Luxia System

Luxia System
Membebaskan Para Budak


__ADS_3

Semua orang-orang bawahan pria gemuk sudah dihabisi oleh hewan-hewan berkekuatan dalam buku itu kini menyisakan dirinya seorang tengah memohon ampun kepada Hyun Wo sampai menangis-menangis agar dirinya tidak dibunuh.


Padahal menurut Hyun Wo dia tidak mungkin mengasihi para budak yang memohon kepadanya untuk diberikan makan, karena rasa lapar yang sangat.


Atau memberikan obat kepada mereka saat sakit serta kehidupan damai, bahkan Hyun Wo jadi terenyuh melihat kandang kecil besi berisi seorang wanita ras elf dalam keadaan hamil.


Dia hampir saja sekarat jika saja tidak mendapatkan pertolongan yang tepat.


Menggunakan kekuatan supranaturalnya "kegelapan" Hyun Wo membuka semua pintu penjara tempat para budak terkurung.


Setelah keluar mereka bergegas mendekati rekannya yang lain terlihat pula dari mereka berucap rasa syukur.


"Tuan, saya berjanji akan menebus kesalahan saya selama ini kepada mereka selama sisa hidup saya, asalkan tuan tidak membunuh..."


"Bagaimana ya, kurasa aku serahkan saja dirimu pada para budak. Mereka bebas menentukan bagaimana nasibmu."


Pria gemuk itu terdiam dia tahu jika nyawanya akan terancam saat diserahkan kepada para budak.


"Dengarkan, kalian semua bebas melakukan apa saja kepada pria ini, karena hanya ada dia saja disini. Semua bawahannya telah lenyap!" ucap Hyun agak lantang kepada seluruh budak.


Lalu ada dari mereka terlihat dengan tatapan membunuh mendekati pria gemuk Hyun Wo bisa menebak emosi mereka saat ini seperti apa.


Dendam, rasa benci, dan semuanya telah menjadi satu. Pada saat inilah emosi tersebut terbalaskan hingga mereka bisa melampiaskannya langsung kepada orang yang telah membuat mereka menderita.


"Tidak! Aku tidak mau mati tolong... tolong aku tuan!"


[Pemberitahuan sistem]


[Quest menyelesaikan misi membebaskan para budak telah diselesaikan]


[Hadiah skill power imitator berhasil didapatkan]


Hyun Wo yang dimohonkan kembali tidak menyahut malah berjalan mendekati salah seorang budak yang dalam keadaan sekarat.


Melihat para budak menangisi seorang wanita dewasa dalam keadaan memprihatinkan membuat hati Hyun Wo tergerak untuk membantunya.


Menyuruh mereka minggir terlebih dahulu dan memeriksa keadaan wanita dewasa tersebut.

__ADS_1


"Dia mengalami penyakit dalam dan sudah stadium akhir, artinya sudah memasuki tahap membahayakan bagi dirinya. Serta beberapa racun tubuh yang sudah menyebar dalam dirinya. Jika diselamatkan pun hidupnya tidak akan lama!" ujar Hyun setelah memeriksa wanita dewasa itu menyampaikannya dengan hati-hati kepada para budak.


"Tuan... aku mohon selamatkan aku... walaupun hanya sehari aku ingin bertemu dengan putriku... hiks..."


"Huh... baiklah. Saya akan berusaha semampu saya untuk menyelamatkan anda."


Tak lama setelah diberi obat herbal buatan sendiri dari pengetahuan obat-obatan yang Hyun miliki, wanita itu kemudian setengah bangkit sambil selonjoran. Dirinya terlihat seperti sembuh dari berbagai penyakit.


[Pemberitahuan sistem]


"Tuan, sepertinya ada dari mereka yang mengalami hal serupa. Mohon tuan segera menyelamatkannya!"


"Ya, tenang saja. Aku yakin sebagian dari mereka memiliki penyakit dan dalam keadaan serupa seperti wanita dewasa itu. Apalagi yang berada didalam kandang sebelumnya."


Hingga beberapa budak yang sebelumnya sakit telah Hyun Wo sembuhkan dengan keadaan mereka masing-masing.


Sementara itu disaat yang bersamaan para budak sedang menyiksa pria gemuk dengan mengikat dirinya pada kayu dalam kondisi kedua tangan terlentang.


Mereka rupanya menyiksa pria gemuk itu secara perlahan-lahan sambil menanyakan sesuatu kepadanya.


Selain itu Hyun Wo menemukan harta melimpah pada suatu ruangan tersembunyi beserta hal lain yang mampu menambahkan kekayaan pria gemuk itu.


