
Keluar dari wilayah Dark forest mereka kemudian menuju penginapan terdekat yang tempatnya disarankan oleh Sayuri.
Tanpa diketahui Sayuri sebelumnya mendapatkan tiket masuk ke sebuah penginapan tanpa harus membayar, karena tiket itu adalah token VIP yang ia temukan secara kebetulan di jalan.
Kali ini gantian Liliana merasa kelelahan akibat dari penggunaan kekuatan supranatural miliknya terlalu melampaui batas.
Banyak sekali para monster saat perjalanan mereka keluar dari Dark forest, dengan niatan untuk mengincar kereta yang ditumpangi oleh ketiga manusia didalamnya. Sehingga mau tidak mau Liliana harus extra mengatasi ancaman dari para monster itu, mengakibatkan dirinya harus berjuang keras di garis depan dengan menggunakan kekuatan supranatural.
Walaupun begitu Hyun Wo tetap membantu guna meringankan beban yang dipikul oleh Liliana menggunakan sebagian mana nya yang masih tersisa.
[Level diri anda naik ke level 10]
[Devil Sword naik ke level 3]
[Kekuatan supranatural kegelapan naik ke level 8]
[Skill Floating Soul kini berada di level 7]
-Yang lain geser kebawah
Informasi tersebut Hyun Wo dapatkan dari dalam pikirannya yang membentuk sebuah ruang memungkinkan dirinya dapat mengecek skill yang ia peroleh dari sistem Luxia maupun berinisiatif untuk membeli Skill dengan poin.
Sebenarnya Hyun Wo sudah mengetahui jika level dirinya naik bukan karena mengetahuinya dari informasi pada layar dihadapannya tersebut.
Karena setiap manusia yang memiliki penyerapan murni setelah level diri mereka naik hanya seseorang itu saja yang akan merasakannya.
Sekarang ini kedua iblis yang mengawal dan membantu mereka saat melewati wilayah Dark forest telah menghilang, setelah Liliana menghentikan pengaruh kekuatan supranatural miliknya.
Kereta melayang sebagai tumpangan pun lenyap menjadi cahaya dan terbang ke langit.
Maka Hyun Wo sekarang ini memutuskan untuk berjalan kaki sembari ia menggunakan Floating soul hanya untuk berpindah tempat dari jarak yang lumayan jauh.
Sembari menunggu jiwa melayang tersebut jauh atau pada sekitaran tempat penginapan itu mereka harus berjalan kaki terlebih dahulu.
__ADS_1
Berkat Sayuri mengatakan dirinya menemukan sebuah tiket VIP Hyun Wo langsung terlihat berseri berseri setelah mendengarnya.
Sementara Liliana terbaring dalam keadaan melayang di udara dan bergerak bersamaan dengan langkah Hyun Wo, ketika Sayuri menyarankan untuk membantu Hyun Wo agar tidak memapah istrinya.
Karena hal itu akan memakan banyak waktu hanya sekedar untuk berjalan saja meskipun akan menggunakan cara cepat yaitu teleportasi.
"Dia tertidur lelap sekarang, apa karena dia sangat kelelahan setelah banyak menggunakan mana?" ucap Hyun dalam hati.
"Hyun, ada yang mau aku tanyakan padamu. Pertanyaan ini terus mengganjal dalam hatiku selalu, jadi kalau boleh aku ingin kamu jawab dengan jujur dan jangan ada kebohongan diantara kita."
Sayuri memandangi Hyun dari samping terlihat serius dan yakin pada ucapannya. Hyun Wo yang meliriknya merasa hatinya sakit, bukan karena urusan cinta. Tapi hal itu disebabkan dari reaksi tubuh yang ia tempati ini.
Terlalu banyak hal baik yang pernah dilakukan oleh pemilik tubuh ini tanpa ada niatan jahat yang menggebu, emosi terlampau batas, kebencian mengakar, dendam tak terbalaskan sehingga ada penolakan dan rasa sakit di hati jika saja Hyun Wo memaksa untuk berbuat jahat maupun sebagian kecil perilaku tidak baik.
Sebenarnya rasa sakit itu selalu ia rasakan sejalan dengan penyakit yang dideritanya.
"Oke, aku akan jujur."
"Huh... sepertinya tubuh ini terlalu suci untuk berbuat hal jahat sejahat jahatnya," gumam Hyun dalam hati.
