
Bersamaan dengan bangkitnya para zombie yang menuju kearah mereka bertiga muncul sosok perempuan yang mengenakan pakaian menggoda namun dengan senyuman jahat.
Lalu dia terlihat menyebarkan sesuatu seperti bubuk hingga terkena wujud manusia yang diubah menjadi zombie.
"Arrgh!!"
Membuat mereka seketika berevolusi menjadi zombie dengan ukuran yang lebih besar dari sebelumnya serta lebih buas.
[Pemberitahuan sistem]
"Monster itu bisa membangkitkan zombie yang telah sekarat atau benar-benar sudah terbunuh. Dia bahkan membuat zombie-zombie yang terpisah dengan tubuhnya dapat kembali beregenerasi!"
"Aku sarankan tuan fokuskan pada akar masalahnya agar cepat tuntas!"
"Baik, aku akan berusaha Luxia. Dan tidak ada cara lagi untuk menghentikan mereka secara permanen, kecuali mengalahkan mereka hingga menjadi abu!" ucap Hyun.
Sayuri yang mendengarnya seakan tak percaya jika meraka tidak bisa diselamatkan lagi, meskipun kesempatan hanya secuil. Tapi hati kecil Sayuri sangat merasa kasian pada orang-orang yang diubah menjadi zombie itu.
"Aku bantu kamu Hyun, sepertinya bakal terjadi pertarungan sengit. Lebih baik kita cepat menyelesaikan tujuan kita kemari, sebelum hari mulai gelap dan tempat ini akan sangat gelap dari pada sebelumnya!" ujar Liliana.
Hyun Wo pun setuju dan langsung mengendalikan monster tiruan dan ketua goblin untuk menyerang para zombie yang menuju kearahnya.
Sementara satu monster tersisa yaitu monster kelelawar Hyun Wo kendalikan untuk menyerang perempuan itu.
Swosh...
"Heh, lumayan juga kamu memainkan trik lemah seperti ini."
Perempuan itu mampu menghindari serangan dengan kecepatan melampaui batas manusia normal, saat monster tiruan kelelawar hendak menebasnya dengan kuku tajam dia berhasil menghindarinya dengan mudah.
Sayuri pun akhirnya membantu setelah mengeluarkan nafas panjang dan sebuah kepercayaan diri. Dia kini membantu dari arah belakang, sedang Liliana arah samping dan juga depan.
Mereka bertiga hanya diam di tempat melakukan serangan jarak jauh, di tambah pelindung bercahaya transparan di sekitar mereka seperti halnya mengurung ketiganya.
Skill Temporary protection adalah sebuah pelindung yang dapat digunakan satu orang maupun perorangan secara bersamaan. Dapat menahan serangan jarak jauh hanya 30% saja, sedangkan jarak dekat 20% entah itu sihir maupun kekuatan lainnya.
Durasi pengaktifan kembali setelah lenyap adalah 5 menit. Skill ini Hyun Wo beli dari sistem Luxia dengan 500 poin.
Kembali pada kondisi mereka saat bertahan sembari menyerang musuh yaitu kepada para zombie sekarang sekaligus si pengendalinya.
Beberapa menit kemudian Hyun Wo memilih untuk menyerahkan pada zombie kepada Sayuri maupun Liliana untuk menahannya.
__ADS_1
Karena zombie yang sebelumnya terbunuh saat ini dalam keadaan terluka perlahan mulai meregenerasi diri hingga yang baru saja terbunuh akan bangkit kembali.
Berulang-ulang kini Sayuri maupun Liliana menghabisi para zombie yang menuju kearahnya. Namun sayangnya para zombie seakan tidak ada habisnya, dan bukan mati satu tumbuh seribu.
Akhirnya Hyun Wo bergabung dengan tiruan kegelapan menyerang perempuan pengubah manusia menjadi zombie itu sembari memunculkan Devil sword.
Bersamaan dengan gerakan dua wujud tiruan kegelapan Hyun Wo sebisa mungkin menyerang perempuan ini tanpa bersentuhan secara langsung.
Mencari titik lemah sekaligus disaat-saat musuh mulai lengah Hyun Wo akan menyerangnya beruntun.
Swosh..
swosh..
Bertubi-tubi Devil sword Hyun Wo arahkan kepada targetnya sejalan dengan perempuan itu yang bergerak menghindari serangan lainnya.
"Kalau mau mengenai ku kamu harus menunggu hingga seratus sampai seribu tahun lagi anak muda, karena aku ini sangat gesit dan..."
Jleb.
"Bagaimana mungkin kamu bisa langsung berada di belakang diriku...egh...? Bukannya kamu tengah berada di depanku?" ucap monster menyerupai perempuan itu tak percaya jika dirinya bisa lengah sehingga tertusuk pedang dari belakang.
