
"Begitulah ceritanya, sudah menjadi cerita lama yang diceritakan oleh generasi ke generasi!" ucap Liliana setelah menceritakan kisah mengenai kerajaan lama Guniere.
Semuanya nampak antusias, ketika mendengar kisah dibalik reruntuhan kerajaan lama itu yang sudah dilupakan beribu-ribu tahun lamanya.
Hingga saat ini pun diketahui masih terabaikan lantaran cerita mengenai kutukan mengerikan pada kerajaan Guniere masih dianggap memakan korban setiap tahunnya.
"Kalau ada kutukan mengerikan... itu artinya kita akan melawannya, aku takut..." ucap Momo khawatir terlihat dari raut wajahnya.
"Hmm, aku juga berpikir seperti itu. Takutnya kutukan itu masih menyelimuti kerajaan Guniere, meskipun sudah menjadi reruntuhan. Dan terabaikan sangat lama," timpal Sayuri merasa khawatir pada tujuan yang telah Hyun putuskan.
[Pemberitahuan sistem]
"Kutukan kerajaan Guniere sudah lama lenyap tuan, jadi tidak masalah jika tuan dan mereka bertiga berada di wilayah kerajaan!"
"Begitu ya, aku jadi lega. Informasimu sangat membantu di situasi ini Luxia, terimakasih."
Hyun Wo lalu mengatakan kepada mereka jika kutukan itu telah lenyap sejak lama agar mereka percaya Hyun Wo membumbui perkataannya dengan sedikit kebohongan.
Yang pada akhirnya mereka percaya dengan apa yang Hyun Wo katakan serta mengurangi rasa khawatir mereka pada kutukan itu.
Lantaran jalanan agak terjang kereta kuda yang mereka tumpangi lagi-lagi harus di tinggal sendiri lagi.
Tapi kali ini Hyun Wo melindunginya dengan pelindung dari kekuatan supranatural miliknya.
Menuju pintu lain memasuki wilayah kerajaan Guniere yang disekitarnya terdapat kabut samar-samar Hyun Wo merasa jika tempat ini pernah di singgahi oleh seseorang.
Mengetahui dua tempat layaknya obor terdapat api di atasnya sehingga memperkuat dugaan.
Dan seseorang itu pastinya monster yang memiliki niat jahat akan membangkitkan para pasukan dari kedua kerajaan yang tewas dalam medan perang.
Momo selalu berada didekat Hyun Wo dan memegang satu tangannya terlihat telinga kelincinya yang gemetaran lantaran dirinya takut pada sekitaran tempat ini.
Sementara Sayuri dan Liliana tidak masalah dengan tempat ini mereka berdua nampak tenang-tenang saja berjalan bersamaan sembari melihat-lihat sekitaran.
Sebelumnya Hyun Wo sudah memperingati ketiga perempuan itu untuk tetap waspada.
"Kamu kenapa Sayuri?" tanya Liliana kepada Sayuri sekilas melihatnya tidak nyaman pada tempat ini.
"Tidak apa-apa kok, sebenarnya ini pertama kali diriku berada di tempat seperti ini. Jadi aku agak terkejut saja melihat sekitaran yang seperti ini, aku penasaran bagaimana keadaan kerajaan Guniere di masa kejayaannya?" sahut Sayuri bersikap tenang karena dirinya sebenarnya merasa tidak nyaman sekali. Ia hanya berpura-pura terlihat seperti wanita tangguh agar mendapatkan perhatian dari Hyun.
Sayangnya saat ini Hyun Wo sedang sibuk memikirkan sebuah strategi dan antisipasi didalam ruangan sistem.
__ADS_1
Melewati area pintu tadi kini mereka berjalan melalui patung-patung berukuran besar terlihat masih berdiri kokoh dari masa ke masa.
Melihat api pada batas patung itu membuat Hyun Wo semakin waspada terhadap monster yang akan dilawannya.
Intuisinya mengatakan jika ada yang tidak beres dengan patung-patung ini.
Hingga hal mengejutkan terlihat oleh mata kepala mereka sendiri patung-patung itu mulai bergerak dan keluar dari batas di bawah kakinnya.
"Kyaa!?" teriak Momo sembari bersembunyi di belakang Hyun dirinya nampak shock melihat pergerakan patung besar dan tinggi itu.
[Pemberitahuan sistem]
"Keenam patung ini sudah dimasuki oleh kekuatan monster itu, tuan! Prinsipnya saat ada seseorang dirasa sangat kuat pada wilayah tertentu akan memicu pergerakan patung-patung itu seperti saat ini."
Hyun Wo mengeluarkan Devil sword serta tiruan dirinya guna melindungi ketiga perempuan itu, dikala dirinya yang asli mencari monster incarannya.
