Luxia System

Luxia System
Penasaran Dengannya


__ADS_3

Kini keduanya mulai mendekati satu sama lain untuk beradu pukulan terkuatnya yang sebelumnya sudah dipersiapkan untuk mengakhiri duel ini.


Dash...


Area disekitaran pun terkena efek yang signifikan hingga lahar panas terhempas dan menyebabkan kedangkalan diarea mereka berdua beradu pukulan.


Bahkan hempasan lain pun mampu menghancurkan tempat yang bagaikan ruangan besar ini.


Kemudian aksi mereka itu menghancurkan seisi tempat ini hingga menjalar sampai ke permukaan.


Dan sampai tempat mereka tadi tidak terlihat seperti awal mereka berada di sana.


Di permukaan.


"Ada apa ini gempa dadakan terjadi!?"


"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi didalam lubang besar ini sehingga menyebabkan gempa!?"


Sebelumnya mereka yang ada dipermukaan di belahan bumi manapun merasakan dampak dari pertarungan mereka di bawah sana.


Dari gaya gravitasi bumi yang tidak normal hingga berlanjut pada gempa berkekuatan tinggi yang mampu menghancurkan tempat-tempat tinggi seperti bangunan kerajaan dan Colosseum. Juga kena imbasnya.


Yang katanya sangat kokoh dalam pembangunannya, nyatanya kini runtuh terkena guncangan dalam beberapa detik.


Sementara di kerajaan monster dimana mereka tengah di kumpulkan menjadi satu untuk menginvasi kota, negara, hingga bumi disaat waktu yang akan datang nanti.


Terjadi guncangan yang sama sampai beberapa dari mereka terbunuh lantaran bangunan markas mereka mulai runtuh.


"Gempa ini sangat dahsyat, apa ada saudara kita yang melakukan hal ini?" ucap monster berwujud belalang dengan tubuh tajam.


"Mungkin telah terjadi pertarungan atau pertempuran besar di suatu tempat dan itu menyebabkan dampak hingga kemana-mana. Yang pasti ada monster dengan kekuatan besar sedang bertarung, ku harap dia melawan manusia!" sahut monster lain sembari menyelamatkan dirinya dari jatuhan langit-langit di tempat mereka saat ini.


Sepuluh menit berlalu, gempa dahsyat tadi menyebabkan kerusakan besar di permukaan bumi bahkan parahnya lagi banyak korban jiwa yang berjatuhan.


Namun semua itu hanyalah pandangan masa depan yang dilihat oleh Luxia jika saja dirinya tidak membantu untuk menahan efek adu pukulan Hyun Wo dan ketua monster.


Di waktu normal Luxia berubah menjadi wujud manusianya kemudian tanpa sepengetahuan dari Hyun Wo ia menyerap efek pertarungan keduanya.

__ADS_1


Kini pertarungan itu berakhir dengan kemenangan Hyun Wo user pilihan Luxia. Menurutnya, Hyun Wo masih harus belajar lagi untuk kedepannya mengenai kekuatan dan dampaknya.


Ketua monster sepertinya sudah lenyap lantaran dirinya tak mampu menahan kekuatan dari skill pukulan di perkuat Hyun Wo.


Yang sudah di stack hingga kekuatan pukulannya melebihi batas normal manusia dan jauh dari kekuatan monster itu.


Tapi untuk membuat rencananya tidak diketahui oleh lawannya Hyun Wo sampai membuat dirinya babak belur.


Kini dirinya tak sadarkan diri setelah mencari pijakan setelah mengalahkan ketua monster tengkorak.


Saat tubuh Hyun Wo akan jatuh Luxia rupanya menangkapnya.


"Akan berbahaya jika Hyun tidak aku diselamatkan saat ini, hawa panas tempat ini akan membunuhnya jika dibiarkan tergeletak tak sadarkan diri beberapa saat kedepan."


Pil kemudian muncul pada telapak tangan Luxia sebuah pil yang dapat meningkatkan vitalitas seseorang bagi yang menelannya.


Kini Luxia menyodorkan pil tersebut ke mulut Hyun Wo.


Namun disaat Luxia kesusahan agar Hyun Wo sebagai user pilihannya memakan pil saat dalam keadaan pingsan, Luxia pun tak memiliki pilihan lain selain membantunya dengan cara yang berbeda.


"Apa diperbolehkan jika aku melakukan hal itu demi seorang user? Hmm, tidak apalah, kali ini saja aku membantunya. Lagian ini semua terjadi karena kesalahanku, harusnya aku lebih jeli mengetahui rencana Hyun dan memberitahu kepadanya dampak dari rencananya!" gumam Luxia sembari menatap Hyun yang masih belum tersadar.


