
Tidak ingin berlama-lama dalam babak final ini Hyun Wo mengeluarkan senjata pinjaman dari Luxia sebagai taktik kemenangan tanpa adanya pertumpahan darah, pikir Hyun Wo.
Sebuah pedang dinamakan "pembela ruang" diketahui sangat berbahaya jika digunakan asal atau dimiliki oleh orang yang tidak tepat.
Namun pedang tersebut hanya dimiliki oleh Luxia, sementara Hyun Wo belum mengetahui akan hal itu. Ia hanya meminjamnya sebentar sebagai eksistensi pedang terkuat dihadapan Lalui.
Terlihat seperti pedang biasa pada umumnya, tapi dari segi kekuatan tidak bisa diragukan lagi saat mereka mengetahuinya nanti.
"Pedang lain ternyata, kau memang ahli memprediksi keadaan dalam pertarungan. Selain itu ahli menipu!" cibir Lalui yang hanya di abaikan saja oleh Hyun Wo dengan tatapan datar.
"Sayangnya aku ini bukan orang yang mudah ditipu oleh trik-trik murahan dan akting palsumu itu. Jadi lawan lah diriku dengan serius, aku yakin orang sepertimu menyembunyikan kekuatan asli!" ucapnya lagi seraya menarik samurai dari sarung.
Dua puluh lebih pedang yang melayang tepat di atas Lalui kembali mengarah pada Hyun Wo dengan tajam dari berbagai arah.
Kali ini lebih cepat dari sebelumnya hingga penonton agak ngeri jika Hyun Wo tertusuk pedang melesat tersebut.
Swosh... ×30
Pedang ruang belum ia gunakan masih dalam pegangannya sembari menghindari banyaknya pedang yang melesat ke arahnya.
Dan penonton pula di buat tak bernafas saat Hyun Wo menghindari setiap pedang yang nyaris mengenai leher, tubuh, wajah, dan tangannya.
Sebenarnya ia berencana mengulur waktu untuk memberi waktu bagi Luxia.
Dan disaat pedang melesat itu memperbanyak jumlah Hyun Wo baru memutuskan melakukan aksi penghancuran.
Setiap pedang yang melesat dekat dengannya ia hancurkan bagian tajamnya dengan kekuatan supranatural miliknya.
Lalui tak tinggal diam, dia turun tangan guna mengalahkan lawannya secepat mungkin. Sekalian membalas dendam atas perbuatan Hyun Wo pada pedang warisan miliknya.
Setelah Luxia mempersiapkan antisipasi untuk penggunaan pedang ruang yang menurutnya pertama kali diayunkan di dunia ini.
Slash...
Ruang tempat ini berlubang bekas ayunan pedang tersebut hingga menyedot semua pedang disekitarnya dengan kecepatan tinggi begitupun dengan lalui dan dirinya.
Lubang tersebut berada di tengah-tengah mereka dan lumayan dekat.
Lalui melihat seluruh pedang dari kekuatan sihirnya sebagai penyerangan itu lenyap masuk kedalam lubang layaknya portal itu.
Dia sendiri nampak kebingungan hingga dirinya mematung sesaat di tempat.
Hyun Wo tidak tersedot lantaran dirinya menggunakan kekuatan supranatural miliknya "energi pemberat tubuh" sesaat setelah lubang bekas ayunan pedang ruang muncul.
__ADS_1
"Apa-apaan ini? Daya hisapnya lumayan kuat sekali. Kau tidak bermain curang lagi kan?!" ucap Lalui saat menahan dirinya agar tidak tersedot kedalam lubang itu dengan cara memasukkan satu tangannya kedalam tanah sebahu.
"Pedang ini memiliki nama 'pedang ruang' bisa membuat ruang yang ada di dunia ini terbelah. Aku yakin kekuatannya melebihi pedang legenda milikmu, bahkan menurut cerita nenek moyang pedang ini pernah membelah apapun dalam radius bermil-mil jauhnya. Sebuah peristiwa kelam di masa lalu yang sampai hari ini dirahasiakan!" terang Hyun berusaha untuk terlihat serius.
Tak lama lubang itu menghilang seakan lenyap bersamaan dengan Hyun Wo berpura-pura menghilangkan lubang berbahaya itu.
Lalui terdiam terlihat dirinya sedang memikirkan sesuatu.
"Aku mengundurkan diri!"
Ucapan lantang Lalui membuat penonton mulai riuh menangapi keputusan mendadak tersebut yang menurut mereka tidak seharusnya di ucapakan.
