Luxia System

Luxia System
Memasuki Perairan Mematikan


__ADS_3

Kepala guild hanya menangapi dengan geleng-geleng kepala mendengar penuturan Hyun Wo yang ingin menyelesaikan misi berbahaya walaupun level dirinya masih rendah. Tapi, akhirnya ia bersimpati.


"Nak, saya akan berterus terang saja. Sebenarnya misi lama tersebut sangatlah berbahaya, kami menyebutnya level "kematian" lantaran resikonya yang tinggi dan sangat mengancam nyawa!"


Hyun Wo terlihat berpikir dan berdiam diri setelah mendengar petuah yang menurutnya sebuah ancaman berbahaya untuk memperingati dirinya dalam menyelesaikan misi, namun Quest yang ingin ia selesaikan lebih menarik dan menantang menurutnya.


"Tidak apa, asal tuan bisa sekali lagi memberi saya kesempatan untuk menaklukkan monster laut tersebut, saya janji, popularitas bisa tuan gunakan nantinya. Atau ketika saya berhasil membunuh monster tersebut tuan atau anak tuan yang akan mengambil alih!"


"Hmm kamu memang berniat datang kemari hanya untuk uang menyelesaikan misi Quest ya, kenapa tidak sekalian saja dengan popularitasnya?"


Ketua guild mengira jika Hyun Wo adalah seorang pemuda yang suka berangai-angai tanpa bertindak keras demi mencapai tujuan yang diomongkannya itu.


Sementara Sisi anaknya, hanya memandang remeh Hyun Wo. Dia memiliki pemikiran persis seperti ayahnya. Tidak percaya pada perkataan manis yang terkesan sangat dipercaya namun tidak menunjukkan tekad dan usahanya.


"Popularitas tidak penting bagi saya, jadi. Apa tuan mau berkenan sekali lagi membuka misi tersebut kepada saya secara rahasia, meskipun bertentangan dengan para penduduk nantinya?" tanya Hyun memastikan.


Ketua guild terlihat menghembuskan nafas berat yang akhirnya ia mulai membuka mulut dan berkata "Baiklah, saya beri kesempatan kepadamu anak muda. Sepertinya pendirian mu tetap tak tergoyahkan dengan ancaman nyawa di depanmu,"


"Tapi ayah, kalau dia..."


Ketua guild menyuruh anaknya untuk berbicara secara berbisik sambil membalikkan badan.


"Biarkan saja dia, lagipula jiwa muda sepertinya sulit untuk kita cegah. Meskipun level dirinya rendah tapi dia tetap memaksa, jadi biarkan saja dia mengetahui ancaman yang dapat membunuhnya."


"Ya... tapi aku merasa kasian dengannya yah. Aku tidak tega membayangkan pria polos sepertinya mati mengenaskan."


"Kalau begitu kamu percayakan saja kepada ayah, ayah memiliki pengamanan untuknya!"


Akhirnya ketua guild kembali dihadapan Hyun Wo dan berucap membolehkan misi dengan level "kematian" tersebut kepada anak muda baru yang ia kenal. Dengan suatu syarat.

__ADS_1


Setelah itu Hyun Wo mencari keberadaan Sayuri dan juga Liliana. Setelah menemukan mereka yang tengah menunggu pada sebuah meja, akhirnya perjalanan menuju perairan mematikan telah Hyun Wo putuskan kepada keduanya.


"Kalian berdua yakin akan tetap mengikutiku walaupun bahaya akan menyertai kalian ditengah perairan itu?"


"Hmm..." keduanya serentak berdehem sambil menunjukkan ekspresi antuasias.


Tak lama mereka sampai di pelabuhan Gletser Maou, pelabuhan terbesar di wilayah the forest lord yang lengkap akan alat-alat medis dan kebutuhan para pelaut.


"Menurut informasi dari Luxia pelabuhan ini menjual perahu layar berukuran apapun, tapi dimana aku bisa menemukannya?" ucap Hyun dalam hati memandangi aktivitas yang bisa ia simpulkan sedang bertransaksi kapal laut.


"Ah, itu dia. Kita kesana dulu untuk membeli kapal!" ucap Hyun sembari mengintruksikan kepada kedua wanitanya, yang kini beridentitas anak bangsawan.