"Begitu ya, kamu ternyata hebat juga bisa membuat aku lengah. Aslinya aku langsung menghabisi lawanku tanpa ampun dalam waktu dekat, tapi kali ini kamu beda."
Setelah berbicara perempuan itu langsung mengambil sebuah botol kecil dan membukanya, terlihat sebuah serbuk kini mengelilingi dirinya.
"Apa itu, jangan-jangan serbuk itu adalah racun. Kalau begitu aku harus berhati-hati saat mendekatinya!"
Sebelum Hyun Wo bergerak kembali untuk melancarkan aksinya perempuan itu mengarahkan satu tangannya kepada Hyun Wo sehingga serbuk yang mengelilingi dirinya menuju kearah incarannya itu.
Tidak ingin serbuk itu sampai tersentuh Hyun Wo akhirnya membuka botol sihir sementara, menggunakan sihir apa yang ia dapat untuk menghalau serbuk itu.
Sihir guntur akar berhasil mengenai serbuk itu namun sayangnya malah meledak hingga Hyun Wo harus menghindari gelombang ledakan tersebut.
"Apa maksudnya dia menyerang diriku dengan serbuk itu, pada dia fokus kan untuk menyerang diriku si pengendali dua tiruan kegelapan?"
Liliana maupun Sayuri bahkan berteriak menanyakan keadaan Hyun Wo sekarang setelah mendengar suara ledakan sebelumnya.
"Aku baik-baik saja, kalian tenang saja!" ucap Hyun membalas teriakan mereka berdua.
Asap tebal akibat ledakan tadi mulai menghilang lalu serbuk itu kembali muncul secara tiba-tiba dari dalam asap.
__ADS_1
Dam!!
Perempuan itu melesat menyerang Hyun Wo dengan tangan kosong namun kini dia terlihat berbeda dari sebelumnya. Dari wajah dan juga pakaiannya.
Hyun langsung menghindar hingga serangan itu menyebabkan tanah retak akibat pukulan keras perempuan itu.
"Dia ternyata kuat sekali tidak seperti yang aku kira, harusnya dia mati karena sebelumnya telah aku tusuk dengan devil sword tepat di jantungnya. Tapi mengapa dia tetap berdiri seperti halnya tidak pernah tertusuk pedang sama sekali?" ucap Hyun dalam hati sambil menghindari serangan perempuan itu dari berbagai arah.
Di bantu oleh tiruan monster kelelawar dan tiruan ketua orc ia jadi tidak terlalu kesusahan menghadapi perempuan agresif itu.
Lebih berguna lagi bisa dijadikan sebagai tameng maupun pengalihan sementara agar ia dapat meloloskan dari incaran perempuan itu, dalam kesempatan tersebut Hyun Wo berencana bertanya pada sistem Luxia. Dalam ruangan yang hanya Hyun Wo saja yang tahu.
"Haruskah aku menyerangnya secara bertubi-tubi tanpa jeda dalam beberapa menit Luxia, hingga dirinya sama sekali tidak bisa memulihkan diri lagi. Kurasa dia memiliki pemulihan diri juga sama seperti para zombie itu?"
"Menurutku tuan harus mencari kesempatan yang tepat untuk memasukkannya kedalam peti dan menyegelnya. Lalu bakar monster ini dengan api biru!"
"Lumayan sulit sekarang ini untuk menangkapnya, karena dia dapat bergerak dengan lihai pada kecepatan yang berbeda dari sebelumnya!"
"Tuan hanya harus berhati-hati dan tunggu timing yang pas."
Setelah itu Hyun Wo kembali menyerang lawannya masih dengan Devil sword, kali ini dengan rencana yang dapat menentukan kemenangan dalam sekali serang.
Mengingat mana dirinya mulai terkuras saat menggunakan kekuatan supranatural "kegelapan" miliknya, ia kini harus bersabar dan menunggu target memakan umpan yang telah ia persiapkan.
"Dia mendekat kemari!" ucap Hyun dalam hati memperhatikan perempuan itu mendekat ke arahnya.
Dam!!
"Tembus?"
Skill kekuatan supranatural yang belum Hyun Wo gunakan kini ia perlihatkan kegunaannya, yaitu dapat membuat seseorang tembus seperti halnya hantu.
Pukulan beserta serangan serbuk yang mengelilingi Hyun Wo kini meleset.
Brak!
Di saat dirinya hampir jatuh perempuan itu hendak menyeimbangkan dirinya, namun tiba-tiba saja dari dalam tanah keluar peti berwarna hitam terbuat dari kegelapan.
Lalu mengurung perempuan itu dalam sekejap karena peti tersebut berisi tangan-tangan yang memaksa tubuh perempuan itu untuk masuk kedalam.
"Awas kamu!" decak monster menyerupai perempuan dengan ekspresi sangat marah.
__ADS_1