Luxia System

Luxia System
Genjatan Senjata Dengan Para Monster


__ADS_3

Di sekitar reruntuhan sebuah tempat khusus yang dulunya digunakan sebagai sesembahan Liliana menemukan sebuah buku jurus-jurus sihir.


"Buku ini sepertinya peninggalan dari kerajaan Guniere yang masih tersisa. Dari keadaannya yang terjaga dengan baik, meskipun sudah ribuan tahun terabaikan disini mungkin ada kekuatan misterius sehingga buku ini masih terjaga dari waktu ke waktu."


Mendengar gumaman Liliana, Momo maupun Sayuri mendekatinya.


"Buku dengan simbol sihir, itu artinya..." ucap Momo setelah membulatkan mata melihat buku yang ditemukan oleh Liliana, namun belum usai dia berbicara Sayuri menyela perkataannya.


"Buku tentang jurus-jurus sihir!"


"Hmm, ada benarnya juga. Dilihat dari sampul sih udah ketebak, makasih sudah memastikannya Sayuri..."


"Eh, iya sama-sama."


Hanya saja buku itu memiliki bahasa pada zamannya sehingga tidak dimengerti oleh ketiga perempuan itu sekalipun.


Momo terlihat menggaruk kepalanya yang tak gatal menurutnya sia-sia jika menemukan barang berharga tapi tidak bisa berguna.


"Belum tentu, buku ini masih bisa berguna dalam banyak hal. Seperti kita bisa melelangnya ataupun menjual pada toko barang sejarah, kedua transaksi itu sangat menguntungkan!" timpal Liliana dibalas anggukan kecil dari keduanya.


Tap..tap..tap..


Suara langkah kaki terdengar menuju kemari membuat mereka dalam mode siaga.


Berasal dari reruntuhan yang membentuk seperti gua kecil suara itu terdengar serta didalamnya tertutupi oleh kegelapan.


Semakin membuat ketiganya meningkatkan level penjagaan diri masing-masing.


"Hai, apa kabar kalian?" ucap Hyun dengan senyum ramah langsung menanyakan keadaan mereka.


Mereka tahu jika Hyun Wo yang didepannya bukan dirinya yang asli, tapi tiruan gelapnya. Karena sebelumnya Hyun Wo memberitahukannya kepada mereka.


"Aku baik-baik saja," ucap Liliana lebih dulu.


"Aku dalam keadaan baik tuan."


Di susul oleh Sayuri yang nampak lega "Aku baik-baik saja Hyun..." saat dirinya berada didekat Hyun. Walaupun yang dilihatnya ini adalah tubuh tiruan gelap Hyun.


Hyun Wo lalu memberitahu kepada mereka jika dirinya berhasil mengalahkan pria itu, tidak lupa pada jasa mereka bertiga ia pun mengucapkan terimakasih.

__ADS_1


Meskipun dalam hatinya ia terpaksa melakukannya, senyuman itu dan mimik wajah yang ditujukannya kepada mereka hanya palsu.


"Baiklah, kita langsung saja bergegas mencari monster yang dicari oleh diriku yang asli. Katanya bagi siapa saja diantara kalian yang menemukannya, dia akan memberi kalian kejutan Istimewa!" ucap tiruan gelap Hyun kepada mereka bertiga terlihat sangat menyakitkan, membuat dua dari ketiganya tertarik dengan hadiah istimewa itu.


Bahkan diri mereka masing-masing menyebutnya sebagai perlombaan dengan hadiah luar biasa.


Hanya saja Liliana nampak tidak begitu tertarik dengan ucapan Hyun Wo tiruan ini, dia menanggapi ucapannya dengan normal.


Mungkin dia menyadari akan sesuatu yang tidak disadari oleh Momo maupun Sayuri.


Note: tubuh tiruan gelap Hyun Wo memiliki kekuatan "kegelapan" yang tidak mempan pada cahaya.


Ketiga perempuan itu lalu berpencar mencari monster yang dikatakan oleh Hyun Wo yang asli sebelumnya, saat berada didalam kerata. Bahwa dirinya kemari memang bertujuan menghentikan perbuatan jahat satu monster.


Mendengar hal itu dari diri Hyun Wo yang lain serta hadiah yang dibilangnya membuat mereka bertambah semangat membantu orang yang mereka sayangi.


Apalagi sebuah dorongan menjaga perdamaian dunia dari kemungkinan perang kejahatan monster itu.


Sebagai pengaman, masing-masing dari mereka diikuti oleh burung terbuat dari kegelapan.


