
Pada pertarungan babak ketiga ini sangatlah sengit dan riuh dilihat dari semangat para penonton yang membara pada jalannya turnamen langka ini.
Mereka sepertinya antusias sekali dalam memilih jagoannya yang bergulat di arena.
Sebelumnya Jia Li melukai Addison dengan senjata kecil yang dimilikinya berbahan dari emas, bahkan tusuk rambutnya saja ia gunakan pula sebagai senjata.
Darah Addison pada tusuk rambutnya itupun dijilat olehnya dengan ekspresi terangsang.
Tusuk tersebut kenyataan memang berhasil melukai Addison dalam beberapa kali serangan. Lukanya tidak fatal namun terasa perih dilihat dari tempat luka tersebut berada.
Shut!
"Hihihi... jadilah salah satu dari mahakarya ku yang paling indah, laki-laki manis..." ucap Jia Li sembari melesat ke arah Addison dengan tatapan tergila-gila.
Bugh!
"Ugh!!"
Brak...
Seketika penonton terdiam melihat aksi mengelak Addison pada timing yang pas dan langsung membalas serangan Jia Li hingga membuatnya terkena pukulan keras pada bagian perutnya.
Dia dalam keadaan telentang lalu beranjak bangkit kembali.
"Kenapa kamu tidak langsung menghabisi ku, sebelumnya adalah saat yang tepat untuk mengakhiri..." tanya Jia Li terhuyung saat berjalan sambil menyentuh perutnya. Namun belum selesai ia bicara Addison menahan ucapannya
"Mungkin kebetulan saja," jawabnya singkat dengan ekspresi datar.
Setelah menemukan Yu'an, Hyun Wo langsung menjelaskan padanya mengenai orang yang menyamar menjadi peserta di turnamen ini.
Terakhir ia mengatakan jika Yu'an tidak usah menyelidiki maupun mencari orang itu, karena sudah diketahui olehnya siapa orang itu.
Hyun Wo mengucapkan terimakasih kepada Yu'an yang mau bersedia membantunya sampai berusaha sekeras ini. Menyamar menjadi seseorang dan harus menjaga diri sebaik mungkin agar tidak terlihat mencurigakan di mata para peserta maupun orang lain.
Ia kemudian pergi setelah Yu'an membalasnya dengan ucapan malu "sama-sama, kalau ada masalah lain aku bisa membantumu!"
Beberapa menit berlalu, Jia Li sudah dibuat tidak bisa berdiri lagi lantaran Addison terus mengarahkan pukulannya pada perut Jia Li saat dia lengah.
Selain bagian perut dia tidak menyerang bagian selainnya, konsinten tapi membahayakan bagi Jia Li sendiri. Ada efek seumur hidup yang bisa membuatnya tidak subur lagi.
Namun Jia Li tetap berusaha bangkit, meskipun keadaan dirinya terus-terusan tumbang saat menerima pukulan Addison.
"Menyerahlah, itu adalah keputusan yang tepat agar dirimu terselamatkan dari nasib malang!" pinta Addison menatap serius lawannya.
Dari tempat penonton bersebelahan dengan pintu masuk pemanasan peserta, Hyun Wo menonton jalannya turnamen di ronde ketiga ini dengan seksama.
Dirinya hanya tinggal menunggu Eric tampil dan mengalahkannya di final nanti, Hyun Wo yakin Eric sangatlah kuat.
__ADS_1
Pada akhirnya Jia Li mengaku kalah saat dirinya didekati oleh Addison yang sepertinya membisikkan sesuatu kepadanya. Jia Li lalu dengan raut tertekan mengaku tidak bisa melanjutkan turnamen.
Ronde ketiga pun dimenangkan oleh Addison. Dan langsung dilanjutkannya ronde keempat.
Eric( ras manusia) Vs Qixuan( ras elf)
Eric seorang pengajar beladiri terkenal akan kemampuan silatnya yang melegenda dengan berbagai jurus andalannya.
Qixuan seorang wanita cantik berambut hitam menjuntai dikenal sebagai Dewi panah dan ahli penyerangan jarak jauh menggunakan senjata apapun.
"Mulai!!"
Whosh...
Panah langsung mengincar Eric dengan kecepatan 1,5 detik dalam jarak 10 inci. Setelah wasit mengatakan dimulainya pertarungan.
Eric tidak bergeming saat anak panah itu hampir dekat dengannya hingga ia pun menangkap anak panah tersebut dengan telapak tangannya saat melesat di samping wajahnya.
Kletak!
Dirinya kemudian membeku didalam bongkahan es akibat dari elemen panah es yang digunakan oleh Qixuan.
Di tempatnya, Hyun Wo sempat terperangah melihat Eric yang membeku setelah menangkap anak panah itu yang lalu membuatnya membeku dalam bongkahan es.
