
Senja
"Kamu mau ga naik fast boat lagi? " Tanyaku. saat kita usai menyusuri mangrove.
"kemana? " Tanyanya balik.
"Gili Trawangan. "
"Lombok? "
"Mhhmm.. " Aku mengangguk.
"Maaaauuu banget! "
"Tapi kita disana cuma sebentar yaa.. "
"Iyah deh gapapa.. cuma foto-foto aja. "
"Kita ke Nusa Penida dulu..aku mau tunjukkin kelingking beach.. setelah itu kita kembali ke Sanur dan naik fast boat ke Lombok."
"Ok.. mhhmm.. keliatan nya kamu hafal banget destinasi menarik di Bali, kamu sering kesini? "
"Lumayan sering.. aku suka backpacker dan berpetualang, nyari tempat-tempat indah sekaligus menantang,memacu adrenalin!" Kataku antusias.
"Waaah keren ! aku dari dulu pengen banget berpetualang, kaya gini.. bebas kemanapun tanpa di ikuti atau di awasi. " Keluhnya.
"Di awasi? " Aku mengernyit.
"Iyah.. papahku lumayan posesif, dia sengaja nyuruh orang buat ngawasin kegiatan aku dan Bintang. Tapi ga tau deh.. kalau sekarang masih atau ngga..tapi kalau emang masih di awasi, pasti sekarang aku udah ada bareungan temen-temen study tour. " Ia mencibir.
"Aku juga ga terlalu bebas pergi kemana yang aku mau, pasti di anter jemput.. paling yaa gitu deh,ke mall.. ke bookstore.. kalaupun liburan jauh harus sama keluarga. "
"That's good.. berarti orangtua kamu memang ngelakuin itu untuk melindungi kamu. " Aku tersenyum sambil menatapnya yang sedang mengerucutkan bibir.
"Yaa.. yaa.. ya.. semua orang bilang begitu. aku juga tau ko.. tapi kadang aku pengen banget kaya gini... kaya kebanyakan remaja lain. "
"Kita bentar lagi sampe ."
***
Lembayung
"Ma syaa Allah.. indah banget! " Aku terkagum-kagum melihat pemandangan dari atas tebing.
"Kita ke bawah? " Tanyaku penasaran.
Kamipun menuruni anak tangga satu persatu.Destinasi Trip Nusa Penida ini mengharuskan untuk menuruni tebing yang panjangnya sekitar 150 meter.
Kalau dilihat dari tebing, Kelingking Beach nampak pendek. Namun, sebenarnya luas yang terhampar sepanjang 80 meter. Pasir di Kelingking Beach berwarna putih dan terasa lembut.
Pantai kelingking sering disebut oleh wisawatan asing sebagai The Best Hidden or Secret Beach in Bali.
"Capek? " Tanya senja saat kita masih Berada di tengah-tengah perjalanan.
__ADS_1
"Ngga terlalu.. cuma panas banget! "
"Sebenarnya disekitar sini juga masih banyak tempat yang bagus, kalau kamu mau kita bisa kesana! " Ajaknya.
"Emang ada apa aja? "
"Pasih uwug(broken beach), Angel's Billabong, crystal bay, Raja Lima(pulau seribu).. banyak banget!"
Aku terkulai lemas, saat berada di undak tangga terakhir.
Tapi rasa capek terbayarkan dengan keindahan yang di sajikan. Aku bermain sedikit ombak yang berkejaran, dan Senja tampak duduk sambil memperhatikan dari kejauhan.
"Sini.. !" Aku melambaikan tangan pada nya.
"Dulu.. waktu kamu jalan ngelawan ombak pas kita pertama kali ketemu itu, kamu menangis! kenapa? "
Senja menyunggingkan senyuman hambar. "Aku putus asa! "
"Haah? hihhi.. anak sekecil itu? baru 7 tahun lho kita! yaa mau 8 tahun sih."
"Aku selalu jadi bahan bullyan teman-temanku, waktu kecil.. aku memang ga tau siapa ayah kandungku. Setiap kali saat kami bermain ..anak lain merasa tidak terima kalau aku menang dalam permainan. "
"Alasan nya? "
"Mereka bilang karna aku anak haram.. ga punya ayah.. ga pantes jadi unggulan! " Katanya sambil melempar pasir putih ke bibir pantai berulang-ulang.
