Luxia System

Luxia System
Yang Masih Tersisa


__ADS_3

Di malam hari, Hyun Wo terbangun dari tidurnya. Karena sebelumnya efek ramuan penguat tubuh telah habis dan membuat dirinya drop secara drastis. Kini ia baru sadar jika dirinya sudah tertidur lumayan cukup lama sampai lupa memperhatikan Liliana yang sedang terluka.


Yang untungnya sekarang ini mereka berdua berada di sebuah goa yang lumayan besar bisa untuk mereka tempati maupun sebagai tempat persembunyian. Serta dapat dijadikan sebagai tempat tinggal untuk sementara waktu bagi keduanya.


"Hyun... apa kamu sudah bangun?" ucap Liliana lirih masih terbaring di kasur, barusan ia mendengar suara langkah kaki seseorang. Suara langkah tersebut berasal dari Hyun yang mendekatinya berniat untuk mengecek kondisi Liliana saat ini.


"Iya, ini aku. Maaf aku baru bangun Lia."


"Gapapa kok... kamu mungkin lelah setelah menyelamatkanku!"


"Bagaimana kamu tau? Bukannya saat itu kamu... dalam keadaan pingsan?

__ADS_1


"Kesadaran ku masih ada saat itu, aku hanya menyadari sekilas kalau kamu sedang membawaku pergi!"


"Jadi begitu. Lalu apa kamu masih merasakan rasa sakit di matamu?" tanya Hyun masih mengkhawatirkan kondisi Liliana yang kini wajahnya tampak pucat.


"Aku baik-baik saja, luka di mata ini bukan apa-apa bagiku. Yang lebih membuatku sedih kenyataan bahwa kedua orang tuaku telah tiada hiks..."


"Padahal apa yang dia maksud bukan sekedar luka saja, ya, tapi dia cukup kuat untuk wanita seusianya," gumam Hyun dalam hati.


"Aku turut berduka atas kematian kedua orang tuamu Lia..." sahut Hyun sembari mendekat dan memeluk erat Liliana serta menjadi pelipur lara dihatinya.


Kruyuk...

__ADS_1


Mendengar suara perut kelaparan Liliana membuat Hyun Wo bergegas mencari sesuatu yang bisa dimakan, meskipun pada waktu dimalam hari. Ia lalu pamit pergi kepada Liliana, walaupun Liliana melarang Hyun Wo untuk pergi.


Kini ia mencari sesuatu yang bisa dimakan maupun sebagai pengganjal perut penghilang lapar, bukan hanya mengasihani Liliana saja Ia juga harus mengasihi dirinya juga. Apalagi penyakitnya Hyun butuh pengobatan yang serius agar tidak membahayakannya dikemudian hari.


Mencari makan di bekas reruntuhan desa sangatlah sulit bagi Hyun Wo karena ia harus jeli saat melihat sekitaran. Bahkan ia harus selalu berhati-hati dalam mengecek keadaan sekitar dan terus waspada terhadap monster bersayap yang siapa tahu saja masih mendiami desa terpencil ini.


Terlihat desa yang awalnya tertata rapi dan bersih kini hancur tak tersisa satu bangunan pun, lebih parahnya lagi desa ini sudah rata dengan tanah.


Peristiwa pagi berdarah yang sangat mengerikan itu hanya meninggalkan bekas reruntuhan bangunan desa dan bekas pembantaian mereka terhadap manusia. Bekas darah, ledakan, dan sisa reruntuhan.


Tidak diketahui apakah masih ada yang berhasil selamat pasca kejadian penyerangan monster bersayap pagi hari itu. Bisa dipastikan desa terpencil ini sekarang hanya tinggal namanya saja.

__ADS_1


Di sebuah reruntuhan Hyun Wo menemukan beberapa daging asap, roti, dan sebuah barang peninggalan si empunya yang tergeletak begitu saja. Lalu ia mengambil beberapa pakaian untuk digunakan kembali, yang tentunya sebelum mengambil Hyun Wo ijin terlebih sembari mengucapkan duka yang mendalam pada korban kekejian monster.


Anehnya saat ia berkeliling belum satupun melihat maupun menemukan mayat para korban, entah didalam reruntuhan ataupun yang terlihat jelas oleh mata. Seolah-olah mayat korban hilang begitu saja.


__ADS_2