Sebelumnya mereka menyamar terlebih dahulu untuk memasuki arena khusus jalur internasional para bangsawan. Tujuannya agar sekalian saja membelokkan arah kapal menuju jalur perairan mematikan nantinya.


"Kapal ini terlihat sangat cantik, saya akan beli yang ini."


"Yah, benar apa yang anda katakan. Kapal ini sangatlah cantik untuk keluarga terhormat seperti anda," balasnya sambil menundukkan kepala.


Tak percaya dengan harga semahal itu Hyun Wo sampai-sampai berkeringat dingin hanya untuk menjawab perkataan bos penjual kapal.


Sebenarnya koin yang dimilikinya sekarang saat ini lebih dari cukup untuk membeli kapal tersebut. Koin yang berasal dari harta desa yang ia rampas dari goblin dan markas orc yang telah ia hancurkan.


Hanya saja koin tersebut baginya lumayan berharga sebagai tabungan untuk masa depannya kelak. Jadi agak berat saat Hyun Wo menggunakannya dengan pengeluaran ekstra untuk membeli sebuah kapal.


Akhirnya Hyun Wo sepakat untuk membeli kapal pilihan Liliana tersebut, dan kini mengeluarkan koin dari ruang dimensi sihir.


Setelah membayar sejumlah biaya untuk membeli kapal tersebut, beberapa saat kemudian akhirnya kapal ini langsung dilepas untuk menempuh perjalanan di laut.


Kapal modern yang digerakkan oleh kekuatan supranatural ini bisa berlayar meskipun tanpa awak yang berjumlah minimal 10 orang.

__ADS_1


Layar pun terlihat mengembang serta jangkar terangkat dengan sendirinya. Dan Hyun Wo yang menjadi kapten pelayaran ini.


"Semoga saja monster tersebut cepat untuk aku tangani. Dan sekarang waktunya kita berlayar..."


Tidak memerlukan angin yang berhembus kapal ini langsung saja bergerak seakan-akan telah tertiup oleh angin.


Hyun Wo kini berada di dekat kendali kapal, sedang fokus melihat peta untuk menyesuaikan letak perairan mematikan pada peta. Di bantu pula dengan kompas.


"Di titik ini, berarti kami hampir dekat dengan perairan mematikan yang dihuni oleh monster "Hydra" aku harap dapat mengalahkannya tidak sampai di malam hari. Karena satu setengah jam lagi adalah waktu menyaksikan sunset di atas kapal megah ini."


Langit orange mulai nampak dan burung-burung berterbangan secara berkelompok mulai sering terlihat lalu lalang di atas kapal megah tersebut.


"Inikah perairan mematikan itu, sekilas biasa-biasa saja, tidak ada yang perlu diwaspadai."


Beberapa menit setelah Hyun Wo mengatakan hal tersebut terlihat daratan kecil yang ditengahnya terdapat peti harta Karun beserta cawan dan perhiasan di luarnya.


Sangat menggoda sekali bagi seseorang yang gila akan harta dan sedang membutuhkan pemasukan keuangan.


"Sangat mencolok sekali. Mana mungkin ada harta bernilai tinggi itu di area perairan ini. Bahkan kondisinya sama sekali tidak ada yang kotor, semuanya bersih. Sepertinya harta Karun tersebut memanglah jebakan!" ucap Hyun mengomentari apa yang dilihatnya melalui teropong.


[Pemberitahuan sistem]


"Yang tuan katakan benar, harta Karun tersebut memanglah jebakan dari monster laut Kraken mistis. Targetnya adalah orang-orang yang gila akan harta dan para bajak laut serta pemburu harta Karun!"


"Jika aku amati dataran kecil tersebut disekelilingnya ada duri-duri lumayan besar sehingga kapal tidak dianjurkan untuk mendekatinya. Hanya jika seseorang turun dari kapal dan berenang mendekatinya, baru bisa memasuki celah itu. Jebakan yang dirancang sangat apik dan kompleks."


"Serta menggoda diri seseorang orang untuk mendekatinya."


Hyun Wo melewati dataran tersebut dan tidak memperdulikannya lagi, hingga ketika sudah lumayan jauh. Dataran tersebut langsung berubah menjadi tentakel dan masuk kedalam air.

__ADS_1


ia


__ADS_2