Luxia System

Luxia System
Kesalahpahaman Antara Mereka Berdua


__ADS_3

Malam yang senyap berubah menjadi gaduh lantaran Liliana menggunakan kekuatannya untuk mengincar Amaryllis setelah memergoki Hyun Wo berbicara dengan seseorang di kamarnya.


Hyun Wo berusaha untuk menenangkan Liliana namun diabaikan begitu saja, kini mereka berdua Amaryllis maupun Liliana tidak berada di dalam penginapan lagi.


Momo bangun dari tidurnya diikuti oleh Sayuri.


"Bagaimana ini Hyun... mereka berkelahi di luar, firasatku tidak enak jika mereka terus bertengkar!" ujar Sayuri dengan raut khawatir terhadap mereka berdua.


"Aku akan membantu mencari!" sela Momo antusias sambil mengucek matanya karena mengantuk sekali, hanya karena dirinya berada di dekat Hyun dia berusaha agar berguna setiap saat. Atau mungkin karena alasan lain.


Ketiganya termasuk Hyun Wo melesat keluar dari tempat penginapan melalui jendela menembus angin malam yang begitu dinginnya demi mencari maupun mengejar dua perempuan yang sedang melakukan aksi kejar-kejaran.


Tap..


Tap..


Tap..


"Hei!! Ini sudah malam!!" omel pemilik rumah karena mengetahui ada orang yang berada di atap rumahnya.


"Maaf tuan, kami buru-buru..." ucap Hyun masih sempat meminta maaf.


Mereka terus melesat dari satu atap ke atap lainnya Hyun Wo berada paling depan dan memimpin jalan, karena dia mengetahui lokasi mereka berdua.


Prang!


"Ah.. maaf!"


Saat Momo mengucek mata dirinya salah memijak sehingga menjatuhkan pot bunga dan mengenai kaca jendela, mengharuskan Hyun Wo yang mengetahuinya langsung bertindak.


Sementara Sayuri terlihat hanya menghela nafas panjang sembari melihat ke arah Momo sambil menggelengkan kepalanya sedikit.


Hyun Wo mengambil secarik kertas yang tertiup oleh angin lalu memasukan sekantong kecil uang dengan kekuatan supranatural miliknya.


Kemudian melesatkan-nya ke arah jendela yang pecah itu hingga masuk kedalam rumah si empunya.


Tuk.


"Apa lagi ini, tadi serangan entah darimana sekarang... huh uang, darimana datangnya?" ucap si empunya bertanya-tanya setelah Oregami pesawat mengenai dahinya dan jatuh sekantong kecil berisi uang didalamnya.


"Em... maaf tuan, aku... tidak sengaja."


"Tidak apa-apa Momo, masalah tadi sudah diselesaikan."

__ADS_1


Mendengarnya Momo jadi bernafas lega dirinya sempat memikirkan jika Hyun Wo akan membuangnya jika melakukan kesalahan yang tidak dimaafkan.


Bertahun-tahun lamanya menjadi budak membuatnya selalu mendapati perlakuan kasar dari pemiliknya yang selalu berbeda-beda.


Di area kosong berlantai rumput sudah memasuki hutan mereka berdua tengah bertarung yang sebenarnya dipicu oleh kemarahan Liliana.


Dia terus menyerang Amaryllis tiada henti hingga memaksa Amaryllis untuk menyerang balik selain menghindar dan bertahan.


"Dengarkan aku.. aku tidak melakukan apa-apa dengan Hyun Wo, aku berani bersumpah!" ujar Amaryllis demi menghentikan serangan Liliana agar bisa diajak berbicara, namun perkataan Amaryllis hanya bagaikan angin lalu saja bagi Liliana.


Blarr...


Blarr...


Api berwarna biru bergejolak mengepung Amaryllis dari berbagai arah kemungkinan Liliana bisa saja hendak membunuhnya.


Ketika api itu hampir dekat dengan tubuhnya Amaryllis mengubah api menjadi bunga-bunga.


Membuat Liliana berdecak kesal dan...


Bugh...


Pukulan tidak diduga mendarat mengenai perut Hyun Wo demi menghalau tinjuan dari Liliana guna melindungi Amaryllis, Amaryllis bahkan tidak menyadari kedatangan Liliana yang mendadak tersebut kearahnya.


Sementara perutnya terluka akibat tinjuan dari Liliana saat menghadang serangan.


Hyun Wo lalu di obati oleh Sayuri walaupun sebenarnya dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri, tapi untuk kali ini ia menyerahkannya kepada Sayuri.


Beberapa saat hingga luka tersebut menghilang tak berbekas Hyun Wo kemudian menjelaskan Amaryllis yang ditemukan berada didalam kamarnya.


