Lembayung Senja

Lembayung Senja
Driving Me Crazy..


__ADS_3

Lembayung


"Baik.. sekarang mari buka Bab 7 ,judul bab nya indahnya membangun mahligai rumah tangga dalam Islam... " Pak Syarif memulai pelajaran setelah tadi kami berdo'a bersama di awal masuk kelas.


"Secara bahasa, arti nikah berarti mengumpulkan, menggabungkan, atau menjodohkan.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nikah diartikan sebagai perjanjian antara laki-laki dan perempuan untuk bersuami istri (dengan resmi) atau pernikahan.Sedang menurut syari’ah, nikah berarti akad yang menghalalkan pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya yang menimbulkan hak dan kewajiban masing-masing. "


“Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi Muhammad Salallahu 'alaihi wa sallam bersabda ,wanita dinikahi karena empat hal yaitu karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Nikahilah wanita karena agamanya, kalau tidak kamu akan celaka” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).


"Karena bapak yakin kalau disini sudah pada dewasa yaa.. sudah punya KTP masing-masing kan? sudah lebih dari usia 17 tahun..itulah kenapa perlu nya di masukkan pelajaran mengenai ini di dalam kurikulum kelas 12..bapak akan menerangkan tentang dialog antara Rasulullah Salallahu 'alaihi wa sallam dengan para sahabat beliau."


"Rasulullah bersabda,jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian...maka itu adalah termasuk sedekah! mendengar sabda beliau..para sahabat keheranan dan bertanya,Wahai Rasulullah Salallahu 'alaihi wa sallam.. seorang suami yang memuaskan naf** bira**nya terhadap istrinya akan mendapat pahala?...


Nabi Muhammad Salallahu 'alaihi wa sallam menjawab.... Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa?"


"Para sahabat menjawab, ya... benar. Beliau bersabda lagi,Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala!”.


(HR. Muslim).


Pikiranku menerawang...


Melewati 12 hari tanpa kehadiran Senja.. membuatku merasa seperti melewati 12 bulan lamanya. Sebut saja aku lebay.. tapi ini benar-benar menyiksaku.


Rasa rindu ini begitu membuncah tak tertahan.. ingin mendekapnya erat dan tak ingin melepaskan.


His smile.. his eyes.. his lips..


I miss everythings about him... A lot.


I miss him like crazy...


"Aduuhh.. " Aku mendesis, pasalnya sudah berapa hari ini kepalaku pusing karena sering menangis dan terlalu memikirkan nasib suamiku.


"Kenapa Yung? " Risa mengernyit.


"Ga tau..aku pusing banget nih Ris! "


"Sebaiknya kamu ke UKS aja.. mau aku anter? " Sambil berbisik, ia menempelkan punggung tangan di keningku. "Tapi ga panas ko.. "


"Gapapa.. nanti aja, aku masih kuat ko! "


"Ada yang mau di tanyakan? " Tanya pak Syarif saat melihat begitu banyak siswa yang antusias membahas pernikahan.


"Sayaa pak.. "


"Sayaa.. "


Hampir semua mengacungkan tangan, aku sudah tidak kuat lagi.


"Maaf pak.. " Aku berdiri sambil memijit kepalaku yang berdengung.


"Ada apa Lembayung? kamu pucat.. sedang sakit? " Tanya pak Syarif khawatir.


"Saya pusing pak.. bolehkah saya izin beristirahat di UKS pak? "


"Boleh.. tentu saja, ayo Risa sebaiknya antar Lembayung ya! "


"Iyah baik pak.. " Risa menggandeng tanganku, dan kami berjalan keluar menyusuri koridor sekolah menuju ruang UKS, yang berada di dekat perpustakaan.


Deg.


Disana kan dekat dengan kelas Senja. Seandainya ia ada disini... aku bisa lewat sambil mengintipnya melalui kaca seperti kebiasaan ku akhir-akhir ini.


"Mau aku temenin? " Tanya Risa sambil mengusap-ngusap bahuku pelan.


"Ga usah.. aku sendiri aja gapapa.. kamu kembali ke kelas aja Ris.. pelajaran juga baru di mulai kan. "


"Ya udah.. kalau kamu udah ga kuat banget, bilang yaaa.. chat aku! nanti aku anter kamu pulang! "

__ADS_1


Aku mengangguk.


Setelah kepergian Risa, aku merebahkan tubuhku di kasur kecil dan berusaha memejamkan mata. Sebenarnya aku mengantuk dan kurang tidur.. membuat badanku terasa pegal dan kepalaku pusing tak tertahan.


"Ooooe.. " Entah kenapa, tiba-tiba rasa mual mendominasi dan aku tak kuat ingin mengeluarkan isi perutku.


Mungkin aku masuk angin karena, sarapan tadi pagi hanya sedikit... Dan sudah beberapa hari ini juga tak naf** makan.


Aku beranjak dari tidurku dan segera berlari ke arah toilet dekat kantin.


Bruuuuk.


Aku tak sengaja menubruk seseorang.


Karena tubuhku lunglai, aku sedikit terjerembab.


"Ma-maaf.. aku permisi ya.. mau ke toilet! " Tanpa menunggu jawaban dari orang yang telah kutubruk,aku berlalu dan meninggalkannya berdiri mematung.


"Ooooe... " Keluar sedikit cairan dari dalam mukutku yang asam.


"Oooe..Oooe.. " Kali ini lebih banyak dan berhasil membuat tubuhku lemas tak tertahan.


Tenggorokan ku sakit, apalagi perutku. Dan jangan di tanya pening yang sedari tadi kurasakan tak jua hilang.


Aku berdiri membelakangi cermin. Lalu tiba-tiba ada yang masuk ke toilet dan menghampiriku dengan tatapan penuh amarah.


