
Pertempuran melawan monster berukuran besar hampir menyerupai makhluk abadi melawan pasukan Hyun Wo berlangsung sengit.
Terjadi dalam sepuluh menit yang lalu dan masing-masing pihak memiliki korban tewas dengan jumlah tertentu. Paling banyak di alami oleh kubu monster itu.
Bukan karena kalah jumlah, melainkan terlalu menganggap remeh lawannya sehingga makhluk itu tidak takut untuk dibunuh. Karena dirinya ini abadi.
Slash...
Slash...
Crak...
Jleb!
Bugh!
Bahkan makhluk itu merelakan dirinya untuk dibunuh.
Hyun Wo kini melawan monster itu dibantu oleh Zhang Gi dengan kombinasi serangan beragam di setiap serangan balasan maupun dadakan.
Srak!
Karena lengah monster itu tersayat di bagian perutnya.
"Cih, memangnya aku akan terbunuh karena luka kecil seperti ini!" gumamnya seraya melesat ke arah Hyun karena melihat celah pada lawannya itu.
Swosh...
Belum dekat dengan incarannya, Zhang Gi menghadang monster itu sekaligus melakukan serangan tajam.
Tentu saja dengan mudah dihindari oleh monster itu membuatnya kini menciptakan senjata dari bagian tubuhnya, kemudian menyerang Zhang Gi secara bertubi-tubi.
Layaknya samsak tinju yang pasrah di serang.
Grep...
Grep...
Kedua kaki monster itu tertahan oleh kekuatan supranatural "kegelapan" milik Hyun Wo dilanjutkan pula dengan tiruan dirinya yang hendak melakukan serangan jarak jauh.
Blash...
Mengakibatkan tangan kiri monster itu terlepas dari badannya, namun yang di serang malah tersenyum tipis.
__ADS_1
"Bagiku ini hanya pemanasan saja, aku ini bisa meregenerasi diri dengan cepat. Tidak seperti kalian manusia fana yang akan segera mati menjadi debu, dan daripada seperti itu lebih baik kalian menyatu saja denganku!"
Slash...
Slash...
Slash...
Dalam sekejap setelah monster itu selesai berbicara dirinya kini terlihat terbelah menjadi lima bagian, melayang di udara dengan mata berkedip. Sudah dipastikan dia akan mati, karena serangan tiba-tiba Zhang Gi langsung ke titik tertentu.
Hanya saja itu berlaku bagi makhluk fana, beda dengannya yang katanya abadi.
Beberapa saat hingga akhirnya monster itu menyadari jika dirinya sekarang ini tidak lagi abadi.
"Kalian... apa-apaan ini!! Kenapa aku tidak bisa meregenerasi diri dan... tubuhku terasa seperti akan mati, apa yang sebenarnya terjadi!?" dengan raut wajah masam dari sisa tubuhnya monster itu bertanya pada orang yang dilawannya.
Alasan pasti monster itu tidak bisa meregenerasi dan dirinya merasa hidupnya tak akan lama lagi, karena ulah monster berwujud kabut.
Mengambil keabadian makhluk hidup dari ras apapun dengan maksud tertentu.
Tiruan Hyun Wo atau diri gelapnya pun antusias menjelaskan hal itu kepada lawan yang akan sekarat dan mati mengenaskan.
Dapat juga dikatakan mati konyol lantaran menganggap dirinya abadi untuk selamanya.
Sampai lupa sekitarannya bahwa sebelum dirinya terluka para pasukannya telah tumbang tak bisa hidup kembali.
Terakhir pun akan lenyap tak bersisa. Ada alasan mengapa dia melakukannya.
Sementara para pasukan monster itu bernasib sama seperti dirinya. Mati mengenaskan diakibatkan kesombongan dan menganggap remeh lawan yang dihadapi.
"Jadi inilah akhir hidupku, dikalahkan oleh kelengahan diriku sendiri. Akan tetapi kalian tidak mampu membunuhku, ji-jika tidak dibantu oleh monster itu. Dan kalaupun ada pengulangan waktu, mungkin... aku tidak akan lengah di awal..." ucap monster itu hingga dirinya bungkam untuk selamanya.
