
Melalui analisis yang dilihatnya Hyun Wo memahami kekuatan lawannya bukan dari keahlian menggunakan tombak maupun kekuatan unik dirinya saja.
Melainkan caranya dalam mengalahkan lawan serta mengiringnya ke titik tujuannya tanpa disadari.
Di satu sisi Hyun Wo harus menggunakan kekuatan supranatural "kegelapan" untuk melengkapi taktik diri tiruannya yang sedang berhadapan dengan monster itu.
"Para monster sepertinya berkurang drastis akibat terbunuh dan tertipu oleh Zhang Gi, menyisakan monster level sedang dan rendah maupun... ya dari mereka ada monster tingkat tinggi yang belum menunjukkan kekuatannya. Hanya saja kenapa dia tetap berada di pihakku?" ucap Hyun dalam hati sempat ada hal yang membuatnya ingin mencari tahu maupun memastikan.
Shut...
Hyun Wo langsung mendekati pria itu dan melakukan serangan dengan teknik pedang yang pernah dilihatnya selama mengikuti turnamen.
Kini ia meniru teknik itu, teknik yang digunakan Lalui saat menggunakan samurai maupun pedang legenda miliknya.
Tapi tetap saja masih bisa dihindari maupun dihalau oleh Zhang Gi, namun dari semua gerakan mengelak nya Hyun Wo menemukan kelebihan lain yang dimiliki oleh Zhang Gi.
Dia bisa memprediksi serangan sebelum Hyun Wo melakukan serangan berikutnya, ia memahami hal itu setelah mengetes beberapa teknik pedang kepada lawannya.
Terbukti sebelum menggunakan teknik mematikan guna menyerang lawannya di titik buta, Zhang Gi bisa menghalau maupun menghindarinya.
"Jadi dia sama persis sepertiku. Yang bisa melihat masa depan maupun membaca pergerakan lawan, antara kedua itu pasti adalah kelebihan yang dimiliki olehnya!" ucap Hyun dalam hati memperkirakan dua kesimpulan, dimana salah satunya adalah kebenaran hakiki.
Ting ×107
Swosh...
Ting!!!
Drap..
Drap..
"Hosh...hosh... dia ternyata tidak memiliki celah saat aku menyerangnya, bahkan menggunakan berbagai macam serangan tipuan jitu saja tidak bisa mengenainya. Dia memang sangat sulit untuk dilukai!" ucap Hyun dalam hati kini dirinya berusaha mengatur nafasnya, setelah beradu senjata dengan Zhangi Gi. Terakhir, keduanya mundur kebelakang lumayan jauh
Sementara Dua puluh enam monster masih tak bergeming hanya menyaksikan duel Hyun Wo dan Zhang Gi.
Tap..
Tap..
Tap..
__ADS_1
Drap..
"Melihat pertarungan sengit dirimu melawan legenda di masa lalu membuatku lepas dari bayang-bayang ketakutan, walaupun diriku monster tapi ketakutan itu bisa dirasakan oleh semua makhluk hidup. Untuk itu, bagi orang yang telah menghilangkan rasa takutku aku anggap sebagai rekan. Mari kita bekerjasama sama dalam membunuhnya!"
Monster berwujud manusia dengan wajah dan tubuh retak serta membawa senjata gabungan dari rantai memutuskan untuk berkerjasama dengan Hyun Wo.
"Tentu saja aku terima," sahut Hyun tersenyum biasa.
"Cih, monster sepertiku bekerjasama denganmu hanya karena ingin mendapatkan nama dan derajat saja, saat membunuh manusia legenda itu. Aku harap monster lain yang menonton menyebarkan berita itu nantinya."
Monster bertubuh besar dengan perawakan layaknya hewan buas berkuku tajam, gigi tajam, sorot mata membunuh, dan raut menakutkan bagi monster tingkat rendah maupun manusia yang melihatnya, mengoceh tentang dirinya yang saat ini berada didekat Hyun Wo, dia juga memutuskan untuk berkerjasama pada akhirnya.
"Aku hanya ikutan saja, lebih baik bebas menentukan tindakan daripada di kekang dan atur oleh seseorang."
Monster berpakaian seperti seorang gladiator lengkap dengan pedang yang dibawahnya juga ikut bekerjasama sama dalam melawan Zhang Gi.
"Ke..ke..ke.. aku bergabung dengan kalian karena ingin meneliti tubuh manusia itu, saat dia mati. Sepertinya tubuh manusia terkuat adalah subjek eksperimen luar biasa hehe.."
Monster berpenampilan seakan dirinya berusia ribuan tahun terlihat mirip dengan dark killer, hanya saja dia tidak membawa sabit. Yang dibawahnya cuma lentera tua.