Tentu saja pertanyaan tersebut sudah Hyun Wo duga sebelum Sayuri mengatakannya terbaca dari sikap dan perilaku dirinya sebelumnya.
"Aku akui kami berdua bukan sepasang suami istri, hanya sebatas teman masa kecil yang sekedar akrab saja. Tidak lebih dari itu."
"Eh, sungguh. Tidak lebih dari itu?" tanya Sayuri kembali.
"Niatnya seperti itu, karena aku tidak pantas untuk menjadi pendamping hidupnya!"
"Gitu ya, sayang banget... padahal kalian berdua terlihat sangat cocok," ucap Sayuri sedikit menundukkan wajahnya, dari posisi itu dia terlihat dengan senyuman bahagia bahwa ada secercah harapan dirinya untuk bisa mendapatkan hati Hyun.
Tapi bukan Liliana yang tangguh jika hanya menggunakan secuil kekuatan supranatural miliknya saja sampai menguras banyak mana dan akhirnya ia akan sangat kelelahan.
Liliana mendengar semua percakapan dua orang terdekatnya ini pada keadaannya sekarang ini.
__ADS_1
Apalagi Liliana terlihat mengeraskan rahang tanpa sepengetahuan mereka berdua ketika mendengar Hyun Wo sudah tidak memiliki rasa cinta kepadanya.
Seingat Liliana, Hyun Wo dulu pernah bersumpah untuk menikahi dirinya kelak saat sudah menjadi orang yang pantas berada disampingnya.
Namun kini dirinya harus mendengar kenyataan pahit jika perkataan dahulu Hyun Wo tidak bisa ia jadikan sandaran. Karena Hyun Wo belum tentu akan menikahinya di masa depan.
Beberapa saat kemarahan dan rasa sakit didalam hati Liliana saat ini berkurang drastis mengingat perkataan orang yang disukainya berkata "aku tidak pantas menjadi pendamping hidupnya" Liliana simpulkan jika hal tersebut adalah alasan mengapa Hyun Wo mengatakan itu.
Misalnya saja Hyun Wo sudah merasa pantas maka ada harapan bersinar bagi dirinya untuk merebut hati orang yang dicintainya kembali, pikir Liliana.
•••
Di dekat penginapan setelah mereka sampai dengan berpindah tempat menggunakan jiwa Hyun Wo dan melakukan teleportasi.
Terlihat penginapan berkelas ini sangat ramai oleh orang-orang kelas atas dengan pakaian yang mereka kenakan tampak mahal, Hyun Wo bisa menebaknya.
"Hei, kalian bertiga kenapa bisa ada disini.Tempat ini terdapat tanaman hias mahal dan langkah, cepat keluar dari sini!" ungkap seorang laki-laki dengan penampilan aneh. Memperingati mereka bertiga agar tidak sembarangan memasuki area khusus.
Sebelumnya jiwa Hyun Wo memilih untuk melakukan berpindah tempat dengan raganya di tempat ini, alasannya sederhana, karena area ini sangat sepi.
Hanya saja kedatangan orang yang memperingatkan itu adalah suatu kebetulan yang tidak disangka-sangka.
Memasuki aula utama setelah menyerahkan tiket VIP kepada penjaga pintu masuk mereka bertiga akhirnya merasakan berada di diantara orang-orang kelas atas.
"Maaf, sebenarnya tiket ini berlaku untuk satu kamar. Namun kamarnya sangat luas bisa kalian tempati bersama. Jika anda setuju saya akan senang hati mengantarkan kalian!"
Ketiganya saling pandang yang akhirnya Hyun Wo setuju menerima tawaran baik dari pengantar tamu tersebut.
"Oke, kami akan menempati kamar itu," Balas Hyun yakin dengan pilihannya, apalagi disetujui pula oleh kedua wanita cantik.
Sampai di depan pintu kamar VIP tersebut setelah diantar oleh pengantar tamu ramah tadi, mereka kini memasuki kamar VIP dengan wajah sumringah.
Bagi Hyun Wo keberuntungan ini mampu menghemat pengeluaran, karena ia sudah tahu harga asli kamar ini memerlukan ribuan koin emas dan ratusan koin perak.
__ADS_1
Untuk Sayuri keberuntungan yang ia dapatkan adalah Jack pot tahunan atau seumuran hidupnya yang berhasil ia dapatkan.
Sementara Liliana merasa bahagia sekali, karena dirinya akan tetap bersama Hyun Wo di manapun dirinya berada.