
Senja
"Lembayuuuuuung.. "
Tanpa pikir panjang aku melompat ke dalam laut, Lembayung tengah terengah-engah mengambil nafas dan dari kejauhan ia memanggil ku lirih.
"Senjaaaa.. "
"I'am here Lembayung.. I'am here.. you can survive! I know it! " Aku berteriak sambil sekuat tenaga berenang dan berusaha tenang,itu merupakan kunci utama agar dapat bertahan dan badan tetap mengapung.
Padahal hatiku sudah entah bagaimana paniknya. Hingga aku sendiri tak menghiraukan imbauan penumpang lain agar memakai pelampung badan. Beberapa kali badanku terhempas ombak kecil, dan kadang tergores batu karang.
Raga,pikiran,bahkan hatiku hanya tertuju pada satu nama, yaitu.. Lembayung.
"Senjaaa.. help me! buuugg.. buughh.. buugh! " Badan Lembayung kembali tenggelam ke dasar laut.
Just rileks Lembayung ! aku mohon.. aku mohoon.. sayang.. jangan banyak bergerak! aku segera kesana nyelametin kamu, seperti 11 tahun lalu.Hanya batinku yang bergemuruh, karena raga tengah bergelut dengan ombak yang begitu mendayu.. menggulung tubuh serta pikiranku.
Ya Allah.. I beg YOU.. please save her..
Aku melesat terus ke dasar lautan dan mendapati tubuh nya terkulai lemas,pun kedua matanya terpejam. Ia hampir limbung hingga ke dasar dan sedikit lagi tubuhnya akan membentur batu karang.
Ya Allah.. Bissmillah..
Dan kekuatan itu, datang dari Allah hingga akhirnya aku bisa menarik tubuh lemas Lembayung ke dalam dekapanku.Aku menganyun kaki sekuat yang aku mampu.
Akhirnya kami mengapung dan aku bisa menghirup oksigen sebanyak-banyak nya, terkecuali Lembayung.
Ia tak sadarkan diri.
Aku berenang sambil memeluknya dalam dekapanku ,hingga ke bibir pantai. Karena memang kini Fastboat semakin mendekat kira-kira berada sekitar 300mtr dari bibir pantai.
Aku membopong tubuh nya, dan lalu meletakkannya di atas pasir. Segera memeriksa pernapasannya dengan mendekatkan telinga ke hidung dan mulut Lembayung.
Tapi tak merasakan adanya hembusan dari indera penciumannya.
Ku lihat dada nya pun tak ada pergerakan.
Detak nya sangat lemah,nyaris tak ada.
"Lembayung PLEASE! aku mohon bertahanlah! " Sambil mengecek denyut nadi nya berulang kali.
Tak ada.
Seketika aku teringat pelajaran yang pernah di berikan oleh guru olahraga, untuk melakukan CPR pada korban tenggelam yang mempunyai tanda-tanda seperti yang ia alami.
Mengompresi dada..dengan meletakkan tangan yang satu di tengah-tengah dada. Tangan lainnya diletakkan di atasnya untuk melakukan penekanan selama 100-120 detik.
Masih tak ada reaksi.
Sementara orang-orang mulai berkumpul dan tengah memperhatikan tanpa ada yang berani membantu.
Entahlah.. Entah mungkin karena tak tau bagaimana cara melakukan pertolongan pertama, atau entah takut melakukan kesalahan dan mengakibat kan pada kematian.
TIDAK!!
"Please Lembayung! Ayo hidup! aku.. aku sayang kamu Lembayung.. !" Kataku lirih, membisikkan kata-kata yang selama ini mustahil aku ucapkan untuk seorang gadis, ke samping telinganya.
Gimana hidupku nanti tanpa bisa liat kamu?
__ADS_1
"Kamu.. kamu tau Lembayung.. aku diam-diam sering memperhatikan mu.. "
"Ayo hiduplah! aku mohon! "
"Lembayung..ayo kita berpetualang kemana saja yang kamu mau.. kamu mau keliling Indonesia?Atau..keliling dunia?.. ayo Bangun!! "
Aku berusaha untuk terus Mengompresi dadanya, tapi nihil. Ia tetap bergeming. Hingga tetesan demi tetesan air keluar dari mataku mengenai pipi nya.
"Coba kasih nafas buatan mas! "
"Iyaah betul nak.! "
"Ayo cepat dek sebelum terlambat! "
Bagaimana ini? dia.. adalah Lembayung. Gadis terjaga yang tak tersentuh.
AKU TIDAK BISA!!
"Tunggu apalagi mas! ini kondisi darurat..di perbolehkan jika kondisi seperti ini.. beberapa detik saja terlambat ,mas ga bisa liat dia lagi! "
"Sebelum tim medis datang, beri pertolongan gadis cantik itu! " Ucap seorang ibu paruh baya yang memandang iba.
