
"Aku tadi melihat sebuah harta pada daratan kecil Hyun, kamu tidak mengambilnya?"
"Eh, kamu Sayuri. Alasanku tidak mengambilnya karena harta itu bisa saja jebakan yang targetnya adalah orang yang tidak berpikir untuk kedua kali."
"Aku masih belum mengerti."
"Lebih rincinya harta Karun yang kamu lihat tadi, hanyalah pancingan dari monster perairan mematikan ini saja, jika dihubungkan harta tersebut dengan logika maka kau akan mengerti. Mengapa aku menyebutnya demikian."
Liliana saat ini sedang berkeliling didalam kapal megah berharga mahal ini, dia terlihat serius memperhatikan seisi kapal. Meskipun kedua matanya tidak bisa melihat dan tertutup oleh perban.
Lebih tengah lagi memasuki perairan mematikan, kapal ini dibuat sedikit terombang-ambing lantaran Hyun lihat gelombang besar bergerak.
Mengejutkannya Hyun Wo juga melihat serpihan kayu dan barang-barang yang hanyut terbawa gelombang besar tersebut.
"Untungnya ombak tersebut tidaklah dekat dengan kapal ini, hanya efek kecilnya saja. Tapi serpihan kayu dan barang-barang itu sepertinya..."
"Huwekk..."
"Huh, kau mabuk laut Sayuti!?"
"Iyaa, maafkan aku..."
Wajah Sayuri kini terlihat pucat dengan jalannya yang terhuyung-huyung ketika mendekati bagian kapal sebagai sandaran.
Di saat yang bersamaan, ketua guild sedang mengamati gerak-gerik mereka berdua melalui bola sihir yang memvisualisasikan apa saja yang mereka berdua lakukan sekarang.
Di ruangan pribadinya ia fokus melihat bola sihir tersebut seperti sedang menonton film.
"Ternyata anak ini pintar di bidang obat-obatan juga, dan dia ini adalah orang kaya."
Kembali di kapal megah yang berada di lautan lepas kini Hyun Wo sudah mengatasi mabuk laut Sayuri, setelah ia memberinya pil khusus anti mabuk.
Note: Sebutan pil yang dibuat oleh Hyun Wo
"Sudah, kamu beristirahat dulu di dalam Yuri. Karena ada efek samping jika pil tersebut setelah meminumnya tanpa beristirahat!"
"Emm, aku akan menuju tempat tidur segera. Makasih banyak bantuannya."
"Sama-sama."
Sayuri mengangguk faham menuruti perintah Hyun Wo, lalu dia melenggang menuju arah tempat yang dituju, yang padahal omongan Hyun Wo tersebut adalah kebohongan agar Sayuri tidak terlibat dalam menghadapi monster laut "Hydra" yang selama ini menjadi urban bagi para penduduk kota maupun pesisir pantai.
Belum lagi bagi para pelaut, nelayan, dan bajak laut saat melewati perairan berbatasan dengan perairan mematikan disebelahnya.
Liliana muncul disebelah Hyun Wo hingga membuatnya terkejut.
"Lia!? Kamu baru terlihat..."
__ADS_1
"Sebelumnya aku sedang sibuk mengantispasi ancaman, agar perjalanan ini lancar tidak ada gangguan."
"Oh, kalau gitu aku sangat berterimakasih kepadamu Lia. Kamu sangat membantu!"
"Ucapan terimakasih saja tidak cukup Hyun, aku mau kamu... hssh,"
Liliana mendekati Hyun Wo hingga terlalu dekat dan menghembuskan nafas mulutnya pada telinga Hyun Wo.
Orang yang digoda pun langsung memerah begitupun saat Liliana mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi dengan Hyun Wo hingga Liliana mencium orang yang disukainya tanpa ...
Merasa dirinya pernah melakukan hal seperti ini dengan pacarnya sewaktu berduaan di dalam kamar hotel. Hyun Wo lalu menghentikan kenikmatan yang ia rasakan tersebut dan memaksa Liliana untuk menjauhinya.
"Sudah, cukup sampai sini saja. Ada hal yang harus aku urus Lia."
"Emm aku mengerti, " Liliana membalasnya dengan anggukan disertai senyuman, setelah Hyun sudah jauh darinya ia memasukkan kedua bibirnya kedalam mulut.
