
"Tunggu, bukannya itu ciuman secara tidak langsung. Apa Amaryllis bisa lalai karena hal sepele itu, atau dia... tidak memperdulikannya?" ucap Hyun dalam hati.
"Baiklah, aku akan menemui Momo sekarang, kurasa kue buatannya sudah membuatku ketagihan!" ujar Hyun terus terang sembari melenggang pergi memilih untuk melupakan hal yang dipikirkannya tadi, namun dengan cepatnya Amaryllis menahannya.
"Kamu cuma kelaparan, kan? Bukan karena ketagihan kue buatan Momo?"
Perkataan Amaryllis barusan memang ada benarnya di satu sisi Hyun Wo sedang kelaparan, dan di satu sisi lagi dirinya menyukai rasa dari kue buatan Momo yang pas di lidahnya.
Hanya saja Amaryllis begitu jeli bisa menyimpulkan hal itu terang-terangan, pikir Hyun Wo.
"Dua-duanya, aku juga kelaparan karena tadi menolak untuk singgah di kerajaan sampai siang!" jelas Hyun.
"Kalau begitu aku masakan hidangan yang enak ya buat kamu? Sebenarnya Sayuri sedang berlatih dengan Liliana sekarang. Dia tidak sempat untuk memasak, sementara Momo mungkin memakan habis kuenya!" terang Amaryllis sembari melingkari tangan Hyun dengan senyuman manisnya bak bidadari.
Hyun Wo lalu melepaskan perlahan pegangan tangan Amaryllis. Dan berkata
"Boleh. Sangat langka sekali aku bisa mendapatkan perhatian darimu Mary, terimakasih."
Dengan wajah tersipu malu dan memerah Amaryllis langsung saja pergi lebih dulu.
Sampai di dapur Hyun Wo mendapati Momo yang tengah tertidur pulas pada meja dan bersandar pada kedua tangannya yang bersedekap.
Atensi Hyun Wo lalu tertuju pada kue di atas piring yang kelihatannya sama seperti kue yang dimakannya barusan. Hal saja kue tersebut sudah dihias sedemikian rupa hingga terlihat menarik.
Usai menyimpulkan, ternyata Momo menyisakan kue buatannya untuk seseorang, atau mungkin untuk dirinya sendiri.
Suara dengkuran lembut membuat Hyun Wo enggan untuk membangunkan Momo sekedar menanyakan kue didekatnya itu.
Ia kemudian duduk pada kursi yang tak jauh dari Momo sementara Amaryllis mulai mengambil bahan-bahan guna membuat masakan lezat bagi Hyun Wo dan yang lainnya juga.
Terik matahari yang membakar membuat aktivitas di pasar kini tak ramai seperti di pagi hari.
Selesai ikutan berlatih maupun mengajari Sayuri beberapa teknik beladiri dan jurus yang dapat di turunkan, mereka berdua akhirnya memutuskan untuk berbelanja sebelum pulang.
Dan juga level diri mereka berdua naik beberapa, ketika berpapasan dengan monster dan bersama-sama mengalahkan.
Uang yang mereka gunakan pun berasal dari Hyun Wo seperti halnya mereka berdua adalah istrinya saja.
"Hei.. katanya di desa seberang, desa Hawl. Sedang dilanda kecemasan, gara-gara warga di teror oleh monster dalam bayang-bayang!"
__ADS_1
Saat mereka sedang melakukan transaksi kebetulan sekali Sayuri mendengar pembicaraan dua orang pedagang tak jauh darinya.
Sementara Liliana masih asyik tawar menawar dan mengabaikan pembicaraan mereka, dirinya berusaha agar barang yang di mau tidak terlalu mahal harganya.
Kini Sayuri memasang telinganya lebar-lebar.
"Ya, aku juga mendengarnya. Kasian para korban harus mati dalam keadaan mengenaskan!"
"Kau tahu rupanya, jadi bagaimana kondisi para korban?"
"Tubuh mereka menyusut seperti halnya mengering dan diambil darahnya, begitulah informasi yang aku dengar dari rekanku hehe.."
"Ho.. jadi begitu, ku harap pemimpin desa itu turun tangan. Karena menurut rumor yang beredar dia jarang keluar sama sekali, bahkan ada orang yang mengatakan 'kapan mereka terakhir kali melihat pemimpin desa'?"
Sayuri merangkum percakapan mereka lalu menanamkan dalam kepala agar tidak lupa. Dan menurutnya, Hyun Wo bisa membantu keadaan di desa Hawl yang sedang membutuhkan bantuan.
