
Lorong panjang menuju ruang persetujuan peserta Turnamen.
Sangat sepi tidak ada orang yang berlalu lalang sehingga Hyun Wo seperti biasa menggunakan kemampuan supranatural miliknya dalam memasuki ruangan penting itu, hanya saja ia urungkan karena ada kondisi membahayakan dirinya.
Sebelum masuk ke ruangan tersebut ia dihadapkan pada kondisi kesulitan lantaran sistem Luxia memberitahukan kepada Hyun Wo jika pintu didepannya dapat mengetahui seseorang yang sedang menyamar.
Alhasil Hyun Wo sendiri berpikir keras guna menemukan cara tepat untuk memasukinya tanpa melewati pintu lumayan lebar itu.
"Jika aku asumsikan saat menggunakan "floating soul" untuk menembus ruangan lain dan menuju ruangan tersebut, pasti aku akan ketahuan. Luxia bilang di ruangan sebelah sedang diadakannya rapat turnamen. Dan jika aku memaksakan akan berisiko sekali hanya untuk memasuki ruangan itu?" ucap Hyun dalam hati memikirkan langkah tepat yang harus ia ambil.
[Pemberitahuan sistem]
"Saya rasa tuan harus mencari wanita bernama Amaryllis, dia memiliki hak khusus untuk memasuki ruangan pengaturan peserta dan persetujuan peserta!"
"Agak terlambat dirimu mengatakan hal itu Luxia, mungkin saja Amaryllis sedang sibuk sekarang. Lagian mana mungkin aku bisa merayunya supaya dia mau menurut padaku?"
"Saya rasa tuan harus berbalik badan!"
Hyun Wo dalam wujud orang lain terkejut melihat Amaryllis sedang berada dibelakangnya.
"Apa ada yang bisa saya bantu tuan?" ucap Amaryllis dengan senyuman manis diakhir, bahkan Hyun sendiri sempat dibuat deg-degan. Bagaimana bisa ada wanita bak bidadari sedang berada didepannya, pikir Hyun.
Hyun Wo berusaha untuk tetap tenang dan tidak panik demi keberhasilan misi. Menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan.
"Saya memiliki tujuan untuk..."
Belum selesai ia bicara Amaryllis langsung memotong perkataannya sembari mendekati telinga Hyun Wo dan berucap.
"Tuan... saya sebenarnya sudah tahu tuan sedang melakukan penyamaran. Kalau boleh apa tujuan tuan melakukan penyamaran ini, jika jawaban tuan menarik, saya akan membantu..."
Kali ini gantian Hyun Wo yang memotong perkataan
Amaryllis saat ia melihat ada seseorang yang menuju kemari, ia menarik bahu wanita cantik itu pada sudut yang agak sempit disebelahnya. Yang bisa dimasuki oleh dua orang.
Mereka berdua memandangi wajah satu sama lain nafas wanita cantik itu pun Hyun Wo dengar dan terlihat wajahnya yang memerah.
Saat orang tadi melewati mereka, kemudian berbalik dan pergi menjauh. Hyun Wo berniat untuk menjelaskannya kepada Amaryllis, sebab apa untungnya ia menipunya. Saat Amaryllis sendiri sudah mengetahui identitas orang didepannya, pikir Hyun Wo.
"Em... saya ini adalah orang yang berasal dari desa yang telah lenyap, nona pasti mengetahui saya siapa. Jadi saya tidak akan menyembunyikan maksud penyamaran saya ini. Sebenarnya salah satu dari peserta turnamen ada satu monster yang menyamar menjadi peserta, dan saya melakukan penyamaran ini bertujuan untuk mengungkap identitas monster itu!" ucap Hyun panjang lebar kepada Amaryllis.
__ADS_1
"Baik, saya paham. Kalau begitu tuan pasti berniat memasuki ruangan didepannya sana, saya akan membantu. Bahkan saya sendiri tidak menyadari ada monster yang menyamar menjadi peserta turnamen!"
Masih dalam wujud penyamaran Hyun Wo memasuki ruangan penting itu, yang kini kondisinya kebetulan sedang sepi.
Berkat bantuan Amaryllis yang menyuruh beberapa orang di ruangan itu untuk pergi sebentar menggunakan pesona kecantikannya. Kini Hyun Wo bisa leluasa melakukan tujuannya tanpa ada seseorang yang menganggu.
Selesai merubah pengaturan sebagian peserta yang memang sudah diatur secara acak dan Hyun Wo mengubahnya demi mengamankan Eric agar tidak mendapati lawan yang tangguh, ia kemudian berterimakasih kepada Amaryllis yang mau membantunya.