Dan benar saja patung itu lebih memilih untuk menyerang Hyun Wo daripada salah satu dari ketiga perempuan itu.
Hyun Wo memperingati ketiganya agar saling bahu membahu sementara dirinya akan menjadi umpan.
Selagi patung-patung itu fokus menyerang satu orang yaitu Hyun Wo maka yang mereka lakukan adalah menghancurkan patung itu.
Luxia mengatakan bahwa patung ini memiliki kekebalan khusus pada serangan jarak jauh yaitu serangan tertentu.
Dap..dap.. dap..
Brakk!
Brakk!
Hyun Wo menghindari berbagai serangan yang mengarah pada dirinya dari pedang yang dimiliki oleh kelima patung itu.
"Tempat ini akan semakin rusak jika aku terus menghindar, tidak ada pilihan lagi selain cepat-cepat mengalahkannya. Aku akan menghancurkan kepala terlebih dahulu, apakah tetap bergerak atau kesulitan mengetahui Incarannya?" ucap Hyun dalam hati.
Ketiga perempuan itu melakukan serangan jarah jauh secara bergantian, sementara Hyun Wo melesat ke sana kemari hingga berada di pundak salah satu patung tinggi itu.
Brak!!
Disaat satu tangan patung yang Hyun Wo tengger kan mendarat untuk menepuknya Hyun menggunakan kemampuan Devil sword tebasan penembusan besi.
Sehingga kepala patung barusan jatuh ke bawah dan rusak sebagian.
__ADS_1
Namun patung itu masih bisa bergerak dan mengetahui keberadaan Hyun Wo sama seperti sebelumnya.
"Tch, ternyata masih bisa mengetahui keberadaan diriku!"
Siut...
Dharr!
Satu patung berhasil di tumbangkan setelah terkena serangan supranatural "ledakan kegelapan" yang digunakan oleh Liliana.
Hingga bagian badan patung itu perlahan retak dan terbelah menjadi dua.
Gantian Sayuri menggunakan kekuatan air milikinya untuk menumbangkan dua patung sekaligus yang sekarang ini terlihat seperti diselimuti oleh air bah, mengelilingi keduanya seperti putaran tornado.
Kletak!
"Berhasil! Dengan ini aku pasti dilirik oleh Hyun, aku menantikannya..." gumam Sayuri nampak gembira setelah berhasil membekukan kedua patung itu dan menghancurkannya.
Akibat dari penggunaan kekuatan air dan es miliknya itu membuat Sayuri kelelahan.
"Hu... rasanya melelahkan, walaupun begitu ini demi mendapati perhatian darinya.. hu..." gumam Sayuri di sela-sela dirinya melihat dua patung yang tersisa, kini bagian Momo yang akan mengurusnya.
Seorang best berjenis kelinci membuatnya bisa melompat lumayan tinggi dari loncatan manusia normal yang tidak memiliki penyerapan murni.
Serta menjadi salah satu kekuatan dirinya secara alami, bahkan kelincahannya bak seekor sedang di buru oleh predatornya.
Menghindar setiap tangkapan patung itu sembari dirinya melompat dari satu sisi ke sisi lain, yaitu antara kedua patung yang tersisa itu.
"Apa kamu bantuanku Momo, sepertinya kedua patung itu lebih memilih mengincar gadis sepertimu ketimbang diriku?" ucap Hyun.
"Tidak usah tuan, aku bisa mengatasinya," sahutnya yang masih berada di atas patung itu.
Suara gaduh berasal dari benturan tubuh patung itu terdengar cukup berisik. Dan...
Kecepatan loncatan Momo terus meningkat hingga mampu menghancurkan tubuh salah satu patung itu hanya dengan tolakan kedua kakinya.
Hal itu juga sama ia lakukan kepada sisa patung terakhir, namun kali ini dia memilih menghancurkannya dengan pukulannya saat melesat.
Brak!!!
Semua yang melihatnya membuka mata lebar-lebar lantaran tinjuan Momo barusan berhasil menghancurkan patung terakhir itu hingga berkeping-keping.
"Kekuatan Momo begitu luar biasa mampu menghancurkan patung itu dengan sekali tinjuan saat dirinya melesat. Tapi... apa mungkin dirinya menjadi kelinci percobaan, sebelumnya aku melihat ada aura tertentu pada dirinya?" ucap Hyun berspekulasi di akhir ucapannya.
__ADS_1
Sementara dirinya yang asli sedang menghadapi wujud monster mirip seperti malaikat pencabut nyawa.
Lengkap dengan senjata sabit dan di bagian belakang tubuhnya memiliki rantai rantai yang bisa dia kendalikan sebagai penyerangan tambahan.