Luxia System

Luxia System
Sesuatu Yang Akan Terjadi Melawan Takdir


__ADS_3

Merasa bersalah lantaran sebelumnya hanya diam tak bertindak Cyrus lalu meminta maaf kepada Hyun Wo mewakili sikap adiknya.


Lalu kepada Liliana pula yang tak asing baginya, ia meminta maaf.


"Sepertinya besok kamu harus benar-benar kesana, karena adikku itu keras kepalanya orangnya. Apa yang dikatakannya itu seperti janji!" ucap Cyrus.


"Iya tidak apa-apa, kurasa besok aku harus menyakinkan nya."


"Seperti itulah, kalau begitu aku pamit dulu. Besok kita akan bertemu lagi, ku harap saat itu kita bisa berduel. Oh ya, kakak tertuaku baru saja sampai setelah berpetualang!" ucap Cyrus sembari keluar dari penginapan ini dia tidak menghilang ataupun melesat, berjalan kaki dengan santai meninggalkan mereka.


Sementara Liliana kini menatap Hyun Wo begitu dalam menunggu penjelasan darinya mengenai Amaryllis yang menjadi tunangannya.


Hyun Wo lalu menyuruh mereka berdua untuk kembali ke meja makan, dirinya berjanji akan menceritakannya. Hal tak terduga yang membuatnya harus menjadikan Amaryllis sebagai tunangannya pada saat itu.


Beberapa saat hingga akhirnya penjelasan Hyun Wo selesai Liliana memahaminya, dirinya kemudian meminta maaf karena merasa bersalah.


Dan yang lainnya pun mengerti akan keadaan Hyun Wo pada saat itu, yang memang ada unsur kesalahpahaman.


Namun di satu sisi Amaryllis juga mengakui dirinya suka terhadap Hyun Wo dan sangat mencintainya. Perasaan itu tidak bisa ia sembunyikan lagi.


Dengan ini Amaryllis menyatakan jika dirinya akan berjuang keras agar Hyun Wo mau mencintainya. Berharap masa depan cerah menanti padanya.


Akibat pernyataan Amaryllis barusan membuat Sayuri, Momo, dan Liliana mengakui rasa sukanya pada Hyun Wo secara terang-terangan.


Menatap padanya dan mengucapkan dengan lantang, sebuah kata "aku mencintaimu" dengan ekspresi dan kesan yang berbeda-beda.


"Maaf aku tidak mendengar perkataan kalian tadi hehe.." Hyun sendiri bahkan sampai linglung dibuatnya.


Pada akhirnya mereka semuanya memutuskan untuk bersaing secara sehat demi masa depan.


"Jika seperti ini... aku tidak bisa membuat mereka tinggal disini. Akan timbul kecemburuan jika salah satu dari mereka aku suruh untuk tinggal, walaupun dengan alasan logis sekalipun. Karena.. aku tahu makna cinta itu apa," ucap Hyun dalam ruang sistem.


"Luxia, apa boleh aku menghentikan waktu disini lumayan lama? Misalnya beberapa jam disini dan hanya beberapa menit di waktu asli."


"Apa tuan sedang kelelahan sekarang?"


"Ya begitulah, aku bahkan merasakan rasa sakit di waktu yang bersamaan. Saat momen yang seharusnya terasa menyenangkan itu."


"Apa tuan masih memikirkan mantan pacar tuan?"


"Huh... jujur saja, dadaku merasa sesak saat mengingat momen kebersamaan dengannya."


"Apa tuan ingin mengetahui kabarnya saat ini?"


"Huh? Bukannya diriku dan dia sudah beda dunia?"


"Tapi saya sebagai sistem bisa melakukan apapun."


"Kalau begitu... tidak usah, Luxia! Masa lalu yang seperti itu memang harus aku lupakan dan ambil pelajarannya saja."

__ADS_1


Sore hari di sebuah halaman luas dekat akan hutan Hyun Wo berlatih disana sembari memikirkan cara menyelesaikan masalah untuk hari esok.


Tak disangka level dirinya sudah mencapai 40 ke atas saat di mengecek statusnya.


Di saat itupun Quest terbaru muncul yaitu mengalahkan maupun menangkap monster dalam bayang-bayang yang telah membunuh banyak orang di desa Hawl.


[Poin yang didapatkan 3800]


[Informasi tambahan berkaitan dengan kekuatan dan kemampuan monster yang menyerang desa Hawl]


-Menipulasi/menghipnotis


-Pengendalian alam bawah


-Penyembuhan instan


-Perubahan bentuk


-Kecepatan abnormal


-Serangan jarak jauh


Hyun Wo lalu beristirahat setelah usai berlatih sembari mengingat informasi mengenai monster yang akan dilawannya.


