa! "
"Ehh.. ini? mhhm.. iyah.. "
"Kamu kenapa sih dari tadi aneh banget? "
"Gapapa.. Ayo kita pulang! "
Kami berdua pun berjalan menuju ke tempat parkiran,jarak lokasi pusat parkir sekitar 750 meter dari Pasar Seni. Tadi Perjalanan menuju Pasar Seni dengan berjalan kaki maka kembalipun demikian. Sembari berjalan kaki, wisatawan dapat menikmati suasana khas Pulau Dewata.
Di sisi kanan dan kiri jalan, bangunan dan lingkungannya sangat kental bernuansa khas Ubud. Di sepanjang jalan ini, wisatawan dapat menemukan kafe-kafe yang berjajar. Wisatawan juga dapat mampir sejenak menikmati pilihan sajian menu dan olahan yang tersedia.
***
Senja
Aku sedang duduk dan mengepulkan asap ke udara, memperhatikan dari kejauhan aktifitas Lembayung yang sedang kalap belanja pernak-pernik. Tadi aku sempat membelikan nya topi, sandal dan dompet yang terbuat dari anyaman rotan.
Sebenarnya aku masih ingin membelikan nya yang lain, tapi saat merogoh isi dompet hanya tersisa beberapa lembar saja uang berwarna merah dan biru, hanya cukup untuk membayar biaya hotel,makan dan naik fast boat ke Lombok. Sisanya ada di Atm tapi untuk biaya sekolah selama 1 tahun kedepan, pemberian Om Nazam. Selama 2 hari aku mengeluarkan lumayan banyak uang untuk biaya ini itu selama kabur dengan Lembayung. Even that.. Aku bukan tipe lelaki perhitungan, tapi harus jaga-jaga untuk biaya hingga sampai besok kami kembali ke rombongan study tour.
Oh iyah.. bagaimana kondisi disana ya?
Aku ingin sebentar saja merasakan ini.. karena mungkin setelah ini kami akan kembali ke rutinitas lama dan tidak akan sedekat ini.
Baiklah.. katakanlah aku egois. I'am accept that.
"Senja siniii...mana liat tangan kamu! Ini gelang buat kamu.. harus di pakai!"
Deg.
Tiba-tiba tangan mungil itu menyentuh dan menarik pergelangan tanganku, dan memasangkan gelang perak khas Bali.
Apa dia tidak sadar udah menyentuhku?
"Niih liat.. aku juga pake gelang yang kamu kasih kemaren.. baguus kan! " Katanya lagi sambil memperlihatkan gelang yang di pakainya, gelang pemberianku kemarin.
"Taraaaa.. dan ini gelang couple kita..! "
Perasaan apa ini? mengapa terasa meluap-luap dan bergejolak?aku tak pernah merasakan hal ini selama hidupku.
Aku tertawa dalam hati merutuki kenaifan dan kebucinanku. Selama ini aku sangat membenci barang couple dan selalu menganggap ini kekanak-kanakan. But, see.. sekarang aku malah senang memakai barang yang sama dengan nya. Aku menelan ludahku sendiri!
Hal sederhana yang membuatku bahagia, selain bisa dekat dengan ibu. Lembayung membuatku merasakan berbagai macam perasaan yang berbeda. Dia mempunyai cara yang bisa membuat ku tergila. She drive me crazy!
Bukan seperti yang selama ini aku dapatkan dari para gadis yang mendekati ku karena naf** ingin memiliki.
__ADS_1
Tapi ketulusan.
***