Kembali pada Hyun Wo yang kini memperhatikan Momo masih tertidur pulas seakan berada di dunianya sendiri.
Ada tawa kecil saat ia memperhatikannya tak disangka dari tempatnya Amaryllis memperhatikan Hyun Wo.
Dan agar tidak terlalu mencolok ia melakukannya dengan rangkaian aktivitas memasak.
Suara ketukan pintu mengalihkan atensi Hyun Wo lalu ia bergegas menuju ke arah pintu untuk melihat siapa tamu yang berkunjung siang ini.
Dia adalah...
"Eh? Elis.. ma-maksduku tuan putri, kenapa anda datang kemari? Apa ada yang bisa saya bantu? Atau saya melakukan kesalahan sebelumnya?" cecar Hyun lantaran terkejut mendapati Elisha yang berkunjung ke penginapan ini.
"Aku mau makan siang disini, jadi biarkan aku masuk!"
Kali ini Hyun Wo dibuat melongo untuk yang kedua kalinya, bagaimanapun alasan Elisha barusan masih membuatnya bertanya-tanya.
Antara mimpi atau berhalusinasi, putri cantik sepertinya mau berkunjung kemari dengan dalih makan siang. Bagi orang seperti Hyun Wo, hal ini lebih dari sekedar kejutan. Bahkan ia menyebutkannya kejatuhan bintang di siang bolong.
"... boleh tuan putri, hanya saja tuan putri tidak kesini sendirian, kan? Lalu bagaimana bisa putri tidak menimbulkan keramaian singkat?"
"Aku menggunakan sihir, oh ya, aku kesini bersama..."
Belum menyebutkan nama orang yang datang kemari bersamanya seseorang itu muncul dari balik dinding.
__ADS_1
Pangeran Cyrus yang sebelumnya pernah mengikuti turnamen Colosseum tahap dua. Sayangnya dirinya tak lanjut babak kedua lantaran dalam pertarungan itu, saat berhadapan dengan peserta dari ras monster keduanya berakhir imbang.
Dan karena sudah aturan berakhir seri sama saja keduanya gugur dalam pertandingan.
"Pangeran, salam hormat saya," ucap Hyun.
"Hmm."
Tak disangka Hyun Wo kini tidak menemukan Elisha yang sebelumnya berada didepannya, kemana dia?"
"Tuan putri...?" Hyun Wo kebingungan.
"Dia sepertinya sudah masuk kedalam, pahlawan. Hahaha aku senang bisa bertemu dengan juara satu turnamen seseorang mendekati dewa, sebenarnya selain menemani adikku berkunjung kesini. Aku juga berharap dapat bertarung denganmu, Hyun!"
"Apa-apaan dia ini, sebelumnya memanggil pahlawan kepadaku, lalu namaku di akhir. Dan tatapannya itu, dia serius ingin mengajakku bertarung!" ucap Hyun dalam hati.
"Maaf, mungkin permintaan saya tadi terlalu mendadak. Tapi saya berharap tuan menerimanya."
"Baiklah, tapi setelah aku makan siang ya, aku belum makan sejak tadi."
"Heh.. sebelumnya tuan menolak makan siang saat berkunjung kesana, apa karena.. adikku yang sangat cantik. Tuan jadi..."
"Saya hanya memiliki urusan penting saja Pangeran, mari masuk!"
Di dapur Elisha sedang berbincang dengan Amaryllis menanyai kabar keduanya, apa yang dilakukan, dan hal pribadi lainnya yang hanya mereka berdua tanyakan. Saking akrabnya.
Dan mereka berdua saling mengenal satu sama lain, dikarenakan mereka adalah sahabat sejati. Begitulah keduanya mengungkapkan.
"Wa ternyata ada Amaryllis juga ya, ternyata kamu benar-benar mencintai tuan Hyun. Sampai memasakkan sesuatu untuknya!" ucap Cyrus saat dekat dengan mereka berdua.
Amaryllis nampak biasa-biasa saat Cyrus mengatakan hal itu yang sebenarnya dirinya sedang menahannya.
"Arg! Kamu kenapa..."
"Kakak jangan ganggu momen kita berdua, mendingan selesaikan tujuan lain kakak kemari!" sahut Elisha yang sebelumnya menyikut perut kakaknya.
Dengan ekspresi wajah terkejut Cyrus lalu berbicara.
"Bagaimana bisa kamu tahu aku...?"
__ADS_1