Tap..
"Tuan... sayang sekali jika tidak ada imbalan atas kerja keras saya ini, apa tuan bisa memuaskanku?" ucap Amaryllis menahan Hyun saat dia akan pergi dengan kedua lengannya mengurung Hyun pada dinding.
"Maaf, saya memiliki kesibukan lain. Jadi tidak bisa membalas kebaikan nona sekarang. Kalau boleh... saat akan mentraktir nona, ketika saya menang menang turnamen!"
Mendengarnya Amaryllis langsung melepaskan Hyun Wo dan melihat kepergiannya sampai dia benar-benar tak terlihat lagi.
"Seorang jenius dan sopan tidak mudah tergoda oleh buaian telah melebihi kemampuan mengetahui kepalsuan diriku, aku jadi tertarik untuk dekat dengannya sementara..."
Beberapa saat yang lalu.
penonton terperangah melihat sihir "melesat benda" yang Hosen gunakan pada belatinya sehingga belati itu kini melayang di udara.
Pertapa tuan itu hanya dapat memandangi sihir dari lawannya itu yang menurutnya masih ada banyak celah. Dan butuh dedikasi beberapa tahun kedepan.
"Apa Hosen langsung menggunakan sihir tingkat tingginya pada awal ronde ketujuh ini, dia terlalu berlebihan!"
"Mungkin dia kesal sekali setelah menerima pukulan dari kakek pertapa itu, dan ingin mengakhiri pertarungan secepat mungkin!"
"Meskipun begitu kita tidak tahu kekuatan apa yang dimiliki oleh kakek itu?"
Ucap ketiga penonton sedang mengomentari peserta di ronde ketujuh.
Brakk!
Brakk!
Brakk!
Pola naga itu menyerang Feng dengan kecepatan tinggi menggunakan kepala maupun ekornya. Ia sendiri masih menghindari serangan itu.
__ADS_1
Sementara Hosen tersenyum menyeringai dan mengeluarkan sihir lain, terlihat lingkaran sihir pada sekitaran dirinya.
Memunculkan banyak belati berselimutkan cahaya berwarna ungu yang kemudian melesatkan cepat ke arah Feng.
Siut...
Siut...
Sebagai pertahanan Feng memutar cepat tongkat yang dipegangnya dengan satu tangan terlihat pula cahaya berwarna emas saat dirinya memutar tongkatnya.
Dan berhasil menghalau banyaknya belati yang menuju kearahnya dalam hitungan detik.
Crak!
Sayangnya saat serangan itu berakhir ada belati yang menancap pada tongkat Feng tanpa ia sadari dan melesat ke arahnya dengan cepat.
Untungnya Feng sempat menghindar hingga bahunya yang menjadi sasaran belati itu hingga koyak sedikit. Daging secuil pun terbawa oleh belati yang meleset itu.
Darah segar mengalir pada bahu Feng hingga dirinya berusaha menghentikan pendarahan, namun Hosen berinisiatif untuk tidak memberi Feng waktu untuk menghentikan pendarahan.
Kini belati berjumlah lebih banyak dari sebelumnya melayang di atasnya dan melesat menuju kebawah Feng. Dan Sihir itu bernama "hujan belati neraka" karena belati tersebut diselimuti oleh api biru yang membara.
Para penonton maupun ketiga perempuan itu terkejut, bahkan Momo dan Sayuri tidak sanggup melihatnya hingga menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Dasar anak yang tidak sopan!" ucap Feng melihat belati itu hampir dekat dengannya.
Secepat mungkin Feng menyatukan kedua telapak tangannya dan memunculkan sosok tangan Budha menghalau semua belati tersebut.
"Apa!? Bagaimana bisa kakek pertapa itu memiliki jurus sehebat itu, yang mampu menghalau belati neraka level 10 milikku, ...sangat mustahil..."
Dikala Hosen dan para penonton dibuat terdiam Feng melesat cepat ke arah Hosen dengan tolakan pada satu kakinya.
Grep!
"Ergh!!!"
Kini ia dalam sekejap sudah mencekik leher Hosen dan menaikan tubuhnya ke atas.
Kebetulan ayah Hosen melihatnya, dia baru datang menonton anaknya bertarung dan dikejutkan dengan pemandangan anaknya yang dalam keadaan terdesak.
__ADS_1
Baron langsung menegaskan kepada wasit untuk menghentikan pertarungan tersebut, karena ia memiliki firasat buruk kepada anaknya.