
Senja
Setelah khilaf terindah yang terjadi petang kemarin.. Kami berdua menjadi semakin dekat saja. Kesalahan termanis yang mungkin saja bisa menghasilkan benih-benih kehidupan di rahim Lembayung. Jika Allah sudah berkehendak.
Seharian ini saat kami membersihkan apartement ku.. aku tak bisa berhenti tersenyum dan terus membayangkan betapa indah yang sudah kami lewati berdua..
Tapi.. aku harus menahan untuk tidak melakukan nya lagi, aku memikirkan sekolah kami yang masih beberapa bulan lagi harus kami jalani.
Kami berdua khilaf.. melupakan janji. Terutama aku sebagai lelaki.. sebagai lelaki seharusnya bisa menepati janji bukan?
Tapi.. aku hanya seorang manusia biasa yang ada saatnya tak bisa mengendalikan hawa naf**.
Merasa bersalah pada papah dan Lembayung. Tentu saja.. Aku sudah berjanji.. tapi tak bisa menepati nya.
"Gapapa.. kamu ga sepenuhnya salah ko Senja!Aku juga salah.. Semua ga akan terjadi kalau aku menolaknya.. tapi kalau aku menolak, nanti aku akan di laknat oleh malaikat, aku ga mau berdosa dengan menolak ajakan suamiku. "
Begitu kata istriku saat aku meminta maaf tak bisa menjaga nya. Ia malah awalnya yang marah saat aku meminta maaf.. Karena ternyata Ia juga merasa bersalah tak bisa menjalankan kewajiban nya dari dulu sebagai istriku.
Terlihat betapa berkualitasnya didikan orangtua Lembayung.. hingga menjadikan ia sosok yang begitu baik dan shalihah. Di usianya ini.. ia sudah di ajarkan bagaimana adab terhadap suami. Untuk itu aku harus terus memperbaiki diri agar bisa menjadi imam yang baik untuknya.
"Aku mau ke Mataram.. menjemput ibu. " Kataku saat kami duduk bersistirahat di sofa.
"Udah bilang ke ibu tentang pak Syarif? " Tanyanya sambil mengelus rambutku penuh sayang.
"Belum.. aku ingin memberi ibu kabar ini secara langsung,sekaligus ingin menyelidiki sesuatu.. "
"Menyelidiki? "
"Mhhmm... "
"Apa? masalah besarkah? " Tanyanya penasaran.
"Aku sudah pernah bercerita tentang kejadian belasan tahun lalu kan? yang pada saat itu kita ketemu di pantai? padahal ibu ada di rumah.. di rumah papuq inaq. "
"Tapi kata mamah.. ibu sudah pindah dan ga tau dimana tinggalnya. "
"Pada saat kalian ke rumah, aku sedang bermain bersama teman-teman dan ibu sedang berdua dengan seorang pria tua. "
"Jadi maksud kamu.. orang tua itu yang berbohong ibu udah pindah? "
"Iyah.. aku harus segera mencari tau kenapa ibu tak bisa lepas dari jeratan dia.. "
"Aku ikut .. "
"Aku sendiri aja ya? hanya 2 hari ko.. "
"Ga mauuu.. aku pengen ikut. "
Aku menangkup pipinya.. "Aku kesana bukan liburan.. aku janji bakalan jemput ibu dan membawa ibu ke Bandung. "
Ia cemberut dan mengerucutkan bibir.
"Kamu boleh kumpul sama temen-temen kamu saat aku disana.. ya? "
"Tapiiii kaaan.. aku mau ikut suamiku kemanapun pergi!"
Naah.. mulai kan.
Ia akan memanggilku dengan sebutan suami kalau ia sedang merajuk.
"Hahahha.. iyah ok.. kamu ikut...Tapiiii.. "
"Tapi apaaaaa? " Ia sudah sewot dan membolakan kedua matanya, melotot.
"Tapi tidak apa-apa.. hahaha.. " Aku yakin dia pasti sudah berpikiran macam-macam.
"Ihhhh.. awaas yaa! "
__ADS_1
"Kamu udah lama ga main sama teman-temanmu.. apa mereka ga curiga? mungkin mereka ngerasa kamu banyak berubah.. "
"Gapapa ko.. ga ada yang tau, masih aman.Ehh..tapi emangnya kenapa kalau mereka tau? "
"Kamu ga malu? punya suami.. "
"Awaaas aja kalau bilang.. suami kaya aku! boseeeen tauuu! "
"Iyah.. iyah maafin aku ya istriku.. nanti jum'at malam kita berangkat ke Mataram.. ahad malam nya pulang, gapapa kan kita kesana bukan liburan? "
"Gapapa.. I'am going wherever and whenever you will go.. "
***
Lembayung
Aku udah ga sabar lagi pengen ikut Senja ke Mataram..Kangen ibu juga.
Tapi..sahabat-sahabatku merajuk, katanya aku banyak berubah ga se-easy going kaya dulu lagi. Setiap kali di ajak hang out selalu ada saja alasan buat ga ikut.
Gimana dong? aku pengen ikut suamiku.. Pengen ikut kemanapum dia pergi. Aku kan baru benar-benar bisa 'berpacaran ' dengan dia... Ternyata benar, dunia ini serasa milik berdua. Yang lain nya nyicil..
Padahal mah waktu pacaran sama Radith, di pegang tangan aja udah marah dan keseul banget!
