
Hyun Wo harus membuat pilihan sekarang lantaran orang-orang itu masih dalam manipulasi, meskipun secara harfiah mereka benar-benar sudah mati.
Nampak diri mereka itu seperti manusia hidup pada umumnya, tidak ada luka seperti zombie maupun yang membusuk.
Benar-benar terlihat seperti orang normal tidak dikendalikan dari luarnya.
Di waktu yang sama monster musang langsung berhadapan dengan wakil ketua monster Lust tanpa aba-aba dan kerjasama diri tiruan Hyun Wo.
"Tsk, biarkan saja dia melawannya sendiri," gumam Hyun sembari menaruh dua lengannya menyilang di dada. Sembari memperhatikan duel antar monster.
Beberapa menit kemudian, terlihat perbedaan antara keduanya yang membuktikan kekuatan masing-masing.
Monster musang kewalahan menghadapi lawannya hingga babak belur, terakhir terpental karena serangan jarak jauh hingga terseret-seret membelah tanah dalam hitungan meter.
Dengan ini tiruan Hyun Wo paham lawannya kali ini sangat serius untuk menang, ataupun mengalahkan lawannya dengan mempercepat tempo pertarungan.
Wuss...
Brakk!
Wuss...
Brakk!
Blush...
Sekali melangkah posisinya selalu berubah dan selalu saja didekat Hyun Wo mengincar titik lemah.
Untungnya perkiraan sudah ada dalam pikiran Hyun Wo sebelumnya, ia menghindar dan menghindar.
Serangan fisik berupa pukulan tajam dan tendangan secepat kilat, bahkan serangan dari jarak jauh secepat cahaya yang mampu merusak bagian tanah yang dilewati dapat Hyun Wo hindari.
Serangan itu sebenarnya tipis hampir mengenainya. Beberapa detik kemudian serangan itu di balas dengan..
Srak..
Tebasan tak terduga dari langkah kecil Hyun Wo membuat wakil ketua monster Lust terluka parah hingga satu tangannya terpisah secara tak sadar saking cepatnya.
Shut..
Tep.
Tak ingin memberikan waktu regenerasi Hyun Wo langsung menyerang kembali lawannya, ketika beberapa inci lagi kakinya menyentuh tanah.
Menggunakan teknik pedangnya yang dimainkan dengan dorongan halus ia melesat cepat guna menebas lawannya pada bagian incaran, namun monster Lust itu menghindar seraya melakukan gerakan penyerangan tajam pada bagian perut Hyun Wo. Setelah punggungnya tersentuh.
Tiruan Hyun Wo tersebut terkena jurus titik tertentu pada tubuhnya, dimana sebelumnya saat tersentuh oleh jari lawannya pada titik inti yang terdapat tekanan maka mengakibatkan penundaan pengguna mana.
Sementara ini, mana Hyun Wo tersegel untuk sementara waktu. Di waktu ini lah pembalasan bertubi-tubi dilakukan oleh wakil ketua monster Lust tanpa jeda sekalipun.
Detik berlalu pun tak disia-siakan sama sekali.
__ADS_1
Amarahnya makin membuncah dan nafasnya memburu dapat terdengar jelas ditelinga Hyun Wo.
Hyun Wo sendiri tahu jika lawannya sangat marah dan berniat ingin membunuhnya dalam serangan tak diketahui kapan berakhirnya.
Brakk!!
Selain menghalau dan menghindar Hyun Wo juga melawan balik dengan kecepatan dan gerakan yang seimbang.
Bahkan langkah keduanya mampu menghancurkan tanah hingga makin parah.
Bongkahan tanah berukuran besar naik keatas diakibatkan dorongan kuat monster itu.
Tidak disia-siakan, bongkahan itu dijadikan senjata yang mengarah dan menargetkan Hyun Wo. Lantaran monster itu berubah bentuk dengan tubuh terdapat banyak tangan yang tumbuh.
Setiap tangan yang tumbuh detik berikutnya akan muncul. Hingga dua puluh tangan terlihat dan salah satunya menghancurkan bongkahan batu besar itu.
Mencengkram erat batu kecil yang telah hancur dengan tangan monster itu yang bisa memanjangkan.
Draks..
Draks..
Brakkk!!