Satu jam kemudian.


Semua budak telah bersih dari kotoran yang menempel pada dirinya dan sihir pengikat pun telah dilenyapkan. Saat ini mereka terlihat seperti gadis-gadis pada umumnya dengan pakaian yang mereka kenakan.


Hyun Wo tak habis pikir pada orang keji itu lantaran semua budak ini mayoritas kaum perempuan, sementara laki-laki tidak ada sama sekali.


Berada pada ruangan khusus yang lumayan luas untuk di tempati oleh semua budak Hyun Wo tengah berdiri di podium hendak menyampaikan hal penting.


Semua para budak yang hadir kini duduk pada kursinya masing-masing dan antusias memperhatikan Hyun Wo di depan.


[Pemberitahuan sistem]


"Apa anda siap tuan?"


"Sebenarnya ini pertama kalinya diriku menjadi pusat perhatian banyak orang, apalagi mereka semuanya wanita. Makhluk yang pernah aku benci, lantaran salah satu dari mereka telah mengkhianati diriku. Tapi entah mengapa sekarang aku merasakan hal berbeda."

__ADS_1


"Mungkin perubahan dalam diri tuan."


"Ya, mungkin saja."


Hyun Wo lalu membicarakan tentang hak para budak yang akan diberikan kepada mereka secara rata dari harta kekayaan pria gemuk itu.


Sebuah surat kebebasan juga mereka miliki dengan tanda tangan pria gemuk itu yang sudah ditiru memakai sihir.


Sampai beberapa ribu kata telah Hyun Wo sampaikan kepada mereka tanpa keraguan sedikitpun yang ada semangat hidup dan sebuah pesan darinya di sela-sela perkataan.


Terakhir ia berharap agar mereka mampu memilih masa depan yang cerah hasil kerja keras dan dedikasi.


Usai berbicara Hyun Wo dikerubuti oleh mereka dengan tatapan berbeda-beda saat dirinya lihat, intinya rasa terima yang sebesar-besarnya mereka ucapkan kepada Hyun Wo.


Mengingat dirinya sudah pergi lumayan lama ia pun bergegas untuk pergi meninggalkan bangunan besar ini. Khawatir jika Liliana dan Sayuri mencarinya.


Sebelumnya hewan-hewan dalam buku itu sudah ia masukan kembali, ia mengerti caranya lantaran Luixa telah memberitahukannya.


Lambaian tangan saat Hyun Wo berangkat pun terlihat beramai-ramai dilakukan oleh para budak dirinya pun merasakan kebahagiaan saat melihat senyuman mereka.


Untuk Momo dia memaksa agar dirinya ikut bersama Hyun Wo dengan alasan dirinya bisa mengerjakan pekerjaan rumah dan bermacam-macam, itulah katanya.


Tapi semua itu tidak akan sempurna jika tidak dilakukan dengan rayuan wanita seperti biasa. Hyun Wo tidak bisa menolak wajah memelas dan meyakinkan Momo.


"Dia terlalu banyak makan sih, tapi itu wajar, karena dia dalam keadaan kelaparan dan kurus kering sebelumnya," ucap Hyun dalam hati sambil menyangakan dagu mengamati Momo yang masih saja makan.


"Tuan mau coba?" ucapnya sembari menyodorkan kue bekas gigitannya kepada Hyun yang ketahuan sedang mengamatinya.


"Tidak tidak, kamu makan saja sepuasnya. Kalau kurang aku akan menambahkannya," jawab Hyun disertai senyumanya.


Dan karena posisi kusir tidak ditempati maka Hyun Wo menggunakan kekuatan supranatural miliknya untuk mengendalikan kuda.


Di satu sisi.


"Maafkan aku... tolong jangan bunuh aku, aku memiliki kekayaan yang bisa membuat kalian kaya raya, kalian bebas menggunakannya untuk kehidupan kalian kedepanya!" ucap pria gemuk yang kini terlihat berlumuran darah.


"Dasar pria jahat! Tidak mungkin kami akan tertipu lagi oleh omongan mu itu, lagian kekayaan melimpah yang kamu punya sudah menjadi hak kami hihi.." ucap salah seorang wanita dengan senyum menyeringai di depan wajah pria gemuk dan sorot mata tajam.

__ADS_1


"Kami sudah menemukan tempat dirimu menyimpan harta kekayaan."


Pria gemuk itu tertegun lantaran harta kekayaan yang telah ia kumpulkan dan disembunyikan pada suatu tempat telah di temukan.


__ADS_2