"Bagus, kalian memiliki tujuan dan ambisi masing-masing, kurasa akan mudah bagi kita untuk mengalahkan lawan kuat itu," ucap Hyun.
Keempat monster tingkat sedang itu beserta Hyun Wo bergerak mendekati Zhang Gi yang terlihat sedang menunggu kedatangan mereka.
Menyerang Zhang Gi dari berbagai arah lalu memanfaatkan celah dengan baik, selagi titik buta lawannya kosong.
Salah satu dari monster menyerang dengan cepat Zhang Gi menggunakan kekuatannya. Sayangnya monster itu berakhir terbunuh lantaran sekali lagi Zhang Gi bermain tipuan tanpa disadari.
Lagi dan lagi terbunuh kini tinggal satu monster yang sebelumnya berjumlah empat menyerang pria itu.
Dalam ruang sistem Hyun Wo berbicara dengan Luxia.
"Aku mau bertanya padamu Luxia, apa yang membuatnya meninggal dunia di kediamannya yang sederhana itu. Apa mungkin dia diracuni atau bunuh diri?"
"Sebenarnya Zhang Gi meninggal karena murni bunuh diri, dikarenakan kekasih yang sangat dia cintai menikah dengan orang lain!"
"Aku tidak menyangka, orang sepertinya akan mengakhiri hidupnya dengan hal bodoh seperti itu, cinta terkadang sangat mengerikan!"
"Apa tuan akan meniru wujud kekasihnya lalu memanfaatkan kelengahan Zhang Gi dan menyerangnya, sama seperti ketika mengalahkan pria itu?"
"Tidak. Aku ingin menggunakan cara lain saja untuk mengalahkannya."
__ADS_1
"Bukannya lebih cepat mengalahkannya akan lebih efisien?"
"Memang kenyataannya seperti itu, tapi aku ini sebenarnya suka hal baru. Lagipula aku punya ide untuk mengalahkannya!"
Monster berpakaian gladiator kini beradu senjata dengan Zhang Gi dengan lihainya.
"Oii kalian, bantu rekan kalian menghadapai pria itu. Kalau berani menolak akan aku bunuh kalian dengan rasa sakit berkali-kali lipat!!" ucapan Hyun barusan membuat sisa monster yang sebelumnya tak bergeming kini bergerak membantu rekannya.
Lain halnya dengan satu monster berwujud kabut dengan wajah menyeramkan darinya.
Dia berkata bahwa dirinya hanya tertarik pada hal yang abadi sementara baginya, Zhang Gi sama halnya dengan sekumpulan makhluk fana yang tidak ada artinya.
Bahkan dirinya mengakui bisa pergi kapanpun dia mau.
Sebenarnya dirinya tertahan di sini karena ingin melihat pertarungan saja. Penasaran kepada Hyun Wo apa dia mampu mengalahkan manusia yang pernah ditakuti oleh banyak monster itu.
Sama halnya dengan melihat takdir, monster berwujud kabut ini sangat tertarik dengan hal itu.
"Kebetulan sekali, diriku yang lain sedang menghadapi makhluk yang katanya abadi. Memang saat mendengar kabar bahwa mahluk itu tidak bisa dibunuh, diriku berniat akan pergi kesana, hanya saja kini tertahan oleh pria itu!" sahut Hyun mengatakan Informasi rahasia tentang dirinya.
"Aku akan membantumu, tapi hanya sebatas menyadarkan pria itu dari kendali. Untuk kedepannya aku tidak membantu lagi!"
"Oke. Setuju."
"Sepertinya dia bukan monster yang sebelumnya di tangkap oleh monster incaranku, dia menurut spekulasiku adalah monster berumur jutaan tahun. Walaupun tampangnya menyeramkan, tapi dia tidak memiliki niat membunuh sama sekali. Apa ada monster di dunia ini yang hidup selama jutaan tahun, namun tidak pernah membunuh?" ucap Hyun dalam hati ada hal yang membuatnya bertanya-tanya.
Monster berwujud kabut itu menghilang setelahnya, bersamaan dengan monster berpakaian gladiator yang telah terbunuh.
"Hehe.."
Wosh...
Hyun Wo terlihat dengan senyuman menyeringai lalu menghilang dalam sekejap karena kecepatan dirinya.
Beberapa saat kemudian, Zhang Gi tersadarkan dari pengaruh alam bawah sadar buatan monster itu, yang mengendalikan dirinya selama ini.
Tapi dirinya tetap melawan Hyun Wo dan para monster didekatnya. Sampai akhirnya...
"Apa kau ingat apa yang membuat dirimu mati?" ucap Hyun saat menghindari serangan tombak Zhang Gi.
Hyun Wo lalu menyuruh para monster untuk menghentikan serangan dengan suatu aba-aba.
__ADS_1
Saat ini Zhang Gi terdiam dengan raut wajah kosong, ada apa dengannya?