"Luxia, aku ingin tahu informasi berkaitan dengan Qixuan!"
"Serta kekuatannya adalah "elemen" yang dia padukan dengan anak panah yang dilepaskannya saat menghadapi musuh."
Kletakk!
Tiba-tiba saja bongkahan es itu pecah bersamaan dengan Qixuan yang melesatkan panah dengan elemen yang berbeda. Kali ini ia menggabungkan api pada anak panahnya.
Aura membara berwarna hitam yang menyeruak pada tubuh Eric menghalau panah api dari serangan Qixuan begitu saja, lalu secara tidak terduga ia muncul menghilang dan muncul dibelakang Qixuan.
Brakk!!
"Aaa..."
Sempat menahan pukulan Eric dengan pelindung tanah, namun masih bisa ditembus oleh Eric hingga membuatnya terpental.
Blush...
Blaar...
Qixuan kemudian melindungi dirinya dari berbagai serangan jarak jauh yang mengarah padanya, dengan tornado yang mengelilingi tubuhnya. Tak lama saat tornado itu melebar tubuh Eric tertarik masuk kedalam putaran berkecepatan tinggi.
Para penonton merasa khawatir pada tornado tersebut yang membesar dengan kecepatan berputarnya melebihi batas seiring waktu.
__ADS_1
Wus...
Wus...
"Apa ini kekuatan Qixuan yang sebenarnya, dia sangat berbahaya!"
"Bagaimana bisa ras elf memiliki kekuatan seperti itu, bahkan sihir pun bisa saja kalah menghadapinya..."
"Dia langsung mengeluarkan kekuatan terpendamnya yang selama ini dia tahan, harusnya dia mengalahkan lawannya itu cukup dengan anak panah yang dilesatkan nya saja!"
Para penonton pun mulai mengomentari pertarungan di ronde keempat ini yang menurut mereka sangatlah epik. Bisa melihat kemampuan luas biasa Qixuan.
Kini Eric sudah tak terlihat lagi dalam putaran tornado itu. Yang pada akhirnya Qixuan menghilangkan tornado tersebut dalam sekejap hanya dengan menjentikkan jarinya.
"Sayang sekali dia adalah lawan yang kurang beruntung, berhadapan denganku di ronde keempat ini," ucap Qixuan sembari menunggu wasit mengatakan pemenang di ronde keempat ini.
"Apa benar begitu heh..."
Sontak Qixuan langsung membalikkan badan karena kaget mendengar suara seseorang yang dikenalnya. Dia sebelumnya pernah bertemu dengan Eric dan berbincang sebentar dengannya.
Kini Eric terlihat baik-baik saja tanpa luka akibat hal yang dialaminya beberapa saat yang lalu, bahkan Qixuan mengira jika lawannya sudah hancur tercabik-cabik di dalam tornado.
Tapi nyatanya dia berada dihadapannya sekarang dengan ekspresi meremehkan dan senyum menyeringai.
"Tch!"
Qixuan tersulut emosi dan langsung menggunakan busur panah miliknya kembali saat dia mundur kebelakang untuk menjauh, ia lalu mengarahkan anak panah kepada Eric yang berjumlah tiga sekaligus.
Seperti biasa Eric hanya diam menunggu anak panah itu mendekati dirinya.
Wosh...
Tiba-tiba saja Eric menghilang melebihi kecepatan anak panah yang menargetkan dirinya. Dan hanya orang-orang tertentu saja dapat mengetahui Eric yang menghilang itu, padahal aslinya ia bergerak lumayan cepat sedang mendekati Qixuan. Pada 0,001 detik dalam gerakan lambat.
Dari tempatnya Hyun Wo masih bisa melihat dengan jelas pergerakan Eric dia sepertinya berniat mengakhiri ronde keempat ini.
Dap!
Qixuan terhempas jauh kedepan hingga mengenai bagian bawah pembatasan arena sampai mulutnya mengeluarkan darah.
Disaat itulah Eric mendekati Qixuan dengan aura membunuh kuat yang menyelimuti dirinya sampai-sampai sebagian penonton merasa takut pada aura itu.
Kini semuanya pun terdiam saat Eric mematung dalam keadaan hendak meninju Qixuan. Hal itu dikarenakan Hyun Wo telah menggunakan skill miliknya yang telah dibelinya beberapa saat yang lalu.
Motion lock sebuah skill penghenti gerakan lawan dalam waktu 2 detik dengan syarat lawan yang dihadapi memiliki kecepatan abnormal.
Efek lainnya membuat user menyerap kecepatan lawan dalam 3 detik. Skill ini Hyun Wo beli seharga 2800 poin.
__ADS_1