
Federico
Namaku Federico Philander, usiaku sudah menginjak 25 tahun dan kini aku adalah seorang Presiden direktur sebuah perusahaan fashion terkemuka di Italia, Dimana CEO atau pemegang jabatan tertinggi adalah padreku bernama Lardo Philander.
Selain mengurus perusahaan, aku juga seorang dosen di salah satu universitas di Milan.Hanya saja sekarang waktuku lebih banyak ku habiskan untuk mengurus perusahaan padre. Perusahaan yang di bangun dengan jatuh bangun selama puluhan tahun.
Eropa adalah benua kedua terkecil di dunia menurut luas permukaan,yang berukuran sekitar 10 juta km2 atau 2% dari luas permukaan dunia.
Ada lebih kurang 50 negara di benua biru ini, dengan Rusia sebagai negara terbesar dan Vatican City sebagai negara terkecil.
Dan Eropa menawarkan banyak institusi pendidikan terbaik di dunia. Dalam QS World University Ranking, ada total 336 universitas di Eropa yang termasuk dalam Top 800 (sekitar 42%).
Dari ke-50 negara di Eropa, beberapa negara seperti Italia, Swiss, dan Belanda menjadi pilihan destinasi pendidikan yang populer bagi pelajar internasional.
Italia terkenal dengan sekolah desain, Swiss populer dengan sekolah perhotelan yang masuk dalam top lima (5) sekolah perhotelan terbaik di dunia, dan Belanda dengan universitas riset yang berstandar tinggi.
Dan Ada lebih dari 32.000 pelajar internasional di Italia sehingga jaringan perkenalan akan semakin meluas dan masing-masing bisa mempelajari kebudayaan negara lain.
Di universitas tempatku mengajar, banyak juga terdapat mahasiswa yang masuk jurusan desain dari berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Untuk itu, aku mempelajari bahasa Indonesia karena padre sering menceritakan tentang negara yang kaya akan keindahan alam nya itu.Juga sering berdiskusi tentang culture dan bahasa dengan para mahasiswa yang berasal dari sana.
Selain bahasa Indonesia, aku mempelajari beberapa bahasa internasional lain nya karena sebagai pemimpin perusahaan tertinggi kedua, aku banyak menghabiskan waktu untuk mengunjungi berbagai negara untuk hubungan diplomatik.
Terhitung, sudah 2 kali aku ke Indonesia untuk mengurus perusahaan padre di Jakarta.
Bagiku, padre adalah sosok sempurna seorang ayah yang selalu mementingkan keluarga dan memperhatikan perkembangan anak-anaknya. Maka dari itu, saat padre bilang aku mempunyai seorang adik di Indonesia.. aku sungguh terkejut, selama ini padre tak pernah memberitahu ini kepada siapapun, termasuk madre.
Padre bercerita, bahwa dulu ia bertemu dengan wanita itu di pulau Lombok di salah satu resort di pantai Senggigi.
Aku menerima beberapa alamat.. salah satu nya alamat lama,Desa sekongkang bawah. Aku sudah mencoba kesana tapi menurut para tetangga yang tinggal disitu, wanita bernama Baiq Indrawati itu sudah pindah ke Mataram bertahun-tahun lalu.
Kalau begitu.. ini tidak bisa di lakukan secara manual, karena mencari alamat seseorang yang tidak kita kenal sangat sulit sekali,aku hanya dibekali alamat dan selembar foto usang wanita itu. apalagi aku hanya warga negara asing yang menetap sementara. Jadi aku memutuskan menghubungi temanku untuk meminta pertolongan.
Setelah sekitar 10 hari mencari akhirnya aku mendapatkan alamat nya di Mataram. Tapi setelah kesana.. ada yang mengganjal pikiranku.
Rumah wanita itu ada yang menempati,saat bertanya ke tetangga sekitar.. Baiq sudah pindah ke Bandung bersama anaknya.Dan mereka seperti berbisik tentang keburukan wanita itu, tanpa mereka ketahui bahwa aku mengerti apa yang mereka bicarakan.
Well,ini menarik... aku akan menyelidiki sesuatu disini. Sementara itu aku harus segera terbang ke Bandung dulu.. mencari adik tiriku dan ibu nya. Dan untuk kali ini pula karena aku juga meminta bantuan pada temanku seorang cyber,hingga akhirnya aku bisa menemukan alamat nya dengan mudah.
***
"Jadi adikku bernama Senja? " Aku bergumam sendiri di dalam sebuah kamar di salah satu hotel terbaik di Bandung.
Memperhatikan wajah adik tiriku itu dengan seksama. Dia memang terlihat mirip dengan padre.. dan tentu saja mirip denganku, hanya saja ia memiliki sedikit raut wajah ibu nya.
Dan yang tak habis pikir.. aku mendapatkan kabar bahwa ia kini tengah di tahan di sebuah lembaga permasyarakatan karena kasus narkoba.
What the hell done Dude...?
Kehidupan macam apa yang kamu jalani selama ini adik kecil? mengapa bisa sampai di tahan padahal masih sekolah?
"Kau tahu boy.. Padre bercerita bahwa ia menyesal dan mencarimu selama bertahun-tahun..dari sejak lahir kamu tak pernah sekalipun bertemu dengannya." Aku masih menatap lekat foto di tanganku.
