
Keadaan basah disertai terpaan angin membuat mereka berdua kedinginan di atas kapal megah tersebut. Air perlahan-lahan keluar dari bagian celah kapal yang memang berfungsi sebagai tempat keluarnya air, ketika bagian atas atau dalam kapal tergenang.
Knok!
Sret!
Suara pengerakan di kapal ini sangatlah mendadak yang bisa saja membuat seseorang kaget, terbukti dari Sayuri yang terkejut. Di tambah dengan cuaca yang sebentar lagi akan hujan dan langit sudah mulai gelap.
"Kekuatan supranatural "Manipulation" kembali pada keadaan semula!"
Pakaian yang mereka kenakan kembali kering setelah Hyun Wo mengucapkan kekuatan supranatural miliknya.
Manipulasi dari kekuatan supranatural tersebut hanya berlaku pada benda dan kenyataan terbaik, namun dalam skala tertentu saja.
"Luar biasa, aku jadi tidak kedinginan lagi."
"Meskipun begitu ancaman terbesar masih ada di depan kita!" ucap Hyun mengingatkan Sayuri pada ancaman yang sebelumnya mereka alami.
"Hmm aku harap aku dapat membantumu..."
"Kalau begitu kamu lindungi kapal ini saja Sayuri, dan aku yang akan melawan monster gurita itu!"
Tentu saja Sayuri merasa terkejut sekaligus khawatir pada keselamatan diri Hyun Wo yang menurutnya terlalu gegabah. Hendak melawan monster gurita tersebut seorang diri.
"Jangan... aku takut sesuatu hal buruk terjadi padamu. Kita pergi saja dari perairan ini, setelah kamu berhasil menemukan istrimu!" pinta Sayuri.
Hyun Wo berulang kali menghembuskan nafas kasar namun dirinya masih belum menegaskan kepada Sayuri, sebuah alasan tepat agar dirinya dapat di percaya.
"Yuri, ada hal yang harus aku lakukan. Kamu percayakan saja kepadaku, niscaya aku akan kembali dalam keadaan yang sama," ucap Hyun yang terlihat berwibawa, meskipun perkataan yang ia ucapkan asal keluar dari mulutnya.
"Kalau begitu kamu harus menempati janjimu?" sahut Sayuri lirih.
Sembari memegang kedua tangan Sayuri yang menurutnya rapuh, Hyun Wo berkata "Pasti, pria tidak akan mengingkari janjinya."
Sayuri tersipu malu hanya karena hal barusan yang dibilang oleh Hyun Wo. Pada akhirnya Sayuri merubah ekspresinya demi menutupi wajahnya yang memerah. Dengan memberi dorongan positif berupa ucapan semangat dan pesan agar Hyun Wo selalu berhati-hati dalam segala kondisi.
__ADS_1
Sebelum kapal megah milik Hyun Wo karam.
"Dimana kapal itu? Kenapa... aku tidak bisa melihatnya?"
Nyatanya Liliana masih bisa melihat sekitarannya dibantu oleh kekuatan supranatural "mata astral" sehingga dirinya dapat melihat seperti sediakala, namun tidak berlangsung lama. Ada batasan pada skill kekuatan supranatural tersebut.
Beberapa menit yang lalu dia berhasil mengalahkan sekumpulan monster hingga pakaiannya penuh akan darah segar, begitupun wajahnya yang terdapat darah dan perban di matanya yang sudah terlihat kotor.
Kembali melesat cepat pada titik dimana dirinya meninggalkan kapal, yang menurutnya adalah jejak keberadaan kapal yang ditumpangi oleh Hyun Wo dan juga Sayuri. Liliana berharap dapat melihat kapal itu lagi, meskipun dirinya harus mencarinya selama beberapa tahun.
"Selama belum ketemu, aku tidak akan meninggalkan perairan ini!"
Hingga Liliana melihat gurita besar yang meloncat begitu saja saat dirinya hendak melewati bagian atas gurita tersebut.
Karena lompatan gurita tersebut Liliana bisa melihat kapal layar yang dicarinya. Ternyata selama ini tertutupi oleh gurita berukuran besar yang dikiranya adalah bebatuan dari kejauhan.
Berinisiatif untuk menyelamatkan Hyun Wo dan juga Sayuri namun dirinya dicegat oleh sosok wanita yang memegang tongkat, sebelumnya sesuatu telah melesat kearahnya. Dengan sigap iapun menghindari sesuatu itu.
