
Brakk!
Monster itu lalu melakukan tolakan dengan kedua kakinya sampai merusak pijakan dan melesat ke atas hingga tepat berada di dekat Hyun Wo.
Kemudian hendak melakukan pergerakan cepat, namun hal itu tidak terlihat di waktu normal. Dan hendak menyerang Hyun Wo dengan pukulan mematikan hingga membuatnya terjatuh dengan keras.
Sayangnya, hal itu disadari oleh Hyun Wo ia kemudian memunculkan skill sayap iblis. Menghindari serangan mematikan tersebut yang bisa saja membelah tubuhnya jika terlambat.
Wosh...
Sadar akan serangan barusan gagal monster musang kini tak menyangka jika lawannya sudah berada tepat di belakangnya.
Barusan ia melihat dengan mata kepala sendiri telah mengenai lawannya dengan jurus pukulan terkuatnya.
Nyatanya yang terkena serangan itu adalah bayangan melesat Hyun Wo yang super cepat.
Level skill sayap iblis yang naik drastis sejak saat pertarungan terakhir waktu itu membuka atribut baru.
Kecepatan luar biasa di atas langit.
Dash... ×40
Bugh! ×49
Pukulan dan tendangan dengan kecepatan abnormal terus bertambah seiring waktu kini membuat monster musang terpojok. Tak bisa berkutik selama di udara.
Bugh!
Blash...
Terakhir pukulan keras dengan dua telapak tangan yang disatukan, lalu melakukan gerakan atas kebawah.
Menargetkan tubuh monster musang itu hingga terdorong, bukan, tapi jatuh dengan kecepatan bak meteor.
Jurus itu dinamakan "Meteor blow"
Brakkk!!!
Jatuhan itu seketika berdampak pada tanah persis seperti jatuhan meteor yang sesungguhnya. Sebuah meteor besar.
Lantaran radius dampak tersebut sampai 100 meter hingga kedua perempuan itu sampai ketakutan akibat Shield yang melindunginya hampir retak parah.
Disaat itulah Hyun Wo melindungi mereka berdua begitupun dengan pasukan monster musang yang diselamatkan juga.
Asap memenuhi sebagian area Padang kering itu. Sempat menganggu pandangan, namun dalam hitungan menit lenyap terserap oleh sihir yang digunakan oleh Amaryllis.
Sihir "Suction hole" dimana lubang dengan ukuran yang dapat disesuaikan mampu menyedot sesuatu yang ditargetkan. Kali ini targetnya adalah asap yang mengganggu.
Entah kemana tersedotnya asap itu maupun sesuatu yang masuk kedalamnya, Amaryllis sendiri tidak mengetahui sama sekali.
Pasukan monster itu yang kini sadar telah dilindungi dari efek barusan malah khawatir pada ketuanya.
Tak ingin nasib buruk menimpa pemimpin mereka yang selama ini banyak berjasa pada kehidupan manusia tanpa disadari. Sebelum memasuki wilayah ini.
__ADS_1
"Tch, jika ketua mati aku pun akan mati!!"
"Bodoh, kita hanya perlu membalas dendam!!"
"Kau tak lihat barusan, efek berbahaya barusan berasal dari serangan manusia itu. Dia sangat kuat, bukan tandingan kita. Bahkan
kekuatan kita dibawah ketua!"
"Kau benar, kitalah yang salah jika memilih untuk balas dendam dengan cara bodoh seperti itu. Lebih baik percaya dengan ketua, ku yakin dia masih hidup!"
"Eh.. kalian ternyata memiliki otak seperti manusia juga ya, beberapa dari kalian dapat berpikiran jernih!" ucap Amaryllis.
"Ketua banyak mengajarkan kami.."
Para pasukan monster musang berdebat akan kemungkinan buruk yang terjadi, dimana ketuanya tewas dalam pertarungan ini.
Tak lama monster musang bangkit menyadari dirinya hampir saja mati jika tidak bertindak di detik dirinya terjatuh. menyentuh tanah dengan sangat kerasnya.
Berada dalam lubang sedalam 12 meter yang tercipta secara tidak langsung saat jatuh, kini membuatnya terluka parah.
Sudah berada di permukaan, monster musang masih bisa berdiri tegak dengan tatapan tajam mengarah pada Hyun Wo yang sedari tadi tengah menunggu lawannya.
Ia tahu jika monster musang tidak mati semudah itu terkena serangan atupun jurus yang memang mematikan barusan.
"Apa pertarungan ini dilanjutkan?" tanya Hyun kepada monster itu dengan mengeraskan suaranya.
