Lembayung Senja

Lembayung Senja
Didn't Think..


__ADS_3

Radith


"Ayuuung.. ini papah nak.. papah udah datang! kamu baik-baik aja nak? " Papah Lembayung mengusap dan mengecup pucuk kepala Lembayung dengan penuh kasih sayang.


Beliau terlihat lebih tenang setelah berada di dekat Lembayung, tidak seperti tadi.. wajah dan tatapan nya di penuhi oleh amarah.


Sebenarnya aku belum puas menghajar Senja. Kurang aj**!! Aku melihat nya tadi tidur sambil duduk di dekat Lembayung.


Seketika aku naik darah dan secara impulsif memukul wajahnya 3 kali. Meski badan nya terjerembab ke lantai, tapi ia tidak melawan.


Oh yah.. Sekarang, ia dan pak Rahmat sedang berbicara berdua. Semoga di Drop Out dari sekolah.


"Uuughh.. " Ayung melenguh.


"Senjaaa.. Senjaa.. help me! don't leave me Senja.. I beg! " Ayung mengigau dalam tidur nya.


Deg.


hatiku teriris mendengar Lembayung yang kini sedang mengigau dalam tidur nya. Mengapa harus Senja yang kamu panggil sayang?


Apa yang telah mereka lakukan 2 hari ini menghabiskan waktu bersama? apa mereka tidur sekamar? apakah mereka melakukan hal-hal yang aneh?


Aarrrrgh! membayangkan nya saja aku sudah muak dan kesal.


Senja.. aku akan membuat perhitungan. Ini ga bisa di biarkan!


Drrrt.. Drrrrt..


Ponselku berbunyi.


Dani Osis Calling...


"Iyah ada apa? "


"Lo dimana sekarang? lo ga akan balik ke Bandung? kita lagi siap-siap bentar lagi mau ke bandara. "


"Gue ga balik sama rombongan, disini gue sama pak Rahmat.. kemungkinan besok baru pulang ke Bandung. "


"Ok.. siap bro! "


Aku menutup panggilan dan memasukkan kembali ponsel ke dalam saku celana.


"Kamu sudah shalat maghrib? " Tanya papah Lembayung.


"Belum Om.. sebentar lagi, silahkan kalau Om mau duluan, saya berjaga dulu disini nanti bisa gan.. "


"Tidak perlu! Lembayung tidak akan di jaga oleh siapapun selain saya, sebaiknya sekarang kita shalat maghrib dan setelah itu kamu boleh istirahat di hotel. "


"Oh iyah.. nanti saya bilang pada sekertaris saya untuk mengurus hotel tempat kamu dan pak Rahmat menginap ."


"Ehh.. mhhm.. Iyah baik Om.. "


Aku mengepalkan tangan,tak bisa berbuat apa-apa jika ternyata memang papah Lembayung tidak mengijinkan ku untuk ikut menjaga anaknya.


Dengan langkah gontai, aku mengikuti beliau untuk menuju musholla dan menunaikan kewajiban shalat maghrib.


***


Papah Lembayung


Flashback on


"Assalamu'alaykum .."


"Wa'alaykumusalam ndok.. "


"Piye kabare pak? bapak sehat? "


"sehat..ono opo toh ndok?tumben.. "


"Begini pak.. Lembayung...... " Saya bercerita panjang lebar kepada bapak semua yang terjadi pada Ayung dan anak lelaki itu. "Dadi kudu piye pak? "


"Mereka harus menikah! "


"Tapi pak.. mereka masih sekolah! "


"Opo kata orang toh ndok..mereka ora melakukan apapun, tapi khawatir sing fitnah!"


"Nggih pak.. Mengko kulo kasih kabar meneh ." Saya menutup panggilan dan menghela nafas dalam-dalam.


Flashback off


***


"Benar kamu bernama Senja? "


"Iyah Om.. " Anak itu menundukkan kepala, tak berani menatap.


"Kamu tau apa yang telah kamu lakukan bersama Lembayung itu salah besar? "


"Saya mengakui Om.. "


"Kalian bukan makhrom! "

__ADS_1


Ia hanya mengangguk.


"Apa yang telah kalian perbuat selama 2 hari bersama? "


Masih terdiam tak menjawab.


"Kamu tau hukuman apa yang di berikan untuk pasangan zina? "


Dia terkesiap dan membulatkan kedua bola matanya.


" Dera seratus kali dan pengasingan selama satu tahun." Saya menekan dengan nada mengancam.


"Tapi.. saya dan Lembayung tidak melakukan apa-apa Om! "


"Jangan bohong kamu! lelaki dan perempuan berduaan selama 2 hari ngapain saja?"


"Demi Allah.. saya memang menyayangi Lembayung udah sejak lama Om.. tapi tidak pernah sama sekali ingin berbuat sesuatu yang buruk terhadapnya, saya ingin melindungi dan menjaga nya. "


Ohh.. ternyata anak ini memang menaruh perasaan terhadap Ayung.


"Apa kamu pikir dengan membawa kabur anak gadis orang itu bukan perbuatan buruk? Apalagi saya dengar kalau kamu itu berandalan!"


"Iyah Om.. saya akui, saya memang nakal.. tapi saya ingin berubah.. "


Buuugh..


"Ini pukulan dari seorang ayah yang marah karena anak gadisnya di bawa kabur oleh kamu! "


Buuugh..