Hyun Wo melesat dengan cepat menuju kearah gurita besar tersebut, yang terlihat sedang fokus pada sesuatu.
Sementara di bawahnya, pada kedalaman laut yang cukup dalam. Dengan kondisinya yang gelap gulita, Hyun Wo menciptakan tiruan monster Kraken tersebut.
[Pemberitahuan sistem]
"Sepertinya kekuatan supranatural "kegelapan" yang tuan gunakan untuk meniru monster ini memakan setengah mana tuan!"
"Yah, itu pasti. Tapi setelah mengalahkannya aku akan ulur waktu terlebih dahulu saat berhadapan dengan monster hydra. Guna mengisi mana."
Hampir mendekati monster gurita tersebut, Hyun Wo dikejutkan dengan pertarungan seseorang. Dari jauh ia melihat dua orang wanita yang sedang beradu kekuatan.
Menyadari salah satu dari mereka adalah orang yang dikenalnya, Hyun Wo lalu mempercepat laju dirinya. Memilih untuk memprioritaskan membantu Liliana.
[Pemberitahuan sistem]
"Sebenarnya yang dihadapi oleh Liliana adalah monster Hydra tuan!"
__ADS_1
"Gawat, Liliana melawan orang yang salah."
Merasakan aura manusia yang mendekatinya gurita tersebut langsung menyerang Hyun Wo dari jarak jauh.
Semacam kekuatan bercahaya yang dapat melesat dengan cepat berwujud menyerupai meteor.
"Tapi pertama-tama aku harus mengalihkan perhatian monster gurita ini terlebih dahulu dengan tiruan dirinya, yang sebentar lagi akan aku kendalikan."
Tanpa henti serangan monster gurita tersebut diarahkan pada Hyun Wo yang sedang melesat hendak menghampiri Liliana.
Tak lama tentakel gurita tersebut ditarik oleh tentakel gurita serupa dengannya dari bawah Memaksa untuk menariknya masuk kedalam air.
Hyun Wo sudah bisa mengendalikan kekuatan supranatural "kegelapan" yang dapat meniru wujud dari monster gurita raksasa tersebut.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk mengalihkan perhatian lawan di depan mata, Hyun Wo telah berhasil keluar dari incarannya.
"Untuk aksi terakhir aku akan membawa gurita raksasa tersebut dengan tiruannya ke dasar laut, dimana keadaannya sangat gelap gulita tanpa cahaya setitik pun, kecuali kekuatan yang menimbulkan cahaya dari monster gurita tersebut."
Sementara di dalam lautan yang lumayan jauh dari permukaan kekuatan supranatural "kegelapan" milik Hyun Wo terpecah, dari yang semula meniru wujud gurita raksasa kini menyatu dengan air. Di lanjutan dengan serangan mematikan secara bertubi-tubi.
Sehingga dalam hitungan menit serangan mematikan tersebut dapat membunuh gurita berukuran gunung dengan mudahnya.
Di saat Liliana lengah dan hampir saja terkena kekuatan monster " Hydra" Hyun Wo datang tepat waktu, dan berhasil menyelamatkan Liliana dengan gerakan melesat cepat.
"Hyun... kamu baik-baik saja?"
"Harusnya aku yang menanyakan hal itu, huh. Kamu ini bertindak terlalu gegabah, meninggalkan kapal lalu hendak mengalahkan sekumpulan monster laut!"
"Yaa tapi..."
"Dirimu sudah mengatasi ancaman itu sebelum mendekati kapal, bahkan pakaian dan perban di matamu terdapat darah monster. Aku salut denganmu yang berjuang keras layaknya kesatria, tapi kali ini yang terakhir. Jangan membahayakan nyawamu jika kamu sendiri masih ragu dan tidak bisa mengatasi ancaman berbahaya!"
"Diriku mengatakan hal ini lantaran demi mewujudkan harapan si pemilik tubuh, ingatan flashback masa lalunya pernah aku lihat melalui mimpi. Dia berkata dengan serius akan melindungi orang yang dicintainya," ucapnya dalam hati.
"Fufufu... kalian berdua memang pasangan yang cocok untuk aku jadikan tumbal!" ucap monster laut "Hydra" yang dapat melayang di udara meskipun tidak memiliki sayap.
__ADS_1