"Bukan hanya itu, setiap pulang main atau sekolah.. selalu saja aku terlibat masalah. Dan ibu selalu memakiku setiap melihatku.. "
"Senja..? "
"It's ok..! pada waktu kita ketemu, kepalaku sedang berdarah karna di lempar batu oleh temanku. Saat pulang.. ibu bukan memeluk, atau mengobati luka ku.. tapi malah memaki dan bilang ga ingin punya anak kaya aku. "
"Senjaa..Akuu.. "
"Makasih.. karna dulu kamu ngehibur aku dan akhirnya kita malah bermain ombak. Dulu aku ga kepikiran nanyain nama kamu.. semua nya terjadi tiba-tiba saat kamu bergulung dengan ombak, sekali lagi maafin aku ya ! "
"Kamu ga salah Senja.. kita lupain kenangan itu! "
"Mana bisa aku lupain kenangan kita saat pertama kali bertemu? bahkan ternyata Tuhan mempertemukan kita lagi setelah bertahun-tahun. " Dia menoleh ke arahku.
Deg.
"Ehh.. ngg.. oh iyah.. kamu lahir di bulan apa? " Aku berusaha mengalihkan topik dan membuang pandangan, saat iris mata kami bertemu barusan.
"November.. saat musim hujan, tapi kata papuk inaq.. hari itu mendadak cuaca saat petang begitu cerah. Aku lahir saat Senja di hiasi Lembayung yang begitu indah. Begitu lah papuk setiap kali bercerita.. itulah sebabnya aku di beri nama Senja. "
"Samaa dong.. aku juga November! "
"21 November.. "
"21 November.. "
Kami berdua mengucapkan tanggal lahir secara bersamaan.
"Ehh.. ternyata ulang tahun kita di hari yang sama Senja! " Aku melebarkan senyum hingga terlihat barisan gigi putihku.
__ADS_1
Mata amber nya membulat saat mendengarku mengatakan tanggal lahirku. Dia pun tersenyum.
"Saat itu yang ku tau namamu Ayung.. di hari kedua aku melihatmu, saat kamu duduk di trotoar jalan Dago sedang menunggu jemputan. "
Aku mengerutkan alis.
"18 Juli.. 2 tahun lalu, saat langit di hiasi Lembayung Senja yang indah."
Aku mencoba mengingat-ingat kapan.Untuk beberapa saat mengingat..hanya samar.
"Bentar.. aku ingat sesuatu. boleh aku pinjam ponselku? "
Senja mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya.
Aku membuka gallery foto dan Meng-scroll nya sampai bawah.
Melihat rincian data dari foto yang ku ambil saat sunset, dua tahun yang lalu.
Bingo!
18 Juli 20..
pukul 18.15 WIB
"Ya ampuuuun Senjaaaa.. ini beneran, tanggal nya juga tepat banget.. aku inget saat itu liat langit dan memang benar, saat itu lagi Lembayung Senja..indah banget makanya aku Iseng potret.Senja..makasih yaa! Kamu udah beberapa kali nolongin aku.. bahkan sekarangpun, aku ga nyangka bisa disini sama kamu. "
"Waktu itu..ada orang laki-laki yang ngedeketin kamu.. dan.. "
"Mereka ngegodain trus tiba-tiba ada cowok yang duduk di sebelah.. dan itu kamuuuu Senja! " Aku memotong perkataan nya.
Senja merogoh tas dan mengambil sesuatu di dalam nya, sebungkus rokok dan mengeluarkan satu batang. Lalu mengambil pemantik dan menyalakan nya.
"Uhuuuk.. uhuuk.. " Tiba-tiba saja aku terbatuk menghisap kepulan asap yang memenuhi rongga penciumanku.
"Ehh.. sorry.. kamu gapapa? " Ia pun mematikan rokok dan membuang nya. "Kebiasaan kalau merasa galau, obatku cuma itu! "
"Obat galau? obat galau itu shalat.. bukan ngerokok! ngebat! "
"Hahhaha iyah maaf.. belum bisa ngerubah kebiasaan yang satu itu! "
"Jadi.. sekarang kita kemana lagi? aku laper banget.. tadi cuma sarapan sedikit waktu di hotel. "
"Kamu ga tertarik yang daerah sekitar sini aja? "
"Lho.. kan kamu yang tadi ajak aku naik fast boat lagi! Aku belum pernah ke gili Trawangan.. pengen tau! "
"Ga capek? "
"Ngga.. ayo buruaan! "
"Ya udah.. kita brunch di sekitar sini trus cari masjid atau musholla terdekat ya! "
"Iyaah ih.. hayuuuk! "
__ADS_1
Kamipun kembali menaiki undakan tangga yang panjang itu. Naik menuju atas bukit.
***