
"Akhirnya aku kembali sembari membawa uang sekaligus hadiah dari para penonton. Tapi dari tadi Luxia tidak mengabari Informasi lagi kepadaku, apa dia sengaja?"
[Pemberitahuan sistem]
"Maaf saya baru terdengar lagi tuan, sebelumnya saya disibukkan dengan hal lain berhubungan dengan Quest yang akan tuan selesaikan nantinya!"
"Aku harap Quest sekaligus misi biar poin yang aku dapatkan lebih banyak, jujur... aku ingin sekali membeli item kultivasi dewa."
Item Kultivasi tersebut memanglah mahal dan Hyun Wo ingin sekali membelinya tanpa harus berhutang pada sistem.
Saking mengetahui informasi tentang item tersebut yang menurutnya sangat berguna memperkuat dirinya dalam waktu ke waktu sampai dirinya menjadi lebih kuat.
Hyun Wo melewati jalan setapak yang disebelah kanan dan kirinya terdapat pepohonan yang rimbun.
Lalu langkahnya terhenti saat mendengar suara langkah kaki seseorang yang menuju kearahnya melalui ranting pohon.
Bruk!
"Seorang elf? Apa dia bermaksud menghadang diriku?"
"Tapi jika aku amati dia ini gadis yang bertubuh ramping dengan rambut kuning berkilau," ucap Hyun dalam hati.
"Kamu orang yang sudah mengalahkan ketua guild bukan, yang hanya bermodalkan pertahanan saja? Aku menghadang mu karena memiliki maksud yaitu menantang mu berduel!" jelas gadis ras elf tersebut dengan wajah sombongnya.
Hyun Wo rasa melawan gadis elf tersebut akan membuang waktunya untuk pulang cepat, apalagi sekarang ini Hyun Wo menyadari jika dirinya sudah cukup lama pergi. Mungkin Sayuri dan Liliana sedang menunggunya, pikir Hyun Wo.
"Aku akan memberimu salah satu hadiah yang aku bawah ini, dengan syarat kamu tidak menggangu diriku lagi. Kalau perlu dua hadiah yang bisa kamu pilih!" sahut Hyun sembari menaruh keranjang besar tersebut di tanah, menunggu gadis elf menghampiri keranjang tersebut untuk mengambil dua hadiah.
Tapi orang yang diharapkan oleh Hyun Wo tersebut malah memasang wajah datar tak bergeming, hingga dia mengangkat busur panah miliknya seraya mengambil anak panah dibelakang punggungnya. Aksi terakhir mengarahkannya kepada Hyun Wo.
"Aku ini bermaksud baik padamu, tapi dirimu malah hendak menyerang ku."
"Cukup basa-basinya, rasakan ini!"
Kreet wus...
Anak panah melesat cepat ke arah tubuh Hyun Wo tanpa ia sadari gadis itu benar-benar berani bermain-main dengan nyawa seseorang.
Hyun Wo hanya bergeser saat menghindari anak panah tadi yang kini malah mengenai pohon dan terlihat batang pohon yang perlahan-lahan diselimuti es.
__ADS_1
"Blood clot arrow!"
Selanjutnya beberapa anak panah yang terlihat aura biru saat melesat di udara dibuat meledak saat Hyun Wo menghindari beberapa anak panah sebelumnya.
Klek!
"Seorang pria dengan trik licik rupanya yang mampu mengalahkan ketua guild tanpa menyerang sama sekali!" cibir gadis elf tersebut tersenyum sinis melihat lawannya yang dibuat tidak berdaya berada didalam sebuah bongkahan es.
[Pemberitahuan sistem]
"Sepertinya dia sudah terpancing tuan, tinggal aksi akhir saja."
Hendak menyentuh lawannya yang nampak dengan wajah terkejut membeku didalam es tiba-tiba saja lingkaran sihir muncul dari atas Hyun Wo, yang langsung mengeluarkan tali pengikat dan berhasil melumpuhkan gadis elf tersebut sekali serangan mendadak.
Kemudian bongkahan es tersebut yang mengurung Hyun Wo didalamnya hancur seketika.
Kletak!
"Kamu benar-benar licik. Lagi-lagi memainkan trik untuk mengalahkan seseorang, apa semua lawan yang kamu hadapi berakhir sama dengan trik licik mu!" ucap gadis elf dengan nada tinggi mengoceh tentang kekalahannya.