Di satu sisi Hyun Wo yang asli masih melawan delapan arwah menyulitkan sekaligus.


Tempat yang dijadikan area pertarungan ini pun terlihat jauh dari sebelumnya. Berlubang agak lumayan dalam, berantakan diakibatkan puing reruntuhan hancur, dan retakan pada tanah tempat mereka berpijak.


"Sepertinya di bawah tempatku berpijak ada ruangan!" ucap Hyun dalam hati sembari mengelak serangan demi serangan.


Dan di momen arwah orc menggunakan pukulan gada-nya dengan keras dari atas ke arah Hyun Wo, mengakibatkan retakan di bawah semakin lebar, namun yang berlubang hanya di titik Hyun Wo menghindari dari serangan gada itu.


"Akhirnya berlubang sangat dalam tanpa harus aku gunakan kekuatanku."


Hyun kemudian menghindar dan terus menghindar sembari menuju bagian tanah yang berlubang tadi.


Dirinya terlihat tertancap panah dari arwah elf pada perutnya sehingga membuat jatuh dan masuk tepat kedalam lubang itu.


Sangat gelap gulita hanya ada cahaya dari lubang itu Hyun Wo jatuh seakan tak berujung, yang akhirnya dirinya menginjak permukaan tempat di bawah ini.


"Kekuatan kegelapanku sangat gila jika digunakan dalam kegelapan ini, dan saat arwah itu sudah masuk lumayan dalam ke tempat ini, aku akan membunuh mereka sekaligus!" gumam Hyun dalam kegelapan itu.


"Apa yang kau bicarakan? Siapa lawanmu itu, apa dia adalah seorang monster berwujud wanita?" ucap suara serak dalam kegelapan berbicara kepada Hyun Wo yang kemudian terdengar suara lagi dan lagi.

__ADS_1


Hyun Wo lalu mengatakan jika dirinya memang melawan monster itu.


Mereka semua adalah monster yang terkurung dalam ruangan dalam ini akibat ulah dari monster yang di incaran oleh Hyun Wo.


"Berapa lama kalian berada di tempat ini?" tanya Hyun bersamaan dengan suara ledakan keras entah darimana.


"Aku ini sudah seminggu berada di tempat ini!"


"Aku lebih lama darinya!"


Dilanjutkan dengan yang lainnya hingga membentuk kesimpulan jika monster itu membutuhkan waktu tertentu guna membangkitkan para pasukan yang telah mati ribuan tahun lalu.


"Aku ini manusia!"


"Kau manusia!?"


"Akan ku bunuh kau!!"


"Sudah ku ketahui dirimu adalah manusia."


"Tenang, tenang semua.. diriku memang ras yang dibenci oleh ras kalian, tapi aku meminta genjatan senjata sebentar untuk mengalahkan monster itu, bukannya kalian yang sebanyak ini tidak ada yang bisa lepas dari sini!"


"Cih, tak sudi diriku bekerjasama dengan makhluk rendahan sepertimu!"


"Apa untungnya bagi kami?" salah satu monster yang tidak diketahui wujudnya karena dalam keadaan gelap gulita berbeda pendapat dengan beberapa monster lain yang berada di tempat ini.


"Tentu saja, karena aku memiliki kekuatan untuk melenyapkan monster itu!" sahut Hyun penuh penekanan.


Beberapa monster yang tidak mempercayai perkataan Hyun Wo maupun tersinggung hendak mengincar Hyun Wo dalam kegelapan itu.


Namun belum mendekati Hyun Wo beberapa dari monster itu sudah ditahan pergerakannya oleh sesuatu tak kasat mata, itu adalah kegelapan yang berada di sekitar mereka.


Sama sekali mereka tak berdaya dalam kegelapan ini sehingga percaya pada kekuatan manusia yang katanya bisa melenyapkan monster itu.


"Lalu kenapa dirimu meminta bantuan kami jika dirimu memiliki kekuatan untuk untuk melenyapkannya monster itu?"


"Aku ini tidak suka membuang waktu, jika ada alternatif agar mempersingkat mengalahkan monster itu, kenapa aku tidak memilihnya."


"Aku mengerti. Kalau begitu aku setuju untuk melakukan genjatan senjata denganmu manusia, tapi aku tidak akan memaafkan dirimu jika kita kalah!" ucapnya diikuti oleh monster-monster lainnya.

__ADS_1


"Aku tegaskan bahwa pihak kita yang akan menang."


__ADS_2