"Ini juga pukulan dari seorang ayah yang anak gadis nya celaka gara-gara kamu! "


Buuugh..


"Dan ini adalah kekesalan sesama lelaki! "


Meski tubuhnya runtuh terpelanting mengenai sudut nakas.Tapi ia bergeming... Padahal pukulan yang saya daratkan lumayan keras mengenai wajahnya. Darah pun keluar dari hidung nya.


"Bangun kamu! "


Dia berdiri dan tetap menundukkan kepala.


"Lihat mata saya! "


"Maaf.. saya tidak berani Om. "


"Tegakkan kepala kamu! "


"Kamu muslim? "


"Muslim.. "


"Sudah di khitan? "


"Sudah. "


"Dimana orangtua kamu? "


"Ibu tinggal di Mataram, kalau ayah.. saya tidak tau. "


"Ibu kamu asli Lombok? Ayah?


"Iyah Om ibu Lombok.. ayah Italy. "


"Kamu shalat 5 waktu? "


"Shalat.. in syaa Allah. "


"Mengaji? "


"Sedang belajar. "


"Hafal berapa surat di Al-qur'an? "


"Baru juz 30 Om. "


"Hafalkan surat Al-waqi'ah.. Ar-Rahman.. Al-Kahfi dan Al-Mulk!"


"Iyah.. maaf Om? "


"Kamu tidak dengar? hafalkan surat-surat yang saya bilang barusan! kalau kamu ingin menikahi Ayung anak saya! "


Lagi-lagi ia terkesiap.. wajahnya terpelanga menatap saya tak percaya.


"Apa saya tidak salah dengar Om? sa-saya.. menikahi Lembayung? "


"Kamu harus bertanggung jawab terhadap anak saya, karna saya khawatir akan adanya fitnah setelah kita kembali ke Bandung. "


***


Senja


"Kamu tau hukuman apa yang di berikan untuk pasangan zina? "

__ADS_1


Aku terkesiap dan membulatkan kedua bola mataku.


What the..? apakah papah Lembayung berpikir bahwa aku?


" DERA seratus kali dan pengasingan selama satu tahun." papah Lembayung menekankan kata dera dengan tegas


"Tapi.. saya dan Lembayung tidak melakukan apa-apa Om! " Kali ini aku memcoba membela diri karna memang kenyataan nya tidak seperti yang beliau pikirkan.


"Jangan bohong kamu! lelaki dan perempuan berduaan selama 2 hari ngapain saja?"


Lagi.. membisu untuk beberapa detik.


"Demi Allah.. saya memang menyayangi Lembayung udah sejak lama Om.. tapi tidak pernah sama sekali ingin berbuat sesuatu yang buruk terhadapnya, saya ingin melindungi dan menjaga nya. "


"Apa kamu pikir dengan membawa kabur anak gadis orang itu bukan perbuatan buruk? Apalagi saya dengar kalau kamu itu berandalan!"


"Iyah Om.. saya akui, saya memang nakal.. tapi saya ingin berubah.. "


Buuugh..


"Ini pukulan dari seorang ayah yang marah karena anak gadisnya di bawa kabur oleh kamu! "


Buuugh..


"Ini juga pukulan dari seorang ayah yang anak gadis nya celaka gara-gara kamu! "


Buuugh..


"Dan ini adalah kekesalan sesama lelaki! "


Tubuhku terpelanting mengenai sudut nakas.Sakit..Tapi aku bergeming...Darah keluar dari hidungku.


"Bangun kamu! "


Aku berdiri dan tapi tetap menundukkan kepala.


"Lihat mata saya! "


"Maaf.. saya tidak berani Om. "


"Tegakkan kepala kamu! "


"Maaf.. " Kataku lirih.


"Kamu muslim? "


"Muslim.. "


"Sudah di khitan? "


"Sudah. "


"Dimana orangtua kamu? "


"Ibu tinggal di Mataram, kalau ayah.. saya tidak tau. "


"Ibu kamu asli Lombok? Ayah?


"Iyah Om ibu Lombok.. ayah Italy. "


"Kamu shalat 5 waktu? "


"Shalat.. in syaa Allah. "


"Mengaji? "


"Sedang belajar. "


"Hafal berapa surat di Al-qur'an? "


"Baru juz 30 Om. "


"Hafalkan surat Al-waqi'ah.. Ar-Rahman.. Al-Kahfi dan Al-Mulk!"


Aku mengernyit. "Iyah.. maaf Om? "


"Kamu tidak dengar? hafalkan surat-surat yang saya bilang barusan! kalau kamu ingin menikahi Ayung anak saya! "


Deg.. Deg.. Deg..


Aku terkesiap untuk kesekian kali.. Dan menatap papah Lembayung tak percaya.


Did I hear wrong? Alih-alih menghukumku.. apa tadi yang beliau bilang? Married with her?


"Apa saya tidak salah dengar Om? sa-saya.. menikahi Lembayung? "


"Kamu harus bertanggung jawab terhadap anak saya, karna saya khawatir akan adanya fitnah setelah kita kembali ke Bandung. "


Detak Jantungku semakin tak terarah.. Ini benar-benar di luar dugaanku..


"Tapi.. saya akan tetap memisahkan kalian selama 1 tahun sampai kalian tamat sekolah..!"


***

__ADS_1


__ADS_2