Sayangnya saat mereka berdua sedang berciuman tanpa disadari ada sepasang mata yang menyaksikan adegan tersebut. Dia adalah Sayuri yang hendak mengatakan sesuatu kepada Hyun Wo sebelum dia memutuskan untuk beristirahat.
[Pemberitahuan sistem]
"Tuan, ada bahaya di depan sana. Monster ikan perak sedang menuju kemari!"
"Monster ikan perak?"
"Monster yang tidak terlalu kuat, namun mereka menyerang korbannya secara bergerombol. Pertama-tama mengincar kapal hingga dibuat karam!"
"Saya setuju dengan inisiatif tuan, semoga berhasil."
Hyun Wo kembali mengeluarkan jiwanya menggunakan kemampuan supranatural "Floating soul" lalu jiwa tersebut melesat cepat kearah segerombolan monster ikan perak.
Merasakan aura keberadaan lain disekitarnya monster ikan berukuran manusia dewasa itupun melesatkan air kearah jiwa Hyun Wo. Menggunakan mulutnya.
Phush...
Diikuti oleh segerombolan monster perak lain yang menyadari ancaman.
"Ikan ini mirip seperti ikan dunia tempat asalku, tapi aku lupa namanya," gumam Hyun menangapi serangan para monster ikan tersebut sembari mengelak.
[Pemberitahuan sistem]
"Serangan ikan ini bisa melelehkan besi maupun logam, bahkan jika terkena kulit efeknya lebih berbahaya lagi."
Hyun Wo menelan ludahnya sendiri, membayangkan ikan yang terlihat seperti tuna di kehidupan sebelumnya. Bisa menimbulkan ancaman yang sangat mengerikan.
"Untungnya aku mencegat segerombolan ikan ini dengan kekuatan supranatural "Floating soul" sehingga ada kemungkinan lima puluh persen terhindar dari efek serangan mematikan ikan ini."
Jurus baru yang Hyun Wo gunakan saat ini bisa digunakan pada wujud jiwanya.
__ADS_1
Swosh...
Swosh...
Swosh...
Semacam serangan berwarna hitam mengarah pada segerombolan monster ikan tersebut.
Splash...
Splash...
Sebagian terbunuh dan sebagian lagi memasuki air secara terburu-buru untuk menghindari serangan mematikan yang Hyun Wo lancarkan.
Tidak ingin ada yang lolos Hyun Wo berinisiatif untuk mengejar monster ikan perak yang tersisa dan ikut masuk kedalam air.
Hingga pada kedalaman yang tak bisa dijangkau manusia pada umumnya ia berhasil membunuh semua monster ikan tersebut. Namun saat jiwanya tersebut melihat kebawah lagi pada bagian gelap, ia melihat seperti sorot mata berwarna merah.
Karena terkejut dan berhubung tugas mencegat para monster ikan perak telah diselesaikan. Jiwanya tersebut lalu sekejap menghilang kembali lagi pada raganya.
"Apa-apaan sorot mata itu, apa yang barusan adalah monster laut dalam?"
"Hyun..."
"Ahh!?"
"Kamu kenapa?"
Hyun Wo terkejut saat dari arah belakang pundaknya ditepuk oleh seseorang, yang ternyata pelakunya adalah Liliana.
"Aku habis menggunakan kekuatan supranatural "Floating soul" dan melihat dari kedalaman laut sepasang mata menyala!"
Tidak ingin menyembunyikan hal tersebut dari Liliana, Hyun Wo memilih untuk terus terang saja.
Cahaya orange di langit mulai tertutupi oleh awan mendung, lama kelamaan menutupi matahari terbenam dan sinar hanya terlihat pada celah awan mendung.
Secara misterius cuaca berubah drastis hanya dalam kurun waktu beberapa menit saja.
"Hyun, sepertinya ada yang tidak beres. Cuaca cerah tadi mana mungkin dalam sekejap berubah menjadi gelap gulita seperti ini. Apa kamu telah memicu monster itu untuk datang?"
"Maksudmu?"
"Ciri-ciri monster "Hidra" datang menurut sanksi yang selamat dari kejadian pelayaran berdarah adalah cuaca yang berubah secara drastis!"
Sementara itu di ruang pribadi ketua guild.
"Gawat, sepertinya nasib mereka memang di takdirkan untuk bertemu dengan monster laut mematikan!"
__ADS_1
"Sebenarnya aku bisa berpindah kesana dan membantu mereka, tapi apa boleh buat. Diriku harus hidup lebih lama karena putriku tercinta."