
"Aku sedang mengecek kondisi di dalam tempat ini guna memastikan apakah ada yang berbeda atau masih baik-baik saja," jawab Hyun Wo yang kini menjadi Han Shi dengan tatapan dingin.
"Oh, begitu. Aku harap kamu segera cepat mengeceknya, karena aku akan melakukan sesuatu disini!"
"Iya, aku mengerti."
"Ya sudah bye..."
Perempuan cantik tadi kemudian langsung bergegas pergi menuju kearah lain yang terdapat dua arah didepan Hyun Wo saat ini.
Berkat bantuan Luxia sebagai penunjuk jalan Hyun Wo kini tidak perlu lagi kesusahan untuk memastikan jalan mana yang benar untuk dilewatinya, sekaligus tidak memakan banyak waktu dan mencegah resiko tersesat di tempat ini.
Luxia mengatakan kepada Hyun Wo untuk memilih jalan kanan berbeda dengan jalan yang dilewati perempuan tadi.
Menyuruhnya untuk terus berjalan sampai menemukan titik pilihan dua arah sampai tiga arah lagi.
Hingga Hyun Wo berhasil memasuki ruangan yang diduga digunakan sebagai tempat persembahan bawah tanah.
Sebenarnya di atas permukaan terdapat tempat persembahan lagi namun tidak digunakan sebagai persembahan seorang elf kala itu.
Sedangkan tempat persembahan bawah tanah pernah digunakan sebagai tempat tumbal seorang elf sebagai wujud penolakan marabahaya di desa Vilyt.
Melalui perantara peri disebut-sebut sebagai peri pelindung.
"Tempat persembahan apa ini? Kenapa ada rantai pada dua tiang itu, dan seakan ada sesuatu yang tertutup pada kain berwarna putih itu?"
Demi menjawab rasa penasarannya akhirnya Hyun Wo menghampiri kain putih yang dilihatnya tersebut.
Hiks...
"Ada seseorang yang disembunyikan didalamnya," ucap Hyun dalam hati seraya menarik kain putih tersebut.
"Wanita dari ras elf!? Kenapa dia terkurung disini?"
Kebingungan dan bertanya-tanya dalam pikirannya saat ini mengenai wanita elf berambut cokelat keemasan terbelenggu rantai di kedua tangan dan kakinya.
Dia menunduk seperti keadaan jatuh dalam keadaan menangis dan bersanggakan rantai dengan suara kecil, wajahnya tidak terlihat jelas karena rambutnya tergerai panjang dalam kondisi acak-acakan.
[Pemberitahuan sistem]
"Wanita elf ini adalah elf yang dahulu dijadikan sesembahan tuan! Dia masih hidup sampai sekarang."
"Jadi kronologi kejadian yang sebenarnya tentang wanita dari ras elf ini, dia sepuluh tahun lalu tidak dibunuh oleh para penduduk, melainkan di belenggu di tempat ini. Sampai dia terlihat sangat memprihatikan sekali kondisinya sekarang!"
"Tuan, sepertinya ada yang datang menuju kemari!"
__ADS_1
Sebagian rasa penasaran Hyun Wo terjawab namun bertambah lagi lantaran mengetahui kenyataan lain apa yang sesungguhnya terjadi pada elf yang menjadi sesembahan dahulu.
"Kamu bukan Han Shi kan? Aku sudah tahu kebohongan mu dari awal?"
Suara perempuan barusan tidak asing ditelinga Hyun Wo, mengingatkannya pada wanita yang dapat keluar dari dalam dinding.
Hyun Wo lalu membalikkan badan untuk memastikan dengan mata kepalanya sendiri.
Yang ternyata memang benar jika dia adalah perempuan yang pernah ia lihat sebelumnya. Satu hal yang membuat Hyun Wo berpikir keras untuk menjawab pertanyaan dalam pikirannya sekarang ini adalah kelalaian apa yang Hyun Wo lakukan sebelumnya?
[Pemberitahuan sistem]
"Sebenarnya tuan lupa tentang informasi pria bernama Han Shi yang bersikap malu-malu terhadap anak bos tempat ini!"
"Perempuan ini berarti...?"
"Iya tuan, dia anak bos tempat ini. Dia sepertinya akan melakukan sesuatu kepada tuan segera!"
Shut!
"Sihir "akar penyerang"
Dap! dap! dap! dap!
Akar tersebut telah menutupi tubuh Hyun Wo, pikir perempuan tersebut sambil tersenyum menyeringai.
Dari arah depan akar yang masih tertancap pada tanah, terdapat Hyun Wo yang tengah bersembunyi. Ternyata ia tidak mengalami luka maupun cidera sama sekali.