Tadi adalah sidang pertama nya di gelar..dan aku hanya bisa mengamati dari kejauhan. Aku masih belum berani menemuinya..
Aku pun melihat.. ada seorang gadis cantik seumuran,yang berada dekat dengannya. Is she's your girlfriend?
__ADS_1
Haah.. sudahlah! mengapa aku jadi memikirkan gadis kecil itu? Aku ke Indonesia untuk memenuhi permintaan padre. Sungguh tak ada waktu bagiku memikirkan hal demikian.
Apakah aku harus menemui adikku sekarang? lebih cepat lebih baik.
***
Senja
Aku berjalan sambil senyum-senyum sendiri saat melangkah menuju sel, setelah sidang perdana tadi selesai.
B'cause crazy little thing called love.. is that I'am going to be a father.. a daddy.. a Baba..
Being a dad.. Sungguh di luar dugaan.
Anak itu.. anak yang ada di rahim gadis yang selama ini aku sayangi adalah anakku...
Senja.. Maka Nikmat Allah yang mana lagikah yang telah kamu dustakan?
Huuh.. Aku mendengus.
Ayah?
Aku jadi mengingat nya..
Apakah aku masih punya ayah?
I have tried loving less, but that hurts just the same everytime I remember about him.
Aku sudah mencoba lebih sedikit mencintai nya, tetapi tetap sama, sangat menyakitkannya setiap kali mengingatnya.
"Gimana sidang hari ini? " Tanya pak Arya, saat melihatku sedang termenung duduk di lantai sambil menekuk kaki.Menumpukan wajah pada kedua lututku.
"Alhamdulillah lancar pak.. "
"Syukur atuh! Mudah-mudahan kamu cepet keluar.. "
"Aamiin pak.. " Aku tersenyum kaku dan kembali larut dalam lamunan.
"Senjaaa! " Seorang sipir menghampiri dan memanggil sambil mengetukan tongkat ke trali besi beberapa kali.
"Iyah pak..? " Aku beranjak.
"Ada yang besuk.. ayo ikut! "
Siapa yang membesukku?
Aku mengikuti langkah sipir dan berjalan di belakang nya, hingga sampai di ambang pintu.
Aku mengernyit.Siapa?aku tak mengenal pria itu.
Deg.
Saat ia membalikkan badan, aku seperti melihat replika atau pantulan cermin diriku versi dewasa di hadapanku.
"Siapa..?" Tanyaku sambil menatap ia yang sedang tersenyum.
__ADS_1
"Senja.. na-ma kamu Senja? " Jawab nya memakai bahasa Indonesia yang sedikit kaku.
Aku mengangguk.
"Saya.. Federico.. Federico Philander.. your old Brother! "
Deg.
Aku terkesiap.
"Philander? " Tanyaku ragu sambil mencari kebenaran di sorot mata keabuan itu yang persis sama seperti milikku.
"Saya.. a-da-lah anak tertua dari Lardo Philander ayah mu! ayah kita.. "
"I don't have a father! Sebaiknya anda pergi dari sini! "Aku membalikkan badan hendak meninggalkannya.
"He was sick.. Dan di-a se-dang dirawat in a Hospital. And he want to... bertemu dengan kamu! "
Aku menghentikan langkah. Dengan masih membelakangi nya.
"I withdraw from people and places from time to time. And now, when i need spaces for a happiness..and want to far away from a world who always filled,with a millions cursing words ..they talk too much and always jugde me .. Now again, he was come and call me that i was his child."
(Saya menarik diri dari orang dan tempat dari waktu ke waktu. Dan kini, ketika saya membutuhkan ruang untuk sebuah kebahagiaan.. dan ingin pergi jauh dari dunia yang selalu dipenuhi, dengan sejuta kata makian ..mereka terlalu banyak bicara dan selalu menghakimiku..Sekarang, dia datang dan memanggilku bahwa aku adalah anaknya.)
"Tell to him.. I never want to meet him! Saya tidak pernah mengenalnya dan tidak perlu mengenalnya!saya tidak butuh bertemu dengan orang yang sudah membuat ibu menderita selama ini.. "
Tanpa memperdulikan apapun, aku benar-benar meninggalkan nya sendirian terpaku.
Damned!
Aku ingin mengumpat dan memaki pria itu.
Enak saja!
Setelah hampir 20 tahun, tiba-tiba datang dan mengutus anaknya untuk bilang ingin bertemu?
Apa aku tidak salah dengar? setelah penderitaan yang di alami ibu selama ini ia baru mencari kami?
Sakit ini.. takkan pernah bisa hilang.
Aku masih belum bisa memaafkan.
***
-
-
-
Hallo readers.. mohon maaf karena author sering masukkin B. inggris ke dalam percakapan 🙏🙏 ..
Mohon maaf juga kalau B. inggris nya belepotan.. hehhe.. Karena basic dan latar belakang Senja kan seorang bule dan banyak anak muda jaman now itu bicara nya yang suka campur pake B. inggris juga.. Karena mereka kan masih SMA.. tujuan nya author itu biar feel ceritanya lebih dapat aja. 😁😁
Happy reading.. 💕💕
__ADS_1