"Tidak semuanya sih, hanya orang-orang yang gegabah dan tidak berpikir kedua kali yang tertipu oleh trik licik ku ini, setelah tau aku ini menggunakan trik licik saat melawan seseorang hehe."
[Pemberitahuan sistem]
"Sebentar lagi efek sihir dalam botol itu akan berakhir tuan, sebaiknya tuan cepat pergi karena jika sihir ini hilang gadis elf ini bisa saja murka dengan kekuatan es miliknya yang lain!"
Hyun Wo menuruti saran Luxia dirinya lalu bergegas pergi meninggalkan gadis elf tersebut sembari memasukkan keranjang berisi hadiah tersebut kedalam wadah tanpa batas.
"Aku tandai wajahmu pria licik, aku tandai..."
Sampai di depan pemandian air panas rupanya Sayuri dan Lilina sudah ada disana menunggu Hyun Wo dengan sabar, sementara Liliana langsung berubah ekspresi ketika melihat Hyun Wo dari kejauhan berjalan kemari.
"Kamu lama sekali perginya Hyun... aku sangat khawatir sekali padamu tau, ya kan Yuri?"
"I-iya."
Sebenarnya Sayuri merasa canggung ketika Liliana terlihat manja saat didekat Hyun Wo, hatinya entah mengapa terasa sakit mendengar sahutan tulus Hyun Wo saat menjawab ucapan manja Liliana.
Meskipun kutukan dari neneknya yang sebelumnya memaksa dirinya untuk menikah dengan lelaki pilihan neneknya, yang kini kutukan itu telah lenyap. Sayuri masih berharap ingin menikah dengan lelaki pilihan neneknya itu, yang tak lain adalah Hyun Wo.
__ADS_1
"Sekarang kita mau kemana lagi?" tanya Sayuri ketika Liliana mulai terlalu berlebihan pada suaminya yang sebenarnya mereka hanya berpura-pura. Sayuri hanya tidak mengetahuinya saja.
"Selain berpetualang perjalanan ini juga bertujuan untuk mencari bahan obat yang aku cari, lalu untuk perjalanan selanjutnya..."
[Pemberitahuan sistem]
[Quest mengalahkan monster pengubah manusia menjadi Zombie]
Berhasil menyelesaikan misi : 3500 poin
- Monster berwujud manusia yang mendiami wilayah Dark forest serta memiliki kastil sebagai tempat tinggalnya.
-Kekuatannya mengubah ras apa saja menjadi zombie yang dapat dikontrol olehnya sampai mati, ketika si korban sepenuhnya hilang akal.
-Teknik penyerangan utamanya adalah menggunakan racun yang diracik oleh dirinya sendiri.
-Kekuatan lain dirinya tidak diketahui.
"Sepertinya kali ini aku harus sangat berhati-hati, diriku tidak ingin menjadi Zombie pada saat melawannya nanti."
"Monster itu juga agresif dan memiliki kemampuan mendeteksi dari jauh, maka saya sarankan tuan menggunakan kekuatan supranatural "Floating soul" kembali untuk dapat memasuki wilayah monster itu tanpa disadari olehnya lebih awal!"
"Baik, lalu aku ingin bertanya cara monster itu merubah targetnya menjadi Zombie?"
"Pertama dari racun yang diracik olehnya, kedua dari gigitannya!"
"Begitu ya, maka yang diutamakan adalah menyerangnya dari jarak jauh saat berhadapan dengannya."
Kembali pada diamnya Hyun Wo yang kini ditunggu-tunggu oleh mereka berdua yang memerhatikan dirinya dengan seksama.
"Dark forest. Yah, kita akan pergi kesana!" ucap Hyun mengejutkan mereka berdua.
"Apa!? Kamu serius mau pergi ke dark forest, suatu wilayah hutan gelap yang dikuasai oleh monster menakutkan disana?" ucap Sayuri.
"Memangnya monster itu sangat hebat sampai menguasai wilayah dark forest?" tanya Hyun mengorek informasi.
"Kebetulan aku mengetahuinya saat mendengar obrolan dari keempat laki-laki di guild, saat itu aku dan kak Lia sedang berada di meja tak jauh dari mereka. Katanya... monster tersebut sedang diburu oleh para orang-orang yang mengunjungi guild, terutama mereka yang memilih level tinggi!"
__ADS_1
"Berarti kan monster itu berbahaya."