Lembayung Senja

Lembayung Senja
Love Birds...


__ADS_3

Lembayung


"Senjaaa.. "


"Mhhm.. "


"Jadwal penerbangan nya nanti malam jam berapa? " Tanyaku saat kami tengah menikmati sarapan pagi.


"Jam 8 malam.. "


"Kita bisa jalan-jalan sebentar dong..hehhe.. " Aku terkekeh, pasalnya tujuan kami kemari bukan untuk liburan, tapi untuk menyelesaikan masalah ibu.


Tanpa di sangka, masalah ibu bisa terselesaikan dengan cepat.. asal ada jaminan Senja membayar sisa hutang bulan depan tepat waktu. Tapi aku tak yakin apakah semudah itu bos ibu melepas?


"Ayo.. ke Senggigi sebentar.. " Katanya sambil mengunyah sisa nasi goreng buatan ibu yang sangat lezat dan rasanya pas di lidahku.


"Assiiiiiiiik.... aku mau aku mauuu.. makasih suamiku.." Secara impulsif aku mendekat ke arahnya.


Cup.


Aku mengecup pipinya singkat.


"Ehh.. " Dia tertegun, dan lalu menatap ke arahku penuh arti.Lalu tersenyum dan mengelus pipiku dengan lembut.


"Tapi kita naik angkutan umum, gapapa? "


"Gapapa... aku tuh jarang banget tauu.. malahan bisa di itung sama jari deh naik angkot..itu juga malah aku sasab, kesasar! " Sungutku mengingat dulu sewaktu SMP naik angkot bersama Bintang.Yang seharusnya naik jurusan ke Setrasari daerah komplek rumahku..tapi aku sama adekku malah naik angkot jurusan Lembang.


Kebayang jauh nya kaya gimana dong.. tiba-tiba kami ada di stasiun Lembang.


"Kita kan dulu ga jadi ke Gili Trawangan.. aku nya keburu pingsan! "


"Iyah.. and I give you CPR.. ngomong-ngomong, kenapa tiba-tiba kamu bisa jatuh? padahal deck lumayan jauh dan ada tiang besi yang menyangga. "


"Aku waktu itu pusing banget.. trus Floffy hat ku jatuh.. pas mau ambil tiba-tiba terbang lagi karna angin nya lumayan kencang kan.. dan aku ga ada keseimbangan, akhirnya aku kecebur.. "


"Maafin aku yaa.. waktu itu aku ninggalin kamu.. harusnya aku bisa jaga kamu baik-baik! "


"Gapapa ko..Aku ga nyangka banget ternyata kabur nya kita adalah pertemuan takdir yang menjadikan kita sepasang suami istri sekarang. " Aku menantap kedua iris amber itu lekat. Menempelkan jari telunjuk ke hidung nya yang mancung.


Gemas.


"Kamu mau? " Tanyanya ambigu.


"Mau apa? " Aku mengerutkan kening tak bisa menebak apa yang di pikirkan olehnya.


"Mau iniiiii... "


Cup.

__ADS_1


Ia membenamkan wajahnya...pada wajahku.yang awalnya sekilas, tapi kelamaan berlangsung lama.


Haah..


Aku kehabisan nafas.


"Kamuuuu ihhh.. nanti ibu liaaaat! " Aku pun protes dan sedikit menjauhi wajahnya.


"Ibu lagi beli sesuatu ke pasar.. "


"Bohoong.. ko aku ga tau! "


"Beneran.. coba kamu liat ke kamar ibu! Kalau gitu gimana kalau kita pindah tempat.. " Godanya.


"Ga mauuuuu...! "


"Ayoo sini.. !"


"Aku mau cuci piring! "


"Nanti aja.. sinii.. pilih kesini atau ga jadi ke Senggigi? " Ancam nya.


Issshhh... Diaaaaa itu!


***


Senja


Pantai Senggigi berhadapan langsung dengan Selat Lombok, dimana selat tersebut merupakan pembatas antara Pulau Bali dengan Pulau Lombok. Maka tak heran jika dari pantai ini kita dapat melihat gagahnya Gunung Agung yang ada di Pulau Bali.


"Aku pernah dengar banyak tradisi masyarakat Lombok yang anti mainstream..yang tentang cacing lho Senja.. maksud nya apa sih? " Tanya Lembayung sambil menoleh ke arahku.


"Ohh itu.. namanya Bau nyale.. "


"Emang apa artinya?"