Yang menurutnya sangat mencirikan vampir.


Tak disangka Momo menghampiri Hyun Wo, dia sebelumnya memang sudah mencarinya kemana-mana dan baru menemukannya hingga nafasnya tersengal.


Mereka kemudian duduk bersama pada sebuah batu yang landai dan melihat langit cerah berwarna jingga sembari berbincang.


Tak lupa Hyun Wo mengambil cemilan yang dibeli oleh Momo yaitu semacam keripik, sate daging bakar asap, manisan.


"Yam.. yam..."


"Kamu memang suka makan ya Momo, apa nggak takut badanmu..."


"Ah..."


Belum usai berbicara Hyun Wo terkejut, mendapati Momo langsung beranjak bangun dari posisi duduknya kemudian sibuk melihat dirinya dengan seksama.


Bahkan meraba perutnya tanpa menghiraukan keberadaan Hyun Wo didekatnya.


"Pff..."


"Hyun.. kamu..."


"Eh? Kenapa kamu menangis?"


"Hiks.. Hyun tidak suka, kan sama aku kalau badanku kegemukan...?"

__ADS_1


"Apa, siapa yang bilang, kamu terlihat... cantik dan diidamkan oleh banyak wanita."


Dengan cepat Momo menghentikan tangisnya lalu mendekati Hyun Wo hingga jarak keduanya hanya tinggal beberapa inci.


"Aku senang Hyun memujiku, aku jadi bahagia saat ini... mmm."


"Dia, begitu berani setelah mengakui perasaannya sebelumnya."


"Haa... Hyun kenapa diam saja tidak membalas?"


"Astaga... dia ini polos atau sifatnya agak kekanak-kanakan?" gumam Hyun dalam hati.


Dengan wajah tersipu malu Hyun Wo lalu mengalihkan pandangannya. Mengatakan bahwa dirinya tidak berpengalaman, dan entah kenapa Momo jadi tertawa puas setelahnya.


Malamnya seperti biasa, mereka bergantian tidur bersama dengan Hyun Wo dalam satu malam setiap harinya. Dan baru pertama kali ini Hyun Wo sadar akan hal itu, karena sebelumnya dirinya tertidur pulas dalam waktu satu Minggu.


Kini giliran Sayuri dan Amaryllis yang menemani Hyun Wo tidur.


Saat ini Hyun Wo berada ditengah-tengah dua perempuan yang sepertinya antusias berada didekatnya.


"Hyun... apa kamu sudah mendapati cara untuk menghadapi hari esok? Putri sepertinya.. akan serius agar kamu bisa membuktikan omongannya yang keliru."


"Ya.. aku sudah mendapatinya."


"Syukurlah, aku senang mendengarnya."


Tak lama Hyun Wo sudah terlelap begitupun kedua perempuan itu.


Terlihat Amaryllis yang tanpa sadar menarik dagu Hyun Wo agar menghadap kepadanya.


Jam tiga dini hari seorang perempuan dengan gaun berwarna putih tengah mengemil sesuatu yang ada di toples.


Mengunyah cemilan itu dengan lahapnya tak menghiraukan di sekitarnya bahwa ada seseorang yang sedang mengamatinya.


•••


Esoknya, Hyun Wo beserta empat perempuan itu tengah berada di wilayah Colosseum.


Kini Hyun Wo berada di area bersama dengan kakak tetua Elisha, sedangkan ia sendiri berada di tempat penonton bersama empat perempuan itu.


Sebelumnya, Hyun Wo datang sendirian menuju ke kerajaan dan meminta agar Elisha maupun kakak tertuanya menuju ke Colosseum.


Demi membuktikan perkataannya kemarin.


Sebenarnya Hyun Wo ingin menolak namun mengetahui sifat Elisha dirinya harus serius membuktikan hal itu.


Lalu untuk Quest sistem rencananya Hyun Wo akan memulai menyelesaikannya setelah masalah ini selesai.


"Saya menantang pangeran untuk berduel dengan saya, jika saya kalah. Adik pangeran putri Elisha akan saya nikahi!"

__ADS_1


"Cih.. jadi ini caramu membuktikan penglihatan adikku yang menurutmu bukanlah takdir?"


"Begitulah, kemarin putri Elisha bilang jika diriku adalah suaminya di masa depan. Maka harusnya saya kalah dalam duel ini, karena pangeran memiliki level diri melebihi ayah pangeran."


__ADS_2