Brakk!!
Dengan lihai Hyun Wo menghindari semua serangan jarak jauh tersebut, yang mengarah padanya dengan kecepatan tinggi.
Raut wajah monster itu sudah terlihat sangat marah menatap Hyun Wo dengan sorot mata tajam bak predator di depan mangsa.
Sementara tiruan Hyun Wo hanya bersikap tenang tanpa adanya ekspresi berlebihan dalam aksinya memanipulasi lawan, belum terlihat sejak awal.
Tidak seperti biasanya mengambil langkah demi langkah guna memulai rencana utama yang mampu mendorong lawan pada jurang.
Semakin meluap emosi monster itu dilihat dari urat yang terlihat jelas pada wajah maupun tubuhnya.
Splash... ×13
Tap..
Gerakan Hyun Wo terhenti, kakinya mendarat pada bongkahan batu besar yang secara ajaib menumpuk menyerupai singgasana.
"Hehe.." senyuman sinis Hyun perlihatkan saat duduk disana sembari memandangi lawannya, seketika monster itu yang merasa sedang diremehkan menjadi marah.
Bukan, lebih tepatnya sangat membenci Hyun Wo.
Shut...
Brakkk!!
Monster itu melesat cepat hingga yang dilewati maupun tempat awalnya hancur berantakan berterbangan di udara.
__ADS_1
Blash...
Brakk!
Bongkahan batu menjulang tinggi tadi yang di atasnya menyerupai singgasana hancur berkeping-keping.
Ya, lagi-lagi serangan diperkuat monster itu tepat saja tidak membuahkan hasil.
Entah kebetulan atau mungkin tidak sengaja tiruan Hyun Wo tak mau membuat dirinya terluka.
"Hosh... hosh... kau monster yang sesungguhnya... serangan apapun yang aku miliki masih dapat dihindari. Seakan serangan yang diperkuat milikku masih sama seperti di awal hosh..." ucap monster itu yang akhirnya bicara dengan nafas tersengal.
"Monster sepertimu terlalu lemah, apa yang bisa dibanggakan dari sampah sepertimu! Mengenai diriku saja tidak bisa, payah sekali!" cibir Hyun begitu leluasa tanpa jeda.
Gigi monster itu menggertak seraya menahan diri, kini dirinya tahu lawan didepannya bukanlah orang sembarangan.
Berusaha tenang dan rileks demi menyusun sebuah rencana, akan tetapi sama sekali tidak ditemuinya. Benar-benar wakil ketua monster Lust dibuat dilema.
Mendapati feeling lawannya akan sangat sulit dihadapi monster itu memiliki niatan untuk kabur.
"Monster payah, bodoh, berpikiran kosong---" celotehan Hyun bak burung bersahutan pun merasuk dalam diri monster itu. Membuat dirinya mengurungkan niat untuk melarikan diri.
Wus...
Melesat cepat bak menghilang, monster itu lalu muncul dibelakang Hyun Wo hendak mengarahkan serangan tajam dari sisi buta.
Wosh...
Wosh...
Wosh...
Wosh... ×142
Sama seperti sebelumnya. Tidak ada yang berubah. Serangan yang kini diperkuat pun masih sulit untuk mengenai Hyun Wo yang lincah dan gesit itu.
Bahkan gerakan mengelak nya seperti sebuah kebetulan tiada batas.
Semua energi tubuhnya dan segalanya dari monster itu dipertaruhkan sekarang. Hanya untuk melawan manusia yang terbilang kuat sulit dikalahkan.
Bruk.
Menit demi menit berlalu, hingga monster itu mulai kembali ke wujud aslinya.
Dan tak disangka-sangka monster itu dibuat sujud dihadapan Hyun Wo yang kini mendekatinya. Tak jauh.
Jleb!
"Hahahaha hahahaha hahahah, bodoh, bodoh memang bodoh! Kau kira aku rela bersujud pada manusia rendahan sepertimu!" ucap monster itu puas setelah berhasil menusuk perut Hyun hingga tembus dengan kuku tajam miliknya.
Seperti halnya sebuah kemenangan besar, monster itu bersorak gembira.
__ADS_1
"Rasakan kematian perlahan yang menyakitkan ini ghaaaa!!"