
Liliana pergi begitu saja meninggalkan Hyun yang hendak menghentikannya. Dia sangat memaksakan diri hingga berpikir bisa mengalahkan para monster hanya dia seorang.
"Dia terlalu memaksakan diri, padahal monster itu lumayan sulit untuk dihadapi. Aku harap dia baik-baik saja," ucap Hyun menyesal telah membiarkan Liliana pergi.
[Pemberitahuan sistem]
"Saya menyarankan agar tuan segera mengejarnya, karena akan ada hal buruk yang menimpa gadis bernama Liliana itu!"
"Tanpa diberitahu pun aku pasti akan mengejarnya Luxia. Karena dia adalah orang yang dicintai pemilik tubuh ini," balas Hyun sembari bergerak. Dia berlari sebisanya agar sempat mengejar Liliana, bila perlu memaksanya untuk tidak melawan monster bersayap itu.
Sistem Luxia dapat menganalisa tingkatan pada setiap monster di dunia ini yang masih belum tercatat oleh sejarah. Selain itu dapat mengetahui informasi lain yang berkaitan tentang background setiap monster.
Sementara itu di lokasi tempat ketua monster berada. Disana dia sedang menyiksa beberapa penduduk yang masih hidup setelah terkena serangan bola api.
"Ampuni aku... aku tidak mau mati..." mohon salah satu penduduk desa yang tidak ingin dibunuh, karena kini gilirannya.
"Apa untungnya aku mengampuni mu manusia? Kekuatanmu bahkan tidak seberapa, jadi atas dasar apa kau ini tidak layak untuk aku bunuh," ucap ketua monster menolak permohonan pria muda yang hendak dibunuhnya.
"Ini ketua. Dia ini adalah istri orang ini, sepertinya dia sedang hamil!"
__ADS_1
"Bunuh dia!"
"Baik ketua."
"...jangan bunuh dia!!!"
Crak!
Setelah menyuruh bawahannya untuk membunuh istri pemuda tadi ketua monster bersayap langsung mendekati pemuda tersebut sambil berkata.
"Ingatlah, kejadian ini selamanya. Dan menyesal karena kau telah dilahirkan," bisik nya pada pemuda itu yang sebenarnya memancing kekuatan dalam diri pemuda tersebut untuk keluar.
"Hiyaatt."
Wosh...wosh...wosh...
Menghindar sembari menyerang lawan dari jauh adalah teknik penyerangan Liliana. Karena dia tipe penyerang jarak jauh yang menggunakan kekuatan supranatural.
Setelah dirinya beberapa kali menghindari serangan ketiga monster tersebut, kini dia mengeluarkan jurus supranaturalnya yang dapat memanggil pasukan hantu datang.
__ADS_1
"Boleh juga kekuatan gadis ini, sebaiknya kita hati-hati dan jangan meremehkannya. Aku tidak ingin salah satu dari kita mati konyol!" ucap salah monster memperingati rekannya.
Tap..tap..tap..tap
Kembali Liliana datang kepada tiga monster bersayap didepannya bersama para pasukan hantunya.
Diantara mereka ada yang menggunakan pedang, panah, tombak, dan menaiki kuda. Sisanya para pelindung di barisan depan.
Brak!
Pukulan dilayangkan kepada para pasukan hantu dengan kerasnya hingga tanah berlubang, namun yang dihajar tidak terpengaruh apa-apa. Dan mala menjadi bumerang bagi monster yang menyerangnya tadi.
"Bodoh. Aku bilang hati-hati saat melawan," kata salah monster dari ketiganya yang berlagak seoey ketua. Dia sama sekali tidak melawan para pasukan hantu, dia hanya menyaksikannya dari atas sambil terbang.
Srak! crak! jleb!
Dua monster dibuat kewalahan saat menghadapi pasukan berhantu Liliana, begitupun dengan Liliana sendiri yang ikut menyulitkan mereka berdua.
"Sepertinya gadis itu memiliki kekuatan yang unik, bos pasti senang jika aku berhasil mengajukannya sebagai rekan. Tapi sebelum itu aku akan mengamati pergerakan dan keahliannya terlebih dahulu," ucap salah satu monster yang sedang mengamati dari atas, sedangkan rekannya dibawah hampir saja terbunuh.
__ADS_1
"Itu dia. Seiring waktu pasukan berhantu tersebut mulai berkurang," setelah tahu kelemahan jurus yang Liliana gunakan ia pun langsung memerintahkan kepada kedua rekannya yang dibawah untuk naik.