"Apa dia itu gila, menyerah begitu saja pada si penipu itu!!"
"Mungkin ada yang membuatnya terpaksa menyerah, kau amati lagi dengan jelas agar tidak salah paham!"
Sementara keluarga Gu.
"Ada apa ini Gu Huangpu, anakmu memalukan keluarga kita?" Dia malah menyerah tanpa sebab hanya karena lubang tadi menghilang?" ucap paman Lalui di tempat penonton merasa jika keponakannya terlalu gagal mengambil keputusan.
"Kita tidak tahu kondisi apa yang dialaminya saat berhadapan dengan anak itu, dari apa yang aku lihat pada isi lubang tadi mengingatkan diriku pada cerita tetua terdahulu, dimana ada suatu kekuatan di bumi yang mampu melenyapkan seseorang tanpa sisa sama sekali!" sahutnya pada perkataan adiknya.
"Yah, aku pernah dengar cerita itu."
Sementara tenaganya terkuras tidak mendapatkan hasil memuaskan.
"Para penonton mendukung dirimu, apa kamu mau lanjut, Lalui?" tanya Hyun.
Wasit mendekati Lalui guna memastikan ucapannya sekali lagi, memilih menyerah atau lanjut. Dan jarang-jarang wasit melakukan keputusan seperti ini.
Tak lain karena sogokan dari keluarga Gu.
"Aku tarik omonganku dan melanjutkan pertarungan final ini!"
[Pemberitahuan sistem]
"Maaf tuan, saya harus mengambil kembali pedang yang tuan pinjam, maafkan saya!"
"Tidak apa, ambil saja Luxia. Harusnya aku yang berterimakasih padamu karena memperbolehkan diriku meminjam item tanpa mengurangi poin, kamu adalah sistem paling baik dari buku komik tentang 'system' yang pernah aku baca."
"Terimakasih tuan."
Hyun Wo kini ditertawai habis-habisan oleh penonton yang berpendapat jika pedang tadi hanya salah satu tipuannya.
__ADS_1
Sementara Lalui ditertawai lantaran dirinya hampir tertipu pada trik murahan.
"Aku sudah kehilangan Blood sword, dan aku tidak mungkin menggunakan Devil sword, lebih baik... aku gunakan..."
Swosh...
"Barusan... hampir saja kepalaku terpenggal oleh samurainya..." batin Hyun dalam hati.
Swosh...
"Gerakannya semakin cepat, dan ayunan pedangnya lumayan sulit untuk kulihat. Rupanya dia sudah serius pada pertarungan ini," ucap Hyun dalam hati.
Pada waktu normal gerakan Lalui sudah tak terlihat lagi saking cepatnya, bahkan jika serangannya mengenai Hyun Wo maka akan dianggap membunuh tanpa menyentuh dalam sekejap.
Di gerakan lambat Lalui hendak menebas tubuh Hyun Wo hingga menjadi dua bagian, karena dirinya melihat lawannya seakan diam tak berkutik.
Swosh...
Lalui membuka matanya lebar-lebar saat yang diserangnya menghilang dikala pedangnya nyaris menyentuh pakaian Hyun Wo.
Brakk!!!
Semuanya terperangah dalam sekejap melihat dengan seksama Lalui tergeletak seakan dihajar dengan kuat sampai bagian arena dibawahnya retak.
Sementara Hyun Wo mendekati wasit entah apa yang dibicarakannya, mereka tidak tahu.
"Dia sudah tidak bisa bangun lagi untuk sekarang!" ujar Hyun.
"Apa dia mati!?"
"Tidak. Dia masih aku beri kesempatan hidup, dan katakan padanya untuk berlatih lebih giat lagi agar dapat bertemu denganku di masa depan!"
Wasit mengangguk paham pada ucapan Hyun Wo kemudian memastikan omongannya.
Mendekati Lalui dan mengecek keadaannya.
"Dia masih bernafas, hanya saja tak sadarkan diri. Anak muda itu benar-benar berwelas asih kepada penerus keluarga Gu ini," gumam wasit menatap kepergian Hyun.
Dan dengan ini babak final dimenangkan oleh Hyun Wo dari ras manusia.
Momo terlihat bahagia, karena tuannya bisa melewati babak final tanpa luka dan cidera.
Liliana pun bangga mendengar Hyun Wo adalah pemenangnya, sama seperti Sayuri ia bersorak ria atas kemenangan telak Hyun Wo.
__ADS_1