Monster itu terkejut sedetik, kemudian membalas.
"Tuan, tubuh tuan sudah terluka parah!!" ujar salah satu bawahan monster musang, dialah salah satu dari mereka yang paling setia. Sangat khawatir terhadap keadaan pemimpin.
"Hahahaha terimakasih telah mengingatkan!"
Ucapan barusan hanya seperti mengingatkan orang yang sudah lupa bahkan tidak peduli dengan lukanya, bagi monster musang itu sendiri.
"Sekarang saatnya jurus ini aku gunakan!"
Hyun Wo tidak menanggapi perkataan lawannya ia hanya menunggu serangan selanjutnya.
"Jurus seperti apa yang akan pemimpin kalian tunjukkan?" tanya Liliana seraya menoleh kepada pasukan monster musang.
"Setahuku itu adalah jurus penambah kecepatan, namun mengikis tubuh dan energi seiring waktu penggunaan! Ini kedua kalinya tuanku menggunakan jurus itu, yang berarti lawannya.. mampu membuatnya merasakan kengerian dalam pertarungan ini!" jelas salah satu pasukan monster itu, yang mana informasi itu berniat akan Liliana sampaikan kepada Hyun.
"Hei... kenapa kau malah beritahu wanita itu!?"
"Aku keceplosan.."
"Bodoh!!"
Sekujur tubuh monster itu diselimuti oleh cahaya berwarna kemerahan nampak berkobar-kobar.
Wosh...
Dragh!
__ADS_1
Wosh...
Dragh!
Menghilang dari tempatnya, tiba-tiba saja muncul secara tak terduga lebih cepat dari sebelumnya menyerang Hyun Wo bertubi-tubi tanpa memberikan celah untuk menghela nafas.
Berkali-kali Hyun Wo mengelak, menghindar dari salah satu serangan yang hampir membuatnya terluka, bergerak kesana-kemari bahkan dalam gerakan akrobatik sekalipun. Akibat irama serangan lawannya.
Saat ini tidak ada waktu sama sekali bagi Hyun Wo untuk membalas. Seakan dirinya di dalam air, dan musuhnya itu selalu berada di sisinya.
Di waktu normal pergerakan mereka berdua tidak terlihat jelas meloncat kesana kemari dan berganti tempat bertarung.
Pada akhirnya membuat Hyun Wo menahan pukulan bertubi-tubi dari monster itu, dan ia pun menahannya dengan kedua tangan menyilang.
Bugh! ×89
Bugh × 147
Sebenarnya dalam waktu lambat kulit monster musang terutama pada bagian tangannya mulai terkikis, terbentuklah luka karena memaksakan diri.
Cahaya yang kemerahan pada seluruh tubuhnya itu seakan membakar dirinya secara perlahan.
Dash...
Di bawah milidetik saat monster itu mengira masih melakukan serangan bertubi-tubi pada lawannya.
Dirinya malah mendapatkan serangan berupa tendangan yang mengarah pada leher, monster musang tidak menyadari apa yang terjadi.
Dan setelah memperlambat serangannya dan melihat lawan yang sekiranya tadi ada dihadapannya, monster musang tidak mendapati Hyun Wo sama sekali.
Itu berarti Hyun Wo bergerak cepat sebelumnya atau mungkin melakukan teleportasi.
Monster itu terpental jauh dengan leher terdapat bekas bagian kaki lawannya.
"Tuan!!"
Serentak pasukan monster musang mengkhawatirkan pemimpinnya dengan berteriak keras seolah sadar tuannya akan tewas.
Karena kini kesadaran monster itu mulai berkurang, walaupun masih bisa berdiri tegak seperti sebelumnya.
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan, jika begini terus monster itu akan mati sebelum menjadi rekan tuan! Karena dia akan mati pula karena memaksakan diri!"
"Tenang saja, aku menjamin dia tidak akan mati. Sebab, jauh sebelum aku bertemu dengannya aku sempat membuat pil peningkat vitalitas bagi monster. Tujuannya sebenarnya jauh, dan salah satunya dalam keadaan ini agar monster itu tidak mati!"
"Lalu kapan tuan memberi monster musang itu pil peningkat vitalitas, dan sejak kapan?"
"Saat monster itu pertama kalinya berdarah! Sebelumnya, aku memasukkan pil itu kedalam mulutnya dengan cara seolah-olah aku menghajarnya!"
"Apa darah yang keluar pertama kali saat monster itu terluka juga palsu?"
"Benar, ada racikan dari tumbuhan khusus yang rasanya seperti darah dan menimbulkan warna merah jika terkena air liur!"
__ADS_1