"Emh..."


"Akhirnya... berhasil juga, dia sudah menelannya. Kalau begitu aku akan... eh? Dia bangun!?"


Melihat pengerakan pada jari-jari tangan Hyun Wo membuatnya gelagapan hingga harus melakukan hal yang sudah seharusnya ia lakukan.


Luxia lalu merebahkan tubuh Hyun Wo dan setelah itu menghilang dalam sekejap meninggalkan bau harum yang tak ia sadari.


"Kepalaku rasanya agak sakit, tapi entah kenapa tubuhku sembuh dari luka-luka dari serangan ketua monster tengkorak, ini aneh, apa mungkin skill penyembuhan memiliki pasif unik. Sepertinya aku melupakan pasifnya!" ucap Hyun menyimpulkan keadaan yang kini dirasakan dirinya.


Tidak ingin berlama-lama berada di dalam kedalaman ini Hyun Wo akhirnya memutuskan untuk mulai bergerak.


"Bau harum tadi... lagi-lagi perempuan yang waktu itu aku lihat kembali aku rasakan kedatangannya, sebenarnya siapa dia?"


Lumayan lama bagi Hyun Wo untuk mencapai ke permukaan hingga hari sudah gelap namun Hyun Wo tak kunjung terlihat.

__ADS_1


Sementara keempat perempuan cantik terus menantikan kedatangan Hyun Wo dan beberapa orang masih setia menunggu kedatangan pahlawan yang telah menyelamatkan mereka.


Warga desa dan pihak Colosseum bahkan hadir disana namun mereka pergi lantaran memiliki kesibukan lain setelah sudah menunggu lama tidak ada kabar mengenai Hyun Wo, hanya orang-orang yang mereka utus saja yang masih berada disana.


"Kumohon Hyun... kamu bertahanlah, aku harap kamu dapat mendengar ku..." gumam Liliana dengan suara kecil tatapannya tak pernah lepas dari lubang dalam itu.


Tak lama Hyun Wo akhirnya muncul setelah berusaha keras untuk sampai di permukaan.


Bersama dengan beberapa orang yang sebelumnya ditugaskan untuk mencari keberadaan Hyun Wo.


Liliana langsung saja memeluk Hyun Wo yang kelihatannya baik-baik saja, namun melihat wajahnya Hyun Wo yang terlihat sangat kelelahan ia pun berusaha untuk menghilangkan penatnya dengan energi kehangatan sebuah pelukan.


"Hiks... ini kamu, kan. Aku tidak sedang bermimpi, kan?" tanya Liliana masih tak menyangka.


"Ya.. aku ini yang asli."


Liliana kembali memperkuat pelukannya bahkan tak ingin lepas dari Hyun Wo beberapa saat. Hingga ketiga perempuan itu melihat mereka berdua dengan pandangan dan perasaan yang berbeda.


Para penduduk desa dan orang-orang dari pihak Colosseum maupun kerajaan menyambut Hyun Wo dengan hangat.


Menyorakinya sebagai pahlawan yang telah berjasa hingga mempertaruhkan nyawanya.


Malamnya, Hyun Wo tertidur pulas lantaran hal yang dilakukannya hari ini.


Selain menghadapi monster tingkat tinggi aktivitas setelahnya pun turut membuatnya lelah seperti makan bersama sembari berbincang-bincang dengan banyak orang, dan berbagai aktivitas lainnya.


Blush...


Liliana memasuki kamar Hyun Wo setelah menembusnya dengan kekuatan supranatural.


Lalu mendekatinya kemudian menatap Hyun Wo beberapa saat hingga wajah Liliana memerah.


Tak lama ia tidur disampingnya setelah mengambil kesempatan saat Hyun Wo tengah tertidur pulas, kali ini Hyun Wo memang tidak menyadari kedatangan Liliana.


Mereka berlima Hyun Wo, Liliana, Sayuri, Momo, dan Amaryllis kini berada di tempat penginapan VIP khusus para bangsawan.


Sengaja diberikan pelayanan nyaman itu lantaran pemilik penginapan merasa berterimakasih kepada Hyun Wo, yang telah menyelamatkan anak dan istrinya dari penculikan monster tengkorak.

__ADS_1


Bahkan beliau mengijinkan empat perempuan itu untuk menikmati hal yang sama seperti pahlawannya lantaran mengira mereka berempat adalah istri Hyun Wo.


__ADS_2