"Bau itu artinya menangkap,sedangkan nyale adalah sejenis cacing laut yang hidup di lubang dan batu karang di bawah permukaan laut...Jadi maksudnya menangkap cacing laut. "


"Jadi dulu ada legenda tentang Putri Mandalika.Putri dari seorang raja ternama di Lombok yang memiliki paras rupawan dan kebaikan hati yang terkenal. Karena itu,Ia diperebutin para pangeran yang ingin mempersuntingnya.Tapi justru jadi membuat persaingan dan ancaman bagi keutuhan masyarakat Lombok. "


"Karena ingin mempertahankan kerukunan, Putri Mandalika pun melakukan semadi dan mendapat wangsit untuk mengundang seluruh pelamar yang ingin meminangnya di Bukit Seger. Alih-alih memilih seorang pangeran,ia justru memutuskan untuk tidak memilih siapa-siapa karena menyatakan cintanya untuk semua masyarakat yang disayangi dan dirinya kemudian terjun ke laut."


"Seluruh orang yang hadir sontak langsung ikut menceburkan diri ke laut untuk menyelamatkan nya, tapi ga ada satu pun yang berhasil menemukannya. Setelah kepergian Putri Mandalika, muncul cacing warna-warni dengan jumlah yang sangat banyak di pantai tempat Putri Mandalika hilang, hewan itu kemudian disebut nyale."


"Emang ada yang seperti itu ya? " Tanyanya lagi.


Aku mengendikan bahu. "Entahlah.. itu tuh kaya dijadiin festival tahunan buat suku Sasak. "


"Warna cacing nya juga warna-warni? "

__ADS_1


"Iyaah.. "


"Oohhh.. Trus yang budaya Merariq itu juga dari Sasak ya? "


"Iyaahh.. kata papuq inaq, dulu ibu mau di nikahin secara tradisi.. tapi ibu kabur dan ketemulah dengan ayahku..dan akhirnya lahirlah aku.. itu aja yang aku ingat dari cerita papuq."


"Unik banget... kalau aku, dulu itu aku yang ngajak kamu kabur.. hehhe.. akhirnya malah di nikahin.. "


"Lembayung.. " Aku berdiri di samping nya,lalu pindah ke belakang sambil mendekapnya.


"Kalau ternyata ada benih yang tumbuh di perutmu.. apa kamu ikhlas? " Kataku pelan, sambil mengelus perut ramping nya pelan.


"Mhhmm.. In syaa Allah.. semenjak aku menerima kamu, saat itu juga aku siap jadi ibu dari anak-anak kamu. "


Aku semakin merekatkan pelukan. "Tapi kita masih sekolah.. apa kamu yakin bisa menghadapinya?sedangkan saat aku mendengar cerita ibu.. aku jadi tau betapa berat menjadi seorang ibu.. harus mengandung selama 9 bulan.. melahirkan.. setelah itu menyusui juga tak kalah membutuhkan kesabaran. "


"Tapi.. pahala melahirkan itu sangat besar suamiku.. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah berwasiat kepada putri beliau.. Fatimah Az-Zahra.."


“Wahai Fatimah, apabila wanita mengandung, malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah Ta'ala menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah Ta'ala menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Nya. Jika dia melahirkan kandungannya, bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya." Lembayung berhenti sejenak.


"Dan bila meninggal ketika melahirkan, dia tidak akan membawa dosa sedikit pun. Di dalam kubur akan mendapatkan pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah Ta'ala memberikan pahala kepadanya sama dengan pahalah seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari Kiamat”. Ia membalikkan badan nya ke arahku lalu menangkup kedua pipiku.


"Jadiiii.. kalau kamu jadi ayah, mau di panggil apa? " Tanya nya riang.


"Mhhmm.. apa ya? " Jawabku bingung. Pertanyaan yang benar-benar membuat jantungku sangat berdebar.


"Kalau akuuuu.. mau di panggil Umma... "


"Umma? "


"Iyah umma.. itu artinya ibu. Kalau aku di panggil umma berarti kamu di panggil nya Baba.. baguuus kan? " Ia menatapku dengan iris mata yang berbinar.


"Kaya ustadzah Oki.. aku nge-fans banget sama keluarganya.. cara mendidik anak-anaknya.. love banget! "


Aku pun mengangguk lalu menempelkan daguku pada kening nya, karena memang tinggi kami lumayan sangat jauh berbeda.


"Kalau begituuuu.. ayoo kita bikin..! " Kataku, ingin menggoda dan ingin liat reaksi nya.


"Haaah? a-apaaa? Ehh.. kan kan udaaah janjiii.. tapi kalau kamu minta..."


"Sstt.. aku cuma bercanda! iyah kita udah janji.. karena bisa menggenggam tangan kamu erat begini juga aku udah bahagia.."


Lembayung kembali merona dan ia menutup wajahnya lalu berlari menjauhiku.


"Ayo tangkaaap aku babaaaaa...! " Ia berlari sambil berteriak memanggilku baba.


Tersenyum sendiri membayangkan mempunyai anak bayi kecil lucu dan berlari-lari memanggilku baba.


Hahhh..

__ADS_1


Such a Love Birds....


***


__ADS_2