Plaaaaak.


Aku terpelanga.


Seketika kurasakan sakit di pipiku akibat tamparan nya menjalar hingga hatiku dan sekujur tubuhku.


"Rasain nih..! "


Plaaaakkk..


"Itu balasan buat cewek sok cantik.. sok baik dan sok suci kaya lo..! "


"Ta-tapi aku ga ngerti.. salah aku ke kamu apa? tadi itu aku ga sengaja nubruk kamu karna aku ga tahan pengen ke toilet. "


"Tamparan pertama karna kamu berani-beraninya ngebuat ka Radith jadi ngebenci aku! tamparan kedua.. karna kamu juga berani-beraninya ngerebut Senja dari Dita atau Rania temenku.. kamu itu ga lebih dari cewek gatel yang goda cowok sana sini tau ga! " Dia mendorong kedua bahuku kencang hingga tubuhku mundur dan menyentuh wastafel.


"Aku udah sabar selama ini ga pernah labrak kamu.. ini rasain sekali lagi tampar... "


Bruuugh...


Tiba-tiba mataku berkunang-kunang..semua menjadi gelap dan tubuhku limbung terkulai ke lantai.


***


Senja


Pagi ini, entah mengapa perasaanku tak enak.. Aku merasakan nyeri di ulu hati. Sudah 12 hari.. aku tak bisa bersama dengan Lembayung.


Aku rindu...


Aku ingin mendekapnya erat dan mengecup kepalanya seperti biasa yang kulakukan padanya. Istriku itu paling suka kalau aku mengecup kening atau pucuk kepalanya.. katanya ia merasakan kalau aku tulus sayang padanya.


Arrrggh..


Rindu ini sangat menyiksa...


She driving me crazy...


Lusa adalah hari sidang perdanaku di gelar, kata papah kemarin.. semoga aku mendapatkan keringanan atas tindakanku dulu yang sempat beberapa kali melanggar hukum itu. Karena meski menjadi seorang kurir karena paksaan, tapi hukum tetap berlaku...


Sudah beberapa hari ini, aku..Rian..Dion dan beberapa tahanan yang seumur denganku mendapatkan pendidikan seperti anak sekolah pada umumnya.. Untunglah.. aku jadi takkan putus sekolah.. karena pemerintah menjamin hak setiap pendidikan tahanan jika masih ingin melanjutkan sekolah.

__ADS_1


Bagaimana kabar istriku ya? ponselku di sita.. lain hal dengan Rian dan Dion, karena ada orang dalam koneksi orangtua mereka.. mereka dengan mudah mendapatkan ponsel atau fasilitas lain nya.


Ada kemungkinan juga mereka akan di bebaskan dengan uang tebusan.. Orangtua mereka tidak ingin anak mereka berada terus di tahan disini.


"Ooooe.. " Entah mengapa, aku sudah beberapa hari ini merasakan mual meskipun tak sampai mengeluarkan isi perutku.


"Hehh.. lo ledek gue lo? " Si antek itu berseloroh padaku di lorong, saat aku hendak kembali ke lapangan sehabis bimbingan belajar.


"Kagak.. gue mual! " jawabku jujur, karena memang sedari tadi aku merasakan mual.


"Kurang ajaaar lo! barudak dieu(anak-anak kesini) hajar! "


Aku terperanjat.


"Apaan nih a.. ada apa? main hajar? " Tanyaku tak terima.


"Maneh kurang ajar ka urang tadi(kamu kurang ajar padaku tadi)!"


"Saya ga ada maksud.. "


"Aaakh... bacoooot maneh! "


Buuughh...


Aku berhasil menangkis pukulan nya, tapi teman-temannya datang dan mengeroyok ku.


Bugggh...


Buuggh..


Buuugh..


Mereka menyerangku, memukul kepala hingga kaki dan dadaku bersamaan.


Aku bangkit berdiri dan pantang untuk menjadi pengecut.


"Pengecut.. berani keroyokan? " Aku menantang mereka, karena emosiku mulai memuncak. Lagipula bang Aman bilang memakai kekerasan tidak apa-apa bila di perlukan.


Bugggh...


Buugh..


Aku menghajar satu persatu teman-temannya yang berjumlah 3 orang itu, sambil menyeka darah di sudut bibir.. "Sini berani satu lawan satu! " Lagi-lagi aku menantang. Tubuhku yang tegap dan tinggi memang kontras dengan fisik teman-temannya yang tak terlalu tinggi dan kurus.


"Awaaas siah maneh!Tinggalikeun!(awas yaa kamu... liatin)! " Ancamnya sambil berlalu meninggalkanku sendirian.


Ciih.. aku mendesis.


Aku pun berjalan menuju ke lapangan tempat dimana semua tahanan berkumpul disana. Menghampiri pak Arya yang sedang duduk bersantai dengan teman-teman sel yang lain.


Di pojok sana, kulihat orang-orang yang tadi mengeroyok tampak melaporkan kejadian tadi kepada bos nya..


Bos mereka menatap ke arahku tajam dengan tatapan menghunus seperti ingin membunuhku.


"Wajah kamu kenapa? " Tanya pak Arya heran.


"Gapapa pak.. " Jawabku singkat karena tak mau memperpanjang masalah ini.


"Bapak tau.. pasti mereka udah mulai berulah mencari masalah.. hati-hati.. bos nya itu pembunuh bayaran, dan ini kelima kalinya dia masuk lapas. Lagi nunggu sidang katanya mau di pindah ke Lapas kelas 1."


Siaaaaaal!


Kamu harus siap-siap kalau begitu Senja!


***


***

__ADS_1


__ADS_2