"Biar saya yang beri dia nafas buatan.. " Seorang lelaki dewasa menghampiri kami dan berjongkok di dekat Lembayung. Seperti nya ia adalah seorang petugas patroli pantai.
Jangan! Aku tidak rela ia di sentuh! Tidak!
Bagaimana ini?
Disaat seperti ini pun aku masih berpikir pada sesuatu yang ingin ku jaga.
Ini keadaan sangat darurat Senja!
Aarrrrgh!
"Baik.. aku yang akan memberi dia nafas buatan! "
"Kamu tau caranya? " Tanya lelaki itu.
Aku mengangguk.
Aku memiringkan kepala Lembayung ke belakang dan mengangkat dagunya.
Setelah itu, menjepit hidung Lembayung hingga tertutup. Mengambil nafas normal, lalu menutupi mulutnya dengan mulutku untuk membuat segel kedap udara, dan memberikannya 2 napas saat dadanya terangkat.
Sambil mengompresi pada bagian dadanya berulang kali. Hingga di saat hitungan ketiga kali nya mulut ku kembali menyatu dengannya, ada sedikit pergerakan dan Lembayung pun membuka mata.
Untuk beberapa saat netra kami bertemu dan waktu seakan berhenti berdetak,bola mata yang indah itu mengerjap beberapa kali.
Aku melepaskan.. dan akhirnya Ia terbatuk lalu mengeluarkan semua air, yang untung saja tidak sampai mengenai paru-paru nya.
Alhamdulillah..
Tiada daya dan upaya melainkan dari NYA. Sang Maha Pemberi kehidupan..
Terimakasih Ya Hayyu.. Yaa Qayyum..
Deg.. Deg.. Deg..
Kini malah jantungku yang berpacu tak menentu, mengingat apa yang telah terjadi beberapa detik lalu.Meski ini adalah bagian penting dari CPR..menyangkut hidup dan mati. Tapi aku tau, ini adalah pertama kalinya ranum indera pengecapnya di sentuh lelaki. Dan itu aku..
__ADS_1
Man are Man.. I still feel my heart beating!
Aku membaringkan diri di samping tubuh Lembayung yang sedang mengatur nafas, meski terlihat masih sangat lemah.
Ia menoleh ke sampingku.
Mataku berkaca-kaca menatap iris hazel yang sedang menatapku begitu sendu.
"Makasih Senjaaa.. 2 kali kamu nyelametin aku. " Serunya sedikit lirih dan tersenyum begitu tulus padaku.
Tak lama kemudian bantuan medis pun datang dan ambulance pun sudah terparkir.
Para petugas medis dengan sigap membawa tandu dan segera mengangkat tubuh Lembayung, dan memasukkan ke dalam mobil ambulance.
"Senjaaa.. "
"Iyaah aku disini.. "
"Don't leave me! I'am scare! " Ia mengulurkan tangan ke arahku. "And hold my hand Senja.. "
Aku menggenggam tangan nya erat. "I'am here Lembayung.. to protect you.! "
Ambulance melaju dengan cepat menuju ke Rumah Sakit terdekat.
***
Radith
Setelah kami melacak keberadaan Lembayung, akhirnya sampai lah kami di pelabuhan Padang bai.. navigasi menunjukkan bahwa Lembayung kini sudah berada di Lombok, tepatnya di Gili Trawangan.
Baji****!! Senja.. kalau terjadi apa-apa dengan dia, aku tak akan mengampuni mu!
Kulihat papah Lembayung pun sangat gelisah, karena pemberangkatan fastboat sudah tidak ada lagi siang ini.
Akhirnya beliau memutuskan untuk menyewa helikopter menuju ke Gili Trawangan.
Aku, pak Rahmat, papah Lembayung dan sekertarisnya kini berada di ketinggian.
Jika menempuh Jarak darat dari Bali menuju Gili Trawangan adalah sekitar 51 mil (81 km).Maka jika menggunakan Jalur udara, Jarak terbangnya adalah 40 mil (63 km). Membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai di Heliport.
Kami menggunakan helikopter Tipe A, yang kalau di belikan barang, maka bisa membeli 3 buah motor matic.
Batinku bergemuruh, menatap nanar pemandangan indah di bawah sana..
Seingatku.. aku ingin mengukir kenangan indah dengan nya disini. Tapi lihatlah apa yang ku lakukan?
Lamunan ku buyar, karena helikopter sebentar lagi akan landing di heliport terdekat.
Tak lama setelah mendarat, sekertarisnya papa Lembayung menerima panggilan.
"Lembayung sedang berada di Rumah sakit terdekat pak! Di kamar xxx" Katanya panik
"Apa dia sakit? ayo kita harus segera kesana! "
Kami berlarian menuju mobil yang telah siap sedia, masuk ke dalam nya dengan tergesa dan mobil pun melaju melesat kilat menuju Rumah Sakit xxx.
BRAAAAAK...
Buuuugh.. Buuughh.. Bugggh...
__ADS_1
"Breng*******!"
***