"Ini menyulitkan diriku, dia memiliki level diri tidak diketahui. Aku harus berhati-hati, bahkan serangan sihirnya ini bisa saja membunuhku jika tidak sempat menghindar tepat waktu!" ucap Hyun dalam hati.
Dirinya harus lebih waspada dan hati-hati lagi untuk kejadian yang akan terjadi kedepanya.
"Sepertinya orang sepertimu tidak mati setelah menerima sihir tadi."
Jleb!
"Argh..."
Suara perempuan tersebut terdengar ditelinga Hyun Wo namun tidak diketahui keberadaannya, lalu muncul secara tiba-tiba akar lancip dari bawah tempat Hyun Wo berdiri.
Akar tersebut muncul dan langsung menargetkan titik vital Hyun Wo. Yang kini tertancap pada bagian jantungnya.
Perempuan tersebut lalu menghampiri Hyun Wo hingga berada tepat dihadapannya.
"Apakah sakit? Sepertinya orang sepertimu menyesal sekali telah masuk ke tempat ini."
__ADS_1
Tangan putihnya memegang kedua pipi Hyun Wo yang masih dalam wujud Han Shi.
"Tapi karena kamu orang yang lumayan pintar sampai bisa membodohi para penjaga hingga masuk kesini jadi aku akan berbaik hati dengan memberimu bonus. Mengantarkan dirimu pada kematian selama aku mencium dirimu sampai kamu mati, aku nyakin kamu tidak mati semudah itu."
Adegan erotis antara keduanya terjadi dan Hyun Wo sama sekali tidak bisa menolaknya hingga pada batas perempuan tersebut menikmatinya.
Jleb!
"Apa!? Bagaimana mungkin?"
"Perempuan bodoh heheh..." ucap Hyun dengan wajah mengejeknya.
"Kekuatan supranatural "perangkap kegelapan "
Wosh... wosh...wosh...
Tubuh perempuan cantik tersebut kini tertutup energi hitam pada seluruh bagian tubuhnya hingga tertutup sudah tanpa celah sedikitpun.
Sementara Hyun Wo yang menusuk perempuan tersebut sebelumnya kini lenyap dalam sekejap menjadi kegelapan pekat dan menyatu dengannya.
Pasalnya tubuhnya tersebut bukan tubuh yang asli melainkan tubuh yang tercipta dari kegelapan ruangan yang minim cahaya ini.
Kekuatan supranatural "tiruan tubuh kegelapan" membuat si pengguna dapat menciptakan tubuh clone nya sesuai wujud yang diinginkan menggunakan kegelapan.
Semakin gelap tempat tersebut maka tubuh tiruannya itu semakin kuat, sebaliknya, kelemahannya adalah cahaya.
Untuk perangkap kegelapan sendiri tercipta karena adanya kegelapan yang menyelimuti seseorang ketika berada di ruangan gelap, minim cahaya, samar-samar cahaya, dan keadaan gelap paling gelap.
Hyun Wo dari tempat lain dapat mengendalikan kegelapan lekat tersebut untuk memerangkap perempuan cantik yang sangat keji menurutnya.
"Manaku terkuras 60 persen lebih cepat dari yang aku kira. Ternyata level diri juga mempengaruhi jumlah presentasi mana dalam diriku serta pengisian mananya. Benar-benar manaku terisi lumayan lambat pada level diriku sekarang," ucap Hyun dalam hati.
Kedua tangan Hyun kini berlagak seperti halnya menekan sesuatu yang bisa saja diakhiri dengan menutup kedua telapak tangannya menjadi satu.
Namun saat ini dia sangat kesusahan sekali hendak memerangkap seluruh kegelapan pada tubuh perempuan cantik tersebut.
"Aku seperti psiko saja tidak berbelas kasih kepada wanita saat ini, tapi instingku mengatakan untuk segera mengalahkan dirinya. Dia yang tidak sadarkan diri saja sudah cukup bagiku," gumam Hyun.
Ada tekanan tertentu sebagai bentuk perlawanan perempuan tersebut pada kegelapan yang sudah menyelimutinya.
"Tangguh juga perempuan cantik ini, walaupun kekuatan supranatural milikku tidak sampai membunuhnya tapi cukup bisa membuatnya tidak sadar diri karena aku sudah mengurangi kecepatan gerak kegelapan yang menyelimutinya," ucap Hyun dalam hati.
Blash...
Satu hempasan gelombang segala arah muncul dari diri perempuan cantik tersebut hingga kegelapan pekat yang menyelimutinya lenyap.
__ADS_1