Eh..btw, gimana kabarnya sekarang ya? sejak kejadian dulu di cafe.. ia tak pernah lagi muncul. Dengar dari Gadis, ia pindah kuliah ke Korsel.
Astaghfirullah.. ko aku jadi kepikiran lelaki lain sih? ga baik tau Yuung.. dosa!
Cuma penasaran aja sih aku mah. Beneran..! Nothings gonna changes my love for my husband.
Apalagi ia adalah orang pertama yang... you actually know what I mean.
"Ayuuung.. pulang sekolah kerumah kamu yaa.. kangen banget pengen girls talk kaya dulu, kalau sekarang ko kita jadi masing-masing gini mentang-mentang ga sekelas! " Ujar Nindy panjang lebar, sambil memasukkan suapan terakhir nya ke dalam mulut.
"Iyaah ihh.. aku aja yang sekelas sama Ayung malah sama, ini dia mah sekarang lagi betah di rumah, kenapa sih? " Risa ikut menimpali.
"Ayuuung.. boleh pinjem ponsel kamu ga sebentar? " Tiba-tiba Gadis bersuara, dan aku terperangah mendengar permintaan nya.
Pasalnya.. wallpaper ku kan terpampang foto aku dan suamiku saat di pasir berbisik itu. Aku tak pernah lagi merubah nya..
"Oohh.. iyah bentar yaa.. " Aku mengambil ponsel dan mengganti dulu wallpaper lalu menyerahkan nya pada Gadis.
"Mau lihat apa? " Tanyaku penasaran.
"Yaelah Yung.. biasa juga kita mah suka buka..suka-suka kan?"
Ehh.. ko tumben Gadis bilang kayak gitu?
Ada apa dengan Gadis ya? Duuh.. dia bakalan buka folder foto-foto Senja ga ya?
Aku terus membathin.. memperhatikan gerak gerik Gadis yang sibuk memainkan ponselku.
"Nihhh.. udah ko! aku cuma mau lihat medsos sebentar, ini ko ga bisa di buka di hp aku. "
Aku mengambil ponsel dari tangan Gadis.
Semoga ia ga buka gallery foto, aku belum siap buat jujur sama kalian.
"Gimana? kerumah kamu bisa ga Yung? "
"mhhmm.. hari ini ya? "
"Iyah.. kita cuma bisa hari ini.. kan udah mulai sibuk kita, udah mau lulus sekolah juga. " Jawab Risa.
"Ok deh.. "
Aku buru-buru mengirim pesan pada Senja. Aku minta ia pulang dulu ke apartement nya.
__ADS_1
Maafkan aku suami...
***
Senja
"Ada sesuatu yang lo sembunyiin bro! " Sungut Rian sambil menyulut nikotin dan mengepulkan asap ke udara.
"Huhh? "Aku mengernyit.
"Lo berubah! "
"Jelas...gue udah insyaf! "
"Bukan gitu maksud gue! ini ada hubungan nya sama Lembayung. "
"Ada masalah? "
"Kagak! never mind! " Kilah Rian. " Gue ikut ke toilet. " Dia pun lalu berjalan menuju toilet.
"Gimana perkembangan hubungan lo sama Lembayung? " Tanya Dion saat aku sibuk mengedit foto di laptop.
"Baik.. " Jawabku singkat.
"Lo jangan bokis Ja.. gue sama Rian curiga sesuatu sejak kejadian Bang Roy di tangkap!"
"Apa? " Tanyaku datar.
"Lo bener-bener ngelindungin banget dia dan dengan bebas lo nyium si Lembayung di depan gue dan Rian. Lembayung bro.. Lembayung! kita semua tau siapa dia.. "
"Jangan mikir yang ngga-ngga lo! Lembayung itu cewek terjaga!" Ancamku dengan nada sinis.
"Bukan gitu maksud gue.. lo sama dia? "
"Mereka udah married! " Rian tiba-tiba bilang seperti itu saat keluar dari toilet.
Aku terperanjat.
Rian tau?
"Seriusan Ja? Baaaang Saaaaaad lo ga bilang-bilang! Naha bisa? "
"Kalau sampai bocor.. lo bakalan tau akibatnya! " Kataku sambil menatap Rian tajam.
"Maneh nyaho ti mana Yan?(kamu tau dari mana Yan?) "
"Dita.. dia nemuin gue, nangis kejeur nyeritain tentang lo, tentang bang Roy.. gue khawatir.. " Rian berhenti sejenak. " Nanti kita bakal keseret atas kasus bang Roy jadi pengedar.. kasusnya berbuntut panjang. "
Deg.
Aku tidak pernah berpikir sampai sejauh itu.
Bagaimana ini?
Kalau memang begitu... aku harus membayar sangsi atas segala dosaku bukan?
***
-
-
-
Assalamu'laykum readers..
Sebelum nya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila banyak kata.. banyak kejadian ataupun syari'at yang author sisipkan ternyata terdapat kesalahan dalam penulisan.. mohon koreksi nya apabila ada yang salah dan mengganjal ya readers.. author juga kadang khilaf dan ga meriksa lagi dan berpikir sejauh mana dampak kesalahan apabila salah menyangkut masalah syari'at ... mohon saran, kritik dan bimbingan nya..
__ADS_1
Happy reading.. 🙏🙏💕💕