Hyun Wo lalu mengucapkan terimakasih kepada Zhang Gi yang telah membantunya. Dibalas dengan senyum ramah mengisyaratkan bahwa Zhang Gi akan pergi.
"Sudah waktunya aku pergi, setelah monster itu dibunuh aku pun juga akan mati," ucap Zhang Gi lirih. Dia mungkin mengingat kembali ingatan sebelum dirinya mati.
Saat itu dirinya merasa sangat sesak lantaran membayangkan bagaimana dirinya di masa depan muncul dihadapan kekasihnya, yang saat itu menjadi milik orang lain.
[Pemberitahuan sistem]
"Untuk menyelesaikan Quest, tuan juga harus membunuh monster yang tinggal kepala itu. Saya baru ingat bahwa ada hal yang ingin disampaikan mengenai kekasih Zhang Gi di masa lalu, sebenarnya dia terpaksa menikah dengan orang lain karena suatu alasan mendesak, bahkan setelah mengetahui Zhang Gi mati dia menangis di malam bulan madunya!"
"Aku penasaran, lanjutkan Luxia!"
__ADS_1
"Lalu esoknya, dia ditemukan gantung diri di pohon tempat mereka berdua mengucapkan janji, akan menikah suatu hari nanti, tertulis juga "Di masa depan ku harap kita memiliki anak kembar yang lucu" dan masih ada lagi, tuan bisa membacanya sendiri. Lalu untuk informasi ini, apa tuan akan memberitahukannya kepada Zhang Gi?"
"Tidak. Karena mereka sebentar lagi akan bertemu, lalu jika sebaliknya. Aku hanya tidak ingin menambah beban bagi orang yang akan mati!"
Para monster yang sebelumnya bekerjasama dengan Hyun Wo tidak terima jika mereka mendapati Incarannya dalam keadaan lemah dan tidak berdaya.
Hingga mereka emosi dan menyerang Hyun Wo dari belakang namun di cegat oleh tiga perempuan itu.
Mampu membunuh monster-monster itu dalam hitungan dua menit saja.
"Beraninya mau apa-apain tuan! Kena batunya kan!" ucap Momo sembari menaruh kedua lengannya didepan dada.
"Aku naik level!?" ucap Liliana saat merasakan dirinya naik level diri setelah membunuh empat monster sekaligus.
"Waah... selamat Lia, kamu naik level diri..." sahut Sayuri dengan senyum ceria dan bahagia menanggapi tentang Liliana yang naik level.
Kini Zhang Gi perlahan menghilang setelah monster itu dibunuh oleh Hyun Wo.
[Pemberitahuan sistem]
[Misi menghentikan monster melakukan ritual terlarang pada sebuah kerajaan lama Guniere telah berhasil diselesaikan]
[Poin yang didapatkan 4000]
Kini yang tersisa hanyalah mereka berempat di wilayah kerajaan Guniere yang kini agak berubah.
Bekas pertempuran dan ledakan dari suatu kekuatan dan lainnya turut menjadi saksi bisu.
Tapi berkat skill unik yang Hyun beli dari sistem Luxia bernama The collector seharga 1500 poin. Bekas kerusakan di tempat-tempat tertentu didalam wilayah kerajaan Guniere dapat diperbaiki dengan mudah, persis seperti sediakala.
Suatu skill yang dapat mengembalikan barang maupun bangunan yang telah hancur lebur asalkan serpihannya masuk dalam syarat penyatuan, maka bisa disatukan secara ajaib dalam sekejap seperti semula.
Ketiga perempuan itu bahkan terkejut dan menyangka jika Hyun Wo menggunakan sihir, setelah semua kerusakan telah diperbaiki.
"Apa kamu sebenarnya God's grace?!" ucap Liliana begitu tiba-tiba hingga Hyun tersedak padahal dirinya barusan aman-aman saja.
"Uhuk! Uhuk! Pasti ini karena aku kurang minum!" ucap Hyun asal.
"Hyun... ini minum dulu!" Momo langsung saja memberi Hyun sebotol susu dari tas kecilnya.
Glep.. glep.. glep..
"Ahh... susu ini enak sekali, sangat membantu di situsi seperti ini!"
__ADS_1
"Begitu ya, kamu menyukainya..."
"Eh, kenapa dia tersipu?"