Secara rinci agar malam ini tidak dihabiskan dengan obrolan panjang karena besok Hyun Wo akan bergerak guna membersihkan nama Amaryllis sekaligus membatalkan pernikahannya yang langsung di adakan setelah dirinya ditemukan.


Maka Hyun Wo berusaha semaksimal mungkin untuk menegakkan keadilan. Menentang pemaksaan sesuai dengan kebijakan Raja.


"Maafkan aku... aku tadi kebawa emosi sampai-sampai berniat akan membunuhmu... maafkan aku ya, aku akan memberimu ganti rugi!" ucap Liliana tulus meminta maaf kepada Amaryllis setelah penjelasan Hyun selesai.


"Ja-jangan aku baik-baik saja sekarang, aku yang salah sudah masuk ke kamar seseorang dengan cara menyelinap, harusnya aku yang meminta maaf."


"Hmm, begitu ya, tapi kamu beneran kan tidak menggoda maupun merayunya?" tanya Liliana yang langsung saja berubah ekspresi.


"... tidak aku hanya menceritakan masalahku kepadanya lalu aku..."


"Kamu aku lihat hampir saja memeluk Hyun Wo ketika dia terlelap, sama saja kamu..."

__ADS_1


"Itu... itu..."


"Sudahlah, lebih baik kita kembali ke penginapan. Amaryllis sepertinya butuh belaian kasih saat dirinya di landa kecemasan dan kegelisahan, bahkan dirinya sampai nekat menggunakan sihir terlarang untuk dapat memalsukan kematiannya!" sela Hyun mengingatkan kembali penjelasannya sebelumnya.


Seketika membuat Liliana memasang wajah cemberut lalu dia berbalik badan dan duluan berjalan.


"Humph, iya aku maafin. Tapi tidak ada kedua kalinya!"


Wus...


Melesat lebih dulu dari mereka sampai Hyun Wo yang hendak mencegat Liliana tak sempat.


Sayuri mendekati Amaryllis lalu berbincang dengannya berusaha untuk menenangkan Amaryllis dari rasa bersalah dan menghilangkan kegelisahan dalam hatinya.


Nasehat neneknya selalu ia ingat di kepala seperti sebuah buku dengan banyaknya halaman dan dapat ia ingat kembali di saat yang tepat.


Hingga membuat Amaryllis tenang dan hatinya merasa lega setelah mendengar nasehat maupun perkataan Sayuri.


"Terimakasih banyak, sekarang aku sudah baikan.." ucap Amaryllis sejurus kemudian mereka berdua lalu berpelukan sembari Sayuri mengelus tubuh bagian belakang Amaryllis.


Momo yang melihatnya menjadi terharu dan hampir saja meneteskan air mata.


"Um... tapi aku lapar lagi..." ucapnya sembari mengusap perutnya.


Sementara Hyun Wo beberapa menit sebelumnya berbicara kepada Luxia dalam ruang sistem.


"Luxia, lukaku tadi lumayan parah, itupun hanya tinjuan tidaklah mematikan yang artinya..."


"Benar tuan, Liliana memiliki kekuatan supranatural tersembunyi. Sepertinya sangat kuat namun belum bisa dia kendalikan, sebelumnya kepribadian dirinya yang lain masih bersarang dalam dirinya!"


"Ada benarnya juga, sebelumnya aku juga merasa ada yang aneh, dan aku sempat mencurigai Liliana. Saat itu aku melihat tanaman berbahaya dan orc berjumlah banyak terbunuh di luar goa. Dan tidak salah lagi saat itu yang membunuhnya adalah Liliana!"


"Kemungkinannya begitu tuan."


"Terus... aku masih penasaran sama perempuan yang waktu itu aku temui secara tidak sengaja, dia mengenakan gaun berwarna pink, berambut panjang warnanya sama seperti rambutnya, dan bagaikan bidadari. Menurutmu.. siapa dia Luxia?"


"... maaf tuan, saya tidak mengetahui akan hal itu."


Hyun Wo lalu kembali ke penginapan setelah Momo bersin dan mendadak pilek, Hyun Wo baru sadar jika Momo mengenakan pakaian tipis.


Ia kemudian melepaskan jaketnya untuk menutupi pakaian tipis Momo dari dinginnya angin malam.


Mereka bertiga kemudian melesat lebih dulu sementara Amaryllis berada paling belakang agak jauh dari mereka.

__ADS_1


"Perempuan itu, dia ternyata sangat mencintai Hyun Wo sampai-sampai berniat membunuhku. Kayaknya dia bakal jadi saingan terberat aku dalam mendapatkan Hyun tercintaku..." gumam Amaryllis dengan wajah merah merona.


__ADS_2